ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
125 S2 Momo penasaran


__ADS_3

Monique berjalan riang ke lapangan golf namun yang ia dapati sang ayah dan papa sedang berbicara serius ingin sekali menguping dan mendengarkan pembicaraan sang ayah karena tidak sengaja mendengar Sacha sedang membicarakan Marc William yang artinya orang tua Lais. Namun belum sempat mendengar pembicaraan para orang tua ia sudah di kejutkan dengan kedatangan Mala yang tiba-tiba.


"Non, sedang apa?" tanya Mala tiba-tiba.


"Mbak Mala ngejutin banget, kaget aku mbak." Momo menebah dadanya berkali-kali.


Mala tertawa melihat Monique yang berkespresi seperti itu, kelihatan sekali ingin mengetahui urusan orang lain dan yang lebih parahnya ketahuan menguping pula. Lucu yang ada di benek Mala.


"Non Momo mau minum apa." Mala menawarkan jus yang ada di nampan.


"Tidak usah mbak Mala, aku mau ke dalam saja ambil sendiri," Momo segera pergi dari tempat tersrbut.


Mala tetap melanjutkan tugas nya menghantarkan minuman ke boss nya. Sesampai nya di sana Mala segera pergi setelah menghantarkan minuman karena ia mendengar pembicaraan serius dan tidak ingin ikut campur karena itu urusan boss nya.


Monique menuju dapur dan mengambil beberapa buah dan memotong nya, ia membuat salat buah karena semua ada di lemari es bahan-bahannya seperti susu kental manis, susu cair dan mayonaise serta keju.


"Gagal deh, coba nanti tanya mama saja dari pada penasaran tingkat akut kayak gini. Bikin orang ngak tenang beraktivitas." Monique memotong buah dengan asal-asal saja.


Daysi yang melihat keponakan nya seperti ini terheran-heran ada apa dengan Momo kenapa wajahnya tertekuk lusut seperti baju belum di setelika.


"Momo, kenapa wajah mu seperti itu dan satu lagi kenapa potong buahnya seperti tidak adil begitu satu besar yang satu nya tipis sekali." Menujuk buah yang berada di atas telenan.

__ADS_1


"Eehh... mama, enggak ko enggak kenapa-kenapa pengen buat seperti ini rasa nya enakkan yang potongannya besar apa tipis kalau di buat salat buah," sambil cengegesan.


"Jangan berbohong Momo, jika ada masalah cerita ke mama." Daysi tersenyum.


Di saat akan cerita Mala tiba-tiba datang dan membuat Momo tidak jadi berbicara.


"Nanti saja ma, lagian nanggung ini aku mau makan salat buah dulu ya ma," pamit Momo setelah selesai membuat salat buah dan membawa nya ke gazebo rumah ini.


Sindy yang sedang bertelepon lewat vidio call dengan Cheval terkejut dengan kedatangan Momo yang tiba-tiba bahkan meletakkan semangkuk besar salat buah di meja dengan keras.


"Iisshhh hampir saja ponselku jatuh, kenapa sih Momo." Gerutu Sindy dengan marah-marah.


"Tidak apa-apa cuma lagi kesel aja, sudahlah aku mau makan ini kamu mau tidak?" Momo menyodorkan sendok.


Cheval yang di cuekin mengomel di ponselnya, kenapa tidak menutup ponselnya terlebih dahulu jika mau makan.


"Sorry Aa, soalnya ini enak banget sampai terlupa." Sindy tersenyum sambil makan buah.


Wajah chubby Sindy membuat Cheval sangat gemas apalagi ada noda sedikit di sudut bibir Sindy yang sangat menggoda sekali.


"Ya sudah kamu lanjutkan makan ya, aku mau mengerjakan tugas." Pamit Cheval dengan melambaikan tangan nya.

__ADS_1


TTUUT...


Panggilan berakhir.


"Ciye senang nya yang habis telpon sayang-sayangan." Ledek Momo dengan tertawa sambil menujuk raut wajah Sindy yang mulai memerah.


"Apaan sih, menggangu saja," tetap melanjutkan makan salat buah tersebut sampai tinggal sedikit.


"Dasar perut gentong, semangkuk besar kandas dengan cepat bahkan tinggal beberapa potong saja buahnya, dasar." Momo langsung mengambil mamgkok tersebut dan membawanya ke pelukan dirinya sebelum di habiskan oleh Sindy.


Sindy tidak menghiraukan omelan Momo yang hanya di anggap angin lewat wusshh saja.


Karena merasakan perut yang sudah kenyang membuat Sindy pergi dari gazebo dan masuk ke dalam rumah lebih tepatnya ke kamar nya malam ini.


"Rindu sekali dengan Aa, kenapa libur semester 2 sangat lama sekali tahun ini." Sindy membolak-balikkan kalender yang ada di meja belajar nya sambil menghitung hari di mana Cheval berangkat ke New York.


Sindy kemudian merebahkan dirinya ke ranjang yang ia tempati dengan Cheval selama menikah. Tempat dimana terjadi ciuman panas yang hampir saja membuat keblabasan namun berakhir gagal juga.


Sindy tertawa jika mengigat hal-hal itu, lucu dan juga membuat senam jantung di dada.


"Ingin sekali aku memutar waktu satu tahun kemudian dan aku menyusul Aa di New York juga." Sindy berangan-angan.

__ADS_1


Momo yang menginap di kediaman ini akhirnya tidur di kamar tamu sambil mencari informasi dari Daysi sang mama melalui pesan singkat. Karena jika langsung berterus terang pasti gagal lagi seperti tadi. Momo juga memberi tau Daysi untuk menghapus pesan tersebut.


"Semoga sesuai harapan." Gumam Momo dan memejamkan mata nya.


__ADS_2