Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Mencoba Membuka Jalan


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Booommmmm……!


*Boooommmmm..!


*Booommmmmmm….!


Suara ledakan terdengar dimana-mana. Pertempuran besar antara kelompok pengawal House Braveheart, melawan kelompok Bandit Lebah Hitam terjadi begitu sengit.


Meskipun sengit, pertempuran sendiri berjalan berat sebelah, kelompok Bandit yang memiliki jumlah lebih banyak, memaksa kelompok House Braveheart dalam posisi bertahan.


Dalam pertempuran ini, satu pengawal dari House Braveheart harus menghadapi minimal empat atau lima orang dari Bandit Lebah Hitam.


Theo yang dari tadi bertahan dan mengamati situasi, dapat melihat bahwa itu hanya akan menunggu waktu, sampai kelompok Bandit mampu mendesak dan membantai kelompok House Braveheart.


Situasi itu menurut Theo tak terhindarkan, karena kedua tetua house Braveheart yang merupakan Knight kelas General, sedang di tahan dalam posisi dua lawan satu oleh para pemimpin kelompok Bandit.


"Hmmm…. Sepertinya kabur adalah opsi paling masuk akal untuk saat ini." Gumam Theo.


Setelah berkata demikian, Theo mulai mengamati sekeliling lagi, mencari area pertempuran yang menurutnya paling mudah untuk di terobos.


Sesaat kemudian, dengan cepat dia menemukan apa yang ia cari. Di salah satu area pertempuran, seorang pengawal House Braveheart terlihat berhasil membunuh satu orang lawannya, membuat posisinya sedikit lega dengan menyisahkan situasi tiga lawan satu.


Melihat hal itu, Theo dengan tanggap segera meraih pergelangan tangan Aria, berlari cepat kelokasi tersebut. Sementara Aria, memilih menurut dan ikut dengannya.


"Asmodeus aku memanggilmu!" Kata Theo, ketika dia telah setengah jalan menuju lokasi.


"Emmmm….. Master, kau memanggilku?" Asmodeus yang baru saja keluar, menjawab dengan centil panggilan Theo.


"Yah.. aku memanggilmu, saatnya bermain, cepat berubah ke bentuk senjata!" Kata Theo kemudian.


"Tentu, apapun permintaan Master.."


Setelah berkata demikian, diiringi oleh kepulan asap yang keluar dari tubuhnya, Asmodeus berubah menjadi dua buah pedang kembar yang indah.


Bilah pedang kembar Asmodeus berbentuk sangat ramping, cenderung tipis, dan tidak terlalu panjang. Tapi ketajamannya dapat dilihat bahkan dengan mata telanjang. Sementara kedua gagang pedang, terbuat dari giok berwarna ungu yang sangat indah.


Meskipun wujud senjata Asmodeus sangat indah, tapi entah kenapa, keindahan ini akan menimbulkan rasa was-was serta takut bagi siapapun yang melihatnya. Rasa was-was dan takut yang sama, seperti ketika orang melihat ular berwarna indah yang sangat berbisa.


"Bagus..!" Kata Theo, setelah dengan cepat melepaskan tangan Aria dan menangkap pedang kembar.


"Apa yang kau rencanakan?" Tanya Aria, ketika Theo melepaskan pergelangan tangannya.


"Ikuti di belakangku, kita akan menerobos!" Intruksi Theo.


Setelah berkata demikian, Theo mulai mengambil kuda-kuda, sambil berlari maju kedepan, ia menempatkan pedang kembar di belakang punggungnnya dalam posisi menyilang.


"Sikap pertama dari teknik Dosa Nafsu…!!"


*Bbbzzztttt…..


*Bbbzzzz…….


*Bbzzz…….


Bersamaan dengan Theo memasang kuda-kuda, aliran listrik ungu mulai berderak di sekitar tubuhnya. Tubuh Theo yang dialiri listrik, kini terlihat berkerlap-kerlip, tampak muncul dan menghilang untuk beberapa waktu. Sebelum akhirnya benar-benar menghilang.


"Sikap tubuh penuh Gairah….!" Gumam Theo dalam kekosongan.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Aria yang melihat semua tindakan Theo karena terus berlari dibelakangnya, tampak sangat terkejut ketika dia tiba-tiba menghilang.


Namun, saat Aria masih belum sepenuhnya tersadar dari kekagetannya, dia mendengar suara teriakan parau tak jauh di depannya. Teriakan-teriakan ini membuyarkan lamunannya, dia segera melihat apa yang terjadi.


*Slaaassshh…..


*Slaassshhhh…


*Slaasshhhh…..


*Driiiippp…..


*Driipppp…..


Dihadapan Aria saat ini, ia dapat melihat, bayangan ungu berkerlap-kerlip menghilang dan muncul di berbagai arah, pergerakan bayangan ungu ini sangat cepat, dan di setiap dia muncul dari ketiadaan, akan selalu diiringi dengan suara tebasan-tebasan ringan. Setiap tebasan ringan ini juga akan selalu di barengi dengan cipratan darah.


Melihat itu, Aria menghentikan larinya, dia mulai diam ditempat, matanya memandang ngeri pemandangan yang ada di hadapannya. Aria menjadi ngeri, karena setiap tebasan dan cipratan darah yang ia lihat, akan menjadi momen ketika potongan-potongan tubuh terlempar keberbagai arah. Diiringi dengan teriakan parau orang-orang yang kehilangan tubuh tersebut.


"Aaarrhhhhgggg….!!!"


"Ampuuuuuunnnn….!!!"


"Tolong berhenti…!!!"


"Aaarrgggg……!!!!"


Teriakan-teriakan parau ini berasal dari anggota Bandit yang tubuhnya mulai terpotong-potong bersimbah darah. Setiap dari mereka kehilangan entah itu kaki atau tangannya masing-masing.


*Bbbzzzttt…..


Kerlip bayangan ungu yang awalnya berada agak jauh di depan, tiba-tiba muncul dan berderak di samping Aria. Hal ini membuatnya sangat kaget, dia yang telah melihat semua hal mengerikan yang bisa dilakukan bayangan ungu ini, secara reflek segera mundur satu langkah.


Namun, ketika sosok bayangan ungu yang berkerlap-kerlip untuk sementara waktu mulai menjadi jelas, dia bisa melihat itu adalah Theo.


"Sudah beres, aku telah melumpuhkan mereka semua, pengawal penjagamu yang ada disana akan bisa mengurus sisanya!" Kata Theo begitu sosoknya muncul.


*Boooommmmmm….!!!!


"Uhuuukkkk….."


"Uhuuukkkk…."


Theo dan Aria terbatuk hampir bersamaan, sedikit mengerang kesakitan begitu tubuh mereka mendarat.


"Ohhh, apakah itu sakit? Maafkan kakak. Sebenarnya, kakak tak ada niat sama sekali menyakitimu. Tapi tadi, kulihat dari jauh, adik terlalu nakal, jadi kakak memutuskan untuk sedikit menghukum dengan pukulan kasih sayang ringan."


Kata sesosok wanita dengan bentuk tubuh sangat indah, sambil mulai berjalan mendekat. Wanita ini terlihat sedang dalam mode Soul Knightnya, diselimuti oleh mana api membara, lekuk tubuhnya yang sangat indah, tampak lebih menggairahkan. Dia tak lain adalah pemimpin Bandit perempuan.


Melihat wanita ini berdiri di hadapannya, Theo segera menoleh kearah salah satu tetua House Braveheart yang tadi menahannya bersama satu pemimpin Bandit lain.


"Ck.. dasar tak berguna, House Agung apanya!" Dengus Theo. Terlihat sangat kesal.


Dia tahu tetua ini tak akan bisa mengalahkan dua lawannya, karena mereka dalam kelas yang sama. Namun, dia kesal karena tetua dari House Braveheart tersebut bahkan tak bisa menahan lawannya terlalu lama.


"Kau…!!" Aria yang mendengar nama Housenya di remehkan, segera ingin menjawab Theo. Namun tiba-tiba…


*Booooommmmm……!!!!


Ledakan besar lain terdengar.


"Sialan! Apa lagi sekarang?" Bentak Theo, ketika merasa ledakan ini datang tak jauh dari posisinya.


Ledakan ini sendiri, tepat mengenai salah satu area pertempuran. Membuyarkan empat orang Bandit dan seorang pengawal House Braveheart yang sedang bertempur disana.


Tak lama setelah ledakan agak mereda, dua sosok menerobos masuk area pertempuran.


*Klang


*Klang

__ADS_1


*Klang…


Suara derakan baju tempur menggema keras bersamaan dengan laju sosok penerobos yang berada paling depan.


"Siapa itu?" Pemimpin Bandit Wanita yang melihat sosok ini bergerak cepat kearahnya, menjadi penasaran.


*Klang


*Wossshhhhh……


Namun, bersamaan dengan pertanyaan tersebut, sosok di hadapan sang wanita menambah kecepatannya. Ia melaju sangat-sangat cepat kearah wanita tersebut.


"Apa…"


Wanita pemimpin Bandit kembali terkejut ketika sosok ini selain menambah kecepatan, juga mengeluarkan aura berat dari Knight kelas General tahap surga.


*Boooommmmm…..!


Dan dengan tiba-tiba, sosok itu melancarkan serangan kuat yang sama sekali tak bisa ia hindari, membuatnya terbang terpental sangat jauh, hanya berhenti ketika mendarat dengan keras menghancurkan tebing.


"Uhukkkk…. Uhuukkk….!"


Serangan ini, membuat wanita pemimpin Bandit batuk darah di tengah reruntuhan tebing.


"Adiiikkkk…..!!!"


Ketiga pemimpin lain yang melihat hal itu, hampir secara serentak berteriak khawatir.


"Hahhahahahhah…… hahahhahha… sungguh menarik, sungguh menarik, kau benar-benar pemuda yang menarik."


"Sepertinya kau sangat berbakat dalam hal memicu sebuah pertempuran!"


Sosok yang memberi pukulan berat kepada pemimpin Bandit Wanita, tertawa dengan lantang begitu dia mendarat di hadapan Theo.


Melihat sosok tersebut, Theo sedikit terkejut, namun tak lama kemudian, senyum mulai mengembang di bibirnya.


"Lord Bernard!"


---------------------------


Catatan Cerita :


Tentang Beast.


Sama seperti Knight yang di bagi kedalam beberapa Kelas, Beast juga terdiri dari beberapa kelas, yakni kelas E sampai S. Namun bila Knight di tiap kelasnya terbagi menjadi 8 tingkatan, para Beast cuma memiliki 3 tingkatan, yakni Early, Mid, dan Peak.


Selain kelas dan tingkatan, para Beast juga di bagi berdasarkan garis darahnya. Garis darah ini akan mempengaruhi seberapa jauh mereka dapat berkembang menjadi kuat. Garis darah sendiri di bagi menjadi tiga, yakni Normal, Special, dan Ancient.


1.Normal Beast (Maksimal cuma bisa tumbuh menjadi kelas B peak)


2.Special Beast (Maksimal kelas A peak)


3.Ancient Beast (Maksimal kelas S peak)


Macam-macam Beast.


Spirit Beast.


Beast yang paling umum, dan keberadaannya paling banyak di Gaia Land.


Demonic Beast.


Beast yang bertahan hidup dari jaman purba, keberadaannya lumayan langka, dikatakan beberapa dari mereka bahkan memiliki kecerdasan mendekati manusia.


Spirit Plant.


Tidak bisa dikatakan sebagai Beast, namun mereka memiliki kemampuan yang hampir sama dengan Spirit Beast. Spirit Plant adalah tumbuhan yang bermutasi, sehingga memiliki jiwa. Mereka sangat jarang di temui, dalam catatan sejarah Gaia Land, hanya variant bunga Udumbara yang diketahui mampu bermutasi menjadi Spirit Plant.


4.Guardian Beast.

__ADS_1


Guardian Beast adalah eksistensi puncak dari semua jenis Beast, mereka bisa disebut sebagai dewa para Beast. Karena kekuatannya yang diluar nalar, Guardian Beast masuk kedalam Ancient Thing yang legendaris. Mereka sendiri cuma berjumlah 4 saja, dan salah satunya adalah Silver Turtle yang dimiliki Theo.


__ADS_2