Melawan Perjanjian Gaib

Melawan Perjanjian Gaib
ARWAH PENASARAN


__ADS_3

Langit diatas desa Palu Wesi sudah mulai gelap, semburat jingga yang membias menghiasi langit pun sedikit demi sedikit sudah mulai menghilang. Sepertinya sesaat lagi azan magrib berkumandang.


Hariri berjalan kembali kearah halaman depan berniat hendak masuk ke dalam rumah untuk bersiap- siap melaksanakan sholat magrib bersama bapak dan ibunya.


Tiba- tiba Hariri menghentikan langkahnya, perasaannya mengatakan seperti ada seseorang yang sedang memperhatikan gerak- geriknya. Hariri celingkuan mencari- carinya, pandangannya menyapu kesegala arah, mulai dari sudut halaman depan, taman yang sebelumnya ia duduk, namun tak ada satu orang pun yang sedang memperhatikannya.


Banyak orang- orang yang berlalu lalang tetapi mereka sedang sibuk dengan tugas yang sedang mereka kerjakan.


"Aneh..." gumam Hariri lalu berniat melanjutkan langkahnya memasuki rumah.


Saat Hariri membalikkan badan hendak melanjutkan langkahnya, tiba- tiba Hariri terkejut bukan main! Di samping daun pintu telah berdiri sosok gadis berseragam SMA.


"Astagfirullah!" pekik Hariri.


Hariri tersurut mundur dua langkah. Kedua matanya membelalak ketakutan mendapati sosok Fina yang tiba- tiba muncul di hadapannya.


Beberapa saat kemudian setelah kesadarannya pulih, perlahan- lahan Hariri memberanikan diri melangkah mendekati Fina yang sedang menatapnya dengan sendu.


Sorot matanya terasa menyimpan kedukaan yang mendalam. Disana ada kesedihan, penyesalan bercampur dengan kemarahan.


"A, aad, ada apa Fin?" tanya Hariri spontan menutupi kegugupannya.


"Sempurnakan kematianku Har, aku tak mau menjadi arwah penasaran yang akan bergentayangan. Aku berusaha mengikhlaskan takdirku, aku tak mau berada di alam itu alam yang di tunjukkan anak kecil itu," ucap Fina pelan.


"Pasti, pasti Fin! Saya berjanji akan meminta bapak dan kiyai untuk mendoakanmu," tegas Hariri yang sudah kembali dapat menguasai perasaannya lagi.


"Kamu juga haris membawa air kembang yang sudah di doakan itu ke kuburanku. Siramkan air doa itu diatas kuburanku," ucap Fina datar.


"Iya Fin, saya akan melakukannya," jawab Hariri.


"Terima kasih Har, aku menyadari sepenuhnya semua penderitaanku ini bukan sepenuhnya karena salahmu. Aku sangat menyesal terlalu cepat mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupku Har," ucap Fina.

__ADS_1


"Har, kamu bicara dengan siapa?! Diajak masuk tamunya, tidak baik ngajak ngobrol tamu di tengah- tengah pintu!" sela suara pak Harjo dari dalam.


Hariri tersentak kaget, ia terkesiap mendengar suara bapaknya. Seketika Hariri menyadari kalau sedari tadi berbicara dengan sosok arwah yang tak dapat dilihat secara kasat mata.


Berbeda dengan Hariri yang dapat melihat kehadiran sosok Fina karena Fina yang menginginkannya.


"I, iya pak. Eh, nggak, nggak ada siapa- siapa kok pak," sahut Hariri serba salah.


Bersamaan dengan itu sosok Fina perlahan- lahan wujudnya memudar lalu lenyap tak lagi dapat terlihat oleh Hariri.


Tiba- tiba pak Harjo muncul dari dalam rumah di tempat Hariri berdiri berbicara dengan arwah Fina.


"Bapak tadi mendengar jelas kok, kamu berbicara Har," kata pak Harjo sembari celingukkan kesana kemari namun tak menemukan siapapun yang dianggap lawan bicara putranya tadi.


"Aneh..." gumam pak Harjo mengerutkan keningnya dalam- dalam.


"Sudah, sudah pak mari masuk kita siap- siap sholat magrib," sergah Hariri mengalihkan kecurigaan bapaknya.


Fina saat ini sebagai Arwah penasaran dimana rohnya yang tidak dapat berpindah ke alam baka karena memiliki tujuan yang belum terpenuhi atau memiliki rasa ingin tahu yang kuat terhadap dunia yang ditinggalkannya.


Tak jarang di dalam budaya dan kepercayaan yang berbeda di seluruh dunia, arwah penasaran sering kali dikaitkan dengan cerita-cerita mistis dan legenda.


Sebagian orang percaya bahwa arwah penasaran dapat berkomunikasi dengan kita melalui mimpi, melalui medium spiritual, atau bahkan dapat mempengaruhi kehidupan kita secara langsung.


Akan tetapi tak sedikit pula yang bertanya- tanya, benarkah arwah penasaran itu benar-benar ada? Atau apakah ini hanyalah sebuah mitos dan cerita yang tercipta oleh imajinasi manusia?


Pendekatan ilmiah biasanya skeptis terhadap keberadaan arwah penasaran, karena tidak ada bukti empiris yang dapat menguatkannya. Namun, bagi mereka yang telah mengalami pengalaman pribadi dengan fenomena ini, hal itu menjadi nyata dan meyakinkan.


Salah satu aspek menarik dari arwah penasaran adalah tujuan yang belum terpenuhi yang mereka miliki. Tujuan ini bisa berupa kematian yang tidak adil, keinginan untuk menjaga orang yang mereka cintai, atau bahkan rasa ingin tahu yang kuat terhadap masa depan.


Beberapa cerita tentang arwah penasaran termasuk pendekatan untuk membantu mereka mencapai tujuan mereka dan memberikan mereka kedamaian.

__ADS_1


Tidak hanya itu, arwah penasaran juga sering dikaitkan dengan tempat- tempat yang dianggap berhantu. Rumah-rumah tua, penjara, atau bahkan hutan yang angker sering kali dikatakan menjadi tempat berkumpulnya arwah penasaran.


Biasanya orang-orang mengunjungi tempat-tempat tersebut memiliki harapan untuk merasakan pengalaman spiritual yang tak terlupakan. Meskipun ada yang skeptis terhadap keberadaan arwah penasaran, banyak juga yang menganggapnya sebagai kebenaran yang tersembunyi di balik alam semesta.


Dalam beberapa budaya, ritual khusus diadakan untuk berkomunikasi dengan arwah penasaran. Mereka akan melakukan ritual tersebut agar dapat berinteraksi jika disuatu tempat dianggap angker dan diyakini dihuni oleh mahluk gaib.


......................


Malam hari suasana rumah Pak Harjo terlihat ramai. Banyak warga masyarakat yang dengan suka rela ikut membantu persiapan acara syukuran esok lusa. Tenda- tenda sudah terpasang menutupi seluruh halaman rumah Pak Harjo. Rencannya Pak Harjo sengaja hanya menggelar terpal dan tikar sebagai alas tempat duduk untuk makan bersama sebagai puncak dan inti acara syukurannya jadi sengaja tidak ada panggung sama sekali.


Di samping rumah bagian halaman samping kanan, para ibu- ibu sudah mulai sibuk menyiapkan berbagai bahan masakan. Ada yang mengupas sayur mayur, ada yang mencuci bahan- bahan sayuran, mengupas bawang dan lain sebagainya. Namun salah satu yang menjadi perhatian dan dinantikan malam ini adalah momen penyembelihan 10 ekor sapi.


Ada sekitar 30- an warga masyarakat berkerumun di halaman belakang rumah Pak Harjo yang ingin menyaksikan penyembelihan sapi sekaligus membantu memotong daging ataupun membantu mencuci setelah sapi di sembelih dan di kuliti.


Pak Harjo dan Hariri berdiri diantara para warga masyarakat yang hendak ikut membantunya. Senyum sumringah penuh kebahagiaan terus menerus menghias wajah Pak Harjo dan Hariri. Nampak terpancar rasa syukur yang tak terhingga dari raut wajah Pak Harjo.


Sementara itu beberapa warga lainnya berkumpul di halaman depan hanya sekedar ngobrol sambil minum kopi ditemani dengan suguhan beraneka macam kue.


Setelah ngobrol ngalor ngidul tak ada juntrungannýa, akhirnya mereka semua menjadi tertarik setelah salah seorang diantara mereka nyeletuk bertanya.


"Dengar- dengar kesembuhan Hariri itu berkat bocah ajaib, bener nggak sih?" kata salah satu warga.


"Itu benar mang Jono, istri saya sendiri tadi pagi mendengar langsung dari bu Harjo saat di warung," ujar pria berusia 40 tahunan yang bernama Diran.


"Kok bisa ya?" timpal mang Jono dan bapak- bapak lainnya penasaran.


"Bu Harjo tak menceritakan dengan detil soal bocah ajaib itu mang, Bu Harjo hanya mengatakan bahwa Hariri sembuh setelah datang ke rumah bocah ajaib itu," kata Diran.


"Saya nanti tanya alamat bocah itu sama Pak Harjo ah, buat saudara saya yang sedang sakit," celetuk pria bernama Jono.


Obrolan tentang Bocah ajaib dari sekumpulan- sekumpulan orang seperti di warung- warung, di pasar atau seperti malam ini yang sedang dibicarakan orang- orang tersebut tanpa disadari berbuah menjadi kabar berita berantai yang dengan sendirinya akan tersebar secara alamiah keberbagai arah. Tanpa iklan dan tanpa sengaja disebarkan.* BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2