Jodoh Rahasia

Jodoh Rahasia
Cepat Pilih!


__ADS_3

Rahang Rion mengeras dengan sempurna ketika melihat berita yang tersebar di berita online. Wajahnya merah padam. Untung saja Rion sudah kembali ke rumah bersama kedua anaknya. Meninggalkan Echa bersama Radit dan Ayanda yang katanya akan berjaga di sana.


Dada Rion turun-naik menahan emosi yang sebentar lagi akan meledak. Langkah kaki panjangnya menuju kamar Riana, dengan keras Rion membuka pintu kamar tersebut.


"Ayah," sapa Riana dengan senyum hangatnya.


"Apa ini?" Rion menunjukkan artikel kabar online yang baru saja Rion baca. Lengkap dengan foto-foto yang tidak diblur sama sekali.


Tubuh Riana menegang seketika. Dadanya berdetak semakin cepat dan matanya sudah merah karena menahan tangis yang ingin pecah.


"Apa maksud dari berita ini, Riana?" bentak Rion lagi.


"Be-berita itu ...."


"Kenapa? Berita itu benar, iya? Itu alasannya kenapa kamu bisa kembali ke Jakarta bersama Aksa." Suara Rion sangat tinggi membuat Riana merasa ketakutan.


Dering ponsel Rion berdering. Matanya menajam ketika melihat siapa yang menghubungi di pagi hari.


"Lihatlah! Ada apa pemilik kost-an tempatmu tinggal di Jogja menelepon," seru Rion.


Tubuh Riana bergetar hebat, tangannya sudah dingin karena takut. Wajahnya sudah pucat pasi. Meskipun berita itu tidak benar, Riana sangatlah takut. Tidak pernah ayahnya semurka ini.


"Apa yang terjadi Riana?" teriak Rion lagi.


"Pemilik kost-anmu membenarkan semuanya. Sekarang, masih mau mengelak?" cecar Rion dengan wajah yang sangat menunjukkan kemarahan.


"I-itu ... ti-dak be-nar, Ayah," elak Riana dengan suara bergetar.


"Ri, ha-ha-nya ...."

__ADS_1


"Hanya apa? Hanya membuat dosa? Membuat malu keluarga? Apa kamu memang ingin disebut sebagai pelakor? Siapa yang mengajari kamu, Riana?" Kemarahan Rion pun meledak. Riana hanya menundukkan kepalanya sangat dalam dengan air mata yang membanjiri wajahnya.


"Selama ini, Ayah dan kakak kamu memberikan kamu kebebasan. Bukan berarti seperti ini, Riana!" Rion benar-benar murka hingga suaranya terdengar ke semua sudut rumah.


Ri, tidak melakukan apapun, Ayah. Itu semua tidak benar.


Ingin rasanya Riana berbicara seperti itu kepada sang ayah. Namun, dia tidak bisa mengatakan hal apapun ketika ayahnya sedang marah seperti ini.


Pengusaha muda Ghassan Aksara Wiguna terciduk istri sah sedang bermesraan dengan seorang mahasiswi di universitas ternama di Yogyakarta.


Itulah artikel yang tersebar di media online. Membuat Aksa mengerang kesal. Sudah pasti Riana dalam masalah karena hal ini. Mobil melaju dengan cepat ke arah rumah Riana. Pikirannya sekarang ini hanya tertuju pada Riana. Sudah pasti Riana akan terkena marah sang ayah. Mobil Aksa parkir di sembarang tempat. Dia segera bergegas masuk ke dalam. Suara Rion yang menggema membuat semua orang hanya terdiam di bawah anak tangga. Tidak berani mendekat, pasalnya baru kali ini Rion semarah ini.


"Abang, tolong Kak Ri," pinta lirih Iyan.


Aksa segera berlari menuju lantai atas di mana kamar Riana berada. Hatinya sangat sedih ketika tubuh Riana bergetar karena tangisan yang sangat kencang.


"Ayah kecewa sama kamu, Riana. KECEWA!"


Rion menatap ke arah Aksa yang sedang menatap Riana pilu.


"Apa yang sudah kamu lakukan terhadap putriku?" teriak Rion.


"Kami tidak melakukan apa-apa, Ayah. Abang tidak akan merusak Riana," jawab Aksa.


"Bohong!"


"Lalu, ini apa?" sentaknya lagi.


Rion menunjukkan video para saksi atas tindakan tidak terpuji Riana dan Aksa di dalam kost-an.

__ADS_1


"Itu hanya rekayasa mereka. Pada kenyataannya tidak seperti itu. Bukan kami yang berbuat zinah, tapi ...."


Aksa tidak ingin melanjutkan ucapannya. Dia tidak ingin orang tahu akan kebobrokan istrinya.


"Tapi, apa? Kenapa kamu tidak melnjutkan ucapan kamu?" bentak Rion.


"Abang sudah meminta untuk dinikahkan, jika memang benar Abang bersalah telah melakukan hal yang dilarang oleh agama. Namun, mereka tidak mengindahkannya. Malah mereka yang menolak," terang Aksa yang masih menunjukkan wajah santai.


"Cukup Aksa! Jangan berkilah lagi. Ayah sudah kecewa dengan kalian berdua," tukasnya. Dada Rion masih turun-naik karena tidak bisa mengontrol emosinya.


"Sekarang kamu tinggal pilih. Ayah atau Aksa?" ucapnya pada Riana.


Mata Riana melebar mendengar ucapan ayahnya. Begitu juga Aksa. Lelehan air mata itu sangat deras mengalir di wajah cantik Riana. Wajah sendu dan pilu sangat terlihat.


"Kenapa harus memilih, Ayah?"


"Jangan ikut campur!" balas Rion.


"Tinggal pilih Riana, Ayah atau Aksa? Kalo kamu memilih Ayah, tinggalkan Aksa. Kalo kamu memilih Aksa, keluar dari rumah ini sekarang juga."


Semakin deras kucuran air mata di wajah Riana. Hatinya sangat sakit mendengar ucapan ayahnya. Ini kali pertama sang ayah yang terlihat murka dan marah.


"Jawab Riana!" bentak Rion lagi.


Seorang pria yang tengah bersembinyi di balik jendela luar kamar Riana tersenyum penuh kemenangan.


...****************...


Banyakin dong komennya ...!!!

__ADS_1


Jangan lupa kasih kopi, ya. Biar aku gak ngantuk.


__ADS_2