
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Grrrr….!!!"
Theo baru agak jauh memasuki daerah celah perbukitan sampai secara tiba-tiba, ratusan Serigala Gurun Liar tampak keluar dari berbagai arah. Sudah dalam posisi mengepung sepenuhnya.
"Makhluk yang sungguh luar biasa!" Ucap Theo. Begitu melihat ratusan Serigala Gurun yang tampak sangat ganas disekitarnya, menatap lekat kearah Theo dengan tatapan yang penuh kecerdasan.
"GRRRRRR….!!!!"
Saat Theo masih mengamati sekitar, sedikit mengatur pasukan Serigala metaliknya, suara erangan yang sedikit berbeda, dimana sangat mendalam dan memiliki aura kuat, tiba-tiba terdengar dari arah salah satu puncak deretan bukit.
Mendengar hal tersebut, tentu saja Theo segera menoleh kearah sumber suara berasal. Diatas salah satu puncak bukit tak jauh dari posisinya berdiri, ia kini bisa melihat satu Serigala Gurun dengan perawakan tubuh sangat besar, 3 kali lipat ukuran tubuh Serigala Gurun biasa.
Selain ukuran tubuhnya yang tak umum, Serigala Gurun tersebut juga memiliki warna bulu yang berbeda dari kawanannya. Jika Serigala Gurun lain yang saat ini sedang mengepung Theo berbulu coklat muda, Serigala yang ada dipuncak bukit memiliki warna bulu coklat gelap. Cenderung mendekati warna hitam.
Terakhir, yang paling mencolok dan paling memberi perbedaan antara para Serigala Gurun biasa dan yang ada dipuncak bukit tak lain adalah dalam hal aura. Theo bisa merasa aura seekor Spirit Beast kelas A puncak dari makhluk tersebut.
"Hmmmm… Sepertinya yang ada disana adalah pemimpin kawanan Serigala Gurun ini!" Gumam Theo.
"Auuuuuhhhh….!!!!"
Theo masih memikirkan rencana terbaik dan paling cepat apa yang bisa ia gunakan untuk membantai kawanan Serigala Gurun disekitar, namun belum sempat ia menemukan ide, Boss kawanan Serigala Gurun tiba-tiba melolong dengan sangat keras. Diiringi juga mulai menyebarkan aura kuatnya yang semakin lama menjadi semakin intens.
Makhluk tersebut tampaknya cukup cerdik dalam melihat situasi. Merasa mangsanya belum menemukan satu langkah apapun untuk mengantisipasi situasi yang sedang dihadapi, Ia dengan cepat mulai memberi intruksi pada kawanannya.
"Grrrr….!!!"
"Grrr….!!!!"
__ADS_1
"Grrrr….!!!"
Mendengar lolongan pemimpinnya, ratusan Serigala Gurun yang dari tadi hanya diam ditempat selesai mengepung Theo, kini kembali mengerang, sebelum mulai melangkah berjalan disekitar, memutari Theo dan pasukan Serigala metaliknya dengan tatapan tajam penuh ancaman.
Melihat apa yang di lakukan kawanan Serigala Gurun tersebut, Theo yang masih dalam posisi terkepung bukannya memasang ekspresi wajah panik. Justru menjadi antusias.
"Ohhh… ohhh…! Apa ini? Kalian akan membuat satu formasi serangan? Sungguh menarik!" Gumam Theo. Kini mulai merasa kecerdasan dari para Serigala Gurun bukan hanya sedikit diatas rata-rata Spirit Beast pada umumnya. Melainkan sudah mendekati kecerdasan manusia. Satu hal yang sangat jarang terjadi, dimana tentu saja membuat Theo tak bisa untuk tak menjadi begitu antusias
Theo yang sebenarnya sudah menemukan beberapa langkah praktis untuk menghadapi kawanan Serigala Gurun, sekarang malah memutuskan untuk tak melakukan pergerakan apapun. Begitu penasaran dengan langkah atau formasi apa yang hendak di buat oleh kawanan Spirit Beast liar ini.
"Auuuuuhhhh….!!!"
Bersamaan dengan minat dan keingin-tahuan Theo yang semakin menjadi, lolongan keras pemimpin Serigala Gurun kembali terdengar dari atas puncak bukit.
Mendengar lolongan tersebut, ratusan Serigala Gurun yang sebelumnya masih bergerak memutari Theo, segera menghentikan langkah masing-masing. Seperti mengerti apa yang diinginkan pemimpinnya, mereka tiba-tiba bergerak kesatu arah secara serentak.
Kemudian, mengambil langkah melompat tinggi pada dinding bukit, menjadikan dinding-dinding bukit sebagai pijakan, kawanan Serigala Gurun tersebut mendorong tubuh masing-masing untuk menyerang Theo secara bersamaan.
"Woaahhh…!!! Formasi serangan terpusat!" Seru Theo. Dengan ekspresi wajah sangat antusias.
"Kalau begitu aku akan melakukan formasi bertahan terpusat!" Ucap Theo. Setelah itu segera dengan cepat mengatur para Serigala metalik untuk berkumpul dan membentuk satu formasi bertahan raksasa.
Langkah yang diambil Theo, tentu saja menyebabkan bentrok antar dua formasi tak terhindarkan. Dalam bentrok tersebut, formasi bertahan yang dibentuk dari ratusan Serigala metalik tampak sedikit unggul. Meskipun sempat goyah, namun bisa bertahan. Sementara para Serigala Gurun yang melakukan formasi serangan, kini terpental dan tercecer kesegala arah.
"GRRRRR…..!!!!"
"AUUUHHHHHH….!!!"
Merasa formasi serangan terpusat yang dilakukan kawanannya berhasil di patahkan, sang pemimpin Serigala Gurun segera mengeram liar. Tampak marah. Sebelum kemudian kembali melolong dengan sangat keras.
Lolongan keras dari pemimpinnya, kali ini disambut dengan ratusan Serigala Gurun mulai kembali membentuk formasi. Namun tak seperti yang pertama, kali ini mereka membentuk formasi dalam kelompok-kelompok kecil.
Setelah puluhan kelompok kecil sudah terbentuk, mereka sekali lagi melakukan langkah memutari Theo. Kali ini tentu saja dalam gerakan berkelompok.
"Hahahhhaa…! Formasi serangan kombinasi?" Ucap Theo.
*Woooshhhh…!!!
Tepat ketika Theo menyelesaikan kalimatnya, beberapa kelompok Serigala Gurun tiba-tiba melakukakan langkah menerjang kearah Theo dari beberapa sudut berbeda.
__ADS_1
Langkah tersebut, ditanggapi Theo yang memahami benar formasi serangan kombinasi, dengan melakukan formasi bertahan area. Menempatkan Serigala metalik pada kelompok-kelompok kecil, berjaga di berbagai sudut titik buta.
Situasi kembali berkembang menjadi saling bentrok antar dua kubu, Serigala Gurun dengan formasi menyerangnya, sedangkan Serigala metalik Theo masih memasang sikap bertahan.
Perkembangan situasi tersebut bertahan untuk beberapa waktu sampai kemudian, tampak jelas kawanan Serigala Gurun sekali lagi harus menerima kenyataan kalah dalam adu ketahanan formasi.
Hal tersebut membuat pemimpin Serigala Gurun kembali melolong marah, dengan sigap sekali lagi mengganti formasi serangan kawanannya.
"Hahahhah….! Kau benar-benar menarik!" Seru Theo. Tak mau kalah dengan menerapkan berbagai formasi bertahan lain guna mengantisipasi pergerakan lawannya.
Kejadian ini berlanjut terus-menerus. Pemimpin Serigala Gurun seperti tak kehabisan stok formasi serangan. Tapi begitu juga sebaliknya dengan Theo. Ia selalu bisa membuat formasi bertahan yang mampu mematahkan formasi serangan kawanan Serigala Gurun.
Perkembangan situasi tersebut, menyebabkan pertempuran antara kawanan Serigala metalik Theo melawan Serigala Gurun, terlihat seperti sebuah permainan catur dari dua pemimpin kawanan masing-masing.
Satu kejadian yang cukup unik dan bisa dikatakan tak pernah terjadi sebelumnya. Bila ada yang melihat peristiwa menarik ini, dan ia menceritakannya pada orang lain, pastinya sang penutur cerita akan dianggap sebagai orang sinting yang sedang membual.
Sampai pada akhirnya, pemimpin Serigala Gurun yang sudah mulai frustasi dan kehabisan stok formasi serangan. Dengan konyol kini memerintahkan kawanannya untuk membentuk satu formasi bertahan.
Melihat tindakan konyol tersebut, tentu saja Theo tak bisa menahan tawanya. Ia tertawa begitu keras sampai harus memegang perutnya yang mulai terasa kebas.
"Hahhahah…! Hei! Kenapa kalian malah bertahan! Siapa mangsanya disini? Hahhahaha….!" Seru Theo.
Seolah mengerti apa yang dikatakan Theo, pemimpin Serigala Gurun kini justru memasang ekspresi wajah menantang. Seperti sedang berkata bahwa Theo tak akan bisa menembus formasi bertahannya.
"Hahahhaha…!"
Melihat ekspresi pemimpin Serigala Gurun, Theo justru semakin terpingkal-pingkal. Benar-benar terhibur dengan kawanan Serigala Gurun dihadapannya ini.
"Hahhaha…! Bagaimana bisa Zota menyebut kalian sebagai salah satu jenis Spirit Beast paling berbahaya di wilayah Gurun Kematian?" Ucap Theo. Yang kini justru merasa bahwa para Serigala Gurun adalah kawanan Spirit Beast yang menggemaskan.
"Baiklah! Kau merasa formasi bertahanmu tak tertembus? Bagaimana dengan ini?" Ucap Theo, seraya mengayunkan tangannya dengan ringan.
*Woooshhhh….!!!
Bersamaan dengan ayunan tangan Theo, sosok Raja Naga Hitam terbang keluar dari dalam gelang ruang-waktu. Mendobrak keras formasi bertahan yang dibentuk kawanan Serigala Gurun menggunakan ujung ekornya yang berbentuk Gada raksasa.
Selesai melakukan dobrakan keras, Raja Naga Hitam terbang cepat keatas. Membawa hawa mendominasi intens, ia melaju kencang mengarah tepat pada posisi dimana pemimpin Serigala Gurun berada.
Melihat sosok Raja Naga Hitam yang begitu menyeramkan kini sedang menuju kearahnya, ekspresi pemimpin Serigala Gurun segera berubah lucu. Ia menatap kearah Theo dengan tatapan tak terima. Seolah ingin mengatakan bahwa yang dilakukan Theo saat ini adalah curang.
__ADS_1
Ekspresi wajah pemimpin Serigala Gurun tersebut, tentu saja kembali membuat Theo tak bisa menahan tawanya. Ia jatuh berlutut dengan tawa terpingkal-pingkal sambil memegang perutnya yang mulai sakit.