Jodoh Rahasia

Jodoh Rahasia
Spektakular


__ADS_3

Sebuah keputusan berat yang harus Aksa ambil. Itu pun sudah Aksa pikir dengan sangat matang.


"Pergi bukan berarti menyerah."


Sebuah kalimat yang akan menuntun Aksa menuju sebuah perjuangan demi mendapatkan wanita yang dia sayangi menuju cinta sejati. Perjalanan yang terjal dan berliku pastinya akan dia hadapi. Benteng terbesar yang harus Aksa taklukkan adalah Rion, Ayah dari Riana. Rion memang tidak membenci Aksa. Hanya kecewa yang belum bisa hilang dari hatinya.


Aksa melajukan mobilnya menuju sebuah hotel mewah. Dia hanya bisa menghembuskan napas dalam. Sedari tadi sang mommy dan kakaknya terus saja menanyakan perihal berita yang kini menjadi berita tiga teratas di salah satu media online.


"Apa maksud dari berita ini, Aksara!"


Begitulah isi pesan dari Ayanda. Ketika Ayanda memanggilnya dengan nama, menandakan bahwa sang mommy tengah marah.


"Apa maksud dari semua ini Abang!!!"


Tanda seru yang sangat banyak di ujung pesan yang dikirimkan Echa bertanda sang kakak sudah marah sampai ke ubun-ubun.


"Doakan Abang, Mom. Doakan Abang juga, Kak," gumamnya.


Tibanya di sana, Aksa disambut oleh lima orang berbaju serba hitam dan membawanya menuju pintu rahasia.


"Lihatlah! Cucuku persisi sepertiku waktu muda," ucap pria renta yang masih berada di dalam mobil.


"Apa pihak wanita itu tidak akan membalas?"


"Ketika dia masih bisa berkutik. Kita keluarkan semuanya." Senyum smirk terlihat di wajahnya.


Aksa masuk ke dalam sebuah kamar khusus untuk para petinggi. Kedatangannya disambut oleh dua orang pria seusia dengannya serta satu orang wanita.


"Semuanya sudah siap?" Ketiga orang itu mengangguk cepat.


"Apakah dugaanku benar?" Salah seorang pria seusianya segera memberondong dengan pertanyaan. Aksa hanya mengangguk serta menghela napas pelan.


"Dia bukan musuh mudah," ucap sang adik.


Ya, tiga orang itu adalah Fahri, Aska, serta Fahrani. Ketiga orang ini yang membantu Aksa agar bisa lepas dari jerat iblis yang bernama Ziva.


"Sepertinya, kamu mengenal baik pria itu?" Aska mulai salah tingkah ketika Aksa menerka seperti itu.


"Sudah siap semuanya," seru Fahrani, dan mampu membuat tatapan Aksa beralih pada Fahrani.


"Perjuangan sesungguhnya akan dimulai," ucap Aska yang sangat bersemangat.


Di lain tempat, Ziva tersenyum lega mendengar Aksa yang akan pergi meninggalkan Riana. Hatinya bersorak gembira. Itu artinya, Aksa akan menjadi miliknya.


Semua ini adalah ide dari Brandon. Diam-diam Brandon mencari tahu titik lemah seorang Rion Juanda. Anaknya lah yang menjadi titik lemahnya. Tanpa banyak berpikir Brandon segera bertindak. Memakai cara curang dengan menjual nama Genta Wiguna. Sehingga pihak kantor berita online itu menyetujuinya. Benar saja, dalam waktu kurang dari satu jam berita itu menjadi trending. Menghasilkan keuntungan bagi pihak yang telah meng-up berita tersebut.

__ADS_1


"Tidak sia-sia memilih Brandon," ucap Sarah pada Mahendra.


"Dia orang yang dapat diandalkan. Dia adalah pengawal kepercayaan Genta. Pasti dengan mudah dia bisa menembus semuanya," terang Mahendra dengan senyum penuh kepuasan.


"Sebentar lagi, mereka semua akan menjadi keluarga kamu, Nak. Meskipun ... ayah kandung kamu ...."


Mahendra mengusap lembut pundak sang putri tercinta. "Maafkan Papih, Zi. Maafkan Papih," sesalnya.


Kedatangan Brandon di rumah Sarah membuat Ziva segera menghapus air matanya. Brandon tersenyum penuh arti. Matanya seakan meminta sesuatu.


"Besok malam saja, putriku masih lelah." Sarah lah yang membuka suara.


Mau tidak mau dan suka tidak suka Brandon harus mengikuti ucapan Sarah. Meskipun, dia tidak ingin menunda hasrat yang tidak pernah bisa padam.


Tawa penuh kemenangan terdengar di ruang keluarga rumah Sarah. Mereka sedang menikmati makanan spesial yang sengaja Sarah siapkan.


"Apa yang aku lakukan selalu berhasil, bukan?" Brandon sedang menyombongkan kemampuannya.


"Ya, kamu memang terbaik," jawab Mahendra.


Pesta kecil-kecilan mereka lakukan sebagai tanda kemenangan mereka. Namun, beda halnya di sebuah hotel mewah yang sudah disulap menjadi tempat konferensi pers.


Kedatangan sosok pria tampan yang sudah berganti pakaian menjadi pusat perhatian semua para wartawan. Tak hentinya kamera menyorot ke arah pria yang kini menuju meja panjang yang sudah ada banyak microphone di atas meja. Pria itu tidak sendiri, dia didampingi oleh pengacara muda berwajah blasteran.


Lampu flash kamera tak hentinya menyala ketika Aksa duduk di belakang meja yang sudah tersedia. Para wartawan berlomba-lomba mengambil gambar sebanyak-banyaknya demi memberikan berita yang menarik. Tujuan utama mereka adalah berlomba membuat berita menjadi trending topic.


Ketegasan terpancar dari wajah dan juga cara bicara seorang Christian. Putra dari Christo, pengacara yang sengaja sudah Aska persiapkan semenjak dia tahu Genta masih hidup. Christian ini tidak banyak dikenal oleh para pengawal Genta. Christian mempersilahkan Aksa untuk berbicara.


"Selamat siang semua, pasti kalian sudah mengenal saya dari berita yang pagi ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pengusaha dan juga rakyat biasa." Aksa membuka ucapannya dengan sedikit berbasa-basi.


"Saya mau langsung ke intinya saja. Pasti kalian ingin menanyakan kebenaran berita yang tersebar di salah satu berita online. Terciduk selingkuh dengan salah satu mahasiswi di Jogja oleh istri sah. Sungguh judul artikel yang menggelikan," kekeh Aksa dengan senyum tipisnya.


"Orang yang berada di dalam foto dan juga video tersebut memang saya dengan seorang wanita yang sangat sayangi." Sontak semua wartawan tercengang mendengarnya.


"Jadi ... itu selingkuhan Anda?" tanya salah satu wartawan yang sudah sangat tidak sabar.


Christian ingin mencela pertanyaan itu, tetapi Aksa mengangkat tangannya bertanda tidak masalah.


"Selingkuhan?" Aksa tertawa mendengarnya.


"Pasti kalian semua mengiranya saya yang jahat. Saya yang sudah berselingkuh. Wanita yang bersama saya tidak memilik hati. Padahal dia sama-sama wanita. Kenapa bisa menyakiti hati wanita lain?" ungkap Aksa.


"Jika, kalian melihat video ini ... apa masih bisa menganggap saya tukang selingkuh?"


Video itu pun diputar, video yang tidak layak ditonton oleh anak di bawah umur. Suara kenikmatan yang menyesatkan terdengar. Seperti acara nobar film dewasa antar wartawan. Keadaan pun hening.

__ADS_1


Hingga di menit 01.15 terlihatlah wajah dua manusia yang sedang melakukan aktifitas dosa tersebut.


"Bu-bukannya itu istri Anda?" tanya salah seorang wartawan tidak percaya.


Video itu pun di pause sejenak. Agar para wartawan bisa melihat jelas semuanya. Di samping wajah wanita yang bermandikan keringat itu ada foto yang mengaku istri sah yang tengah berlinang air mata.


"Bagaimana? Wajahnya sama 'kan? Siapa yang berselingkuh sebenarnya?" tanya ulang Aksa.


Video berikutnya Aksa putar. Itu adalah rekaman cctv sebuah hotel. Aksa berjalan beriringan dengan seorang wanita dan masuk ke dalam salah satu kamar. Kejadian berikutnya membuat semua para wartawan tak percaya. Apalagi pihak penyedia barang bukti dari Aksa men-zoom gambar tersebut.


"Lihatlah tanggal berapa kejadian itu? Sama persis dengan terciduknya saya, bukan?" Senyum sinis terukir di wajah Aksa.


"Saya lebih dahulu menciduk dia dengan seorang pria di dalam kamar hotel," terangnya.


"Apa samua ini video asli atau hanya rekayasa dari Anda semata? Bukankah Anda bisa melakukan apa saja. Cara licik pun bisa Anda lakukan, bukan?" Salah seorang wartawan berbicara sangat sinis.


"Kalian bisa bawa semua rekaman video ini ke ahli telematika. Saya jamin seribu persen ini berita asli," tegas Aksa.


"Tapi ... banyak para saksi yang melihat Anda berselingkuh. Salah satunya pemilik kost-an itu," sangkal salah seorang wartawan.


Aksa hanya tersenyum, apalagi dia melihat seragam wartawan. Dia adalah salah satu wartawan dari media yang menaikkan beritanya tadi pagi.


"Simak juga video ini," tunjuk Aksa pada layar putih.


"Saya, Warni pemilik kostan yang dihuni oleh wanita yang diberitakan memiliki skandal dengan pengusaha muda keluarga Wiguna. Saya mengucapakan maaf yang sebesar-besarnya karena telah memfitnah mereka berdua. Mereka berdua memang tidak melakukan hal apapun. Hanya sekedar berpelukan, tetapi saya disuruh membesar-besarkan masalah ini agar wanita yang tinggal di kostan saya itu diusir dan tidak diterima di manapun. Saya hanya disuruh oleh Ibu Ziva, istri dari Pak Aksara."


Poin penting lagi untuk para wartawan. Sungguh konferensi pers yang mengejutkan dan spektakular. Di luar dugaan para awak media semua. Ditambah Aksa sangat santai dalam menjelaskan satu per satu poin permasalahannya. Menanggapi pertanyaan para wartawan pun banyak tertawa. Seakan memang tidak ada yang harus ditakutkan.


"Sengaja saya melakukan konferensi pers agar semuanya jelas dan kalian tidak menyebarkan berita hoax hanya untuk menaikkan penjualan berita kalian. Pernyataan saya ini bukan untuk menyudutkan salah satu pihak. Akan tetapi, saya melakukan ini untuk mengungkap kebenaran yang ada. Saya harap, kalian men-take down berita tadi pagi. Ganti dengan berita yang berbobot. Jangan berita hoax yang kalian naikkan. Harus kalian tahu, dari berita yang kalian naikkan pagi ini, ada keluarga yang kalian sakiti. Ada hati wanita yang hancur karena berita yang seakan menyudutkan dirinya. Pada nyatanya, saya dan wanita itu hanya korban fitnahan dari seorang wanita yang sah di mata hukum dan agama sebagai istri saya. Namun, tidak sah di dalam hati saya."


Sangat luar biasa apa yang diucapkan oleh Aksa. Kesiapannya menghadapi para wartawan patut diacungi jempol. Ketegasan, wibawa serta kharisma terpancar sangat jelas. Konferensi pers ini beda dari yang lain. Banyak poin yang akan sangat menjual ketika menaikkan berita ini. Ditambah Aksa sama sekali tidak membawa catatan di tangan. Itu murni keluar dari mulutnya sendiri.


"Jadi, apa yang akan Anda lakukan sekarang?"


"Kami dengar istri Anda tengah mengandung."


"Apa itu buah hati Anda?"


Masih banyak lagi pertanyaan yang dilemparkan para wartawan karena rasa penasaran.


"Tes DNA."


Sebuah jawaban yang membuat para wartawan tercengang. Apalagi, Aksa menjawab dengan begitu lantangnya.


...****************...

__ADS_1


Capek ah, udah 1550 kata.


Jangan lupa kopi ya ....


__ADS_2