Melawan Perjanjian Gaib

Melawan Perjanjian Gaib
PULANG


__ADS_3

Mahmud dan Kosim tiba di rumah Mahmud. Mahmud langsung melangkah menuju samping rumah untuk mènaruh peralatan berkebonnya. Sementara Kosim duduk di teras depan rumah, ia duduk di tempat yang sama yang seringkali ia duduki semasa hidupnya.


Sesaat kemudian pintu rumah dibuka dari dalam, Dewi muncul sambil celingukkan melihat sekelilingnya.


“Perasaan mas Mahmud sudah berangkat ke kebon, tapi tadi seperti ada suaranya sedang ngobrol,” gumam Dewi.


Kosim yang sedang duduk di teras dekat dengan posisi Dewi berdiri, sempat terkejut melihat kemunculan Dewi. Ia dengan reflek beringsut menggeser duduknya lebih ketengah agar tidak tersenggol Dewi seakan- akan dirinya seorang manusia seperti dulu.


Namun sesaat kemudian Kosim barus tersadar dengan kondisinya saat yang bukan lagi berwujud kasar sebagai manusia. Kosim hanya tersenyum kecut sambil memperhatikan kakak iparnya yang sedang keheranan.


Tak lama kemudian Mahmud nongol dari samping rumah dan langsung diberondong pertanyaan istrinya.


“Loh mas, kok ada di sini? Tadikan sudah pamit pergi ke kebon, terus tadi ngobrol sama siapa?” tanya Dewi beruntun.


Mendapat sambutan dari Dewi dengan berondongan pertanyaan, Mahmud terlihat kikuk sendiri. Ia garuk- garuk kepalanya mencari jawaban.


“Mm, anu, itu Abah Dul pulang mau kesini Wi,” jawab Mahmud sekenanya.


“Tadi saya dengar mas Mahmud ngobrol, ngobrol sama siapa mas? Kok nggak ada orang lain lagi,” ucap Dewi keheranan kembali mengedarkan pandangannya memperhatikan sekitar.


“Oh, nggak, nggak kok siapa yang ngobrol. Kayak orang gila dong kalau ngobrol sendirian,” seloroh Mahmud.


“Ooooohhh, yowis. Mas mau dibikinin minum?” tanya Dewi.


“Nah, boleh tuh Wi,” sahut Mahmud.

__ADS_1


“Mau dibikinin apa mas, kopi apa teh?” tanya Dewi lagi.


“Mm, kopi aja deh. Dua ya wi,” ucap Mahmud tanpa sadar.


“Dua?!” Dewi mengerutkan keningnga dalam- dalam penuh keheranan.


“Ups!” Mahmud terkesiap melihat reaksi Dewi, ia menutup mulutnya sambil membuang wajahnya kearah lain.


“Eh, i, iyya wi. Dua sama Abah Dul, bentar lagi datang,” ujar Mahmud menutupi keberadaan Kosim matanya melirik ke arah Kosim duduk.


“Oh, iya deh,” sahut Dewi, kemudian berjalan masuk ke dalam rumah.


Setelah dewi tak terlihat lagi, Mahmud menghembuskan nafasnya kuat- kuat sambil mengelus dada.


“Kenapa nggak dikasih tau saja mas keberadaan saya?” Sela Koskm menatap Mahmud.


“Ya percuma aja Sim, Dewi nggak bakal bisa melihat kamu,” ujar Mahmud kemudian duduk disebelah Kosim.


Batu saja Mahmud duduk diteras dan bersandar pada tembok dibawah jendela, tiba- tiba teredengar sebuah suara mengucap salam.


“Assalamualaikum...” dari halaman teras.


“Wa alaikum salam, waah, Abah Dul sudah pulang,” seru Mahmud exited.


“Bentar, bentar, stop!” sambung Mahmud sambil mengangkat tangannya meminta Abah Dul berhenti.

__ADS_1


Abah Dul dengan wajah heran mengangkat bahunya kontan berhenti di tengah halaman.


Kemudian Mahmud menjukurkan kepalanya memperhatikan Abah Dul mulai dari kaki hingga ujung rambut dengan seksama.


“Ada apa sih Mud?!” tanya Abah Dul heran.


“Asli apa palsu nih?!” tanya Mahmud lebih lanjut.


Kosim yang melihat adegan Mahmud dan Abah Dul tersebut kontan saja cekikikan.


Nampaknya Abah Dul baru nyadar ada orang lain selain Mahmud setelah mendengar suara cekikan. Dengan sekali ucap, Abah Dul langsung dapat melihat keberadaan Kosim sedanh duduk disebelah Mahmud.


“Kosim?! Gimana kabarmu Sim?!” ucap Abah Dul tak menghiraukan pertanyaan Mahmud yang terakhir.


“Ssssstttt..!” Mahmud buru- burubmemberikan kode dengqn telunjuk ditempelkan pada bibirnya.


Kontan saja membuat Abah dul bingung tak mengerti dengan kode yang diberikan Mahmud.


Lalu Abah Dul meneruskan langkahnya menuju tempat Mahmud dan Koskm duduk. Namun tak lama usai Abah Dul berucap, tiba- tiba Dewi dan Arin muncul di tengah pintu dengan ekapresi wajah heran.


Kedua kakak beradik itu langsung memperhatikan sekitarnya. Yang mereka lihat hanya ada Abah Dul dan Mahmud.


Rupanya suara Abah Dul yang sedikit kencang menyebutkan nama Kosim terdengar oleh Arin dan Dewi dari dalam rumah.


......................

__ADS_1


__ADS_2