
Raja Kalas Pati mondar-mandir gelisah didalam istananya yang megah gemerlap oleh kilauan cahaya kuning emas. Berjalan bolak-balik diantara para Petinggi kerajaan dengan muka masam dingin membesi, sorot mata bengis memancar tajam.
Sekejap berikutnya datang tergesa-gesa dari pintu utama dua monyet besar berpakaian besi berwarna kuning bersama sepasukan prajurit dibelakangnya. Diantara kedua pimpinan sepasukan monyet itu terdapat seorang manusia yang tak berdaya diseret keduanya.
Kedua tangan manusia masing-masing ditarik oleh dua pimpinan pasukan monyet. Tubuh sebatas perut hingga kepalanya saja yang terangkat sedangkan dari perut hingga ujung kakinya menyentuh lantai.
Pakaiannya terkoyak-koyak nyaris telanjang. Manusia itu hanya pasrah tanpa bisa berbuat apa-apa dengan kepala terkulai menunduk dalam seretan dua Pimpinan sepasukan monyet penjemput tumbal.
"Kenapa manusia ini?!" Tanya Raja Kalas Pati.
"Manusia ini mencoba untuk mengingkari perjanjian Junjungan. Manusia ini mencoba berlindung dengan bantuan dukun hingga dua purnama tidak memberikan tumbalnya. Dia ingin menyudahi perjanjiannya setelah mendapatkan kekayaan yang dimintanya." ungkap Monyet ikat kepala ungu.
"Dongakkan mukanya, Aku mau lihat manusia bodoh ini!" teriak Raja Kalas Pati.
"Kosim?! Apakah ini manusia bernama Kosim?!" seru Raja Kalas Pati.
"Ampun Junjungan Kami, manusia ini bernama Karso dari pesisir utara," jawab Pimpinan pasukan yang berikat kepala hitam.
"Harrrrghhhh! Mana yang menjemput Kosim?!" seru Raja Kalas Pati.
"Hamba tidak tahu Junjungan," jawabnya tanpa berani menatap Raja Kalas Pati.
Mata Raja Kalas Pati berkilat merah, mulutnya menganga mengeluarkan geraman, empat taring tajamnya mencuat disudut bibirnya yang tebal dan hitam. Dia menghampiri manusia bernama Karso yang masih dalam cengkraman tangan dua Pimpinan pasukan penjemput tumbal.
Raja Kalas Pati menjambak rambut Karso hingga terhentak mendongak keatas. Hanya jarak satu jari tangan wajah Raja Kalas Pati, Karso sontak terbelalak ketakutan seluruh tubuhnya gemetaran menatap muka seram Raja Kalas Pati dalam jarak dekat.
"Ampuuuun... Ampuni saya... Ampuuun..." Karso menangis histeris.
"Ampun?!" Hahahahahahahaha... Manusia bodoh, tidak ada ampunan dalam setiap perjanjian. Aku sudah memberikan yang kamu inginkan tetapi setelah kamu menikmatinya, kamu ingin memutuskan perjanjian?!" seru Raja Kalas Pati.
Teriakkan dalam jarak sedekat itu kontan membuat kedua telinga Karso memuncratkan darah. Karso menjerit kesakitan, ingin menutup telinganya namun tidak bisa. Kedua tangannya berada dalam cengkraman dua Pimpinan monyet penjemput tumbal.
Karso hanya bisa menggoyang-goyangkan kepalanya kian kemari dengan liar, mendongak dan menunduk terus menerus dilakukannya dengan kesakitan yang teramat sangat.
"Aaaakkkkkhhhh...! Ampuuuuunnnn....!!!!" teriak Karso histeris.
"Kamu sudah berani melawan! Awalnya merengek-rengek minta kekayaan setelah aku berikan kamu ingin bebas???! Hahahaha... Hahahaha.. Dasar manusia bodoh, manusia rakus!!!" teriak Raja Kalas Pati.
Karso makin kesakitan, menangis histeris sejadi-jadinya. Setiap kata-kata Raja Kalas Pati yang keluar dari mulutnya laksana menyemburkan angin berkekuatan dahsyat yang sangat panas.
__ADS_1
Karso merasa mukanya terpanggang hidup-hidup. Anehnya meakipun rasa sakit yang sangat luar biasa, Karso tetap hidup dan harus merasakan kesakitan yang teramat sangat.
Jika di dunia alam manusia kesakita seperti itu pasti sudah meregangnya atau paling tidak sudah pinsan. Tetapi di alam tak kasat mata ini sosok manusia itu tidak akan pernah bisa mati. Dia akan tetap hidup dalam siksa dan penderitaan terus-menerus. Baru terbebas dari siksaan perjanjian gaib apabila dunia sudah Kiamat.
Karso meronta-ronta, kepalanya berputar-putar liar menahan kesakitan. Darah muncrat bukan lagi dari kedua telinganya namun juga bermuncratan dari hidung dan mulutnya. Karso merasakan isi kepalanya seperti panas mendidih.
"Aaaakkhhhhhhhh.... Sakiiiiittttt... Sakiiiittt... Ampuuuun...!!!" Karso tak henti-henti menjerit menangis histeris.
"Masukkan dia dalam kerangkeng penyiksaan bersama manusia-manusia bodoh lainnya!!!" seru Raja Kalas Pati.
"Huhhh...Huhhh...Huhhhh...Huhhh...!" teriak para Petinggi Kerajaan Siluman Monyet.
Teriakkan itu menjadi irama pengiring Karso. Kepala Karso terkulai tertunduk tak berdaya dalam seretan dua Pemimpin pasukan penjemput tumbal keluar ruang Raja.
"Aaaaaaaaaahhhhggggrrrrrkkkk...!" teriak Raja Kalas Pati.
Suaranya menggelgar menggetarkan ruangan utama istana kerajaannya.
Tidak lama berselang setelah Karso diseret dan diiringi sepasukan monyet berlalu dan lenyap dibalik pintu, tiba-tiba muncul sosok mahluk hitam besar. Seluruh tubuhnya hitam pekat hingga tidak nampak muka terhuyung-huyung berjalan gontai bersusah payah menghadap Raja Kalas Pati.
"Iblis Shaka?!" seru Raja Kalas Pati.
Yang dipanggil Iblis Shaka terus berjalan gontai mendekat. Langkahnya berat diseret-seret dengan susah payah.
"Ra.. ja.. Kal.. as.. Paaa..ti.. to..looong.." Iblis Shirka berhenti mendekat, langkahnya sudah tidak kuat lagi.
Raja Kalas Pati menyeringai melebarkan mulutnya, semburan angin deras meluncur menerpa tubuh Iblis Shaka. Iblis Shaka terdongak tubuhnya kebelakang, sesaat kemudian kembali tegak. Perlahan-lahan dia berdiri tubuhnya merasakan tak sesakit sebelumnya.
Iblis Shaka melanjutkan jalannya hingga 10 jengkal dihadapan Raja Kalas Pati.
"Ampuni aku Raja Kalas Pati. Sedianya manusia bernama Kosim sudah berhasil kami bawa. Tetapi saat dalam perjalanan menuju istana ini ada satu sosok mahluk manusia menghadang perjalanan kami," terang Iblis Shaka.
"Dimana manusia bernama Kosim itu?!" seru Raja Kalas Pati berang.
"Ampun Raja Kalas Pati, aku hampir musnah terkena hantaman manusia yang menghadang kami hingga aku terpelanting jauh. Manusia yang sudah kami bawa terakhir aku lihat bersama Iblis Dakha. Dia sedang bertarung," ungkap Iblis Shaka ketakutan.
"Aaaahhhhkkkkkkgggggrrrrrkkkk...! Tidak ada gunanya aku mengundang kalian dari negeri seberang. Tidak bisa menjalankan tugas!" teriak Raja Kalas Pati murka.
"Ampun Raja Kalas Pati. Mahluk manusia itu sangat kuat," kata Iblis Shaka.
__ADS_1
Mendengar pengakuan Iblis Shaka, Raja Kalas Pati semakin murka. Kakinya spontan dihentakkan ke lantai istana dengan keras.
"Brugghhh..!!!"
Istana berguncang keras disusul suara petir menggelegar bersahutan mengiringi kemarahan Raja Kalas Pati. Lantai yang dihentak kakinya amblas sebatas mata kakinya.
Iblis Shaka kian gemetar melihat Raja Kalas Pati murka akibat perkataannya. Dia menunduk pasrah, didalam pikirannya berharap dilepaskan dan pergi ke negaranya diseberang Pulau Jawa.
"Aku akan menunggu Iblis Dakha datang, jika tidak kunjung muncul juga aku akan musnahkan kamu iblis Shaka!' teriak Raja Kalas Pati.
Iblis Shaka gemetaran mendengar ucapan Raja Kalas Pati dengan tubuh membungkuk hingga menyentuh lantai istana.
Timbul didalam pikirannya yang penuh kelicikkan tetapi niatnya kembali surut. Iblis Shaka sadar, mau melawan kekuatannya tidak apa-apanya dengan kekuatan Raja Kalas Pati. Mau melarikan diri sudah dikelilingi ratusan Petinggi kerajaan monyet siluman.
Otaknya terus beputar-putar mencari cara agar dirinya tidak dimusnahkan. Sekejap berikutnya, Iblis Shaka menyeringai penuh licik dalam tekukan mukanya.
"Ampun Raja Kalas Pati. Hamba sangat yakin Iblis Dakha akan datang membawa manusia bernama Kosim. Penglihatan hamba terakhir kali, Iblis Shaka berhasil menghajar manusia yang menghadang kami hingga terkapar. Hamba yakin manusia itu sudah dibantai Dakha," kata Iblis Shaka menghasut penuh kelicikkan.
Ucapan dusta iblis Shaka langsung membuat Raja Kalas Pati tertawa lebar. Mukanya Raja Kalas Pati berubah sumringah.
"Ampun Raja Kalas Pati, ijinkan kah hamba istirahat sekedar memulihkan keadaan hamba yang terluka ini sementara menunggu Iblis Dakha datang," kata Iblis Shaka kembali menghasut.
Raja Kalas Pati terdiam. Matanya menatap tajam Iblis Shaka yang terbungkuk menyentuh lantai. Tidak ada salahnya aku menuruti permintaannya, ini hanya sampai iblis Dakha datang, begitu pikir Raja Kalas Pati di otaknya.
"Baiklah! Pengawal, antar dia ke ruang istirahat tamu!" seru Raja Kalas Pati.
Iblis Shaka menyeringai menang, hasutannya berhasil membuat dirinya memiliki kesempatan untuk melarikan diri. Dia menyusun rencana melarikan begitu berada dalam ruang peristirahatan dan lengah dari pengawasan Raja Kalas Pati.
"Hahahaha..." Iblis Shaka tertawa tanpa bersuara.
"Terima kasih Raja Kalas Pati." kata iblis Shaka melangkah mundur meninggalkan ruang utama istana diantar empat Pengawal.
Sudah terasa lama Raja Kalas Pati menunggu kemunculan Iblis Dakha yang membawa Kosim. Namun yang ditunggu-tunggu tidak kunjung muncul. Raja Kalas Pati lantas memerintahkan pengawal untuk membawa Iblis Shaka kehadapannya lagi.
Empat pengawal yang mengantarkan Iblis Shaka langsung bergerak meninggalkan ruang utama raja. Tidak berapa lama empat pengawal kembali tetapi tidak bersama Iblis Shaka.
"Mana Iblis Shaka?!" teriak Raja Kalas Pati.
"Ampun Junjungan, Iblis Shaka tidak ada ditempatnya." kata salah satu pengawal.
__ADS_1
"Apa???! Kurang ajar, dia menipuku!!!" teriak Raja Kalas Pati sangat murka.
......................