Jodoh Rahasia

Jodoh Rahasia
Penjaga Dan Pelindung


__ADS_3

"Mas, Adek gak bisa." Ghea mengeluh karena sedari tadi otaknya tidak mampu mengerti penjelasan dari kakaknya. Sekarang Ghea sudah berada di kelas enam dan Agha duduk di kelas sembilan.


"Coba dulu deh soal ini. Ini gampang kok. Mana yang bisa dibagi tujuh kamu coret." Agha sangat sabar dalam mengajari Ghea. Dalam pelajaran matematika Ghea memang sangat lemah. Dia lebih menyukai seni musik.


Dengan malas yang menggelayuti tubuhnya Ghea mengambil pensil dari tangan mas-nya. "Kenapa harus ada pelajaran matematika seperti ini?" oceh Ghea. "Kenapa gak ada rumus buat ngitung uang?" Agha hanya tertawa dan mengusap lembut rambut sang adik. Dia pun fokus kembali mengerjakan tugasnya.


Ketukan pintu terdengar. "Boleh Mommy masuk?"


"Masuk aja, My." Kedua anak Riana kompak sekali. Ibu dari Agha dan Ghea itu tersenyum melihat kedua anaknya tengah belajar.


"Mas, ada teman kamu di bawah." Dahi Agha mengkerut sedangkan Ghea sudah menatap tajam wajah sang kakak.


"Cewek apa cowok, My?" Bukannya Agha yang bertanya, ini malah Ghea yang sudah membuka suara dengan nada yang cukup ngegas.


"Cewek."


Ghea segera bangkit dari posisi tengkurapnya dan segera keluar dari kamar. Helaan napas kasar keluar dari mulut Agha dan Riana hanya tersenyum dibuatnya.


"Mas Aghanya gak ada."


Ghea sudah memasang wajah garang dan jutek kepada teman Agha yang tengah duduk di ruang tamu.


"Tapi, kata tante Aghanya ada kok." Mata Ghea melebar dan terasa usapan lembut di kepala Ghea.


"Ada kok Aghanya." Riana berkata seraya tersenyum manis. Sedangkan putrinya sudah memasang wajah masam.

__ADS_1


"My," rengek Ghea.


"Bohong itu tidak baik." Riana tersenyum ke arah putri dan meninggalkan Ghea yang sudah merajuk.


"Eh, Sean!" sapa Agha. Ghea melihat wajah kakaknya sangat berbinar. Kini, dia menoleh ke arah perempuan yang katanya teman sang kakak. Wajahnya terlihat merona.


"Dih, apa-apaan ini. Gak boleh! Pokoknya gak boleh!"


"Aku ganggu gak?" Anak perempuan itu bersikap sangat sopan.


"Enggak kok." Agha pun terlihat nyaman berbincang dengan Sean. Kini, Agha mendekat ke arah Sean meninggalakan adiknya yang sudah melipat kedua tangan di atas dada.


"Mas!!!"


"Modus!"


Ghea masih memeprhatikan interaksi dua orang di depannya dengan hati yang sangat dongkol. Apalagi melihat Sean yang sudah duduk lesehan dan berdekatan dengan kakaknya membuat Ghea murka.


Dia segera naik ke lantai atas dan mengambil buku tugasnya. Berlari kembali menghampiri kakak dan temannya.


"Misi!" Ghea menjadi penyekat antara Agha dan juga Sean yang tengah belajar bersama. Agha tengah memberitahu Sean cara pengerjaan tugas.


"Adek." Riana menegur Ghea ketika dia sudah berada di ruang tamu dengan nampan di tangannya.


"Apa sih Mommy. Adek mau belajar juga. Tugas Adek belum selesai." Agha tersenyum dan membuka buku tugas adiknya.

__ADS_1


"Ya udah, coba kerjain pake cara yang tadi Mas ajarin." Ghea pun menuruti perintah kakaknya.


"Diminum dulu, Sean."


"Iya, makasih Tante."


Agha menjadi manusia yang paling sabar dalam menghadapi sang adik. Itu membuat Riana sangat bangga kepada Agha. Putranya mampu memenuhi janjinya ketika masih berusia tiga tahun. Dia akan menjadi penjaga serta pelindung untuk ibu dan adiknya.


Sean memperhatikan Agha ketika mengajari Ghea. Adiknya yang terus bertanya tak pernah Agha marahi. Malah selalu Agha bimbing hingga Ghea bersorak gembira ketika dia bisa mengerjakan soal yang ada pada tugasnya.


"Adik Mas emang pintar." Agha mengusap lembut rambut Ghea dan adiknya pun tersenyum bahagia.


Belum juga selesai mengerjakan tugas, Ghea malah tertidur di pangkuan Agha. Dia mengusap lembut kepala sang adik dan membenarkan kepala Ghea agar tidak pegal nantinya.


"Maaf, ya. Adikku emang seperti ini." Sean menanggapinya dengan senyuman.


"Tidak apa-apa. Itu tandanya adik kamu sayang sama kamu." Agha pun mengangguk menyetujui dengan ucapan dari Sean.


Dia teringat akan ucapan Ghea tempo hari ketika dia melihat foto mesra Agha dengan teman sekolahnya.


"Jodoh Mas ada di tangan Adek."


...****************...


Komen dong ....

__ADS_1


__ADS_2