Jodoh Rahasia

Jodoh Rahasia
Miss You


__ADS_3

"Ditolak bukan berarti lu harus menyudahi rasa sayang dan cinta yang lu punya untuk dia. Sekarang, waktunya lu pendam rasa sayang dan cinta itu dalam diam. Biar dia sadar siapa yang terbaik di antara yang baik."


...(Aksara)...


Wejangan yang sang Abang berikan untuk adik tercinta ketika Aska selesai berbincang dengan sang ibu. Aska menghembuskan napas kasar dengan senyum yang sedikit mengembang.


"Apa yang lu katakan benar, Bang," gumam Aska seraya menyesap cokelat panas yang dia pesan.


Hanya beberapa sesapan saja cokelat panas itu dia nikmati. Kemudian, dia memilih kembali ke ruangannya. Tak sengaja dia melihat Jingga yang baru keluar dari kamar mandi dengan mata yang sembab. Sebuah senyuman tipis yang terukir di wajahnya.


Pintu ruangan terbuka membuat Ken dan Juno yang fokus pada laptop mereka masing-masing menoleh. Aska terus melangkahkan kakinya menuju meja di mana seharusnya dia berada.


"Panggil Jingga ke sini!" Kalimat yang membuat Ken dan Juno menatap bingung ke arah sahabatnya tersebut.


"Untuk apa?" tanya Ken.


"Apa kalian lupa?" Sebuah kalimat tanya yang membuat Ken serta Juno berpikir keras.


"Lu serius?" tanya Juno yang pertama kali teringat akan perkataan Aska beberapa hari yang lalu.


"Menurut lu?"

__ADS_1


Juno mendesah panjang, begitu juga dengan Ken. Namun, keputusan Aska tidak akan pernah bisa diganggu gugat.


"Gua panggilin Jingga dulu," balas Juno supaya Aska tidak murka.


Tibanya di dapur, Juno mencari keberadaan Jingga. Dahinya mengkerut ketika melihat mata Jingga yang sembab seperti habis menangis.


"Jingga, kamu dipanggil pemilik kafe." Ucapan Juno mampu membuat Jingga terdiam untuk beberapa saat. Pikiran jelek sudah menari-nari di kepalanya.


"Bukannya Bapak dan Pak Ken pemilik kafe ini?" Jingga mencoba bertanya di tengah-tengah rasa ketakutannya.


"Bukan," jawab Juno. "Lebih baik kamu ikut saya ke ruangan atas."


"Jingga, ini Pak Aska. Dialah pemilik Jomblo's kafe." Terkejut, sudah pasti. Jingga tidak bisa berkata apapun. Dia juga tidak bisa menggerakkan tubuhnya ketika ditatap oleh pria yang masih dia sayangi.


"Kenapa kamu masih di situ?" sergah Aska.


Sekarang bukan hanya Aska yang menatap Jingga. Ken dan Juno pun menatap Jingga sehingga Jingga perlahan melangkahkan kaki menuju Aksa juga Ken tengah duduk di sofa panjang.


"Duduk!" titah Aska dengan dinginnya.


Jingga seperti tengah disidang oleh ketiga pria di depannya. Sedari tadi dia sudah meremass tangannya karena merasa grogi sekaligus takut.

__ADS_1


Tatapan Aska sekarang ini seperti tatapan direktur utama WAG Grup, sangat menakutkan.


"Saya ingin kamu menjadi asisten saya karena saya sudah melihat rekam jejak kesehatan kamu." Ucapan yang tidak ada basa-basinya dan langsung ke inti. Jingga yang menunduk kini memberanikan diri menegakkan kepalanya dan menatap ke arah Aska.


"Saya tidak menerima penolakan," tegas Aska. Jingga terdiam, dia juga bingung sekarang ini. Hati kecilnya bersorak gembira, tetapi egonya ingin menolak dengan sangat keras.


Bagaimana cara aku melupakan dia? Jika, aku dan dia terus bersama-sama.


YTiba-tiba pintu ruangan terbuka, seorang perempuan cantik masuk dengan senyum yang sangat manis.


"Miss you."


Kalimat yang perempuan itu katakan dan Aska tersenyum. Dia bangkit dari duduknya dan merentangkan tangannya ke arah perempuan tersebut.


"Miss you too." Aska membalas pelukan perempuan itu dengan wajah yang terlihat bahagia.


...****************...


Hayoo .....


Tebak-tebakan yuk! Siapa tuh yang datang? Kalo banyak yang benar ntar malam UP lagi.

__ADS_1


__ADS_2