Jodoh Rahasia

Jodoh Rahasia
Dua Kancil Cerdik


__ADS_3

Seringai penuh kemenangan terpancar dari wajah si rubah betina. Berbeda dengan Christian dan juga kliennya yang sudah saling pandang. Sorot mata mereka seakan menunggu sesuatu.


Pengacara dari keluarga Mahendra datang ke lapas. Dia segera menemui Ziva yang tengah bersama dua orang pria di sana. Wajah pengacara itu terlihat panik sekali.


Pengacara itu memandang aneh ke arah pria yang memakai jas hitam yang berada di samping Christian.


"Anda ...." tunjuknya pada pria tersebut.


"Ada apa, Pak?" tanya Ziva heran. Tidak biasanya pengacara keluarganya datang menemuinya, kecuali ada hal yang sangat penting.


"Begini Ziva, ibu kamu ...." Ucapan pengacara itu menggantung. Dia tidak bisa melanjutkan ucapannya.


"Kenapa dengan Mamih saya?" tanya Ziva sedikit ketakutan.


"Mamih kamu ... minum minuman yang diberi racun." Ziva terkejut mendengarnya.


"Tidak mungkin, Pak. Yang meminum racun itu Riana," sergah seraya tersenyum penuh ketakutan.


"Korban memang ada dua, tetapi istri dari Pak Aksa itu hanya terkena obat tidur, bukan racun."


Tubuh Ziva terkulai lemah tak berdaya. Sedangkan Christian Dan juga pria berjas hitam tersenyum puas melihat rubah jahanam menderita.


"Siap-siap mendekam di jeruji besi untuk selamanya. Satu sel bisa diisi satu keluarga. Keluarga bahagia di penjara."


Mendengar suara itu menyadarkan Ziva akan sesuatu hal. Dia menatap ke arah pria yang dia anggap Aksa.


"Kamu ... kamu bukan Aksa." Jarinya sudah menunjuk ke arah wajah pria tersebut.


"Menurut lu?" tanya balik pria itu.


"Kamu ... Aska," tebaknya.


Tawa pun pecah di ruangan tersebut. Aska menggelengkan kepalanya.


"Gua kira selama di penjara otak lu udah pintar. Ternyata malah semakin BODOH," ejeknya.

__ADS_1


Christian ikut tersenyum mengejek. Dia kini mendekat ke arah Ziva.


"Anda kira klien saya mau disentuh oleh tangan kotor Anda?" sergahnya.


"Tubuhnya terlalu berharga untuk wanita seperti Anda," lanjutnya lagi.


Sungguh Ziva merasa dibodohi oleh Aska dan juga Christian. Ini kali kedua dirinya ditipu seperti ini.


"Jangankan Abang gua yang merasa dirinya kotor disentuh oleh rubah betina macam lu. Gua juga kudu bersuci pakai tanah yang suci karena gua dikotori oleh najis mugholadzoh," tutur Aska.


Wajah Ziva sudah merah padam. Tangannya sudah dia angkat dan hendak menampar pipi Askara.


"Silakan tampar gua. Gua pastikan hukuman lu akan lebih berat lagi," ancamnya.


Tangan yang sudah melayang di atas angin, kini dia turunkan. Ancaman Aska lebih mengerikan dibandingkan Aksa. Selama ini dia selalu berurusan dengan Aska. Si kancil cerdik.


Jogja.


Sedari semalam, Aksa sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk menjaga istrinya. Namun, Aksa menyuruh mereka berjaga dari jauh supaya tidak diketahui oleh sang istri.


Ketika di apartment pun Aksa bersikap biasa kepada Riana. Malah mereka berdua memutuskan untuk tidak membahas perihal masalah tadi. Riana tidak ingin memikirkan hal yang tidak penting. Dia harus fokus pada program kehamilan yang akan mereka lakukan.


Pagi harinya, Aksa berangkat ke kantor dan Riana seperti biasa menjadi ibu rumah tangga. Ketika jam sembilan, dia mendapat pesan dari Risa dan meminta bertemu di sebuah kafe dengan alasan rindu.


Riana nampak ragu, dia memberanikan diri untuk meminta ijin kepada Aksa. Hatinya sedikit gemetar, tetapi respon Aksa sangat mengejutkan.


"Boleh dong, Sayang. Nanti kamu dijemput oleh sopir kantor, ya." Itulah jawaban Aksa.


Pada nyatanya, Aksa sudah tahu rencana licik Sarah. Dia juga mendapat laporan dari Risa sendiri perihal niatan jahat yang akan Sarah lakukan kepada Riana. Risa sudah menolak, tetapi Sarah malah mengancam akan mengeluarkan Risa dari rumah sakit tempatnya bekerja. Atas ijin Aksa, akhirnya Risa diperbolehkan menerima tawaran Sarah. Namun, sebenarnya Risa tengah bekerja sama dengan Aksa untuk menyelamatkan Riana.


Sarah sudah menunggu kedatangan Riana di kafe tersebut. Seringai jahat telah dia tunjukkan. Apalagi, dia melihat Riana berjalan sendirian tidak ada pengawalan.


"Suami bodoh!" ejeknya pada Aksa karena membiarkan istrinya keluar sendirian.


"Sebentar lagi kamu akan mati, dan Aksa akan kembali kepada putriku," gumamnya.

__ADS_1


Sarah sudah bekerja sama dengan pekerja kafe di sana perihal racun yang akan dia berikan kepada Riana. Begitu juga dengan Risa, Sarah sudah banyak berbincang dengan sahabat Riana tersebut.


Di meja yang ditempati Riana dan juga Risa, mereka tengah berbincang seru. Mereka berdua juga sudah memesan minuman dan juga makanan.


"Gimana jadi istri dari pengusaha muda kaya?" tanya Risa.


Riana hanya tertawa dan selalu menjawab dengan bahasa yang sederhana.


"Aku salut Ri sama kamu. Walaupun sudah menjadi istri pengusaha WAG grup, kamu tetap rendah hati," puji Risa.


Obrolan mereka terhenti ketika seorang pelayan membawa makanan dan minuman pesanan mereka berdua. Risa sudah melihat Sarah memberikan kode melalui sorot matanya. Di hadapan Sarah pun ada segelas es kopi yang baru saja disajikan oleh pelayan.


"Cepatlah minum! Cepat pergi ke neraka," gumamnya.


Di meja Risa dan Riana, Riana sudah meminum minuman yang dia pesan yang sudah Sarah masukkan serbuk racun ke dalamnya.


Seringai jahat hadir di wajah Sarah. Merasa puas dengan apa yang dilihatnya dan hanya tinggal menunggu reaksi racun tersebut. Sarah meneguk minumannya sampai habis.


"Kepalaku pusing," ujar Riana kepada Risa.


Suara teriakan seorang pengunjung membuat para pengunjung menoleh ke arah orang yang sudah tidak sadarkan diri dengan mulut yang mengeluarkan busa, sedangkan Riana dia pun tak sadarkan diri dan segera dibawa oleh orang suruhan Aksa ke mobil yang ditumpangi Aksa. Ternyata, Aksa sudah menunggu Riana di luar kafe.


"Ke apartment sekarang. Segera hubungi dokter." Fahri yang membawa mobil itu pun mengangguk dan menjalankan perintah sang direktur utama.


Pekerja kafe di sana adalah orang suruhan Aksa yang sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian yang sudah berjaga dengan menyamar menjadi pengunjung. Pihak kepolisian segera membawa Sarah ke rumah sakit terdekat, setelah sadar dia akan menjadi penghuni hotel prodeo.


Sesampainya di apartment, sudah ada dokter di sana. Pemeriksaan sedang dilakukan.


"Hanya efek obat tidur saja. Anda tidak perlu khawatir."


Inilah rencana Aksa, jika di minuman Riana tidak diberi apa-apa pasti Sarah akan curiga. Maka dari itu, Aksa memutuskan untuk memberikan obat tidur ke dalam minuman Riana itupun berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Serbuk racun itu memang sudah ditukar oleh orang kepercayaan Aksa ketika Sarah ke toilet. Saking percayanya kepada pihak kafe, Sarah meninggalkan tasnya. Padahal, pegawai kafe tersebut adalah orang-orang suruhan Aksa semua.


...****************...


Hayo ... siapa yang udah suudzon? Kena jebakan author kan😂

__ADS_1


Jangan lupa kopi dan koinnya ....


__ADS_2