Melawan Perjanjian Gaib

Melawan Perjanjian Gaib
PETUNJUK


__ADS_3

Di Rumah Mahmud,


Setelah Selesai mengerjakan sholat duhur berjama'ah, Abah Dul, Gus Harun, Basyari dan Baharudin kembali berkumpul di ruang tengah diikuti oleh kiyai Sapu Jagat, Kosim, tuan Samanta dan tuan GOsin. Mereka kembali membicarakan langkah selanjutnya untuk melakukan pencarian Mahmud.


“Apa ada petunjuk Yai?” tanya Abah Dul membuka pembicaraan.


“Entah kenapa tiba- tiba saja usai sholat hati saya menyebut- nyebut nama Denta. Apakah kalian tahu siapa Denta itu?” ucap kiyai Sapu Jagat balik tanya.


Seketika Abah Dul, Gus Harun, Basyari dan Baharudin, Kosim, tuan Samanta dan tuan Gosin terkejut mendengarnya. Seolah mereka baru saja disadarkan akan keadaan tuan Denta, beragam pertanyaan pun muncul di dalam hati mereka, apa hubungannya dengan tuan Denta? Bukankah tuan Denta sudah musnah oleh senjata Raja Kalas Pati?


“Bukankah tuan Denta sudah musnah terhantam tongkat emas Kalas Pati Yai?” sahut Gus Harun.


“Betul Yai, saya melihatnya sendiri tongkat emas itu memantek tubuh tuan Denta,” timpal Basyari.


“Iya Yai, saya juga menyaksikannya,” susul Abah Dul.


“Tapi nama Denta terus -menerus mengetuk- ngetuk hati saya, seolah- olah dia lah satu- satunya petunjuk yang dapat menemukan Mahmud,” ucap Kiyai Sapu Jagat.


“Lalu apa hubungannya dengan kang Mahmud?” tanya Baharudin merasa janggal.


“Saya sendiri kurang begitu paham nak Har, dan saya juga tidak mengenali sosok Denta,” sahut kiyai Sapu Jagat.


 Basyari dan Baharudin serempak menoleh kearah Abah Dul lalu kearah Gus Harun bergantian seolah- olah menunjukkan kalau Abah Dul dan Gus Harun yang mengetahui tentang tuan Denta.


“Maaf kiyai, tuan Denta adalah pemimpin pasukan kami. Pasukan dari golongan jin kiyai,” tiba- tiba tuan Samanta berbicara sebelum Gus Harun atau Abah Dul memberikan keterangannya.


“Mahluk golongan jin?” gumam kiyai Sapu Jagat mengulang kalimat tuan Samanta memastikan yang didengarnya itu tidak salah.


“Njih Yai, tuan Denta itu mahluk dari golongan jin. Awalnya tuan Denta muncul disini mengikuti Dul Yai,” terang Gus Harun.

__ADS_1


“Njih Yai, tuan Denta memutuskan mengikuti saya ke alam manusia, lalu bertemu dengan Gus Harun dan mengabdikan diri menjaga makbaroh Kesultanan Banten karena merasa berhutang budi dengan beliau,” terang Abah Dul.


 Abah Dul pun kemudian menceritakan dengan


singkat tentang pertemuannya dengan tuan Denta. Dan hanya garis besarnya saja yang ia ceritakan dimana dirinya tidak sengaja masuk ke alam jin lalu bertemu dengan tuan Denta.


Setelah mendengar cerita Abah Dul, tiba- tiba wajah Kiyai Sapu Jagat nampak sumringah lalu tersenyum seraya berkata; “Kemungkinan nama Denta yang tiba- tiba mengetuk hati saya adalah


sebuah petunjuk. Artinya bisa jadi Mahmud berada di alam jin bersama tuan Denta,”


Gus Harun, Abah Dul serta semuanya yang mendengar dugaan kiyai Sapu Jagat mengernyitkan keningnya. Di dalam pikiran mereka menolak dugaan tersebut bahwasannya tidak mungkin Mahmud tiba- tiba saja bersama tuan Denta.


“Apa mungkin Yai, tuan Denta yang membawa


Mahmud ke alam jin?” tanya Abah Dul heran.


“Njih Yai, saya juga sependapat dengan Gus Harun. Saya juga sekilas sempat melihat kang Mahmud terpental melesat cepat kearah timur ketika saya menabrakkan diri menghalau tongkat emas yang hendak menusuk kang Mahmud,” timpal Kosim yakin.


Setelah mendengar keterangan- keterangan tersebut Kiyai Sapu Jagat nampak gamang dengan petunjuk yang muncul di hatinya. Mencerna penuturan- penuturan dari Abah Dul, Gus Harun dan Kosim, Kiyai Sapu Jagat pun menilai memang semuanya kelihatan masuk akal dan sangat nyata serta jelas. Tapi nama Denta terus- menerus tetap memanggil- manggil di dalam hatinya, hal itu membuat Kiyai Sapu Jagat memikirkan pasti ada kemungkinan lain yakni bisa jadi murid- muridnya dan Kosim itu salah melihatnya.


“Tapi anak- anakku, nama Denta itu terus –menerus mengetuk- ngetuk hati saya. Apakah sebaiknya kita telusuri kesana masuk ke alam jin?” Kiyai Sapu Jagat meminta pendapat murid- muridnya serta yang lain.


“Jangan Yai!” sergah Abah Dul spontan.


Seketika semua pandangan mengarah pada Abah Dul penuh keheranan dan tanda tanya. Nada sergahan Abah Dul terdengar seolah- olah menyiratkan sesuatu yang membahayakan.


“Kenapa Dul?” tanya Kiyai Sapu Jagat heran mengerutkan keningnya yang nampak semakin terlihat guratan- guratan keriput tuanya.


“Mm, begini Yai, sewaktu saya masuk ke alam jin dan bertemu dengan tuan Denta kondisi di alam jin sedang kacau Yai. Tuan Denta sendiri merupakan sosok yang sedang di cari- cari dan di buru oleh pihak kerajaan,” ungkap Abah Dul.

__ADS_1


Mendengar keterangan Abah Dul, semuanya terkejut dan menimbulkan pertanyaan- pertanyaan penasaran ingin mendengar lebih banyak tentang tuan Denta. Akan tetapi keinginan mereka diurungkan setelah Kiyai Sapu Jagat kembali berbicara.


“Kalau begitu biar saya saja yang mencari Mahmud ke alam jin,” ucap Kiyai Sapu Jagat.


“Tapi Yai, disana sangat berbahaya!” sergah Abah Dul.


“Insya allah, saya akan berhati- hati dan dapat mengatasinya Dul,” tegas kiyai Sapu Jagat yakin.


Abah Dul tak bisa lagi berkata- kata untuk mencegahnya. Meski  pun di dalam hati kecilnya benar- benar sangat mengkhawatirkan gurunya itu karena Abah Dul sangat tahu betul situasi dan kondisi di alam jin yang begitu mengerikan dan


sangat berbahaya. Andai saja ketika itu dirinya tidak bertemu dan di tolong oleh tuan Denta, mungkin dirinya tidak akan bisa kembali ke dunia ini dan mati di alam jin.


Semuanya terdiam tanpa ada yang mencoba mencegah kiyai Sapu Jagat lagi. di dalam hati mereka hanya bisa mendoakan untuk keselamatan Kiyai sapu Jagat.


“Saya ikut Yai!” tiba- tiba suarabKosim memecah keheningan, semua mata tertuju kearah Kosim seakan- akan meragukannya.


“Jangan nak Kosim,” sanggah Kiyai Sapu Jagat.


“Ini semua karena berawal disebabkan oleh saya Yai, biarkan saya menebus kesalahan saya ini. Saya siap mati kedua kalinya dan saya juga rela musnah Yai!” tegas Kosim.


Kiyai Sapu jagat terdiam tak langsung menjawab keinginan Kosim. Begitu pun dengan Abah Dul, Gus Harun serta yang lainnya hanya bisa menatap wajah Kosim yang nampak semakin memucat.


“Batas waktu yang diberikan kepada saya untuk bisa muncul di sini dan bertemu dengan sampeyan- sampeyan orang- orang baik akan segera berakhir Yai. Untuk itu saya ingin memanfaatkan dengan sebaik- baiknya. Saya tidak akan tenang meninggalkan alam ini jika kondisinya belum benar- benar seperti sedia kala,” ucap Kosim meyakinkan.


“Hmm, baiklah nak Kosim. Kamu ikut saya mencari kakak iparmu ke alam jin,” jawab Kiyai Sapu Jagat yang tak tega melihat kesungguhan dan keteguhan Kosim.


“Ijinkan saya juga ikut tuan Kiyai Sapu Jagat,” sela tuan Samanta dengan mantap.


Kiyai Sapu Jagat tertegun, dia tak bisa untuk menolak kesungguhan dan tekad mereka. Kiyai Sapu Jagat sangat memaklumi tekad tuan Samanta, dimana sebagai bawahan yang setia, tuan Samanta menunjukkan kesetiaannya untuk dapat membatu menemukan Mahmud dan juga pimpinannya, tuan Denta.* BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2