
Pagi hari.
Aurellia sudah menyiapkan semua keperluan nya untuk berlibur selama satu minggu, tidak banyak yang di bawa hanya yang penting-penting saja nanti jika ada kekurangan akan beli saat di perjalanan.
"Apa semua sudah siap Relli?" tanya Daysi yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar nya.
"Sudah!" dengan senyum gembira nya.
"Nih, ada sesuatu untuk kamu. Jangan lupa kamu dan Sacha minum oke," mengedip kan sebelah mata nya.
Aurellia hanya mengaruk-ngaruk rambut nya, saat Daysi tersenyum seperti itu sambil mengedip kan mata nya, pasti ada yang tidak beres saat ini dan benar saja, obat penyubur kandungan dan obat kuat. Mata Aurellia langsung melotot melihat obat tersebut.
Sacha yang baru saja keluar dari kamar mandi mendekati Aurellia yang memegang dua kardus kecil, obat kuat dan penyubur kandungan. Sacha langsung membisik kan kata-kata yang membuat bulu kuduk merinding.
"Tanpa obat itu aku kuat loh di ranjang, kenapa kamu membeli itu apa kamu meragukan kejantanan ku ya," mencium leher jenjang Aurellia.
Wajah dan telinga Aurellia langsung memerah. "Eehh... bukan aku yang beli ini," Aurellia berusaha menjelas kan.
"Benar kah, jika bukan kamu siapa." Sambil mengenakan pakaian nya.
"Daysi yang beli," meletak kan dua kardus kecil tersebut ke dalam tas.
"Apa kakak ipar meragu kan aku." Menatap diri nya sendiri di pantulan kaca almari, "akan aku buktikan jika aku jantan tanpa abal-abal." Ucap Sacha dengan percaya diri.
Aurellia yang mendengar perkataan yang amat vulgar ini, menelan saliva nya dengan susah payah. Bagaimana nanti jika itu terjadi apakah sakit atau apa, Aurellia bertanya-tanya dengan pikiran yang sudah melayang kesana kemari.
"Mikirin apa." Tanya Sacha yang tiba-tiba membuyar kan hayalan nya tersebut.
"Ee... ngak, enggak mikirin apa-apa," elak Aurellia dengan cengegesan.
"Dasar ya..., seperti nya drama yang kamu tonton setiap malam banyak yang kamu pelajari diam-diam," mencubit gemas pipi Aurellia.
"Tidak," semburat wajah Aurellia tambah memerah.
__ADS_1
Di tempat lain.
Ksatria yang masih bermain dengan Cheval menunggu sepasang suami istri yang akan berlibur mulai hari ini.
"Daysi kemana sih mereka berdua, apa tidak tau jam nya harus berangkat biar tidak ketinggalan pesawat." Memberikan biskuit ke Cheval.
"Lagi siap-siap sebentar lagi pasti turun mereka, tuh mereka turun." Sambil menujuk arah anak tangga.
Ksatria yang melihat dua sejoli yang bertambah mesra menyungig kan senyum meledek nya.
"Jangan lupa, pelan-pelan." Ksatria membisik kan pada telinga Sacha.
"Pasti," jawab Sacha percaya diri.
"Bagus, ini baru namanya lelaki. Kuat dan halus," Ksatria melirik ke sang adik Aurellia.
Aurellia yang mendengar jelas ucapan sang kakak pada suami nya langsung memukul lengan Ksatria, Ksatria yang mendapat pukulan dadakan tidak dapat menghindar dan akhir nya memegang legan nya yang panas.
"Isshh galak nya, Sacha jangan lupa nanti beli tali untuk mengikat tangan nya kalau memberontak," goda Ksatria lagi.
Sacha tertawa sambil menggangkat jempol nya, bertanda ia setuju dengan saran dadakan Ksatria barusan.
Daysi yang melihat kejadian ini hanya menggeleng-geleng kan kepala nya, lucu sekali candaan orang-orang ini, sudah dewasa namun jika bersama-sama seperti anak kecil saja.
"Sana-sana pergi, jangan lupa nanti sepulang honey moon ehh... maksud nya menenag kan diri, membawa hasil bahagia oke. Apalagi kalau belah duren." Ksatria tertawa kencang.
Saat berada di perjalanan Sacha mengngengam erat tangan Aurellia yang terasa dingin sekali, Sacha menambah genggaman nya. Rasa nya tak sabar pergi ke pulau Maluku tersebut lebih tepat nya ke pantai Ora yang terletak di pulau Seram, Maluk Utara. Bisa di bilang Maldives nya Indonesia.
Setelah menempuh perjalanan jauh sampailah di tempat tujuan, paket honey moon saat ini menguntung kan untuk orang-orang seperti Sacha dan Aurellia, selain pelayanan yang memuas kan suguhan alam pulau ini sangat menakjub kan untuk di nikmati.
"Apa kamu senang kesini Aurel." Menatap mata Aurel yang tidak lepas dari air laut.
"Iya, disini sangat indah,"
__ADS_1
Sacha berjalan mendekati Aurellia dan memeluk nya dari belakang. Jantung Aurellia terdengar nyaring di telinga Sacha karena Sacha meletak kan dagu nya di bahu kiri Aurellia. Sacha menggoda Aurellia dengan menciumi leher Aurellia yang berhasil membuat panas dingin tubuh Aurellia, tidak dapat di pungkiri jika sentuhan Sacha menghadir kan getaran heboh seperti saat ini.
"Kamu gerogi Aurel," tangan Sacha mulai kemana-mana bahkan sudah masuk ke dalam baju Aurellia.
"Sacha hentikan." Mencekal tangan Sacha dengan sekuat tenaga.
"Kenapa???"
"Kita istirahat dulu ya, aku capek." Berpura-pura lemah, agar Sacha tidak melajut kan aksi nya.
"Eemm... baiklah kalau begitu," Sacha menarik tangan nya dari perut Aurellia. Rasa kecewa menyelimuti hati dan pikiran nya.
Aurellia yang melihat hal tersebut langsung mendekati Sacha. "Kamu marah Sacha."
"Tidak," memaling kan wajah nya.
"Aku tau kamu marah, maaf Sacha." Membaring kan tubuh nya di samping Sacha dan memejam kan mata nya.
Malam hari.
Saat ini Sacha dan Aurellia sedang dinner romantis di dalam kamar nya, Sacha menyuapi Aurellia dengan penuh cinta begitu juga dengan Aurellia tak kalah romantis menyuapi Sacha. Setelah selesai makan malam romantis kini dua insan tersebut menikmati keindahan malam ini di tempat yang indah ini.
Aurellia merasa kan kedinginan di lengan nya, Sacha yang melihat Aurellia mengusap-usap lengan nya langsung memberikan pelukan hangat nya pada Aurellia.
"Apakah masih dingin?"
"Iya,"
Sacha menambah erat pelukan nya, tetapi Aurellia masih saja menggigil tubuh nya. Sacha mengajak Aurellia untuk masuk kedalam. Saat berada di dalam kamar Sacha memberikan teh hangat pada Aurellia, Aurel segera menerima dan meminum nya sedikit-sedikit.
Setelah teh habis Aurellia merasa kan tubuh nya terasa hangat dan nyaman karena Sacha memeluk nya lagi. Dan tidak lupa Sacha memasuk kan tangan nya kedalam pakaian Aurellia. Aurellia sudah pasrah dengan sentuhan luar biasa Sacha untuk dirinya. Mereka berdua akhirnya melakukan hubungan suami istri dengan identitas saling cinta dan rela karena sudah ada ikatan suci pernikahan.
***
__ADS_1
Jangan lupa like sama rate ya, di plus in vote juga bolehπππ mode ngarep iniπππ