Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Hanya Lewat


__ADS_3

"Baiklah, sekarang item kesembilan!"


"Masih berhubungan dengan atribut kegelapan! Ini adalah Kristal Beast dari salah satu Demonic Beast yang memiliki pertumbuhan tingkat Special!"


"Pemiliknya menemukan mayat dari Demonic Beast ini di pedalaman Jurang kematian, ketika melakukan eksplorasi yang mengorbankan banyak nyawa dari anggota kelompoknya!"


Ketika Liu Wei menyampaikan ini, aula lelang yang awalnya masih berisik mendiskusikan Sisik Hydra yang baru saja terjual. Kini kembali tenang.


"Tuan-tuan sekalian, inilah Kristal Beast dari Kalajengking malam!" Kata Liu Wei, menutup perkenalannya, kemudian menarik kain merah.


Setiap orang kini kembali terfokus kearah panggung lelang, melihat Kristal berwarna hitam pekat yang ada di atas nampan perak.


"Tawaran pembuka untuk item ini! Sama dengan Sisik Hydra sebelumnya! Yakni 500.000 Mutiara Mana Perunggu!"


Para peserta lelang terlihat sangat tertarik, namun tampak tak terlalu berlebihan. Bagaimanapun juga, ini adalah Kristal Beast, berbeda dengan sisik Hydra yang bisa ditempa untuk menjadi armor dan kemudian bisa digunakan oleh setiap orang. Meskipun memang fungsinya akan kurang maksimal bila pemakainya tak memiliki atribut kegelapan. Namun tetap saja, berguna bagi pemakainya untuk melawan Knight atau Beast pengguna atribut kegelapan yang sangat merepotkan.


Kristal Beast sendiri hanya akan berguna bagi mereka yang benar-benar memiliki atribut kegelapan, karena cuma orang-orang dengan atribut inilah yang bisa menyerapnya.


Ketika orang-orang masih terdiam, Arthur yang awalnya tiduran santai disamping Theo, kini tampak berdiri dari kursinya.


"Boss…! Kali ini kuambil janjimu! Aku menginginkan Kristal Beast ini!" Jawab Arthur.


"Ohhh… tawar saja!" Kata Theo santai.


Saat ini dia baru sadar bahwa selama bersama dengan Arthur, Theo belum pernah melihat bocah ini mengaktifkan mode Soul Knightnya.


Dan melihat Arthur menginginkan Kristal Beast tersebut, kemungkinannya cuma dua, yakni dia belum berafiliasi dengan Kristal Beast apapun, atau Kristal Beast yang ia serap terlalu lemah. Sehingga dengan harga dirinya yang tinggi, terlalu gengsi untuk mengaktifkannya.


Bagaimanapun juga, sama seperti mencari armor dengan atribut kegelapan, mencari Spirit Beast dengan atribut ini juga tidaklah mudah, karena mereka sangat jarang di temukan.


Sehingga saat ini, Theo yang merasa pemilik atribut kegelapan tidaklah banyak, sehingga perang harga tak akan terlalu sengit, belum lagi dia sedang banyak uang, menjadi tak masalah dengan keinginan Arthur.


"Bagus!" Seru Arthur antusias, tampak ingin mengajukan penawaran, namun sebelum ia sempat membuka harga, seorang dari bilik 13 mendahuluinya.


"1.000.000!"


"Hmmm….?"


Mendengar bilik 13 kembali mengajukan penawaran, setelah menghabiskan banyak uang untuk item sebelumnya, mau tak mau Theo menjadi sedikit tertarik, ia kemudian terlihat ingin mengatakan sesuatu pada Arthur.


"2.000.000!"


Theo belum sempat berbicara sampai Arthur dengan cepat mengajukan penawaran dua kali sekaligus.

__ADS_1


"2.500.000!"


Bilik 13 segera kembali menaikkan tawaran ketika mendengar Arthur memasang harga.


"4.000.000!"


Namun, hanya dalam sepersekian detik, Arthur tanpa menunda dan tanpa berkedip sekalipun, mengajukan tawaran lebih tinggi tiga kali.


"Hmmm…. 4.500.000!"


Bilik 13 kembali menaikkan tawaran.


"Arthur….!"


Theo ingin mengingatkan Arthur agar tak terlalu terpancing, sehingga mampu melihat kedalaman kantong lawannya, namun belum sempat Theo menyelesaikan kata-katanya…


"7.000.000!" Teriak Arthur lantang, penuh kepercayaan diri.


Mendengar itu, Theo segera membelalakkan mata. Kemudian melihat kearah bilik nomer 13. Berharap orang yang ada di balik bilik ini tak menaikkan harga lagi.


Sama seperti Theo, setiap orang kini juga melihat kearah bilik 13, namun berbeda dengan Theo, para peserta lelang ini berharap pemilik bilik menaikkan harga lagi, untuk memeriahkan suasana.


"Hahaha… kenapa terdiam? Kau sudah kehabisan uang?" Kata Arthur lantang, ketika bilik 13 tak segera memberi tawaran lebih tinggi.


Mendengar Arthur meneriakkan kata-kata provokasi, Theo menjadi sangat kesal dengan kelakuan bocah ini, dan segera memukul kepalanya.


"Boss…!!!!" Dengus Arthur kesal, tak mengerti kenapa Theo memukulnya.


"Diam kau idiot! Bukan seperti itu cara melakukan penawaran!" Bentak Theo.


"Hihihihihi….."


Sementara Theo tampak kesal, wanita pendamping bilik yang merasa kejadian di depannya ini sangat lucu, tak bisa menahan tawanya.


"Woaahhh…..!!!"


"Jangan mau kalah!"


"Tawar lebih tinggi lagi!"


"Kau pasti bisa!"


Mendapat stimulan kata-kata provokasi dari Arthur, aula lelang segera pecah dengan suara riuh, memberi semangat kepada bilik nomer 13 untuk menaikkan tawaran, agar mendapat hiburan lebih jauh lagi.

__ADS_1


"Sialan! orang-orang ini….." Mendengar itu, Theo menjadi semakin kesal. Dia menatap kearah orang-orang yang masih riuh ini sebentar, kemudian kembali fokus kearah bilik nomer 13.


"Hahhaha… mohon maaf, sepertinya kali ini saya akan mundur! Tuan yang ada di bilik 17, silahkan ambil Kristal Beastnya!" Jawab pemilik bilik nomer 13. Setelah diam untuk beberapa saat.


"Huuuhhhh…..!!!!"


"Membosankan sekali!"


"Kau tak punya jiwa yang membara!"


Teriakan kecewa dari para peserta lelang segera menggema begitu bilik 13 memutuskan mundur dari penawaran.


"Hahhhh….!"


Sementara Theo, kini mulai bernafas lega, karena pesaing Arthur memutuskan untuk mundur.


"Lain kali biar aku yang menawar bila kau menginginkan sesuatu!" Dengus Theo, terlihat sangat kesal.


"Hmmm… kau sendiri yang bilang padaku untuk menawar sesukaku!" Dengus Arthur balik, tampak tak puas mendapat omelan.


"Diam! Lawanmu itu sebelumnya telah menghabiskan banyak uang untuk membeli Sisik Hydra, dan kemudian tanpa ragu mengajukan tawaran lagi di item selanjutnya!"


"Itu berarti ada dua kemungkinan! Pertama dia sangat kaya! Dan kedua dia adalah orang yang sangat tertarik dengan atribut kegelapan! Dan yang paling buruk adalah, kemungkinan paling besar orang ini adalah gabungan antara dua alasan itu!" Dengus Theo.


"Hmmm… terus kenapa?" Tanya Arthur dengan wajah polos, tampak masih belum paham.


"Kauu… ahh sudahlah!" Gumam Theo, kemudian kembali duduk dikursinya.


"Sialan! 7 juta hanya lewat dan hilang lagi dalam sekejap gara-gara si bodoh ini!" Dengus Theo.


Dari awal bila ia yang mangajukan tawaran, dengan sedikit strategi tarik ulur, sekaligus mengukur lawan. Theo yakin bisa membeli Kristal Beast ini dengan harga yang jauh lebih murah.


Tapi si bodoh Arthur malah dengan eksplosif menaikkan harga dengan seenakknya sendiri di ketinggian yang tak masuk akal, hal ini membuat Theo menjadi sangat kesal. Hati seorang pedagangnya seperti sedang di sayat-sayat oleh pisau tajam.


"Hihihihihi…."


Wanita pendamping bilik kembali tak mampu menahan tawanya melihat reaksi kesal Theo, terlebih ketika melihat reaksi polos tak berdosa milik Arthur.


Mendengar itu, Theo melirik sang wanita sebentar, tampak makin kesal, namun tak sampai hati memarahinya. Karena bila posisi mereka dibalik, dia saat ini juga pasti akan tertawa lantang.


"Hahhaha… kalian sungguh hiburan yang menarik! Hahahahhahhaa….!"


Disaat Theo masih sangat kesal, Tiankong kembali keluar dari gelang ruang-waktu, muncul disaat yang sangat tepat untuk memberi taburan garam pada luka di hati Theo dengan tawa kerasnya yang sangat khas.

__ADS_1


__ADS_2