Jodoh Rahasia

Jodoh Rahasia
Pilihan


__ADS_3

"Jawab Riana!" bentak Rion lagi.


Bibir Riana kelu, mulutnya seakan terkunci rapat. Jujur, dia tidak bisa memilih. Di antara dua pria yang sangat Riana sayangi. Dua pria yang menjadi cinta pertama untuk Riana.


Hati Aksa sangat sakit melihat Riana terus berurai air mata dengan sorot mata penuh kesakitan dan kepiluan. Hanya Isak tangis lirih yang keluar dari mulut Riana menatap penuh permohonan kepada sang ayah. Sungguh Aksa tidak tega.


"Ayah butuh jawaban kamu, Riana. Bukan air mata kamu." Lagi-lagi Rion berkata dengan sangat ketus.


"Biar Abang yang pergi."


Mata Riana melebar, menatap ke arah Aksa dengan tatapan tidak percaya. Perlahan kepalanya menggeleng. Mengatakan jangan, tetapi Aksa tidak menggubris kode kecil dari Riana.


"Abang tidak ingin merusak hubungan Ayah dan Riana. Bagaimana pun rasa sayang Riana lebih besar kepada Ayah dibanding kepada Abang." Rion sedikit tersentak mendengar ucapan dari Aksa.


"Ayah harus percaya kepada Abang dan Riana. Jika, kami berdua tidak melakukan apa-apa. Ayah bisa melakukan tes keperawanan jika Ayah ragu," tegas Aksa.


Aksa menatap lamat-lamat wajah cantik Riana. Bibirnya tersenyum menandakan dia baik-baik saja.


"Riana, bukannya Abang menyerah dan ingkar dengan perkataan Abang sendiri bahwa Abang ingin terus memperjuangkan kamu. Abang melakukan ini semua sebagai bukti bahwa Abang sangat menyayangi kamu dan juga mencintai kamu. Abang tidak ingin kamu bersedih karena sebuah pilihan yang pastinya akan sulit kamu jawab."

__ADS_1


"Abang atau ayah. Dua-duanya adalah pria yang kamu sayangi. Pasti sangat sulit untuk memilihnya. Namun, harus kamu ingat. Keluarga adalah pondasi diri kita. Pilihlah keluarga," terang Aksa.


"Ketika kamu kehilangan arah, kelurga lah yang akan menuntun kamu. Ketika kamu bersedih, mereka lah yang akan menjadi pelipur lara untuk kamu. Tempat kembalinya kamu ketika merasa lelah dan penat adalah keluarga. Hanya keluarga," ungkap Aksa.


Tidak ada jawaban dari Riana, dia hanya terus menangis tanpa suara. Begitu juga Rion yang terdiam mendengar ucapan demi ucapan yang Aksa berikan. Tidak ada kemarahan di wajah Aksa. Dia bersikap tenang dengan ucapan yang tersusun dengan rapi dan fasih.


"Jaga diri kamu baik-baik dan jangan pernah membenci Ayah karena masalah ini. Sejatinya, Ayah melakukan ini semua karena Ayah sangat menyayangi kamu melebihi kasih sayang yang Abang miliki."


Aksa menatap ke arah Rion dengan tatapan intens. Menatap wajah yang sudah terlihat garis kerutan tipis layaknya wajah sang Daddy.


"Ayah, Abang mengalah karena Abang menyayangi Riana. Abang tidak ingin mempersulit Riana dengan pilihan yang Ayah beri."


"Harus Ayah ingat, Abang menyerah dan mengalah hanya pada Ayah. Bukan pada pria yang ingin meminang Riana," tegas Aksa.


"Ri, Abang pergi."


Sebuah kalimat yang mampu membuat air mata Riana semakin meluncur deras. Aksa memberanikan diri melangkahkan kaki menuju ke arah Riana.


"Jangan pernah menangis. Abang akan tetap mencintai kamu sampai kapanpun." Aksa mendekap hangat tubuh Riana. Kini, isak tangis itu semakin keras membuat hati Aksa tak sanggup mendengarnya.

__ADS_1


"Pergi bukan berarti menyerah," bisiknya pada Riana.


Riana tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Aksa. Hanya seulas senyum yang Aksa berikan. Wajahnya pun tidak terlihat bersedih sama sekali. Berbeda dengan Riana yang sangat terlihat hancur.


Aksa keluar dari kamar Riana dengan hati bercampur aduk. Namun, inilah yang harus dia pilih. Tidak akan membiarkan pujaan hatinya dirundung kesedihan yang mendalam. Apalagi harus keluar dari rumah ini.


"Bang."


Sorot mata Iyan seolah sedang meminta sesuatu kepada Aksa. Aksa mengusap lembut kepala bocah yang kini sudah beranjak remaja.


"Abang tidak akan meninggalkan kakakmu." Senyum penuh kelegaan Iyan berikan kepada Aksa.


Dering ponsel Aksa berdering. Dia pamit pulang dan menjawab panggilan telepon tersebut di teras rumah Rion.


Semua sudah siap. Tinggal menunggu kedatangan kamu saja. Ini akan menjadi pertunjukan yang spektakular dan pastinya akan menjadi trending topik.


...****************...


Jangan lupa komen sama kopinya ...

__ADS_1


Biar aku khilaf lagi😁


__ADS_2