
Setelah melalui perdebatan yang nyaris memicu bentrokkan, akhirnya Raja Kalas Pati menyetujui permintaan perpanjangan waktu sekaligus mau menerima permintaan bantuan untuk mencari dan menemukan keberadaan Mahmud.
Dengan kerendahan hati Kiyai Sapu Jagat memohon bantuan Raja Kalas Pati yang sebelumnya sudah dipikirkannya matang- matang, yakni lebih mengutamakan keselamatan atau nyawa Mahmud daripada
merebut senjata tongkat emas.
Kiyai Sapu Jagat juga memiliki Pertimbangan
lainnya yakni memanfaatkan kelebihan kesaktiannya yang dilimiliki oleh Raja
Kalas Pati dimana raja siluman monyet itu dapat mengetahui keberadaan suatu mahluk. Hal itulah yang membuat Kiyai Sapu Jagat mau menemui Raja Kalas Pati dan melakukan negosiasi karena sebetulnya ia sangat memerlukan bantuan dari Raja Kalas Pati.
Sementara itu bagi Raja Kalas Pati sendiri, tentu dia juga sudah memperhitungkannya matang- matang. Sebagai mahluk yang tercipta dari bangsa golongan iblis yang didominasi memiliki sifat licik, serakah serta tidak mau tunduk, Raja Kalas Pati pun sudah mempertimbangkan untung ruginya sehingga memutuskan mau memenuhi permintaan Kiyai Sapu Jagat.
Disatu sisi, Raja Kalas Pati mengakui ilmu kesaktian yang dimiliki Kiyai Sapu Jagat yang tidak bisa dilawannya. Bahkan dia hampir musnah ditangan Kiyai Sapu Jagat. Ketika Kiyai
Sapu Jagat mengajukan negosiasi itulah dengan akal liciknya Raja Kalas Pati memanfaatkan situasi tersebut sebaik mungkin.
Raja Kalas Pati melihat celah yang sangat menguntungkan dirinya dan bangsanya dimana Kiyai Sapu Jagat secara tidak langsung memutuskan perselisihan dengan bangsa siluman monyet saat mengajukan syarat untuk tidak mengganggu murid- muridnya disaat Raja Kalas Pati meminta Kiyai Sapu Jagat mengembalikan senjata tongkat emasnya.
"Apa untungnya bermusuhan dengan murid- murid Kiyai Sapu Jagat?" pikir Raja Kalas Pati.
Ritual pencatian Mahmud punbmulai dilakukan oleh raja Kalas Pati. Sesaat kemudian Raja Kalas Pati mengeluarkan cermin besar. Cermin besar tersebut muncul secara tiba- tiba di tengah- tengah ruangan di hadapan raja Kalas Pati hanya dengan satu jentikan jarinya.
Bibir tebal dan hitam Raja Kalas Pati terlihat begrgerak- gerak berkomat kamit membaca mantera. Sesaat kemudian selesai mungucap mantra, seketika cermin besar tersebut memperlihatkan sebuah gambar. Namun Raja Kalas Pati langsung mengerutkan dahinya dalam- dalam serta menyipitkan matanya, Raja Kalas Pati memperhatikan gambar yang ada didalam cermin yang nampak hanya menampilkan kabut yang samar berwarna kelabu.
‘Aneh sekali, kenapa cermin pencari arwah ini tidak menampilkan gambar yang semestinya?!’ batin Raja Kalas Pati keheranan.
__ADS_1
Biri- buru raja Kalas Pati kembali merapalkan manteranya, kemudian sepasang matanya yang merah kembali memperhatikan dengan seksama kedalam cermin besar lagi. namun seketika itu juga dia mengibas- ngibaskan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Raja Kalas Pati nampak begitu kesal melihat gambar di dlam cermin pusakanya.
“Aneh! Ini aneh!” teriak raja Kalas Pati kesal.
Kiyai Sapu Jagat pun heran melihat tingkah Raja Kalas Pati yang terlihat kesal. Namun tidak dengan Basyari, Baharudin, tuan Samanta, tuan Gosin serta Kosim, dada mereka berdegub kencang melihat Raja Kalas Pati yang nampak marah. Lain lagi dengan Gus Harun, ia tampak sedikit lebih tenang dibandingkan sahabat- sahabatnya. Ketenangan Gus Harun tidak lain disebabkan karena dirinya merasa menyimpan senjata yang ampuh milik raja Kalas Pati, jika sewaktu- waktu raja Kalas Pati beserta para prajuritnya menyerang dia akan mengeluarkan tongkat emas itu untuk menghalaunya.
“Ada apa Kalas Pati?!” seru Kiyai Sapu Jagat sedikit mencurigai gelagat Raja Kalas Pati.
“Sapu Jagat, ini aneh! Cermin sakti ini tidak menampilkan gambar yang aku inginkan! ” balas Raja Kalas Pati kesal.
Mendengar jawaban Raja Kalas Pati, sontak saja membuat Basyari, Baharudin, tuan Samanta, tuan Gosin serta Kosim, seketika bernafas lega. Mereka mengira kalau Raja Kalas Pati bersikap kesal seperti itu disebabkan oleh Kiyai Sapu Jagat sehingga akan berdampak pada mereka juga.
“Kenapa bisa seperti itu?!” desak Kiyai Sapu Jagat menaruh kecurigaan, ia mengira kalau itu hanya akal- akalan Raja Kalas Pati saja.
“Coba kamu lihat sendiri Sapu Jagat! Lihatlah cermin ini!” ajak Raja Kalas Pati.
Saat pandangan matanya melihat kedalam cermin besar tersebut Kiyai Sapu Jagat pun seketika mengerutkan keningnya dalam- dalam. Yang dilihat Kiyai Sapu Jagat di dalam cermin besar itu hanyalah sebuah kabut kelabu yang samar- samar seolah- olah sperti tirai yang
menutupi targetnya.
Sangkaan buruk Kiyai Sapu Jagat terhadap Raja Kalas Pati seketika terbantahkan. Ia pun mengendurkan kewaspadaannya lalu kembali ketempatnya semula berdiri diantara murid- muridnya, Kosim, tuan Santana serta tuan Gosin. Didalam hati kiyai Sapu Jagat mulai cemas dan mulai timbul mengkhawatirkan Mahmud.
“Menurutmu apa yang terjadi pada anaku yang bernama Mahmud Kalas Pati?! Tanya Kiyai Sapu Jagat menyelidik penasaran dengan keadaan Mahmud.
“Seandainya manusia yang bernama Mahmud itu musnah di alamku ini, keberadaannya pasti akan diketahui. Jika pun dia sudah kembali ke alamnya, juga sudah pasti cermin ini akan mengetahuinya juga. Aku tidak tahu ada apa dengan manusia itu Sapu Jagat, aku tidak bisa
membantumu,” balas Raja Kalas Pati.
__ADS_1
Kiyai Sapu jagat dan yang lainnya mulai merasa cemas terhadap keberadaan Mahmud. Harapan mereka untuk dapat menemukan Mahmud seketika hilang sudah. Satu- satunya petunjuk yang diharapkan dapat membantunya ternyata menemui kebuntuan.
“Kalau begitu aku meminta waktu untuk mengembalikan tongkat emasmu sampai anaku yang bernama Mahmud ditemukan, dan sekarang kami pamit Kalas Pati,” kata Kiyai Sapu Jagat tidak mau membuang- buang waktu dan beniat untuk melanjutkan pencarian.
“Tunggu Sapu Jagat! Aku bersedia menerima permintaan waktumu, ijinkan aku membantumu mencari manusia bernama Mahmud dengan mengerahkan seluruh prajurit- prajuritku,” balas Raja Kalas Pati.
Raja Kalas Pati melakukan itu bukan tanpa alasan. Dia menawarkan bantuan tersebut tidak lain agar Mahmud cepat diketemukan dan tongkat emasnya dapat secepatnya kembali ke tangannya.
“Baiklah Kalas Pati, sebelumnya aku ucapkan terima kasih atas bantuanmu,” ucap Kiyai Sapu Jagat tulus, ia tidak mengetahui maksud dibalik kebaikan Raja Kalas Pati.
“Ya Sapu Jagat itu tidak seberapa, jika dibandingkan dengan bersedianya dirimu mengembalikkan senjataku,” tegas Raja Kalas Pati.
“Kalau begitu kami pergi duluan untuk melanjutkan pencarian, Kalas Pati,” ucapa Kiyai Sapu Jagat.
“Silahkan Sapu Jagat, sampai bertemu kembali!” balas Raja Kalas Pati.
Kiyai Sapu Jagat beserta yang lainnya langsung meninggalkan istana kerajaan siluman monyet. Ketika sudah berada di luar istana, Kiyai Sapu Jagat tiba- tiba menghentikan langkahnya yang
membuat Gus Harun dan yang lainnya bertanya- tanya.
“Ada apa Yai?! Apakah yang ditunjukkan Raja Kalas Pati di dalam cerminnya itu bohong?!” tanya Gus Harun yang sejak dari dalam istana menaruh kecurigaan terhadap Raja Kalas Pati.
“Tidak, tidak… saya rasa yang di tunjukkan Kalas Pati itu suatu kebenaran. Mahmud tidak dapat dilacak keberadaannya. Sekarang apakah sebaiknya kita kembali saja dulu, untuk
memikirkan langkah pencarian selanjutnya, bagaimana menurut kalian?” tanya Kiyai Sapu Jagat.
“Kami manut saja Yai, jika itu menurut Yai jalan terbaiknya.” Jawab Gus Harun mewakili yang lainnya. Mereka pun mengangguk menyetujui jawaban Gus Harun sekaligus menyetujui usulan Kiyai Sapu Jagat.** BERSAMBUNG
__ADS_1