Jodoh Rahasia

Jodoh Rahasia
Hadiah Termanis


__ADS_3

"Abortus spontan?"


Pria itu terdiam sejenak, menatap pria di sampingnya dengan tatapan tidak terbaca. Sejurus kemudian, dia tersenyum tipis.


"Kita akan kembali ke Jakarta, tetapi tidak sekarang."


"Tapi ...."


"Aku tidak suka dibantah." Hanya helaan napas dari teman si pria itu yang terdengar.


"Baiklah, Pak."


Echa dan keluarganya masuk ke dalam sebuah restoran sederhana, tetapi kelezatannya tidak dapat terbantahkan.


Restoran itu sangat nyaman dengan alunan musik yang menenangkan. Ketiga keponakannya pun sangat menikmati suasana seperti ini. Aleeya sudah sibuk dengan segala pesanannya begitu juga dengan kedua kakak Aleeya.


"Kirain Aunty, kalian sudah berubah. Ternyata masih saja sama." Riana menggelengkan kepala, sedangkan yang lain sudah tertawa.


Semua makanan sudah terhidang di meja. Makanan yang sangat menggugah selera. Dari kejauhan, sepasang mata menatap kagum ke arah Riana.


"Hanya dipandang, Pak?" seloroh seseorang di sampingnya.


"Belum saatnya," jawabnya.


Ponselnya berbunyi, dahinya mengkerut ketika mendapat sebuah pesan. Seorang pria sedang memeluk wanita yang dia kenali di atas brankar rumah sakit.


"Aku tidak peduli!"


"Tunggu saja kejutanku," batinnya.


Riana dan keluarganya menikmati makanan sambil bercerita, apalagi ketiga keponakannya yang sangat cerewet membuat Riana selalu tertawa.


"Kamu sangat cantik," batin pria yang sedari tadi mengagumi Riana.


Lagu-lagu lawas yang diputar kini berubah menjadi lagu yang sangat romantis. Echa dan Radit tersenyum, lagu ini adalah lagu yang dibawakan ketika resepsi pernikahan mereka.


Nothing's Gonna Change My Love For You yang dinyanyikan oleh boyband asal Irlandia, Westlife. Bukan hanya Echa dan Radit yang menikmati lagu ini, Riana pun sangat menikmati dengan senyum kecil di bibirnya.


Andai ... lagu ini dinyanyikan ketika kita sedang merayakan kelulusan ini.

__ADS_1


Hembusan napas kasar keluar, Riana sudah lelah berandai-andai .


🎶


... If the road a head is not so clearly


(Jika jalan kita ke depannya tidak mudah)


Our love will lead the way for us


(Cinta kita akan menyerahkan kita)


Like a guilding star


(Seperti bintang pemandu)


I'll be there for you


(Aku akan ada untukmu)


If you should need me


You don't have to change a thing


(Kamu tak harus merubah apapun)


I love you just the way you are


(Aku mencintaimu apa adanya)


So come with me


(Jadi ikutlah bersamaku)


And share the view


(Dan saling berbagi pandangan)


I'll help you see forever too

__ADS_1


(Dan aku juga akan membantumu melihat selamanya)


Hold me now, touch me now


(Dekaplah aku, sentuhlah aku)


I don't want to live without you


(Aku tidak ingin hidup tanpamu)


"Riana Amara Juanda."


Lagu tiba-tiba berhenti. Riana mematung mendengar suara tersebut. Begitu juga dengan keluarganya yang lain.


Seorang pria mengenakan kemeja berwarna senada dengan kebaya yang dikenakan oleh Riana sudah keluar dari tempat persembunyiannya. Wajahnya membuat semua orang yang sedang menikmati makanan terpana. Ketampanannya sangat sempurna.


Suara derap langkah kaki semakin mendekat. Mata Riana tidak berkedip sedetik pun. Dadanya mulai bergemuruh tak karuhan, sedangkan Rion memandang Aksa dengan pandangan yang sulit diartikan.


Aleesa dan Iyan sudah tersenyum senang, begitu juga dengan Echa serta Radit. Aksa semakin mendekat ke arah meja Riana. Setelah berada di depan Riana, tangannya mulai terulur. Terkejut, sudah pasti. Riana menatap ke arah sang ayah yang sedari tadi diam membisu.


Sorot mata Riana yang penuh harap membuat Rion luluh dalam sekejap. Anggukan kecil menjadi persetujuannya. Riana menyunggingkan senyum dan menerima uluran tangan Aksa.


Bukan hanya Riana yang tersenyum bahagia, pria yang bersamanya pun terlihat lebih berbinar. Dia membawa Riana ke sebuah mini panggung yang tak jauh dari meja keluarga Riana tempati.


"Aku bukanlah pria sempurna, bukan juga pria yang romantis yang selalu mengutarakan kata-kata manis. Di hari yang membahagiakan untukmu ini, di mana kamu lulus dengan nilai terbaik. Aku ingin memberikan hadiah termanis untukmu."


Aksa merogoh saku celananya, sebuah kotak kecil berwarna navy sudah dia ambil. Cincin manis dengan aksen hati kecil di atasnya yang di dalamnya ada huruf inisal mereka berdua, AR.


"Maukah kamu menjadi pendamping hidupku?"


Mata Riana melebar begitu juga dengan Rion. Jantungnya seakan berhenti berdetak untuk beberapa saat. Sedangkan Echa dan Radit hanya saling tatap.


Belum ada jawaban dari Riana, tetapi semua orang yang berada di sana sudah berteriak agar Riana menerima Aksa. Lama keadaan hening, Aksa dengan paksa memasukkan cincin ke jari manis Riana, membuat Riana sedikit tersentak.


"Aku tidak suka penolakan!"


...****************...


Uhuk!

__ADS_1


__ADS_2