
Hallo Emak up lagi ya, semoga semua yang membaca karya Emak dalam keadaan sehat wal'afiat ya.
***
Ksatria menatap bayi mungil berjenis kelamin laki-laki di depannya itu. Ksatria bingung harus bagaimana, masa iya menerima bayi lagi di tambah dengan ibu yang sama yang memberikannya, tapi sudah tidak apa-apa dari pada berdosa menelantarkan bayi yang masih suci. Biarkan orang tuanya saja yang berdosa tapi tidak untuk anak-anaknya yang lahir secara Fitri atau suci.
Lais yang baru saja membantu Momo untuk memberikan ASI yang masih sulit keluar karena baru pertama kali memiliki bayi, bergegas keluar dan menatap heran kenapa ada Dokter dan suster di rumah ini padahal Momo juga tidak mengalami keluhan apa-apa pasca melahirkan beberapa hari yang lalu.
"Pa ... ada apa ini? kenapa ada Dokter dan suster, bukannya Momo baik-baik saja?" Lais keheranan.
"Iya, tapi ini ada perihal lain!" jawab Ksatria yang nampak putus asa dan bingung harus bertindak apalagi.
Dokter segera menjelaskan amanah untuk merawat bayi almarhum Aura yang berjenis kelamin laki-laki untuk merawatnya.
"Maaf Dok meski ini amanah saya tidak dapat melaksanakannya Dok, lebih baik dia di rawat di tempat yang layak dan itu bukan di rumah kami." Ucap tegas Lais, kali ini ia tidak ada rasa kasihan pada bayi itu.
Cukup Princess yang pernah ada dan tidak mau sampai ada yang lain juga ikut-ikutan, bukannya tidak berperikemanusiaan tapi ya karena kondisi sekarang ia punya 2 bayi kembar.
"Papa akan merawatnya, lagian sudah waktunya Papa pensiun." Ksatria menerima bayi itu bayi yang berat badannya lumayan di lengannya.
"Tapi ..., baiklah Papa," Lais terpaksa mengiyakan saja.
__ADS_1
Sedangkan Daysi ikut saja, ia beranggapan sama halnya merawat Cheval dulu. Akhirnya Dokter dan suster memberikan hak asuk bayi berusia sekitar 2 bulanan ini ke pada Ksatria dan Daysi.
Usai Dokter dan suster pergi Ksatria menatap intens bayi laki-laki itu, ada kemiripan pada Lais namun sedikit tapi lebih banyak ke Aura ibunya.
"Lais, apa benar ini bukan anakmu lagi dengannya?" Ksatria berniat menggoda menantunya. Ia ingin tau reaksi apa yang di berikan oleh Lais.
"Bukan Pa, aku tidak mau melukai Momo maka sampai sekarang hanya Momo yang berhak atas diriku!" jawaban yang terdengar sok bijak dan aneh.
"Bohong." Tiba-tiba Filan datang dan menyahut pembicaraan.
Sepertinya sebentar lagi akan ada cuaca petir menggelegar di dalam rumah, terlihat wajah Lais yang mulai memerah sebab ia menahan gejolak amarah di dirinya.
"Filan," Lais menekan ucapannya dalam-dalam.
Di tambah lagi Ksatria dan Daysi menatapnya dengan tatapan membunuh dan penuh tanda tanya.
"Lais, sini." Sambil menunjuk wajah Lais dan menyuruhnya segera duduk sambil menunjuk tempat duduk yang ada di depan Ksatria.
Gluk
'Ya Allah selamatkan hamba ini, hamba tau hamba salah tapi bukannya tidak baik menghakimi orang yang sudah memohon ampun dan maaf pada istri yang hamba lukai.' Lais berdoa sangat kencang dalam hatinya.
__ADS_1
"Benar begitu? sudahlah jika memang iya. Papa tanya, jika dia masih hidup kamu masih peduli dengannya atau Momo putri kami?" Ksatria tidak mau ambil pusing.
"Aku pilih Momo, Papa. Hanya dia wanita pujaan yang paling aku cintai dan sayangi, untuk yang lain hanya rasa kasihan saja tidak lebih Papa!" Lais mengucapkan sesuai perilaku yang ia rasakan selama ini.
Momo sedang menyusui putra putrinya secara bersama seperti yang ia pelajari di tambah lagi ada bimbingan dari suster yang merawat Princess dan juga Inre.
"Mas." Panggil Momo terdengar sayup-sayup istrinya memanggil.
Dengan secepat kilat ia menemui istrinya dari pada terkena semprot lagi.
Selepas kepergian Lais semua orang tertawa renyah.
"Lihat Ma, wajah menantumu yang panik saat Papa tanyai. Lucu ya." Sambil menunjuk arah Lais berlari.
"Iya, betul Pa. Bahkan wajah merahnya seperti orang makan cabai sangat banyak," Daysi juga ikut tertawa.
Filan pun juga sama, hari ini ada jadwal pemeriksaan rutin keluarga Malik dari pemilik sampai pembantu. Sekitar 2 jam Filan ada di rumah ini dan ia juga sempat menjenguk Momo yang bermain dengan anak kembarnya. Tapi saat Momo menyusui anak-anaknya ia berpamitan pergi, tidak seharusnya ia melihat milik orang lain dan tidak pantas sampai jauh.
Cheval dan Sindy baru saja pulang berkerja lantaran ini sudah sore, saat pulang ia juga membawa beberapa makanan seperti kue dan lainnya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
Emak buat season 3 ya, sebab Emak rindu dengan semua orang yang terlibat di karya ini termasuk pembaca setia Emak dari awal sampai akhir, Emak terharu karya Emak sampai 2M lebih popularitasnya.
Terimakasih ya, jika ada beberapa kata yang salah atau Emak lupa. Ingatkan ya