
Sebelumnya aku mau minta maaf ke kalian, jika jadwal aku up tidak menentu. Biasanya tengah malam/pagi hari. Udah seminggu ini aku up gak tentu banget malah ada yang bolong gak up. Sekali lagi mohon maaf banget ...
Q : Kenapa Thor?
A : Di sekitaran rumahku banyak banget kabar duka. Sehari bisa lebih dari satu orang yang dipanggil oleh Tuhan. Ditambah udah seminggu ini paman aku sedang sakit, jadi pikiran aku ini kebagi ke sana ke mari. Gak bisa fokus.
Q : Makin ke sini ceritanya makin kaya cerita ikan terbang.
A : Emang kamu tahu apa yang ada di kepala aku? Apa yang sedang aku susun untuk bab selanjutnya? Jangan seperti Roy Kiyoshi deh. (ngelus dada)
Ya Allah, ini baru 20-an bab terus aku harus nulis langsung ke intinya terus mereka bahagia dan cerita yang aku tulis selesai. Apa begitu maunya? Terus aku dapat apa? Cuma dapat pusing dan capek mikir gitu. Astaghfirullah ....
__ADS_1
Q : Gak usah ngegas dong Thor.
A : Aku akan diem jika jari kamu itu bersikap manis. Aku sudah pernah bilang, nulis di NT itu dapatnya receh. Ketika aku ingin duit, aku harus kerja keras. Meras otak aku supaya bisa penghasilan yang lumayan juga. Dengan syarat level karya harus tinggi, 8,9,10 baru bisa dapat duit. Sedangkan kamu baca di sini gratis. Ngasih hadiah aja belum tentu. Apalagi vote atau ngasih koin. Hargailah aku ini, lelah loh cerita ini dikatain mirip sinetron ikan terbang. Berasa aku tuh tukang copy paste cerita ikan terbang. 🤧
Sebenarnya otak aku atau otak kamu sih yang udah kecuci sama sinteron ikan terbang?
(Menghela napas kasar)
Demi nulis cerita ini, cerita Rindra-Nesha di tetangga sebelah pun masih aku gantung. Padahal udah ajuin kontrak. Semuanya aku abaikan karena cerita ini. Padahal di sana sangatlah menjanjikan.
Bagaimana sih rasanya banyak yang kita korbankan tetapi tidak dihargai? (Tersenyum kecut)
__ADS_1
Ya sudahlah, aku bukanlah penulis handal seperti othor2 kesayangan kalian yang famous. Cerita aku hanya cerita bubuk rengginang yang hanya segelintir orang yang suka.
Mohon maaf, jika ceritaku ini seperti ikan terbang. Tidak sesuai ekspektasi kalian. Tidak juga bagus seperti karya penulis yang lain.
Jujur, ini bukan kali pertama aku dapat komen seperti ini. Namun, komen itu mampu menjatuhkan semangat aku dalam menulis.
Q : Lebay
A : Seorang pembaca pasti akan berkata seperti itu. Karena kamu hanya membaca, menghabiskan waktu kurang dari lima menit. Sedangkan aku? butuh waktu 1-2 jam untuk menulis satu buah bab yang berisi seribu kata. Apa kamu bisa?
Jika, karya ini gak up gak usah dicari. Siapa tahu aku berubah pikiran akan memindahkan karya ini ke lapak berbayar. Bukan hanya sistem yang kadang bikin sakit hati, jari readers pun sama. 🤧
__ADS_1