Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
385 - Menghilang


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Sekitar lokasi Istana Emas)


"Tetua, kita tak akan bisa lebih lama lagi menahan gempuran kelompok liar yang ada di depan!" Ucap salah satu anggota Rock Tribe. Memberi laporan pada tetuanya.


"Hmmmm… Ini benar-benar diluar perkiraan kita!" Gumam Tetua Black Rock Tribe.


Dihadapan pria sepuh ini, tampak dua pria sepuh lain, mereka adalah tetua dari White Rock Tribe dan Red Rock Tribe. Atas perintah dari Khan Rock Tribe, ketiga orang inilah yang melaksanakan eksekusi langsung dari ekspedisi keompok Rock Tribe untuk memburu sumberdaya berharga di dalam Istana Emas.


"Yah, siapapun juga tak akan menduga bahwa situasi akan berkembang menjadi sekacau ini! Tampak seperti ada yang menyebarkan informasi tentang keberadaan Istana Emas pada setiap kelompok yang ada di wilayah Gurun Kematian!" Tanggap tetua White Rock Tribe.


Dalam beberapa minggu terakhir, wilayah di sekitar lokasi munculnya Istana Emas yang pada awalnya memang sudah sangat ramai, menjadi semakin riuh ketika beberapa kelompok Tribe atau Bandit yang merupakan penghuni wilayah Gurun lain dimana berada disekitar perbatasan wilayah munculnya Istana Emas, ikut melakukan percobaan menerobos masuk barikade penghadang Rock Tribe.


Ditambah dengan fakta bahwa pihak penyerang utama yakni Sun and Moon Tribe seperti memang sengaja membuat situasi semakin kacau dengan tak melakukan pergerakan apapun ketika kelompok baru ini datang, menyebabkan kelompok Rock Tribe yang berusaha mempertahankan monopoli mereka terhadap Istana Emas, kini menjadi semakin kesulitan ketika anggota kelompok mereka terus berkurang.


"Ini benar-benar menyebalkan! Kita bahkan belum mengambil banyak hal bagus yang tersimpan di dalam Istana Emas tersebut!" Gerutu tetua Red Rock Tribe.


"Sedangkan menurut beberapa anggota tim ekspedisi yang berhasil keluar dengan selamat dari dalam tempat tersebut, mereka mengatakan bahwa di dalam Istana Emas, masih tersimpan begitu banyak sumberdaya berharga!"


"Yang kita dapatkan bisa di bilang cuma remah-remah roti!" Tambah tetua Red Rock Tribe. Dengan ekspresi wajah sangat kesal.


"Hmmmm… Cukup di sayangkan memang karena pada setiap ekspedisi yang berhasil kita lakukan, tim yang berhasil keluar selalu mendapat hadiah paling buruk dari beberapa pilihan yang di tawarkan roh leluhur penjaga tempat tersebut!" Ucap tetua Black Rock Tribe.

__ADS_1


"Apakah mungkin karena tim ekspedisi yang kita kirim untuk masuk terlalu lemah? Sehingga hanya bisa menyelesaikan quest-quest kecil?" Tanya tetua White Rock Tribe.


"Bisa jadi begitu! Jadi menurutmu, kita harus mengirim seseorang yang cukup kuat untuk bisa memastikan bahwa hadiah yang di dapat sepadan?" Tanya tetua Black Rock Tribe.


"Hmmm… Setiap mengirim tim ekspedisi, kita selalu menempatkan beberapa tetua untuk menemani sebagai pemimpin tim di dalamnya! Jika mereka tak cukup kuat, jadi siapa lagi yang harus kita kirim masuk?" Tanya tetua Red Rock Tribe.


Mendengar pertanyaan tersebut, ketiga tetua Rock Tribe kini saling tatap satu sama lain. Ketiganya sebenarnya mengerti, bahwa itu harus salah satu dari mereka yang kali ini masuk kedalam. Namun, tampaknya tak ada yang berniat mengajukan diri sebagai sukarelawan.


Ketiganya orang ini sangat paham, bahwa meskipun Istana Emas yang saat ini terbang melayang diatas kepala mereka memiliki simpanan sumberdaya berharga yang begitu melimpah, tapi juga merupakan tempat yang sangat berbahaya.


Hal itu bisa dilihat dari setiap ada tim ekspedisi yang berhasil menyelesaikan quest, dari 30 orang dikirim masuk, hanya menyisakan paling banyak 3 orang yang berhasil keluar. Tak jarang pula hanya tetua pemimpin tim yang berhasil keluar. Dalam beberapa kasus, bahkan ada tim yang seluruh anggotanya tak ada yang berhasil keluar satupun.


"Hahhh….! Baiklah, biar aku saja kali ini yang memimpin tim ekspedisi! Sementara kalian berdua, pastikan tak ada yang berhasil menerobos barikade!" Ucap tetua Black Rock Tribe. Akhirnya menjadi orang yang menawarkan diri.


Mendengar kata-kata dari tetua Black Rock Tribe, dua tetua Rock Tribe lain segera memasang ekspresi wajah mengerti. Sedikit menganggukkan kepala.


"Kalau begitu bersiaplah! Pilih orang-orang yang akan kau bawa masuk! Sebentar lagi seharusnya waktu dimana portal selanjutnya akan terbuka!" Ucap tetua White Rock Tribe.


Suara ledakanan tersebut, berasal dari barikade pertahanan terakhir Rock Tribe yang saat ini sedang menahan gempuran berbagai kelompok yang berniat untuk menerobos masuk.


Dan sesaat setelah suara ledakanan keras terdengar, barikade terakhir akhirnya benar-benar berhasil di terobos. Sekelompok orang yang terlihat seperti kelompok Bandit gurun, dengan ekspresi wajah antusias bergerak memasuki wilayah dimana Istana Emas saat ini berada.


"Hahhahah….! Akhirnya!" Ucap salah satu orang yang berhasil menerobos, tatapan matanya tak lepas dari Istana Emas yang sedang melayang pada langit tak jauh dihadapannya.


"Itu pasti Istana Emas yang katanya tersimpan banyak sumberdaya berharga di dalamnya!" Seru salah satu kawan dari kelompok orang yang sebelumnya berhasil menerobos barikade pertahanan Rock Tribe.


*Wunggggg….!!!


Bersamaan dengan kalimat yang di ucapkan oleh orang tersebut, sebuah dengungan keras tiba-tiba terdengar. Portal Istana Emas, kembali terbuka.


"Hahahha…! Apapun yang terjadi, kita harus bisa masuk kedalam Istana tersebut!"


Namun, belum sempat anggota Bandit yang berhasil menerobos masuk bergerak maju bahkan satu langkah pun….

__ADS_1


*Slaaaassshhh….!!!


*Slaaaassshhh….!!!


*Slaaaassshhh….!!!


Suara beberapa sabetan pedang tiba-tiba terdengar, menjadi pertanda dari terpotongnya kepala masing-masing anggota kelompok Bandit.


"Hmmmm… Terimakasih atas kontribusinya! Berkat kalian, usaha kami untuk menerobos masuk menjadi lebih mudah! Sekarang kalian bisa mati dengan tenang!" Ucap seorang pria sepuh yang memenggal salah satu kawanan Bandit. Sementara di sekitar pria sepuh ini, terdapat beberapa Knight kelas tinggi lain yang menemaninya.


Ia tak lain adalah tetua dari Sun Tribe, memanfaatkan celah yang berhasil di terobos oleh kelompok Bandit, sang tetua memimpin pasukan elite Tribenya untuk ikut masuk kedalam barikade.


Tak lama setelah kedatangan tetua Sun Tribe, sekelompok besar pasukan Sun and Moon Tribe yang di pimpin langsung oleh tetua Moon Tribe, ikut menerobos masuk. Dengan ini, secara resmi Rock Tribe tak lagi bisa mempertahankan barikade penghadang mereka.


"Cepat masuk saja kesana! Kami akan menahan orang-orang ini!" Teriak tetua White Rock Tribe, menyuruh agar tetua Black Rock Tribe untuk segera memimpin kelompok memasuki portal Istana Emas.


Mendengar kata-kata dari kawannya, tetua dari Black Rock Tribe tanpa menunda bergerak cepat memilih 29 orang anggota Tribenya secara acak untuk ikut bersama memasuki portal.


Pergerakan orang-orang ini yang mendekati portal, tentu saja menarik perhatian kelompok penerobos, baik itu para tetua Sun and Moon Tribe, ataupun para Boss Besar Bandit yang ada di sekitar, segera menangkap situasi, menyadari portal yang ada tak jauh diatas mereka adalah pintu masuk kedalam Istana Emas.


Tanpa menunda, mereka ini yang kebanyakan adalah orang-orang tersohor dan paling kuat di seluruh wilayah Gurun Kematian, bergerak cepat mengejar. Mendahului beberapa anggota tim ekspedisi dari Rock Tribe, sebelum akhirnya berhasil memasuki portal tepat ketika tetua Black Rock Tribe dan beberapa anggotanya masuk terlebih dahulu.


Sekelompok acak gabungan beberapa Knight dari berbagai kelompok yang mana memiliki tingkat kultivasi tinggi dan merupakan orang-orang yang bisa bisa dikatakan eksistensi puncak di wilayah Gurun Kematian, kini memasuki Istana Emas dalam satu waktu.


Namun, tepat ketika orang-orang ini masuk, begitu portal tertutup, portal lain tiba-tiba terbuka, kali ini bukan dibawah Istana Emas, melainkan diatasnya. Bersamaan dengan terbukanya portal tersebut, Istana Emas bergerak perlahan melayang keatas, memasukinya.


*Wunggggg….!!!!


Suara dengungan keras kembali terdengar, kini menjadi pertanda bagi menghilangnya Istana Emas.


Melihat kejadian tersebut, ribuan orang yang sebelumnya sedang berkumpul di bawah Istana Emas, menatap kearah langit tempat dimana Istana Emas menghilang dengan pandangan kosong.


"Apa yang terjadi? Bagaimana dengan nasib orang-orang yang tadi masuk?" Ucap tetua Red Rock Tribe.

__ADS_1


__ADS_2