Jodoh Rahasia

Jodoh Rahasia
Bertemu Untuk Berpisah Lagi


__ADS_3

"Dia calon menantu saya."


Ucapan penuh ketegasan mampu membuat mulut petinggi kampus terbungkam. Kenapa bisa seorang Riana yang hanya mahasiswa biasa bisa menaklukkan hati seorang Ghassan Aksara Wiguna. Wanita yang sangat sederhana berbeda dengan mantan istri Aksa. Penampilannya bak aktris Korea. Namun, senang mengangkaang di hadapan pria.


Kembali ke kosan, Aksa sudah mengurai pelukannya. Menatap Riana dengan tatapan penuh cinta. Meskipun wajah Aksa terlihat sangat lelah.


"Abang harus kembali ke Ausi dua jam lagi."


Kenapa harus selalu seperti ini?


Pertanyaan yang dilontarkan oleh Riana di dalam hati. Aksa meraih tangan Riana dan menciumnya.


"Abang memaksakan diri terbang ke sini hanya untuk memastikan bahwa wanita yang Abang sayangi baik-baik saja. Abang tidak ingin kamu menangis sendirian. Abang tahu kamu itu rapuh. Abang ingin menjadikan bahu Abang sebagai tempat bersandar ternyaman untuk kamu." Riana memeluk tubuh Aksa. Perkataan Aksa mempu membuat hati Riana bahagia.


"Makasih, Bang."

__ADS_1


"Tidak perlu berterima kasih. Ini sudah menjadi kewajiban Abang untuk menjaga kamu, meskipun kamu belum sepenuhnya menjadi milik Abang. Dengan cara ini, kamu bisa tahu bahwa Abang sangat menyayangi kamu dan tidak ingin kamu terluka." Tangan Riana semakin mempererat pelukannya.


"Kenapa kita hanya bertemu sebentar dan harus selalu berpisah dalam waktu yang lama?" Suara Riana terdengar sangat berat.


"Anggap saja ini ujian menuju halal. Kita tidak bisa bersama-sama sebelum status Abang berubah. Abang tidak ingin membuat kamu menjadi gunjingan orang lain."


Hati Riana tersentuh mendengar ucapan Aksa. Semuanya sudah Aksa perhitungkan secara matang. Inilah cara Aksa melindungi Riana dari paparazzi yang haus akan berita.


"Kamu harus sabar, ya. Abang di Aussie kerja kok. Kalau kamu gak percaya, kamu bisa hubungi Kakek." Riana tersenyum dan tangannya mulai menyentuh pipi putih dan kekasih.


"Ri, percaya sama Abang."


"Abang ingin tidur sebentar, temani Abang, Sayang," ucapnya sangat lemah.


Tangan Riana mengusap lembut rambut Aksa yang tengah berbaring. Perlahan mata Aksa mulai menutup dan dengkuran halus pun terdengar. Bibir Riana melengkung dengan sempurna. Dia tidak menyangka bahwa cintanya tidak pernah berubah untuk Aksa yang pernah menjadi cinta monyetnya.

__ADS_1


Sekarang, Riana bisa melihat jelas bagaimana tampannya seorang Aksara. Laki-laki yang pernah dia cium paksa dan juga goda. Laki-laki yang dulu tidak pernah bisa membuka hatinya untuk Riana. Namun, sekarang semuanya berbalik. Aksa mengejarnya dan Aksa pula yang selalu memberikan kecupan hangat di bibir milik Riana.


Senyum tak pernah pudar di bibir Riana. Tak berselang lama dia pun ikut tertidur dengan tangan yang masih berada di rambut Aksa. Ada sebuah mobil yang berhenti di depan pagar kosan. Ari hanya memantaunya dari dalam. Hanya senyuman kecil yang dia berikan.


Derap langkah kaki terdengar, seorang pria sedang mengoceh tak jelas seakan sedang meyakinkan temannya yang masih diam seribu bahasa. Mereka berdua berhenti di depan kosan Riana. Tangan salah seorang pria itu sudah menekan gagang pintu. Matanya memicing ketika melihat dua orang yang berlainan jenis tengah tertidur dalam satu sofa.


"Kamu lihat 'kan!"


"Riana!" Suara lantang seseorang membuat Riana dan Aksa yang tengah terlelap terbangun.


Mata Riana membola ketika melihat pria yang sudah menatapnya dengan tatapan dingin.


"A-ayah."


...****************...

__ADS_1


Segini dulu, ya. Akunya lagi down karena level karya Riana-Aksa turun, dari 7 ke 5.😭


Kalau kalian suka dengan Riana-Aksa, jangan berhenti di tengah jalan membacanya. Ikuti terus kisahnya karena kesetiaan kalian yang menjadi tolak ukur level karya ini.


__ADS_2