
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Ruang penempaaan Benteng Osiris)
Selayaknya sebuah suku yang memiliki garis keturunan seluruhnya di karuniai oleh cinta dari Mana Besi, sebagian besar anggota suku Osiris ketika masih dalam masa kejayaannya, memiliki ketertarikan lebih pada segala macam hal yang berkaitan dengan besi. Salah satunya tentu saja adalah penempaaan.
Pada masa puncak kejayaan suku Osiris, selain terkenal dengan para Meridian Knight mereka yang sangat tangguh, Suku Osiris juga terpandang karena dianggap sebagai pelopor dari berbagai macam teknik penempaaan terbaru. Hampir sebagian besar anggota suku Osiris, adalah para penempa paling handal di masa tersebut.
Para Knight dari Region lain Gaia Land yang berkunjung kewilayah Gurun East Region, bisa dipastikan akan hanya ada dua tipe orang. Yakni penempa yang ingin belajar dan berguru pada para expert suku Osiris, atau para True Knight yang ingin mempelajari segala macam ilmu tentang Spirit Beast pada Suku Thousand Beast.
Dari fakta-fakta tersebut, tidak heran jika saat ini, ketika Theo memasuki ruang penempaaan milik suku Osiris, pemandangan yang menyambut segera membuat jiwa seorang penempa di dalam hatinya berdebar kencang.
"Kalian sungguh luar biasa! Bisa kubayangkan bagaimana saat-saat ketika ruang penempaaan ini sedang dalam masa puncaknya! Para penempa terbaik pasti sedang berkumpul di satu tempat, berlomba membuat item-item berkualitas tinggi!" Gumam Theo. Seraya memandang takjub berbagai hal yang ada di dalam ruang penempaaan.
Selain sangat luas, ruang penempaaan milik suku Osiris merupakan tempat dengan peralatan paling lengkap yang pernah di lihat Theo. Itu bahkan jauh lebih lengkap dari ruang penempaaan milik Desa Tersembunyi.
"Selain sangat lengkap dan berjumlah banyak, kualitas alat-alat ini benar-benar luar biasa!" Gumam Theo. Begitu berjalan mendekat kearah salah satu tungku penempaaan. Menyentuh untuk memeriksa kualitasnya.
"Tentu saja! Bagaimanapun juga, kami adalah suku yang tersohor dengan para penempanya yang handal! Jadi setiap Khan yang memimpin, akan memberi perhatian khusus untuk ruang penempaaan ini!" Ucap Tuan Leluhur, yang tampaknya sudah dari awal menunggu kedatangan Theo di dalam ruang penempa.
"Setiap peralatan yang ada disini, terbuat dari bahan-bahan berkualitas nomer satu!" Tutup Tuan Leluhur, dengan intonasi nada penuh kebanggaan.
"Hahhaha….! Setelah melihat dengan mata kepala sendiri, aku tak akan meragukan statementmu itu!" Jawab Theo.
"Jadi, bagaimana kita mengaktifkan mekanisme ruang penempaaan ini?" Tanya Theo.
__ADS_1
"Ada satu formasi segel yang terukir pada dinding bagian utara! Hanya perlu mengalirkan Mana Besi pada formasi tersebut, maka mekanismenya akan aktif!" Jawab Tuan Leluhur.
"Biar aku saja!" Sahut Razak cepat. Mengambil alih tugas mengaktifkan mekanisme ruang penempaaan.
Tanpa menunda, setelah mengatakan hal itu, Razak bergerak cepat melompat menuju sisi utara ruangan. Ukuran ruang penempaaan yang cukup luas, menyebabkan Razak butuh beberapa kali lompatan agar bisa sampai pada dinding yang tadi di maksud oleh Tuan Leluhur.
*Wuuungg….!!!
Sebuah suara dengungan ringan terdengar begitu Razak mengalirkan Mana Besi pada formasi dinding utara. Sebelum akhirnya, dinding mulai menyala terang.
*Dentang….!!!
*Dentang….!!!
*Dentang…..!!!
*Baaammmm….!!!
Hampir bersamaan dengan menyalanya mekanisme formasi, beberapa suara berdentang yang berasal dari logam-logam saling berbenturan dan mulai berderak, terdengar dari balik dinding dan lantai ruang penempaaan. Ditutup dengan satu suara berdebam keras saat dua patung raksasa pejuang Suku Osiris yang berada tepat di tengah ruangan, mulai membuka kedua mulutnya.
Suhu udara di sekitar seketika menjadi lebih panas saat aliran lava yang seperti tak ada habisnya, mulai mengisi satu persatu tungku yang ada dalam ruangan.
"Hmmmmm… Aroma yang sungguh nikmat!" Gumam Theo. Saat kini mencium bau khas dari besi-besi yang mulai terpanggang oleh hawa panas intens dari lava.
"Boss! Sudah beres! Kau bisa memulai kapan saja!" Lapor Razak. Begitu kembali kesisi Theo.
"Razak! Sebagai keturunan Suku Osiris, apa kau tak punya minat pada penempaaan?" Tanya Theo.
"Itu… Sebentar aku selalu suka ketika melihat proses penempaaan sedang berlangsung! Namun aku tak tahu harus memulai dari mana!" Jawab Razak.
"Bagus! Karena ada Tuan Leluhur yang menemanimu sekarang, kau seharusnya tak perlu bingung lagi memulai dari mana, ia bisa memberi bimbingan!" Ucap Theo, seraya menoleh kearah Tuan Leluhur.
"Tentu saja! Sebagai keturunan terakhir Suku Osiris, terlebih kau juga bisa dibilang adalah Khan Suku Osiris generasi saat ini, ilmu penempaaan adalah satu hal yang wajib kau pelajari!" Jawab Tuan Leluhur.
"Hehehe…! Itu sempurna! Dengan semua perlengkapan yang begitu lengkap dan berjumlah sangat banyak, akan sangat di sayangkan jika ruang penempaaan ini tak di maksimalkan!"
__ADS_1
"Karena bisa kulihat, meskipun divisi penempa yang ada dalam kelompok berkembang cukup baik saat anggota kelompok Bandit Sanir bergabung, namun itu bisa dibilang tak terlalu memuaskan!" Ucap Theo.
"Kita perlu menambah para expert dalam bidang penempaaan agar divisi penempa tak tertinggal dari divisi lainnya! Dan kurasa, kau memiliki potensi yang cukup bagus! Ketika saatnya tiba, aku akan menjadikanmu sebagai wakil pemimpin divisi penempa!"
"Lagipula, kau perlu mempunyai kegiatan lain! Terus berlatih adalah hal bagus! Tapi kau juga harus menyalurkan bakat lain dalam darahmu!"
"Percayalah, menghabiskan waktu untuk hal yang kau gemari, tak akan pernah membuat perkembangan latihanmu terganggu! Itu justru akan memberimu beberapa inspirasi lain yang jarang muncul ketika sedang berlatih!"
"Dengan pikiran segar dan penuh inspirasi, beberapa hambatan yang menggangu dalam proses kultivasi, akan bisa di atasi! Kau juga mungkin akan menemukan beberapa gerakan baru untuk mengimprovisasi teknik-teknik bertarung yang telah kau kuasai! Membuatnya menjadi semakin beragam dan tak mudah di baca lawan!" Tutup Theo.
"Hmmmm… Boss! Aku akan menuruti semua intruksi yang kau berikan!" Jawab Razak singkat.
Satu jawaban yang entah kenapa justru membuat Theo yang mendengarnya, menjadi sedikit kesal.
"Hmmmm… Jangan cuma menurut! Apa kau tak memiliki pertanyaan atau sanggahan?" Tanya Theo.
"Tidak!" Jawab Razak. Semakin singkat.
"Terserah kalau begitu!" Ucap Theo. Meskipun semakin kesal, memilih untuk mengabaikan. Kini mulai kembali melihat sekitar. Mencari spot dari ratusan tungku penempaaan yang menurutnya nyaman untuk di pakai.
"Tuan! Jika itu hanya memberi arahan pada Razak dalam bidang penempaaan, maka tak perlu makhluk itu yang membimbing! Aku akan melakukannya!"
Theo masih melihat sekitar, sampai kemudian, Sasi tiba-tiba muncul di sebelahnya.
"Ohhh… Jika kau mau melakukannya, maka silahkan! Akan lebih baik jika banyak yang ingin membantu!" Jawab Theo.
"Dia adalah anggota Sukuku! Keturunan terakhirku! Jadi, tak perlu ada orang lain yang memberi arahan!" Tanggap Tuan Leluhur cepat. Setelah Theo menyelesaikan kalimatnya. Tampak keberatan dengan permintaan Sasi.
"Hmmmm… Memang bimbingan seperti apa yang ingin kau berikan? Bagaimanapun juga, sehebat apapun suku Osiris dalam bidang penempaaan, itu tak akan bisa dibandingkan dengan kami para Goblin yang merupakan expert dalam bidang tersebut di realm yang lebih tinggi!" Sahut Sasi, dengan intonasi nada meremehkan.
"Hahhaha…!!! Sudah! Kalian berdua, lebih baik menyalurkan energi dengan sedikit bermanfaat! Dari pada sibuk berdebat dan mengucapkan kalimat kosong saling meledek, kenapa tak berkompetisi saja!" Ucap Theo.
"Jadikan Razak sebagai arena kompetisi! Turunkan ilmu penempaaan terbaik milik kalian padanya! Nanti kita lihat, menurut Razak, teknik penempaaan mana yang lebih baik!" Tutup Theo. Memberi satu saran unik untuk menengahi situasi.
Satu saran yang segera disambut dengan Tuan Leluhur dan Sasi saling tatap. Dalam diam, menyepakati ide Theo.
__ADS_1