ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
S3. 2


__ADS_3

Cheval berbincang-bincang dengan Filan di gazebo rumah ini, tapi tidak main golf atau futsal seperti kemarin-kemarin.


"Kapan kamu nikah, apa di rumah sakit tidak ada Dokter atau suster yang menarik hati. Apa kamu tidak mau mengendong anak-anak kamu Filan?" pertanyaan yang sama lagi dan lagi, keluarga ini.


Mentang-mentang sudah pada nikah, apalagi Cheval yang menikah muda awet sampai sekarang. Benar-benar ampuh formalinnya gak basi sama sekali, bahkan tidak ada pertengkaran di antara suami istri ini. Pelakor dan pebinor mental jauh sekali, kuat iman dan godaan dunia luar. Filan salut sekali dan patut di contoh hubungan seperti ini, di tambah lagi sudah ada seorang anak yang sangat cantik dan gembul.


"Nanti kalau jodoh orang datang ke aku, pasti langsung aku ajak ijab Qabul secepatnya!" sambil tersenyum.


"Cih, jangan bilang masih suka dengan Momo. Move on dong Filan masa Momo sudah melahirkan anak kembarnya masih ngarep banget, sana-sana pergi ke biro jodoh siapa tau dapat sesuai yang kamu harapkan Filan." Cheval bicara panjang lebar, ia pikir cari jodoh seenak cari tahu di pasar apa.


Harus pas di hati dan tentunya menerima dirinya apa adanya, dan tidak memandang statusnya sekarang.


"Enak saja, nyuruh aku pergi ke biro jodoh. Ntar kalau aku di tipu bagaimana masa iya nikah sama orang yang cantik di foto akhlak minus, yang ada menghancurkan bibit dari aku," benar-benar belum bisa move on.


"Terserah deh, yang penting sebagai teman aku sudah mengingatkan. Jika tidak bisa di ingatkan lagi ya sudah gak maksa aku." Cheval meminum kopi yang baru saja datang dengan kesal.


Kenapa makhluk ini sulit sekali di ingatkan untuk mencari jodoh, masa iya menunggu istri orang terus menerus apa dia gak bisa menunggu istri orang lain, Cheval saja sudah muak dengan dia.


"Aku mau masuk dulu, jika kamu mau pulang atau menginap terserah tapi satu yang harus kamu ingat jika kamu sakit hati dan jangan salahkan orang lain, salahkan diri kamu sendiri kenapa belum bisa move on dari Momo." Kode keras dari Cheval.

__ADS_1


Memang dari segi kebaikan Filan memang luar biasa, tidak dapat di pungkiri dari keluarga saja sangat jelas bibit bebet dan bobotnya. Kurang apalagi coba, hanya percintaan saja yang belum beruntung dan harus coba lagi.


'Benar kata-kata Cheval, jika aku tidak move on bakalan jadi perjaka tua tanpa adanya keturunan atau aku menyewa rahim sewaan dan akan menjadikan anak yang ia lahirkan menjadi anakku, tanpa adanya keterikatan pernikahan. Jadi jika nanti aku meminta pisah aku tidak susah-susah mengurusnya. Tapi, siapa ya yang mau menyewakan rahimnya, entar setelah anak lahir pasti yang punya rahim dan mengandung enggan memberikan anaknya. Atau aku adopsi saja, adopsi anak sepertinya bisa dari pada mencari rahim sewaan. Tapi bukannya tetap bukan darah dagingku sendiri, gak tau lah pusing aku.'


Batin Filan yang penuh angan-angan dan imajinasi hayalan.


Di kamar Momo.


Lais dengan sigap memberikan botol susu pada putranya yang sedari tadi kurang terus minumnya padahal kakak perempuannya sudah anteng, terpaksa mereka di pisah tempat tidur kasihan yang perempuan.


"Mas, kita kasih nama siapa mereka berdua?" Momo memberikan ponselnya dan memberikan contoh-contoh nama yang baik.


Bukannya memilih malah semua di iyakan, tambah pusing pikiran Momo.


"Sini deh, biar aku pilihkan beberapa saja nanti kita putuskan bersama ya mas." Momo mengambil ponselnya.


Momo memilih dan memutuskan mengambil nama ini.


"Yang ini ya mas." Tunjuknya dengan nama Zaire yang artinya sungai dan Zamil artinya yang bersuara indah.

__ADS_1


"Iya bagus ini namanya, tinggal di tambah Malik Mahendra Khan. Jadi semua orang bahagia dan senang bisa memiliki mereka, bagaimana sayang setuju tidak?" sambil menciumi pipi kedua anak kembarnya yang berada di box bayi secara bergantian.


"Iya mas, kapan acara aqiqah nya mas. Kalau bisa secepatnya mas, lebih cepat lebih bagus kan mas!" dengan gembira Momo berucap, ia tidak sabar menanti hari itu.


Sebagai orang tua baru untuk anak kembarnya ia ingin memberikan yang terbaik untuk putri dan putranya.


"Mama ... Papa ... dan adik kembar." Dengan ruang Princess masuk bersama dengan Inre.


Lais tersenyum.


"Sini nak mendekat." Lais mengulurkan tangannya secara otomatis Princess dan Inre langsung memeluk Papa Lais.


Sungguh bahagia Momo melihat pemandangan ini, ternyata lahirnya anak kembarnya selain membawa kebahagiaan beberapa kali Lais dapat telpon dari sekretarisnya jika banyak klien dari luar pulau bahkan Negri ada yang mengajaknya berkerja sama.


***


Catatan kecil.


Sayangi keluargamu

__ADS_1


Salam dari Emak yang super imut ini😊


__ADS_2