Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
330 - Evaluasi


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Sasi, berapa lama aku tertidur?" Tanya Theo, begitu membuka mata untuk pertama kali.


"23 jam, 4 menit, 36 detik tuan!" Jawab Sasi.


"Hmmm… Hampir sehari penuh!" Ucap Theo. Seraya mulai mengambil posisi duduk bersila.


Tanpa berkata-kata lagi, Theo mengeluarkan beberapa Pill obat dari dalam Spacial Ring. Dengan lahap memakan Pill tersebut.


Setelah dirasa kondisi tubuhnya mulai membaik, Theo melanjutkan dengan kegiatan mengisi perut, ia begitu kelaparan karena sudah terhitung 3 hari dari terakhir kali memakan sesuatu.


Begitu perutnya kenyang, Theo menghabiskan waktu hanya dengan tiduran santai sambil melihat puluhan Boneka Bernyawa di sekitarnya. Untuk sesaat ingin menikmati hasil kerja kerasnya dalam beberapa minggu terakhir. Sebelum kemudian melanjutkan dengan mengisi kembali simpanan Mana di dalam Element Seednya yang telah kosong.


***


(Satu jam kemudian)


"Masih ada sekitar satu minggu dari sekarang sebelum batas waktu satu bulan latihan tertutup yang telah kutetapkan untuk kumpulan br3ngsek tak tahu diri diluar berakhir!" Gumam Theo.


Selesai bergumam, Theo tampak berfikir untuk sesaat sebelum mengayunkan tangan ringan. Dari dalam Gelang ruang-waktu, ia mengeluarkan setumpuk besar bahan obat yang sebelumnya ia beli dari Gaia Treasure.


"Sebaiknya aku menggunakan waktu yang tersisa untuk melakukan proses meracik obat!" Ucap Theo. Kini memutuskan untuk menyibukkan diri dalam proses Alchemy.


***


(Satu minggu kemudian)


*Wunggggg….!!!


Sebuah suara dengungan keras, tiba-tiba terdengar diatas langit tempat perkemahan Bandit Serigala berdiri.


Bersamaan dengan suara tersebut, sebuah Istana Emas perlahan keluar dari dalam satu portal ruang aneh yang terbentuk secara tiba-tiba.


"Para b4jingan tengik! Aku kembali!"


Saat setiap anggota Bandit Serigala masih menatap keatas langit dimana Istana Emas terbang melayang ringan. Suara keras Theo terdengar membahana.


Dan begitu suara Theo terdengar, ekspresi wajah setiap orang segera berubah. Ada yang memasang wajah panik, ada yang tampak cemas, ada pula yang terlihat antusias.

__ADS_1


*Tap…!


Dibawah tatapan setiap anggotanya, Theo melompat dari dalam Istana Emas. Mendarat dengan mantap pada tanah yang berada tepat di tengah perkemahan.


"Boss! Akhirnya kau keluar!" Teriak Razak. Dia adalah satu dari sedikit orang yang memasang wajah antusias begitu mendengar suara Theo.


Ditemani Syakira yang mengekor dibelakang, Razak berlari cepat menuju kearah Theo.


"Ohhh…! Razak! Kau tak pernah mengecewakanku!" Ucap Theo, begitu melihat kultivasi Razak kembali berkembang pesat dalam waktu satu bulan.


Razak yang sebelumnya merupakan Immortal tahap awal, kini telah naik ke tingkat Immortal tahap Bumi puncak. Hampir mencapai Immortal tahap Langit.


"Tentu saja Boss! Aku terus mengawasinya! Tak membiarkan ia bermalas-malasan sedikitpun!" Jawab Syakira. Dengan ekspresi wajah ceria.


"Ahhh.. Syakira! Seperti biasa! Kau gadis yang bisa diandalkan!" Sahut Theo, seraya mulai mengusap lembut kepala Syakira.


"Apa yang kau katakan? Bahkan bila kau tak melakukan apapun, aku tetap akan berlatih dengan giat!" Dengus Razak, memasang ekspresi wajah tak senang.


Mendengar kata-kata Razak, Syakira segera memanyunkan bibirnya. "Yahh... Yahh… Amat sangat giat sampai lupa makan! Jika tak ada aku yang mengawasimu, kau mungkin tanpa sadar akan mati kelaparan dalam latihanmu!" Sergah Syakira. Dengan ekspresi wajah sengit.


"Hahaha…!!! Sudah! Pokoknya kalian berdua adalah yang terbaik!" Ucap Theo.


*Booommmm….!!!!


Theo masih menatap riang dua bocah dihadapannya sampai kemudian suara ledakan keras terdengar di luar area perkemahan.


Mendengar suara ledakan tersebut, Theo segera bergumam dan mulai mengerutkan kening. Namun, berbeda dengan ekspresi Theo. Razak, Syakira dan seluruh anggota Bandit Serigala, justru tampak tak terganggu dengan suara ledakan.


"Boss! Suara ledakan tersebut berasal dari latih tanding yang sedang di lakukan Thomas, Hella, dan Snakewoman!" Ucap Razak menjelaskan sebelum Theo sempat bertanya.


"Snakewoman?" Tanya Theo heran, begitu mendengar nama asing yang membuat telinganya sedikit tak nyaman karena sangat aneh.


"Ohhhh… Dia adalah…"


Razak segera kembali menjelaskan dengan suara berbisik saat Theo bertanya.


"Apa-apaan! Hahhahaha…! Aku bisa mengerti jika ia ingin menyembunyikan identitasnya! Tapi kenapa harus memilih nama yang begitu aneh? Hahhahhahahha…!!!" Ucap Theo, tak bisa menahan tawanya saat mendengar bahwa Snakewoman adalah Gerel.


Theo bisa memahami bahwa dengan identitas Gerel sebagai nona muda pertama Barbarian Tribe, itu akan menjadi masalah rumit bila ada yang tau bahwa ia sekarang menjadi anggota kelompok Bandit. Karena sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Barbarian Tribe adalah kelompok yang memimpin seluruh Tribe di wilayah Gurun East Region untuk melakukan pembersihan kelompok Bandit.


Jadi, akan lebih baik bila ia menyembunyikan identitasnya ketika sedang bersama kelompok Bandit Serigala. Namun yang menjadi pertanyaan Theo, dari sekian identitas bebas yang bisa dipilih, kenapa ia justru mengambil nama yang begitu aneh.


"Benar-benar selera yang buruk! Hahhaha…!" Ucap Theo sekali lagi, tak bisa menahan untuk tak tertawa.


***


(Beberapa saat kemudian)


"Baiklah! Kelompok Bandit Serigala! Dengarkan aku!" Seru Theo lantang.

__ADS_1


"Sekarang juga buat barisan dan berdiri dihadapanku!"


Setiap anggota Bandit Serigala masih tampak bingung dengan maksud intruksi Theo, namun mereka sama sekali tak berani bertanya. Mulai mengambil posisi berbaris dihadapan Theo sesuai instruksinya.


Dipimpin oleh para wakil ketua berada dibarisan paling depan, antrian sangat panjang kini tercipta di depan Theo.


"Boss! Apa selanjutnya?" Tanya Bandit tua, yang merupakan salah satu dari beberapa mantan ketua Bandit lain yang di rekrut dan ditunjuk Theo sebagai wakil ketua Bandit Serigala.


Mendengar pertanyaan pria tua di hadapannya, Theo tak segera memberi jawaban, hanya memandang dengan seksama kearah wajahnya. Sebelum dengan gerakan cepat, menaruh ujung jari telunjuknya yang telah diselimuti aliran Mana Cahaya pada kening pria tua tersebut.


"Kau akhirnya bisa mencapai kelas King setelah sekian lama tertahan dipuncak Kelas General Surga!" Ucap Theo.


"Itu semua berkat ramuan obat yang kau berikan Boss!" Jawab sang wakil ketua, dengan senyum lebar di wajahnya. Tampak sangat bahagia dimana ia akhirnya mampu menembus ke kelas yang selama ini ia impikan.


"Hmmmm… Kenapa begitu senang! Kau memerlukan puluhan tahun hanya untuk mencapai kelas King! Dan setelah mencapainya, kau tampak begitu berpuas diri!" Ucap Theo.


"Dalam waktu 3 tahun, kau harus berkembang lebih jauh lagi dan mencapai kelas Emperor!"


Mendengar kata-kata Theo, wakil ketua dihadapannya segera memasang ekspresi wajah bergetar.


"Boss! Itu mustahil! Perlu waktu puluhan tahun bagiku mencapai titik ini! Dan kau sekarang meminta agar aku bisa mencapai kelas Emperor dalam 3 tahun? Apa kau sedang ingin menghinaku! Dengan usia saat ini…"


"Diam!"


Belum sempat pria tua menyelesaikan keluhannya, Theo memotong.


"Perlu puluhan tahun untuk mencapai kelas King itu karena kau salah dalam melakukan proses kultivasi!"


"Element Seed atribut tanah milikmu memiliki kontur jenis lembut!" Ucap Theo.


"Jenis lembut?" Gumam pria tua, sambil mulai mengerutkan keningnya. Baru pertama kali ini mendengar apa yang dikatakan Theo.


"Dengan beberapa luka yang terlihat pada Element Seedmu, bisa kutebak selama ini kau selalu melakukan proses kultivasi dengan cara memadatkan Mana Tanah secara intens terlebih dahulu, sebelum menyerapnya! Apakah itu benar?" Tanya Theo.


Pertanyaan Theo, segera disambut dengan anggukan oleh pria tua. Selama ini ia memang memadatkan terlebih dahulu Mana tanah yang akan ia serap.


"Kau mungkin berfikir dengan memadatkan Mana Tanah terlebih dahulu, itu akan membuat proses kultivasi yang kau lakukan bisa berjalan lebih cepat!"


"Namun pada kenyataannya, itu benar-benar salah total! Kepadatan Mana tanah malah membuat Element Seedmu yang memiliki kontur lembut terluka secara perlahan. Menyebabkan proses kultivasi bukannya berjalan cepat, malah melambat seiring berjalannya waktu!"


Kata-kata Theo, segera membuat pria tua terhenyak.


"Sekarang, ambil pill obat ini, makan secara teratur setiap 2 jam saat kau sedang berkultivasi! Dan ingat untuk tidak memadatkan Mana tanah yang kau serap! Lakukan sebaliknya! Perhalus Mana Tanah tersebut! Dengan begitu, kultivasimu akan berkembang pesat!"


"Mencapai Emperor dalam 3 tahun, bukanlah mustahil bila kau melakukan intruksiku dan bekerja keras!" Tutup Theo. Dengan sorot mata tajam.


Mendengar itu, sorot mata sang pria tua segera menjadi terang, tanpa menunda mengambil Pill obat dan mencari tempat untuk berkultivasi.


Dengan pria tua sebagai pembuka, Theo melanjutkan memeriksa dan melakukan observasi untuk mengevaluasi serta memberi arahan pada setiap anggota Bandit Serigala.

__ADS_1


__ADS_2