
Setelah sarapan pagi Ksatria berjalan dengan gagah menuju garasi mobilnya. Sopir yang bernama Slamet hari ini sudah mulai masuk kembali sedangkan Asep berjaga-jaga di kediaman Malik, siapa tau nanti di butuhkan, Asep selain sopir di juga salah satu body guard Ksatria.
Hotel Royal Malik.
Ksatria terkejut dengan kedatangan Faya dan Mega bersamaan. Dengan penuh percaya diri Ksatria Malik mengabaikan kedatangan keduannya, tidak tinggal diam Faya maupun Mega berebutan masuk kedalam lift pribadi Ksatria. Ksatria yang merasa risih dengan kehadiran keduannya membuat Ksatria mengeluarkan aura menakutkan di sekitarnya.
"Pergi dari sini jika kalian berdua berisik di hotelku." Ucap tajam Ksatria.
Faya dan Mega meminta maaf secara bersamaan.
Okta yang tidak sengaja melihat adegan ini ingin sekali tertawa, namun ia ingat jika dirinya masih membutuhkan pekerjaan ini untuk menabung dan demi masa depannya nanti.
Ruang pribadi Ksatria Malik.
Faya dan Mega penasaran dengan sikap Ksatria saat ini. Ada apa itu menjadi pertanyaan di benak Faya dan Mega.
"Aku ingin berbicara serius, dari awal kita memang tidak berpacaran dan aku juga tidak mengungkapkan perasaanku kepada kalian. Jadi mulai detik ini, kita selesai. Aku mau menata hidupku untuk lebih baik lagi, aku harap kalian berdua bisa mengerti keadaanku saat ini. Dan terimakasih sudah pernah menemaniku. Sebagai ganti ruginya aku memberikan kalian cek sebesar dengan nominal sekian, aku rasa cukup untuk masing-masing dari kalian." Ksatria meletakkan 2 buah cek kepada Faya dan Mega.
"Tapi...," belum selesai Faya berucap Ksatria memotong pembicaraan Faya.
"Aku harap kalian tidak kesini lagi. Silahkan kalian berdua keluar." Ksatria menujukkan arah pintu.
"Baik." Ucap Mega dan Faya bebarengan dan mengambil cek masing-masing.
Saat berada di dalam rumah.
Daysi merasa bosan dengan kegiataannya saat ini. Dan menekan-nekan ikon ponselnya begitu sepi tidak ada 1 pesan atau panggilan salah alamat yang ada hanya notifikasi kuota dan teman-temannya.
__ADS_1
"Membosankan sekali hari ini, apa lebih baik aku ke coffe dekat pasar pecah waktu itu aja. Mungkin bisa menghilangkan kejenuhkanku saat ini." Daysi segera bangun dari rebahannya dan bersiap-siap untuk ke coffe langanannya mulai hari ini untuk mengatasi kejenuhannya.
Ksatria Malik yang sedari tadi tidak konsentasi karena memikirkan Daysi yang hari ini libur berkerja hanya melihat berkas-berkas yang masuk dengan menatapnya sekilas. Hampa sekali rasanya saat ini.
DDDRRTT... DDRRTT... DDRRTT..., ponsel Ksatria berdering dengan bertuliskan nama Lily di layar ponselnya, entah mengapa ia menulis nama untuk Lily, Ksatria mengangkatnya.
"Hallo ada apa telpon, jika tidak penting aku tutup telponnya aku sibuk."
"Eehhh... tunggu, ayo kita makan siang apa ada waktu Ksatria?" tanya Lily dengan logat manjanya.
"Tidak ada dan aku tegaskan sekali lagi jangan menelponku jika tidak ingin aku blokir nomormu!" Ksatria menutup ponselnya.
Ksatria menatap galerinya masih ada foto Arabelle di layar ponselnya, foto saat masih SMA dulu sampai S1 juga masih tersimpan di ponsel Ksatria. Dengan ragu-ragu Ksatria menekan ikon delete namun ia urungkan siapa tau suatu hari nanti Arabelle bisa kembali kepelukannya meskipun statusnya mungkin saja janda.
Bukannya Ksatria mendoakannya tapi salah satu body guardnya bilang jika Arabelle tidak bahagia dengan suaminya saat ini, karena suaminya tidak mencintainya melainkan mencintai wanita lain. Ada senyum yang mengembang di sudut bibir Ksatria Malik.
2 bulan kemudian.
"Kamu tidak apa-apa?" Ksatria menatap wajah Arabelle yang cantik apalagi sedang mengandung kecantikannya sangat terpancar sekali.
"Perutku sakit Ksatria, tolong aku!" Arabelle tiba-tiba pingsan di pelukan Ksatria. Ksatria langsung mengendong tubuh Arabelle dan memasukkannya di kursi jok belakang kemudi dan merebahkannya.
Slamet segera melajukan kendaraannya, yang terpenting saat ini menyelamatkan ibu yang sepertinya akan melahirkan.
RS KASIH IBU ANAK.
Ksatria meletakkan tubuh Arabelle ke brankar dan mendorongnya, para suster membantu Ksatria. Arabelle yang tidak sadarkan diri langsung di bawa ke UGD untuk penangan segera karena Arabelle pendarahan, demi menyelamatkan keduannya.
__ADS_1
Setelah menunggu akhirnya lampu operasi padam dan artinya operasi telah selesai.
Dokter hanya menggelengkan kepalannya sambil terdiam, Ksatria curiga dengan gelagat Dokter yang menagani Arabelle di dalam.
"Dok..., bagaimana keadaan Arabelle dan anaknya?" Ksatria begitu hawatir dengan Arabelle.
"Maafkan kami pak, kami sudah melakukan yang terbaik tapi kami tidak bisa menyelamatkan ibunnya, dan sebelum ibunya tiada ia berpesan kepada orang yang menolongnya untuk merawat putranya dan melindungi putrannya." Dokter tersebut tersenyum dan berpamitan kepada Ksatria Malik.
Ksatria Malik terbengong dengan apa yang ia dengar barusan. Salah satu suster yang sudah membersihkan tubuh kecil bayi tersebut memberikannya kepada Ksatria Malik untuk mendapatkan sentuhan pertama orang yang menyayaginya.
Ksatria menatap bayi kecil tersebut. Ksatria kagum dengan pesona bayi tersebut, sangat tampan dan megagumkan sekali. Dengan tersenyum Ksatria mengadzani bayi laki-laki tersebut dan tersenyum.
TTRINGG... TTRRINGG... TTRINGG..., suara notifikasi ponsel terdengar nyaring.
Ksatria Malik langsung mengecek siapa yang mengirimkannya pesan. Tertera nama salah satu suruhan Ksatria untuk menyelidiki suami Arabelle, terkejut sekaligus tercengang melihat siapa suaminya.
Suaminya buka orang Indonesia dan saat ini ia berada di luar negri sekitar 1 bulan yang lalu meninggalkan Arabelle sendirian di negara ini bahkan menggugat cerai Arabelle yang tengah mengandung demi wanita idaman lain yang lebih menggoda dan menarik.
"Berita apaan ini, kenapa Arabelle menyimpannya sendirian tanpa mau berbicara apapun padaku. Kasihan sekali kamu nak." Ksatria menghujani ciuman bertubi-tubi di wajah bayi tersebut. Bayi tersebut mengeliat sambil mengeluarkan ekpresi tersenyum.
Ksatria menyerahkan kembali bayi tersebut ke salah satu perawat untuk mengembalikannya ke ruang bayi. Ksatria Malik segera mengurus semua biaya atas kelahiran bayi Arabelle dan mengurus pemakaman Arabelle yang di serahkan kepada pihak rumah sakit, mengigat Arabelle yatim piatu.
Beberapa hari kemudian Ksatria pulang dengan membawa baby Cheval ke rumahnya. Para body guard dan asisten rumahnya terkejut dengan kepulangan Ksatria Malik dan seorang bayi di tangannya.
Daysi yang baru saja pulang dari hotel tidak berkomentar apa-apa. Banyak perabot dan keperluan bayi masuk kedalam kamar yang di sedikan khusus bayi dan letak kamarnya bersebelahan dengan Ksatria Malik.
Hati nurani Daysi langsung melihat seperti apa sosok bayi yang di bawa pulang oleh Ksatria Malik saat berada di kereta dorong bayi.
__ADS_1
Daysi menutup mulutnya. "Tampan sekali dan menggemaskan." Daysi menyentuh lembut hidug mancung bayi tersebut.
Ksatria tersenyum dengan kelakuan Daysi barusan, Ksatria kira Daysi tidak menyukai bayi yang akan meramaikan rumah ini ternyata Daysi sangat menyukainya.