
Setelah Tuan Denta, Abah Dul dan Kosim keluar dari lorong pelarian yang terhubung dengan rumah tuan Denta, kini ketiga mahluk berbeda wujud asalnya itu berada di hutan terlarang. Ketiganya duduk bersila saling berhadapan membentuk posisi segi tiga. Abah Dul dan Kosim nampak antusias mendengarkan ucapan-ucapan dari tuan Denta yang penuh makna.
"Bangsa jin disini terbagi menjadi dua golongan, golongan yang satu disebut Abyad. Golongan ini merupakan golongan jin putih, mereka meyakini ajaran Islam atau bangsa manusia sering menyebutnya jin muslim. Dan satu golobgan lagi disebut Aswad, golongan ini merupakan golongan jin hitam. Golongan ini sangat menentang ajaran nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam dan oleh bangsa menyebutnya jin kafir atau jin hitam," ungkap Tuan Denta lalu melanjutkan.
Abah Dul dan Kosim tertegun mendengarkan penjelasan Tuan Denta. Di dalam hati Abah Dul bertanya-tanya kalau Tuan Denta sendiri termasuk golongan jin yang mana? Namun pertanyaan itu disimpannya saja, seolah tidak ada keberanian untuk diutarakannya.
"Yang lebih penting lagi yang kalian harus ingat dan pahami adalah bangsa jin sejatinya memiliki empat sifat perilaku. Namun prilaku mereka ini tergantung dari alam yang ditempatinya, ada yang hidup menempati tanah, ada yang di air, ada yang di bangunan-bangunan dan ada juga yang hidup di awang-awang atau angkasa," tuan Denta berhenti menarik nafasnya dalam-dalam lalu mrlanjutkan.
"Dari empat sifat yang menjadi tempat tinggal mereka, semua mempunyai perbedaan dalam menerima interaksi terhadap manusia. Seperti dari cara pemanggilan, bacaan, bahkan sesaji ritual yang disajikan untuk mereka. Namun perlu kalian ingat, jika seorang manusia mampu menembus ke alam mereka, sesungguhnya golongan bangsa Jin Hitam atau Jin Kafir-lah yang akan berperan untuk menemui manusia itu dengan seribu tipu daya yang menyesatkan!" Nada suara Tuan Denta mengatakan itu terdengar penuh penekanan seperti benar-benar sebuah peringatan yang di tunjukkan kepada Abah Dul.
"Jin hitam ini biasanya akan menjanjikan sesuatu yang indah dan manis, mereka akan menhiming-imingi kekayaan, harta karun, bisa menarik pusaka dan lain-lain yang cenderung menuntun manusia pada perkara musykil yang tidak bisa diterima akal. Intinya mereka akan meracuni pikiran manusia dengan manghadirkan angan-angan dan hayalan yang menggiurkan, yang paling mudah menarik manusia ke dalam golongannya adalah dengan menjanjikan harta kekayaan. Di dalam golongan jin hitam ini didalamnya terdapat golongan bangsa siluman yang menjadi kaki tangannya," tegas Tuan Denta kemudian pandangannya menerawang jauh seperti mengingatkan sesuatu tentang dirinya.
Deg!
Kosim tercekat, seolah-olah nafasnya terhenti. Ia teringat dengan amal-amal yang telah diperbuatnya semasa hidup di alam dunia, terutama saat-saat terakhir kalinya sebelum nyawanya terpisah dari raga.
Padangan mata Kosim seketika mengabur oleh genangan air yang mengembun di kelopak matanya. Ia teringat dengan perbuatan ritualnya karena menginginkan harta kekayaan. Ucapan tuan Denta tak ubahnya seperti obat penawar racun yang paling mujarab sehingga mengingatkan Kosim akan perbuatannya membuatnya sangat menyesali sekaligus menyadari perbuatan sesatnya.
"Maaf sebelumnya tuan, kalau boleh tahu tuan sendiri dari golongan mana? Sehingga bisa mengetahuinya dengan detil," tanya Abah Dul memberanikan diri dengan suara sedikit bergetar.
Tuan Denta terdiam, wajahnya mendongak keatas, matanya menerawang jauh menembus rimbunnya dedaunan pohon-pohon raksasa yang menaungi mereka bertiga. Beberapa saat lama kemudian Tuan Denta menuturkan kisah dirinya di hadapan Abah Dul dan Kosim.
......................
Di dalam istana kerajaan Jin,
__ADS_1
Projo Denta berdiri di tengah-tengah ruang utama istana. Di depannya terdapat kursi singgasana besar berwarna kuning emas, kursi singgasana itu penuh dengan ukiran-ukiran indah dan dihiasi pernik-pernik permata beragam warna. Duduk diatas kursi singgasana sosok tubuh hitam tinggi dan besar dalam wujud seperti layaknya manusia dengan sebuah mahkota emas nangkring diatas kepalanya.
Sementara di belakang Projo Denta, ribuan prajurit berpakaian perang lengkap dengan memegang bermacam-macam senjata seperti pedang, tombak, belati, golok, trisula, berdiri tegap menunggu titah sang raja.
"Projo Denta kamu pergilah keujung timur pulau Jawa, disana sedang membutuhkan bantuan. Tempat mereka sedang berada dalam ancaman! Bawa pasukanmu secukupnya!" titah Raja Azazil.
"Laksanakan Paduka!" sahut Projo Denta.
Setelah itu Projo Denta pun keluar ruang utama istana dengan memberikan kode kepada para prajurit agar mengikutinya. Sepasukan prajurit bersenjata lengkap segera bergerak mengikuti Projo Denta.
Projo Denta merupakan Pimpinan laskar perang kerajaan Jin yang paling di takuti di kalangan bangsa lelembut. Namanya menjadi masyur ketika menaklukkan raja-raja bangsa-bangsa siluman untuk di jadikan kaki tangan kerajaan Jin yang menghuni daratan.
Projo Denta dan sepasukkannya melesat kearah ujung timur pulau Jawa sesuai yang di tunjukkan Raja Azazil. Tak butuh waktu lama, Projo Denta dan pasukannya tiba diepan sebuah gerbang istana yang besar dan tinggi. Dari balik pagar itu nampak berkilauan kuning emas memendarkan cahayanya ke langit.
Sebelum Projo Denta memanggil penghuni istana, tiba-tiba muncul kilatan-kilatan cahaya melenting dari balik pagar istana dan satu demi satu cahaya-cahaya itu berubah menjadi sosok-sosok monyet besar berpakain perang di hadapan Projo Denta dan pasukannya.
"Ada perlu apa ingin bertemu Raja Kalas Pati!" sahut salah satu mahluk berwujud monyet yang berdiri paling depan.
Seruan Projo Denta di tanggapi penuh kecurigaan oleh para prajurit kerajaan monyet. Sehingga membuat suasana sedikut memanas. Mendapat perlakuan yang tidak bersahabat dan perlakuan tidak hormat, amarah Projo Denta pun meluap-luap.
"Kurang ajar kalian!" teriak Projo Denata tak bisa menahan emosinya.
Tanpa ada penjelasan apapun lagi, Projo Denta mencabut pedang yang tergantung di pinggangnya lalu mengangkat tangannya memberikan kode untuk menerjang.
"Hyeeeaaaaa...!" suara teriakkan prajurit-prajurin Kerajaan Jin serampak terdengar penuh antusias menggema keseantero langit.
__ADS_1
Sepasukan prajurit Kerajaan Jin yang jumlahnya nyaris sebanding dengan lawan di depannya langsung melesat menerjang pasukan Kerajaan Monyet itu. Tak lama kemudian suara-suara teriakkan diiringi dentingan-dentingan senjata tajam saling beradu.
Bersamaan dengan itu Projo Denta langsung melesat memburu pimpinan pasukan siluman monyet dengan senjata pedang panjang di tangannya. Pedang panjang dan tipis di tangan Projo Denta berkilat merah menebas kearah Pemimoin pasukan Monyet.
Traaaang!!!
Tebasan pedang Projo Denta mendapat tangkisan tongkat besi dari pemimpin pasukan monyet. Akan tetapi seketika pemimpin pasukan monyet itu terbebelalak matanya karena tangkisan tongkatnya tidak membuat pedan Projo Denta tertahan, melainkan pedang tipis dan panjang itu dengan ringannya membelah tongkat besi pimpinan pasukan monyet. Pedang Projo Denta pun meluncur deras mengarah kepalanya.
Crassss!!!
Pedang Projo Denta menghujam deras di kepala pimpinan pasukan monyet hingga pedang itu menyentuh pijakan dibawahnya dan menimbulkan suara dentuman sangat keras. Pijakan arena pertempuran pun bergetar keras, semua pasukan dari kedua pihak menghentikan gerakkannya. Semua mata memandang kearah Projo Denta yang memegang pedangnya dengan bergetar bersamaan dengan terbelahnya wujud sosok pimpinan pasukan monyet.
Wujud pimpinan pasukan monyet itu terbelah menjadi dua bagian lalu kedua bagian tubuh itu ambruk ke sisi kanan dan kiri masing-masing. Melihat pimpinannya musnah, pasukan monyet itu berhamburan melarikan diri lesat masuk kedalam istana.
Projo Denta kembali memasukkan pedang ke sarungnya. Lalu ia tersenyum lebar setelah memperhatikan pasukannya yang nampak tidak satupun ada yang terluka apalagi musnah. Dan suasana pun kembali tenang dan hening.
Namun tak lama ketenangan itu tercipta, tiba-tiba pijakan Projo Denta dan pasukkannya bergetar dengan keras hingga melambungkan kaki pasukan itu beberapa centi meter. Lalu disusul suara tawa yang menggema seantero langit.
"HAHAHAHAHAHA...."
"HAHAHAHAHAHA...."
"HAHAHAHAHAHA...."
......................
__ADS_1
🔴Bersambung....