ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
91 Aurellia meminta maaf


__ADS_3

Daysi yang sudah sampai rumah sedari tadi hanya memonyong kan bibir nya, ia masih sangat kesal dengan pasangan suami istri tadi, bagaimana bisa permintaan sepatu seperti itu saja langsung membuat Aurellia ngambek padahal Daysi tidak ingin sepatu tersebut, cuma baby nya yang minta.


"Semoga kamu tidak ileran ya sayang nanti saat sudah lahir," mengusap lembut perut buncit nya.


Ksatria yang melihat sang istri masih marah-marah langsung menghampiri nya.


"Kenapa sih marah-marah, tidak baik loh untuk kesehatan kamu," Ksatria memberi kan susu ibu hamil.


Sekali teguk Daysi menghabis kan susu tersebut. "Aku kesal pada Relli, masak aku ingin sepatu yang di tunjuk kan Sacha pada nya dia marah, padahal aku tidak ingin yang ingin si baby nya."


"Sudah-sudah besok sama saya beli sepatu nya, ya." Menciumi ubun-ubun Daysi.


"Beneran, ya sudah kalau begitu aku tidur dulu ya, aku capek." Merebah kan diri nya di ranjang.


"Selamat malam," Ksatria membenar kan selimut Daysi. Secepat kilat Daysi sudah berada di alam mimpi nya.


Aurellia dan Sacha yang baru saja kembali langsung di interogasi oleh Ksatria di ruang tamu, hanya ada perasaan sedih dan hawatir pada pasangan suami istri tersebut.


"Lain kali jika Daysi mau ini atau itu turuti saja, untung dia pulang dengan selamat kalau tidak. Bagaimana kalian akan menjelas kan nya padaku." Ksatria mengomel.


"Maaf kak, saya tidak betmaksud begitu. Tadi saya benar-benar lupa jika Daysi sedang hamil muda," Aurellia berusaha menjelas kan.

__ADS_1


"Tetap saja, tidak ada pengulangan. Lain kali jika ingin pergi kemana langsung saja tidak usah mampir ke rumah," Ksatria berdiri dan berlalu pergi dari hadapan Aurellia dan Sacha.


Sacha berusaha menenagkan Aurellia.


"Besok kamu minta maaf ya, saya tidak ingin melihat kamu dan kak Daysi bertengkar, bukan nya kalian sahabat sejak dulu." Mengusap lembut surai rambut Aurellia.


"Iya, kamu benar besok saya akan minta maaf pada Daysi, karena saya yang buat Daysi terluka hati nya tadi," dengan tersenyum.


Pagi hari.


Seperti biasa semua asisten rumah tangga menggerjakan pekerjaan nya masing-masing, tapi Daysi tidak kunjung keluar dari kamar nya membuat Aurellia tambah di selimuti rasa bersalah, apalagi Ksatria sang kakak juga mendiami nya saat ini. Aurellia menggigit kuku ibu jari nya sambil berjalan mondar mandir mirip setrikaan.


Sacha yang melihat Aurellia yang seperti itu membiarkan saja lagian jika semalam ia tidak marah pasti pagi ini ia tidak gelisah memikir kan sahabat nya yang tengah hamil plus marah tersebut.


"Daysi maaf ya, yang soal semalam. Saya benar-benar lupa jika kamu sedang nyidam," sambil tersenyum.


"Buat kan roti panggang lumer, resep tanya mbok Yati, nanti kalau rasa nya cocok di lidahku dan si baby gak ngambek aku maafin deh." Berjalan menuju ruang keluarga.


"Baiklah demi bumil dan perminta maaf, apapun akan saya lakukan," berjalan menuju dapur dengan sedih.


Mbok Yati yang melihat kesedihan yang terpancar di raut wajah Aurellia langsung menyapa nya.

__ADS_1


"Nak Aurel, kenapa wajah nak Aurel di tekuk seperti itu." Mbok Yati menatap Aurellia yang tengah menyiap kan panci anti lengket untuk memanggang roti.


"Semalam saya melaku kan kesalahan mbok," Aurellia tidak melajut kan keluh kesah nya. "Eem... mbok, Daysi biasa nya suka yang seperti apa mbok roti panggang nya?"


"Yang seperti ini nak Aurel, pertama kasih margarin di roti nya terus diberi coklat batangan yang banyak serta keju dan madu," meletak kan banyak coklat dan teman-teman nya.


Aurellia yang melihat mbok Yati meletak kan begitu banyak coklat, keju dan madu langsung begidik ngeri. Bagaimana rasa akhir nya nanti, bahkan di dalam mulut Aurellia sudah merasa kan ngilu sendiri. Setelah selesai membuat roti panggang tersebut Aurellia langsung menghantar kan nya pada Daysi.


Daysi yang mencium bau roti panggang yang menggugah selera langsung menerima nya, tanpa berucap sedikit pun. Aurellia bahagia roti panggang berhasil masuk semua ke dalam perut buncit Daysi.


"Eemm Daysi bagaimana?"


"Lumayan enak," jawab santai Daysi.


"Jadi, saya di maaf in." Sambil memainkan jari nya.


"Iya," jawab singkat Daysi yang langsung di sambut pelukan erat oleh Aurellia.


***


Terimakasih ya teman-teman.

__ADS_1


Author sadar jika tulisan author kesana kemari tidak jelas, buat binggung pembaca. Author masih belajar jadi kalau ada salah dalam penulisan atau sejenis nya harap maklum ya teman-teman, penulis amatir lagi belajar.


Mungkin banyak kata-kata yang ambigu di karya ini, terimakasih atas partisipasi nya teman-teman.


__ADS_2