
Di sini aku cuma mau ngasih pemberitahuan kepada pembaca setia maupun non pembaca setia. Ada beberapa komen kalian yang bikin pala aku nyut-nyutan makin tambah nyut-nyutan.
Tamatin aja cerita ini lagian episodenya udah banyak. Fokus ke Bang As.
__ADS_1
Hei! Tidak semudah itu Markonah!
Kalian baca sih enak gak nyampe lima menit kelar, cerita gak sesuai dengan keinginan kalian, kalian tinggal berkoar-koar. Tinggal si penulisnya yang harus mutar otak. Gaji yang didapat cuma 2.000 perak sehari cuma kebeli sunlight setiap hari buat cuci otak. 🤧 Kalau mau narik gaji minimal 1,4juta. Nah, itung dah sampai berapa tahun penulis remahan kek aku ini bisa narik gaji kalau gak ngejar target 60.000 kata /bulan. Itu pun gajinya cuma 300-2juta tergantung level karya yang kadang bikin emosi jiwa.
__ADS_1
Aku kan udah bilang, kalau udah bosan silahkan tinggalkan. Aku terpaksa nulis cerita panjang karena ingin karyaku ini memiliki nilai rupiah. Kalian baca gratis, cuma modal kuota tanpa koin. Gaji aku juga koinan, wajar kali kalo aku ingin dapat uang lembaran dengan menulis bab panjang untuk mendapatkan cuan.
Aku udah berjuang buat nulis Aksa-Riana, Bang As juga, kadang Yang Terluka juga. Apa kalian tidak berpikir bagaimana pusingnya aku menulis 3 judul dalam sehari. Atau dua judul dalam sehari dengan jumlah kata yang di atas seribu kata. Sedangkan aku juga manusia biasa yang punya kesibukan di dunia nyata. Tapi, masih aja ....
__ADS_1
Aku tidak minta apa-apa kepada kalian. Hargai setiap kata yang para penulis manapun suguhkan untuk Kalian. Bab yang panjang berarti ada alasan di balik itu semua. Suka lanjutkan baca, gak suka silahkan diskip aja.