
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Tuan muda, maaf sudah membuat anda menunggu." Kata salah satu tetua.
Tetua yang baru saja berbicara memiliki perawakan seperti Aurelio, bertubuh kurus dan berkulit sawo matang.
Melihat salah satu tetua mengucapkan salam dengan sopan, Theo secara reflek berdiri dan memberi salam balik, selayaknya junior menghormati seniornya. Sementara Aria masih duduk bersikap tak peduli.
Sikap tak hormat Aria membuat Theo agak tak nyaman, dia segera menendang kaki Aria, memberi kode untuk mengikutinya bersikap sopan.
"Apa??" Aria mendengus kesal ketika kakinya di tendang, terlihat tak memahami maksud Theo.
"Hahhh.. lupakan!" Kata Theo.
Sementara kedua tetua yang melihat Theo bersikap sopan, langsung mendapat kesan baik kepadanya.
"Tuan muda, silahkan duduk kembali, tak perlu terlalu sungkan." Kali ini tetua berperawakan kekar berkulit gelap yang berbicara. Senyum hangat menghiasi wajahnya.
Theo sedikit merasa lega mengetahui kedua tetua tak terlalu mengambil hati terhadap sikap tak sopan Aria, dia mengikuti arahan untuk kembali duduk sambil memberi senyum hangat balik.
Setelah Theo kembali duduk, kedua tetua juga ikut duduk, mereka mengambil tempat di kursi utama ruangan.
"Aurelio, Arsega, kalian bisa undur diri." Perintah tetua.
"Siap!" Jawab Aurelio dan Arsega serentak. Sejenak kemudian mereka melangkah meninggalkan ruangan.
Kini di dalam ruangan hanya menyisahkan kedua tetua bersama Theo dan Aria yang masih belum mengerti alasan mereka diundang kedalam desa tersembunyi ini.
Theo sebenarnya penasaran dan memiliki banyak pertanyaan, selain alasan diundang, dia juga penasaran dengan lukisan dari keempat Guardian Beast yang terpajang dengan megah di ruangan itu. Namun ia tak memiliki keberanian untuk memulai obrolan, posisinya sebagai tamu hanya memungkinkan untuk bersikap pasif di hadapan kedua tetua ini.
__ADS_1
Setelah beberapa waktu hening, salah satu tetua mulai membuka obrolan.
"Sebenarnya kami sedikit kesusahan menjelaskan alasan kami mengundang tuan muda untuk datang ke desa ini." Kata tetua bertubuh kurus.
"Aurelas, sebaiknya kita memperkenalkan diri dahulu, kurasa tuan muda ini masih cukup canggung dengan kita yang masih asing baginya." Kata tetua bertubuh kekar.
"Ahhh, itu benar, maafkan ketidak sopananku!" Kata tetua bertubuh kurus.
"Tetua, tolong jangan terlalu sungkan." Theo segera memberi jawaban sopan melihat sikap tetua tersebut.
"Hahaha, sungguh anak muda yang punya sikap rendah hati. Padahal kudengar dari Aurelio dan Arsega, kemampuanmu sebagai Knight sangat luar biasa." Kata tetua bertubuh kekar mencairkan suasana dengan memuji Theo.
"Itu benar, bahkan Aurelio selalu saja membahas dan memuji kemampuanmu di bidang formasi semenjak dia kembali kedesa. Kudengar kau hampir bisa memecah formasi segel pelindung desa! Itu sungguh luar biasa!"
"Sungguh jarang ada bakat muda yang berbakat sepertimu memiliki sikap rendah hati seperti ini." Kata tetua bertubuh kurus, ikut memuji.
Mendapat pujian dari kedua tetua, Theo yang sudah matang usia mentalnya, hanya memasang senyum sederhana. Menerima semua pujian dengan rendah hati.
Melihat sikap Theo, kedua tetua saling berpandangan sejenak, kemudian saling tersenyum. Mereka semakin terkesan dan kagum dengan pemuda di hadapan mereka.
"Baiklah, perkenalkan, namaku Aurelas, aku adalah kepala Klan dari Klan Agila." Kata tetua bertubuh kurus, memperkenalkan diri.
"Pria tua yang rendah ini adalah Arsegio, aku adalah ketua Klan dari klan Asura." Tetua bertubuh kekar ikut memperkenalkan diri.
Setelah memberi salam, Theo menyikut pinggang Aria, kemudian melotot kepadanya.
"Hmmmm…." Aria tampak tak puas. Namun akhirnya menurut.
"Namaku adalah Aria Braveheart, dari House of Braveheart yang agung. Salam kenal." Kata Aria, memberi salam ala kadarnya.
"Kau inii…" Gumam Theo kesal, merasa tak puas dengan cara pengenalan Aria.
"Apa lagi?" Bentak Aria.
"Haahhhh, lupakan! kedua tetua, mohon maaf atas sikap gadis ini." Kata Theo.
"Sudahlahh, sudah... Tidak apa-apa, sepertinya istri tuan muda sedang tidak dalam mood yang baik." Kata ketua Aurelas. Senyum hangat masih menghiasi wajahnya.
"Istri?" Theo tertegun sejenak mendengar kata istri, kemudian hendak akan menjelaskan. Namun Aria mendahuluinya.
__ADS_1
"Yahh, kadang dua orang yang sudah tua lebih berpengalaman membaca suasana hati dari pada calon suami yang bodoh." Dengus Aria.
"Ahhh, jadi begitu, nona muda adalah tunangan tuan muda." Kata ketua Arsegio.
"Tunangan?" Theo kembali tertegun, namun lagi-lagi Aria mendahului mengambil tempat berbicara.
"Itu benar!" Kata Aria ketus. Kemudian mulai menatap Theo tajam dan dingin. Tak memberi ruang pada Theo untuk memberi penjelasan.
"Inii…." Theo hendak menyangkal dan memberi penjelasan. Namun kali ini Tiankong ikut berbicara.
"Ingat sumpah langitmu, ingat iblis hati yang pernah kusinggung." Kata Tiankong, tersenyum dingin.
Kali ini Theo tak bisa menjawab apapun lagi, mulai menjambak rambutnya, terlihat sangat frustasi.
**
Setelah perkenalan canggung yang terjadi, kedua ketua klan menjamu Theo dan Aria dengan jamuan makan sederhana.
Saat ini, setelah jamuan makan selesai, ketua Aurelas kembali membuka obrolan, dan menyampaikan maksud sebenarnya kenapa mereka mengundang Theo untuk memasuki desa.
Dia memulai penjelasannya dengan menceritakan sejarah kedua Klan kuno. Kedua klan kuno sudah menjadi sekutu sejak awal pendiriannya, ini berkaitan dengan perjanjian dan sumpah darah untuk menjadi saudara angkat yang dilakukan oleh kedua pendiri klan.
Pada awal pendiriannya, kedua klan ini dengan mudah melejit ke ketinggian, desa tersembunyi yang mereka bangun berkembang menjadi salah satu kekuatan yang paling di pertimbangkan pada jamannya.
Hal ini tak lepas dari fakta bahwa kedua kepala suku pendiri yang saling mengangkat saudara adalah seorang True Knight dengan Guardian Beast sebagai hewan mistis kontrak mereka. Dengan bersatunya dua pengontrak Guardian Beast, tak ada yang berani meremehkan desa tersembunyi.
Karena kedua ketua klan nya merupakan seorang True Knight, seluruh anggota klan yang sangat mengagumi pemimpin mereka, memutuskan untuk mengikuti menjadi seorang True Knight. Desa tersembunyi kemudian mulai di kenal sebagai desa dengan kumpulan True Knight yang sangat tangguh. Dan menjadi acuan serta pedoman dari semua True Knight yang ada pada jaman itu. Desa tersembunyi menjadi seperti tempat suci bagi semua True Knight.
Dewa sendiri seperti mengamini bahwa desa tersembunyi adalah tempat suci bagi True Knight, ini tak lepas dari hal unik yang terjadi pasca meninggalnya kedua kepala klan pendiri. Entah kenapa setiap ada pengontrak Guardian Beast yang meninggal, akan muncul Guardian Beast lain yang berhasil di kontrak oleh anggota suku. Tradisi kemudian menjadikan siapapun yang berhasil mengontrak Guardian beast, akan menjadi kepala Klan selanjutnya.
Hal ini berlanjut terus menerus dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Membuat pamor dari desa tersembunyi bertahan begitu lama dalam beberapa dekade. Namun lama kelamaan, orang-orang dari desa tersembunyi yang di mabukkan oleh kejayaan desa nya, mulai bertindak congkak dan sombong, mereka bertindak semena-mena dan melakukan penjajahan serta penindasan di wilayah sekitarnya.
Sampai akhirnya ada seorang ahli nujum tua renta yang mengunjungi desa, dengan keras dia mengkritik dan menentang sikap orang-orang desa tersembunyi. Merasa tersinggung, ketua Klan desa tersembunyi waktu itu memerintahkan untuk menangkap dan mengeksekusi ahli nujum tua ini di depan publik.
Sebelum di eksekusi, ahli nujum yang di beri kesempatan untuk menyampaikan kata-kata terakhirnya, mulai berbicara aneh seperti orang gila, matanya menerawang jauh dan mulutnya mengucapkan suatu kata komat-kamit yang tak di mengerti. Sampai akhirnya dia terdiam, kemudian tiba-tiba tertawa lantang seperti orang gila.
Ahli nujum ini mengatakan suatu ramalan, dalam ramalannya dia melihat bahwa suatu saat dewa akan menarik berkahnya, tak membiarkan desa tersembunyi memiliki Guardian Beast lagi, ketika hal itu terjadi, Demonic Beast mengerikan akan datang dan menghancurkan desa tersembunyi.
Dewa kemudian juga akan mengutuk setiap anggota tersembunyi tak akan bisa meninggalkan desa nya terlalu jauh, hidup terkurung dalam ribuan tahun. Mereka hanya bisa lepas dari kutukan bila ada pengontrak Guardian Beast lain yang mengunjungi desa tersebut.
__ADS_1
Setelah mengatakan ramalan tersebut, ahli nujum tua berhenti tertawa, dan melihat kearah langit dengan tatapan ngeri. Bersamaan dengan itu, langit menggelegar hebat beberapa kali, dan kemudian kembali menjadi cerah.
Suasana sempat hening, namun ketua klan yang merasa langit menertawakan ramalan ahli nujum tua dengan gelegarnya, mulai tertawa keras. Hal ini diikuti oleh semua anggota klan. Seluruh anggota klan tertawa mengejek kearah ahli nujum, beberapa saat kemudian ketua klan memberi perintah eksekusi. Ahli nujum tua akhirnya mati, terpenggal kepalanya.