
Toilet wanita.
Dhela yang sedari tadi mengikuti kemana pun Sindy dan Cheval pergi merasa geram kenapa ia dapat perilaku istimewa dari Cheval meski ia tau Cheval dan Sindy bersaudara tetapi kenapa berbeda.
"Enak banget ya kamu Sindy kemana-mana di kelilingi cowok. Pakai apa sih." Sindir Dhela yang ada di samping nya.
Sindy yang mendengar ucapan Dhela sedikit panas, tetapi kemudian ia elak dengan tajam.
"Karena aku cantik plus pintar, tidak kayak kamu," Sindy berlalu pergi dari pada meladeni dia yang tidak penting.
"Awas kamu Sindy." Geram Dhela sambil marah-marah tidak jelas.
Beberapa wanita yang ada di toilet hanya menutup telinga nya sambil berbisik-bisik membicarakan Dhela.
"Sabar Sindy, itu tandanya orang sirik akan kesuksesan kamu makanya setiap apa pun yang kamu lakukan itu jelek di mata orang yang sirik." Menebah dadanya berkali-kali untuk menenagkan hati sedihnya.
Cheval yang melihat sang istri bersedih langsung menghampiri nya.
__ADS_1
"Ada masalah, kenapa sehabis ke toilet wajahmu masam?"
"Tidak ada, cuma tiba-tiba ada orang resek tadi, tapi itu juga tidak penting. Ayo pulang Aa sudah sore juga!" Sindy berjalan lebih dulu ke area parkir setelah Cheval selesai membayar makanan tersebut.
Di dalam mobil.
Sindy yang sudah terbiasa tidur di dalam mobil di biarkan saja, dari pada mood nya buruk lagi. Lagian tidak ada ruginya Sindy tidur di samping nya seperti boneka hidup saja gaya tidur nya, cantik dan menarik.
"Sindy aku akan selalu mencintai kamu. Aku mohon jika nanti ada apa-apa saat aku berada di Luar Negri, aku mohon jangan berhenti mencintai aku." Mengusap surai rambut Sindy.
"Ma... kenapa Aa seperti obat tidur saja untuk Sindy, setiap keluar bersama Sindy selalu tidur, lucu sekali putri kita." Ksatria tertawa kecil.
Hari ini Daysi sangat senang setelah kepergian Aurellia baru kali ini suaminya tertawa meski hanya sebentar. Daysi selalu menyemangati Ksatria.
***
Cheval merebahkan tubuh istri nya di ranjang dan memberikan kecupan singkat di dahi nya. Rasa cinta tidak pernah luntur sama sekali meski banyak ujian ketika di luaran sana menerpa.
__ADS_1
"Ternyata menikah sangat menyenangkan, meski aku belum bisa memberi nafkah untuk Sindy. Tapi mulai besok semoga aku bisa memberimu nafkah, doakan aku sayang."
Cheval yang sudah lelah dengan kegiatan hari ini membersihkan diri terlebih dahulu sebelum ia ikut mengistirahatkan tubuh nya.
Hari berganti bulan.
Tidak terasa hari ini hari terakhir Cheval di Indonesia, semua persiapan sudah lengkap paspor dan lain nya. Sindy menangis karena sang suami akan berangkat ke New York.
"Huaaa..., aku gak mau di tinggal Aa, mau ikut." Merengek dengan tersendu-sendu.
Daysi dan Ksatria yang melihat sang putri berpisah dengan suaminya hanya tertawa kecil. Baginya pagi ini mendapatkan drama baper gratis.
"Sayang, aku cuma 2 tahun di sana. Lagian jika kamu rindu bukannya ada jet pribadi milik papa." Cheval mengacak-acak rambut Sindy.
"Eehhh... benar juga kata Aa, kenapa aku menagis," Sindy tersenyum malu.
Semua orang tertawa lepas dengan perpisahan manis ini.
__ADS_1