Melawan Perjanjian Gaib

Melawan Perjanjian Gaib
KEKUATAN BARU


__ADS_3

Sudah 3 hari ini rumah Mahmud terasa sangat sepi sekali, baik siang maupun malam. Terutama yang paling dirasakan Mahmud pada malam hari, sebab tak ada aktifitas seperti biasanya bersama Abah Dul di rumahnya.


Semenjak malam pertemuan terakhir kali itu dengan Kosim, sukma Gus Harun dan Tuan Denta, esokan harinya Abah Dul langsung berangkat ke Madura menyambangi gurunya.


Abah Dul memanfaatkan waktu yang ada untuk memperdalam kekuatan supranaturalnya. Ditambah lagi kondisinya saat ini belum begitu pulih sepenuhnya pasca terluka akibat serangan teluh dari Ki Suta.


Pada malam pertemuan itu mereka menyusun kembali rencana penyerangan terhadap istana siluman monyet itu. Dan Tuan Denta banyak memberikan masukkan- masukkan yang sangat penting.


Keberadaan Tuan Denta yang notabene mantan jenderal perang di alamnya dahulu, banyak membantu dalam memberikan gambaran tentang siluman monyet sekaligus turut menentukan strategi penyerangan.


Hal demikian tidak pernah terlintas sedikit pun di benak Gus Harun, Abah Dul atau pun Kosim. Padahal straregi dalam peperangan merupakan ujung tombak dari tujuan untuk dapat meraih kemenangan.


Dan salah satu strateginya yang sangat penting yang diungkapkan oleh Tuan Denta adalah menentukan waktu yang tepat. Dimana saat kubu lawan dalam keadaan lengah.


Karena Tuan Denta mengetahui banyak tentang aktifitas para siluman monyet itu, dia memberitahukan bahwa ada hari- hari tertentu dimana istana siluman monyet rutin menggelar pesta besar. Dan saat itulah menjadi strategi yang tepat untuk melancarkan penyerangan.


“Berarti masih ada waktu tujuh hari lagi,” ujar Kosim saat itu.


“Benar, sebaiknya kita mempersiapkan diri masing- masing,” kata tuan Denta mengingatkan.


......................


Madura,


Malam ini sudah memasuki malam ke- 3 Abah Dul menjalani tirakat khusus yang diberikan oleh gurunya yakni Kiyai Sapu Jagat.


Didalam sebuah kamar tertutup yang gelap gulita, Abah Dul duduk bermeditasi. Matanya yang kuyu nampak sedikit cekungan hitam disekitar kedua matanya masih terpejam rapat.


Jari- jari tangan kanannya tak henti- hentinya bergerak meniti biji- biji tasbih. Pikirannya di fokuskan pada satu titik yang muncul di keningnya diantara sepasang alis.


Titik hitam itu membawa konsentrasi Abah Dul masuk kedalam alam bawah sadarnya. Tubuhnya terasa ringan dan seperti melayang tidak lagi menempel pada lantai.


Benerapa saat kemudian tiba- tiba Abah Dul terkesiap, ia merasakan dan melihat dengan pikirannya begitu jelas muncul seberkas cahaya terang di hadapannya. Mula- mula terlihat hanya sebuah titik putih, tetapi lama- kelamaan titik putih itu bergerak mendekat menjadi sebuah lingkaran.


Abah Dul membuka matanya penasaran, apakah lingkaran cahaya itu hanya terlihat dialam bawah sadarnya ataukah dalam wujud nyata.

__ADS_1


Deg!


Jantung Abah Dul berdegub kencang saat membuka matanya. Abah Dul melihat dengan jelas lingkaran cahaya itu benar- benar ada di depannya.


Lingkaran cahaya itu nampak seperti berputar- putar hingga menampilkan siluet pijar cahaya disetiap garis disisinya. Dan seketika Abah Dul langsung teringat dengan pesan gurunya.


“Inikah pintu gerbang yang dikatakan Yai Sapu Jagat?!” batin Abah Dul.


Abah Dul kembali mengingat wejangan- wejangan yang diberikan oleh Kiyai Sapu Jagat sebelum dirinya melakukan tirakat 'Melebur Jiwa'.


Kiyai Sapu Jagat sebelimnya mewanti- wanti dan menegaskan pada Abah Dul bahwa malam ke- 3 ini harus melalui ujian paling berat. Dan ujian ini sangat menentukan apakah Abah Dul berhasil mencapai kekuatan itu atau gagal!


Abah Dul perlahan- lahan bangkit dari duduk bersilanya. Ia berdiri sejenak menatap lingkaran cahaya putih terang itu.


Tanpa ada keraguan sedikit pun di hatinya, Abah Dul mulai bergerak melangkahkan kakinya. Sebab sangat tidak mungkin gurunya akan mencelakakannya dengan menyuruhnya masuk kedalam lingkaran yang seperti portal gerbang ke dimensi lain itu.


Dada Abah Dul berdebar- debar keras seiring kakinya mulai melangkah menuju lingkaran cahaya itu. Saat satu langkah lagi berada di depan lingkaran cahaya itu, Abah Dul mendadak berhenti.


Abah Dul mencoba menajamkan penglihatannya melihat kedalam lingkaran cahaya putih itu. Akan tetapi ia tak dapat melihat apapun di kedalamannya, hanya ada bias putih seperti awan atau kabut asap.


Saat satu kakinya sudah melangkah melewati garis lingkaran cahaya itu, seketika sebuah kekuatan tak kasat mata menyentak tubuh Abah Dul dari dalam.


Tubuh Abah Dul seperti tersedot masuk kedalam lingkaran cahaya itu.


Blaaassss!


Tubuh Abah Dul masuk ditelan cahaya putih itu. Tak lama kemudian lingkaran cahaya itu pun lenyap sekonyong- konyong telah membawa Abah Dul.


Ruangan kamar tempat Abah Dul bermeditasi yang sebelumnya terang, kini kembali gelap gulita dan kembali senyap.


Sekarang kamar itu telah kosong setelah Abah Dul masuk kedalam lingkaran cahaya putih.


......................


Sementara itu di waktu yang sama di tempat kediaman Gus Harun, Banten.

__ADS_1


Gus Harun pun mengikuti saran dari Tuan Denta untuk mempersiapkan diri dengan menambah kekuatannya sebelum menjalankan rencana penyerangan ke istana siluman monyet.


Sama halnya dengan yang dilakukan Abah Dul, Gus Harun juga sudah 3 malam ini melakukan meditasi. Bedanya, Gus Harun menjalani tirakat untuk mencapai sebuah kekuatan yang diturunkan dari ayahandanya langsung.


Sebuah kekuatan supranatural yang sangat langka dan hanya dimiliki oleh darah keturunan dari para kakek nenek moyangnya dahulu.


Kekuatan ini salah satunya yang pernah digunakan oleh Syeh Maulana dalam menaklukkan kerajaan jin. Dan Tuan Denta merupakan saksi hidup bagaimana dahsyatnya kekuatan tersebut.


Kala itu saat pertarungan terjadi, pada mulanya Tuan Denta sudah berhasil membuat Syeh Maulana terdesak. Tuan Denta merasa berada diatas angin dan merasa akan mampu mengalahkan Syeh Maulana.


Akan tetapi di saat- saat genting ketika Tuan Denta akan menghabisi Syeh Maulana dengan satu serangan pamungkasnya, tiba- tiba tubuh Syeh Maulana terlihat bersinar terang.


Serangan Tuan Denta seketika berhenti. Dia tercekat melihat perubahan kekuatan pada tubuh Syeh Maulana. Tubuhnya yang bercahaya menyilaukan mendadak menjadi membesar dan tinggi menjulang.


Hanya dengan satu gerakan, kaki Syeh Maulan yang sudah menjadi sangat besar diangkat tinggi- tinggi hendak dihentakkan ke posisi Tuan Denta. Seketika Tuan Denta berteriak keras hingga menggetarkan alam sekitarnya.


“Ampuuuunnnn...!!!” teriak tuan Denta dengan suara bergetar hebat.


Hentakkan kaki Syeh Maulana yang sedikit lagi menginjak tubuh Tuan Denta langsung terhenti. Telapak kaki raksasa Syeh itu mengambang diatas kepala tuan Denta hanya 3 meteran diatasnya.


Tuan Denta langsung terduduk dengan bertopang pada kedua lututnya. Dia menyerah tidak berdaya kemudian bersujud dibawah telapak kaki raksasa Syeh Maulana.


"Aku takluk! Aku mengaku kalah. Aku bersedia mengabdi pada tuan!" Seru Tuan Denta sambil bersujud.


Namun seketika tubuh Syeh Maulana lenyap dari hadapan tuan Denta tanpa diketahui kemana menghilangnya.


Semenjak pertarungan yang terjadi ratusan ribu tahun silam itu Tuan Denta kehilangan jejak Syeh Maulana. Padahal dirinya sudah berjanji ingin mengabdikan diri padanya sekaligus ingin menjadi muridnya. Tetapi tuan Denta tidak pernah lagi dapat melihat lagi keberadaan Syeh Maulana.


Hingga sebuah takdir kehidupan yang tidak pernah di duga, akhirnya mempertemukan tuan Denta dengan Syeh Maulana, namun dalam suasana dan keadaan yang berbeda.


Meski hanya sebuah makamnya yang ia dapatkan, tetapi tuan Denta tetap ingin melaksanakan janjinya, yaitu mengabdikan diri.


Dan semenjak itu pula tuan Denta berjanji akan menjaga semua garis keturunan dari Syeh Maulana, termasuk Gus Harun saat ini.


......................

__ADS_1


BEREAMBUNG....


__ADS_2