
Ksatria memberikan Aak Cheval pada Ria untuk di rawat, sementara Ksatria dan Daysi siap-siap untuk berkencan malam ini tanpa gangguan sedikit pun baik itu Cheval.
Mall Baru.
Daysi mengerutkan alisnya saat membaca mall yang ia kunjungi dengan Ksatria Malik. Ksatria yang curiga dengan sikap Daysi mengeratkan gengaman tangannya. Indahnya pacaran setelah menikah menjadi momen yang tidak akan pernah terlupakan.
Saat menonton film bernuansa romance baik Daysi maupun Ksatria malu sendiri dengan film yang di tonton, banyak adegan erotis yang tertampil di layar bioskop. Pantas saja semua yang datang tadi di tanyai umur dan status saat masuk ke dalam.
"Eemm... maaf aku tidak tau jika filmnya seperti itu. Lain kali aku akan memesan yang lain saja misalnya yang berbau keluarga tetapi tidak seperti yang barusan kita lihat tadi." Ksatria membisikan ucapannya.
"Nanti jika mau nonton lagi aku saja yang pesan tiketnya jauh-jauh hari. Untungnya tidak terbawa suasana tadi, kalau iya... sudah aku buat perut dan lenganmu lebam," Daysi menekankan pembicaraannya meskipun masih berbisik pada Ksatria.
"Iya... iya... aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku janji." Ksatria menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Daysi.
Padahal Ksatria tadi berharap film yang di tontonnya berjalan baik dan sukses namun hasilnya malah berbanding terbalik dengan angan-angannya.
"Kita pergi makan yuk, aku lapar." Ksatria memelas pada Daysi.
"Ayo aku juga lapar,"
Saat makan sesekali Ksatria menyuapi Daysi begitu juga dengan Daysi yang lebih banyak menyuapi Ksatria karena sedari tadi Ksatria meminta Daysi untuk mentuapinya tanpa henti.
"Aku juga lapar, jangan memintaku terus-terusan menyuapimu." Daysi dengan segera menghabiskan makanannya.
Pelangi yang tidak sengaja bertemu Ksatria Malik dengan Daysi yang berada tidak jauh dari pandangannya langsung saja mendekat. Dan duduk di dekat Daysi.
"Hai... maaf ya, yang kemarin aku tidak sengaja menggoda suamimu." Pelangi mengulurkan tangannya untuk meminta maaf dengan Daysi. Daysi menerima uluran tangan dari Pelangi.
"Iya tidak apa-apa," jawab Daysi tersenyum sambil menutupi kekesalan hatinnya. Wanita mana yang tidak kesal dan sakit hati melihat suami yang di gelayuti wanita lain bakan suami tidak menolak.
"Terimakasih ya sudah memaafkan. Oohh yaa minggu depan aku ada acara pemilihan model terbaik tahun ini, datang ya." Pelangi menyodorkan undangan kepada Daysi dan berlalu pergi.
__ADS_1
Daysi tersenyum dan mengangguk tetapi tidak menjawab iya. Lalu ia tatap sang suami yang menatap kepergian Pelangi.
"Tatap terus jangan sampai berkedip nanti bayangannya hilang," sindiran keras untuk Ksatria.
Ksatria segera menatap Daysi dan mencubit pipi Daysi. "Sikap cemburumu sungguh sangat mengemaskan meskipun kata-katanya sangat pedas."
"Lebih pedas siapa, ucapanku apa sikapmu kepadaku?" ucap Daysi to the point.
Jantung Ksatria terasa ngilu saat mendengar ucapan Daysi barusan. Memang benar sikapnya selalu melukai Daysi tetapi ia tidak bermaksud melukainnya.
Kediaman Malik.
Aurellia saat ini berada di dalam rumah lebih tepatnya di ruang keluarga, semua orang menyambut kedatangan Aurellia dengan suka cita.
Ksatria dan Daysi yang baru kembali dari kencannya malam ini menepuk-nepuk pipinya sendiri berharap apa yang di lihat nyata tanpa ilusi.
"Kakak...," Aurel langsung memeluk Ksatria, Ksatria membalas pelukan Aurellia dengan hangat. Tiba-tiba Aurellia melepas pelukannya dan langsung memeluk Daysi sang sahabat.
"Tidak dia tidak menyiksaku Relli. Cuma kadang-kadang sikapnya aneh kepadaku!" sambil melirik wajah Ksatria.
Ksatria tidak tinggal diam ia langsung duduk di dekat Daysi dan menarik pinggangnya untuk duduk lebih dekat dengannya. Daysi merasa tidak nyaman dengan kelakuan Ksatria di depan Aurellia.
"Tidak usah malu, bahkan setiap haru kita tidur bersama, kamu tidak lupa kan?" Ksatria sengaja menggoda Daysi di depan adik tersayangnya.
"Waaahhh... kalian sudah tidur satu ranjang, apa kalian sudah itu, melakukan itu?" tingkat ke kepoan Aurel menjadi-jadi saat ini. Beberapa waktu lalu ia hanya melihat dari media sosialnya kini ia melihat langsung kemesraan Kakak dan sahabatnya ini. Jadi berita itu tidak bohong.
"Iya... asal kamu tau, Daysi lebih suka aku tidur dengan telanjang dada bahkan ia selau menciuminya setiap malam sampai-sampai aku tidak bisa tidur," Ksatria masih saja menggoda Daysi.
Daysi tidak tinggal diam ia mencubit keras lengan Ksatria yang masih menempel di perutnya.
"Aww... sakit Daysi. Kenapa tanganmu sekarang semakin lincah saja mencubit ku." Ksatria mengosok-gosok lengannya.
__ADS_1
"Rasain, makannya jadi orang jangan banyak berbicara yang bukan-bukan," Daysi memalingkan wajahnya.
"Ciyeee... sudah ada perkembangan nih hubungan suami istri ini?" Aurellia menimpali pertanyaan yang berhasil membuat Daysi dan Ksatria malu.
"Sudah jangan di bahas lagi, aku mau tanya kenapa kamu mau pulang ke rumah, bukannya kamu bersih kukuh ingin di luar tanpa pengawasanku dan tidak mau kembali jika aku belum bersikap baik ke sahabatmu?" Ksatria menatap wajah adik tersayangnya.
"Kan sekarang Kakak sudah bersikap baik pada Daysi bahkan cinta, jadi aku pulang!" jawab Aurellia sambil cengegesan.
"Haduhh... kamu ya jika punya ke inginan selalu bersikap seperti itu. Bagaimana saat kamu di luar sana apa sudah menemukan jodohmu?" tanya Ksatria memastikan jika adiknya ini punya rasa cinta untuk orang lain.
"Kata siapa aku tidak bisa mencintai orang dalam diam!"
"Siapa?" tanya Daysi dan Ksatria bebarengan.
"Aaa... ciyeee kompakan sekarang. Rahasia." Aurellia segera pergi dari hadapan Kakanya.
"Aurellll, jika aku tau siapa orangnya dan dia menyakitimu akan aku cincang orang itu sampai ia sulit bernafas di kehidupan ini," Ksatria mengeratkan giginya.
"Heyy sabar kenapa, lagian belum tentu ia berpacaran juga. Nanti aku akan menyusulnya untuk bertanya-tanya siapa tau ia mau bicara." Daysi meninggalkan Ksatria dan menuju kamar Aurellia.
Ksatria menatap Daysi yang sudah pergi dari hadapannya. Ksatria menaiki anak tangga untuk melihat Aak Cheval mungkin jam segini ia sudah tidur.
"Aak sudah tidur?" menciumi wajah Cheval, Cheval tidak bergerak sedikit pun ia masih nyaman dengan tidurnya. "Ria jaga Aak dengan baik."
"Siap pak bos!" Ria kembali mengayun-ayunkan sedikit box bayi.
Daysi mengetuk pintu kamar Aurellia tetapi 10 menit telah berlalu akan tetapi Aurellia tidak mau membukannya mungkin ia lelah karena perjalanan jauhnya tadi, ia tau jarak antara luar kota sampai sini 4 jam lamanya perjalanan. Daysi memutar tubuhnya menuju kamar Ksatria ada rasa was-was saat Ksatria sedang bertelepon dengan seseorang.
"Siapa yang ia ajak telpon kenapa Ksatria sampai tertawa lepas? padahal selama pernikahan ini ia tidak pernah meminta nomor ponselku." Dalam batin Daysi yang kembali menutup pintu kamar Ksatria dan tidak jadi masuk setelah mendengar pembicaraan Ksatria saat telepon.
"Hhaahh... sudahlah, aku tanya besok jika ada waktu, lebih baik aku segera bersih-bersih dan tidur."
__ADS_1
Ksatria yang sadar Daysi tidak masuk kedalam kamarnya ia segera mencari keberadaan Daysi, ia yakin jika Daysi ada di kamarnya dan benar saja Daysi sudah terlelap. Ksatria mendekati Daysi dan membuka selimut yang di kenakan Daysi dan memeluk tubuh Daysi dengan erat.