Jodoh Rahasia

Jodoh Rahasia
Meronta-ronta


__ADS_3

"Antar gua ke penjara bertemu dengan si Fajar kurang ajar," jawab Aska dengan suara yang nampak bahagia.


"Mau ngapain?"


"Mau nunjukin jempol yang menukik ke bawah."


Aksa berdecak kesal mendengar ucapan adiknya yang kembali mulai gila.


"Gua akan suruh dokter dan perawat kasih obat tidur ke lu. Biar lu gak berisik!"


Sambungan telepon pun terputus membuat Aska tertawa puas. Aska yang dulu sudah kembali. Namun, dia harus mengatur strategi sekarang ini.


Tepat di jam makan siang, seorang perempuan cantik yang memakai dress selutut berwarna cokelat susu masuk ke dalam Jomblo's kafe. Pelayan di sana menyambut wanita itu dengan hangat. Termasuk Ken dan juga Juno. Wanita itu tak lain adalah Riana.


"Selamat siang istri Sultan yang cantik jelita," sapa Ken. Riana malah terkekeh dengan ucapan dari sahabat adik iparnya ini.


"Panggil nama aja, Kakak 'kan lebih tua dari Ri," sahutnya.


Ken sedikit tersentak dengan ucapan Riana yang teramat lembut dan sopan. Dia juga melihat betapa manisnya senyum Riana di siang ini.


"Ibu Sultan, ayo kita ke meja sana," ajak Juno yang sudah berjalan mendahului Riana.


Ternyata di meja itu sudah tersedia jus mangga, serta salad buah dan potongan buah yang segar.


"Makasih," ucap Riana kepada Ken dan Juno.


"Sama-sama," sahut Ken dan Juno.


Para karyawan yang berada di belakang ingin melihat wanita yang kata bosnya itu spesial.

__ADS_1


"Itu istri Sultannya," ujar salah seorang karyawan yang ada di belakang.


"Gak kelihatan," ucap yang lain.


Ketika Ken sedikit menggeser tubuhnya, para karyawan dapat melihat wanita yang sudah duduk di meja.


"Ya Tuhan, kecantikannya melebih istri Sultan Andara," puji salah seorang karyawan di sana.


"Suaminya kayak Raffi Ahmad gak, ya?" timpal yang lain.


Jingga yang tengah menyuci wadah yang kotor tak menghiraukan ucapan dari mereka semua. Dia memilih untuk bekerja lebih baik lagi supaya tidak terkena pemecatan oleh pemilik kafe ini.


Derap langkah kaki seseorang terdengar. Seorang pria mengenakan kemeja berwarna yang sama seperti wanita yang disebut-sebut sebagai istri Sultan.


"I-itu bukan Pak Aska?" tanya salah seorang pegawai di sana.


Pria itu semakin mendekat ke arah Riana dan membuat sang pemilik wajah cantik itu tersenyum ke arah pria tersebut. Kecupan hangat pria itu berikan di kening Riana.


"Argh!" teriak para karyawan wanita histeris.


Mereka menginginkan diperlakukan seperti itu juga. Pria yang sangat tampan dan juga wanita yang sangat cantik. Sangat serasi sekitar.


"Itu Pak Aska bukan sih?" tanya karyawan lainnya penasaran.


"Mukanya sih sama, tapi style pakaiannya beda. Mana ada Pak Aska pakai baju formal begitu." Karyawan lainnya menyahuti.


"Iya juga, ya. Lagi pula setelah kejadian membagongkan itu Pak Aska tidak ada kabar. Di grub pun hanya Pak Ken dan Pak Juno yang aktif. Pak Aska seperti menghilang," tutur yang lain.


Jingga melakukan pekerjaan dengan telinga yang terus mencuri dengar. Dia mendengar nama Aska yang terus disebut oleh para karyawan lain. Ken dan Juno sudah berjalan ke.aeah belakang membuat semua karyawan kocar-kacir.

__ADS_1


"Buatkan makanan spesial untuk Sultan dan istrinya. Makanan yang sehat dan juga lezat," titah Ken ke arah koki.


"Jingga." Mendengar namanya dipanggil Jingga segera menoleh.


"Tolong antarkan pesanan itu ke meja sana," tunjuk Juno ke arah sepasang muda-mudi berpakaian senada. Jingga pun mengangguk.


"Pak, itu Pak Aska bukan?" tanya salah seorang karyawan.


Ken dan Juno menatap tajam ke arah karyawan wanita itu, sedangkan Jingga masih menerka-nerka Aska yang mana yang sedari tadi mereka bicarakan.


"Kamu ingin tahu atau ingin saya pecat!" tekan Juno.


Semua karyawan pun terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Juno. Dua bos mereka ini bermulut pedas layaknya bon cabe.


Ken dan Juno meninggalakan area belakang dan ingin menuju ke lantai atas. Namun, mereka sedikit mendengar ucapan Riana dengan nada yang sangat manja.


"Kiss," ucapnya sambil menunjuk ke arah bibir.


Ken dan Juno saling tatap dan malah menghentikan langkahnya. Mereka malah asyik menonton duo sejoli yang tengah dimabuk cinta itu.


Aksa mengambil buku menu untuk menutupi wajahnya juga wajah Riana.


"Oh God! Jiwa jomblo gua meronta-ronta-ronta," erang Ken.


Juno sudah menggaruk tembok dan jidatnya dia jedotkan ke tembok.


"Gua iri!"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2