Jodoh Rahasia

Jodoh Rahasia
I'm still Life


__ADS_3

"Genta Wiguna," teriak salah seorang wartawan sambil menunjuk ke arah layar.


Orang yang mendengar teriakan wartawan itu segera menatap ke arah layar putih yang membentang. Mata mereka melebar terutama Mahendra dan juga Brandon.


"Brandon sang pengkhianat," ucap Genta Wiguna dengan seringai mematikan.


"Halo, Mahendra. Mertua laknat!" seru Genta.


Bukan hanya orang-orang yang berada di ruang konferensi pers yang terkejut. Di ruangan yang berbeda pun empat pria muda itu terkejut.


"Kakek," kata Aksa dan juga Aska.


"Dek, Kakek udah sadar," ucap bahagia Aksa dengan mata yang sudah berbinar.


Aska bergeming, dia masih diam seribu bahasa. Dia sedang menerka-nerka apa yang sudah direncanakan oleh kakeknya. Ini semua bukan rencananya.


Kembali ke ruang konferensi pers lagi, di mana dua orang yang namanya disebut sudah menunjukkan wajah pucat pasi. Genta masih tersenyum, tetapi dengan sorot mata yang menyeramkan.


"I'm come back. I'm still life," kekeh Genta.


Wajah Genta kini berganti dengan sebuah video. Di mana ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan Genta dan menaruh serbuk putih ke dalam minuman Genta yang berada di atas nakas. Namun, orang itu terlalu bodoh. Dia tidak mengenakan penutup kepala sehingga wajahnya mampu dikenali.

__ADS_1


"Masih ingatkah dengan perbuatan kamu, Brandon!" Suara Genta kini terdengar semakin jelas. Sedangkan layar putih itu masih memutar video.


Derap langkah kaki seseorang yang didampingi lebih dari sepuluh pengawal membuat para wartawan sibuk dengan kamera mereka ymmasing-masing. Menyorot Genta yang sudah ada di dalam ruangan konferensi pers Mahendra.


"Karena kamu, saya hampir mati!" pekiknya ke arah Brandon.


"Lihatlah video yang lainnya." Genta menunjuk ke arah layar. Video berganti dengan video yang lain.


"Tabrak mobil ini." Pria itu menunjukkan nomor mobil yang dimaksud.


"Buat dia mati."


"Masih mau mengelak?" tanya Genta.


Tawa Genta menggelegar, dia menggelengkan kepala dengan mata yang ingin sekali membunuh Brandon.


"Tubuhmu berotot, tetapi kepalamu tidak berotak," ejek Genta.


Video lain diputar kembali. Di mana video itu menunjukkan bahwa pria tua yang berada di atas tempat tidur itu bukanlah Genta.


"Apa itu saya?" tanya balik Genta. Sedangkan tubuh Brandon sudah merasakan lemas tak terkira.

__ADS_1


"Aku masih hidup, dan itu adalah adikku Winarya. Dia yang membantuku untuk mengelabuhi duri dalam daging seperti kamu," sentak Genta.


Sentakan Genta bertanda bahwa nyawa Brandon sudah di depan mata. Dia tidak bisa mengelak, dia tidak bisa menyangkal. Video itu menjadi bukti yang kuat.


"Hanya karena wanita yang kamu cintai, kamu mengkhianati orang yang sudah berbaik hati kepadamu. Sungguh dangkal sekali otakmu," hardik Genta.


"Dan kamu Mahendra!" tunjuknya pada Mahendra.


"Sungguh picik sekali pikiranmu. Menyeret cucu kesayanganku dalam permainan bodoh kamu," jelas Genta.


"Serbuk itu ... serbuk yang sengaja kamu pesan dari seorang dokter ilegal. Serbuk keras yang akan mematikan fungsi jantung dalam waktu kurang dari tiga jam. Asal kamu tahu, aku bukan orang bodoh. Otakku lebih licik dari kamu. Sebelum kamu memberikan serbuk itu kepadaku, dokter khususku sudah mempelajari serbuk itu. Dalam waktu singkat, aku bisa terbebas dari kematian yang konyol," tuturnya.


Mahendra menelan ludahnya mendengar ucapan dari Genta. Dia salah memilih lawan. Genta bukanlah orang yang mudah dikalahkan. Dia juga bukan orang yang bodoh. Otaknya lebih pintar jika menyangkut kelicikan. Asam garam kelicikan sudah dia makan. Jadi, ini hanyalah hal mudah. Namun, sengaja dia buat sedikit drama agar pihak lawan merasa menang. Kemudian, dia kalahkan dengan cara sangat memalukan.


"Saya tahu, kamu bukan mengincar harta dan tahta. Kamu hanya sedang menutupi aib yang ada. Aib yang dibuat oleh anggota keluargamu sendiri.".


"Kamu hanya menginginkan sebuah pengakuan agar nasib putrimu tidak lah mengenaskan. Hamil di luar nikah adalah aib yang harus kamu tutupi demi sebuah reputasi. Akan tetapi, kamu salah memilih pendamping untuk putrimu. Cucuku tidak bernafsu dengan barang bekasan," pungkasnya.


...****************...


Puas belum?

__ADS_1


Kopi dong kopi kalo gak hati dong hati. 😂


__ADS_2