
Akibat pertempuran yang memusnahkan sepasukkan siluman monyet itu yang disebabkan oleh kesombongan bangsa siluman monyet itu sendiri justru Projo Denta yang mendapatkan hukuman berat dari Raja Azazil. Tak lama setelah pertempuran itu Raja Kalas Pati datang menemui Raja Azazil untuk mengadukkan tindakkan Projo Denta yang telah memusnahkan sebagian kecil pasukkannya. Atas pengaduan yang provokatif itu Projo Denta pun di hadapkan pada persidangan Kerajaan.
"Projo Denta, kau tidak melaksanakan perintahku! Tetapi justru kau dan pasukanmu malah bertindak di luar perintah dengan memusnahkan pasukan Kalas Pati. Siluman monyet itu sekutu kita, kenapa kau memeranginya?!" bentak Raja Azazil.
"Ampun Paduka, aku..." ucapan Projo Denta yang hendak menceritakan sebab musababnya itu langsung dipotong.
"Cukup Projo Denta! Karena perbuatanmu kau di hukum seumur hidup berada di dalam kerangkeng pengasingan! Prajurit seret dia!" perintah Raja Azazil.
Raut wajah Projo Denta begitu geram menahan amarah yang meledak-ledak di dalam dadanya. Keputusan Raja Azazil sangat melukai hati Projo Denta, tanpa mau memberikan penjelasannya terlebih dahulu penyebab pertempuran itu.
Kedua tangan Projo Denta langsung di cengkeram oleh pengawal Kerajaan yang bertubuh tinggi besar, ia diseret paksa oleh dua pengawal itu keluar dari ruang utama Istana diiringi oleh pandangan tak berdaya dari para pasukan yang ikut serta bersamanya. Merasa diperlakukan tidak adil, Projo Denta diam-diam merencanakan perlawanan untuk melarikan diri.
Saat dua pengawal yang menyeret Projo Denta sampai di lorong gelap menuju tempat kerangkeng pengasingan, seketika Projo Denta berteriak keras sambil memgerahkan kesaktiannya yang sudah disiapkannya sejak keluar ruang istana itu.
"Grrrrraaaaaa...!!!"
Seketika tubuhnya berubah menjadi besar dua kali lipat dari tubuh kedua orang yang mengawalnya membuat cengkeraman pengawal itu sontak terlepas. Secepat kilat Projo Denta mencabut pedang yang masih tergantung di pinggangnya hingga menimbulkan suara dentingan keras menggaung didalam lorong.
Sriiiing..!!!
__ADS_1
Projo Denta melakukan gerakan memutar dengan diawali hentakkan keras kakinya. Pedang panjang dan tipisnya menyabet pinggang kedua pengawal raja Azazil itu.
Traaang...!!!
Traaang...!!!
Suara-suara benturan dari pedang mengenai zirah yang di pakai pengawal-pengawal terdengar keras. Kedua pengawal terkejut bukan main oleh tindakkan Projo Denta, namun sedetik kemudian wajah kedua pengawal menyeringai mencibir tebasan pedang itu.
Pada mulanya dua pengawal itu terlihat sangat percaya diri dan bersiap melancarkan serangan balasan. Mereka sangat yakin pedang itu tak akan bisa melukai tubuhnya karena terhalang oleh Zirah yang menutupi separuh badannya yang menurut mereka tidak mungkin pedang itu dapat menembus perutnya.
Sesaat kemudian kedua pengawal langsung mencabut pedang di pinggangnya, akan tetapi gerakkannya tertahan. Sepasang kedua mata pengawal itu mendadak melotot lebar dan pedangnya yang dilolosnya berhenti baru sepertiga keluar dari sarungnya, lalu tiba-tiba kedua tangan pengawal yang memegang pedang itu terkulai disusul ambruknya tubuh dua pengawal yang sudah terpotong sebatas perut lalu berubah menjadi kepulan asap hitam pekat dan perlahan-lahan lenyap.
Kini tujuan utama Projo Denta berusaha kabur dari lingkungan istana. Usaha pelariannya tak menemui hambatan berarti, di sepanjang jalan menuju pintu gerbang utama kerajaan setiap kali berpapasan atau menemui prajurit-prajurit penjagan semuanya menunduk hormat. Para penjaga itu mengira kalau yang lewat di hadapannya benar-benar pengawal Raja Azazil sesungguhnya, padahal sebenarnya Projo Denta yang merubah wujudnya sebagai pengawal raja.
Dalam pelariannya Projo Denta menemukan sebuah wilayah di tepi hutan terlarang. Di wilyah itu sebagian besar dihuni oleh jin-jin yang memiliki kasta rendah. Tempatnya sangat terisolasi dan jauh dari perhatian pihak kerajaan.
Sementara mengenai hutan terlarang itu sendiri merupakan kawasan yang dianggap sakral sejak nenek moyang bangsa jin ratusan ribu tahun yang silam. Menurut cerita dari moyang-moyangnya Projo Denta, hutan tersebut dahulu merupakan istana kerajaan sekaligus tempat pembantaian keluarga kerjaan saat terjadi revolusi kekuasaan oleh moyangnya Raja Azazil. Dan setelah memusnahkan kepemimpinan Raja sebelumnya, moyangnya Raja Azazil mendirikan istananya di lokasi lain.
Namun tidak banyak yang mengetahui kalau di dalam hutan terlarang itu sebetulnya menyimpan sebuah harta karun peninggalan kerajaan sebelumnya.
__ADS_1
......................
Di dimensi alam Jin, mereka juga mempunyai tatanan kehidupan sama halnya kehidupan manusia di alam kasat mata. Mahluk Jin pun memiliki kebudayaan dan peradaban seperti manusia. Hanya saja unsur-unsur yang membentuk mereka berbeda dengan unsur-unsur yang membentuk manusia.
Sehingga manusia dapat hidup berdampingan dengan mahluk Jin di dalam dunia tanpa harus berebut kekuasaan wilayah. Allah Subhanahu Wata'ala sangat adilnya, tak bisa dibayangkan apabila Jin dan manusia mempunyai unsur pembentuk materi yang sama, kemungkinan terjadi peperangan yang tak akan pernah berhenti bahkan menjadi-jadi.
Manusia dengan manusia saja saling bertengkar, ditambah lagi dengan mahluk jin. Pastinya dunia ini akan menjadi sempit dan kacau. Untungnya jin dan manusia di ciptakan berbeda sehingga tidak saling berinteraksi dan saling sapa atau bahkan saling berebut kekuasaan.
Bangsa Jin merupakan mahluk tuhan yang hidup di alam dunia bukan hidup di alam gaib. Sebab Alam Gaib itu sendiri berbeda dimensinya dengan dimensi alam Jin. Alam Gaib dihuni oleh mahluk seperti malaikat yang keberadaannya hanya diketahui dan di rasakan setelah kematian.
Sebelum memasuki Dimensi Alam Gaib itu sendiri harus melewati alam kubur atau alam barzah, kemudian barulah memasuki alam gaib yang terdiri dari alam hisab atau hari kebangkitan di mana manusia dibangkitkan dari kematiannya. Dan yang terakhir adalah alam akhirat, dimana dimensi ini merupakan alam akhir dari segalanya yaitu surga dan nereka. Inilah yang dinamakan alam keabadian.
Sementara dimensi alam jin,
Kehidupan Jin dan Manusia berada di tempat yang sama yaitu alam Dunua, namun tersekat oleh tabir dimensi yang memisahkan kedua mahluk itu. Tapi yang pasti Jin dan manusia adalah sama-sama mahluk ciptaan Allah Subhanahu Wata’ala dan kedua mahluk itu sama-sama hidup di alam Dunia.
Hanya saja bedanya, Jin hidup dalam dimensi alam tak kasat mata sesuai dengan unsur mahluknya yang terbuat dari api yang dzatnya bersifat gas dan di berikan keistimewaan sendiri yang dapat membentuk tubuhnya sesuai yang diinginkannya. Sedangkan manusia diciptakan dari unsur tanah yang dzatnya bersifat padat yang tidak bisa merubah wujudnya setelah terlahir ke dunia, manusia juga diberikan dengan segala keistimewaannya. Dan kedua mahluk itu pun sama-sama dapat saling memasuki antar dimensi keduanya.
Siapa pun manusianya, mereka bisa menembus dimensi alam jin tentunya dengan syarat dan ketentuan yang sudah di tetapkan oleh Ilahi, begitupun dengan golongan Jin dapat muncul di dimensi manusia. Namun tentunya manusia dan Jin itu sendiri haruslah memiliki kemampuan untuk bisa menembusnya.
__ADS_1
......................