
Catatan penulis :
Selamat malam, dalam catatan kali ini, penulis cuma mau sedikit mengingatkan, bahwa besok malam, bersamaan dengan rilis chapter terbaru, akan saya umumkan pemenang dari event Spin Off.
Pemenangnya adalah 3 besar vote tertinggi (Yang telah memfollow back saya, untuk keperluan komunikasi) dan juga 3 pembaca beruntung yang saya pilih dari kolom komentar.
Mengenai batas waktunya, untuk 3 besar vote tertinggi, akan saya stop sabtu sore, pukul 15.00.
Spin off yang tersedia ada empat :
Gregoric Alknight : Sang Perkasa.
Arthur Wild : Putra Kegelapan.
Issabela Alknight : Bertambah kuat.
Jasia : Petualangan di Jurang Misterius. (1)
Spin off yang penulis buat, akan selalu berhubung dengan cerita utama, jadi mereka yang memenangkan event, secara eksklusif akan bisa menikmati beberapa kisah yang tak sempat penulis jabarkan di alur utama. ^^
Sekian catatan kali ini, selamat membaca chapter terbaru ^^
-------
"Kontrak jiwa terpenuhi, hamba adalah Gusion, iblis keempat dari Hell Orb, dengan ini mengabdi kepada Master!" Kata Makhluk yang berlutut dihadapan Theo.
Makhluk yang menyebut dirinya sebagai Gusion ini, meskipun terlihat berlutut dan mengakui Theo sebagai Master, namun tetap memiliki kebanggan dimatanya. Dari sorot matanya sendiri, ada titik-titik ketidak senangan harus mengabdi pada Theo.
Gusion merupakan ras iblis dengan bentuk tubuh manusia berkepala An.jing. Dia juga memegang tongkat besar. Diujung tongkatnya, terdapat potongan besi berbentuk segitiga dengan simbol sebuah mata di tengahnya.
"Untuk kemampuan dan juga syarat yang harus anda penuhi untuk memanggil saya kedepannya, semua akan di transfer langsung kedalam pikiran anda setelah semua prosesi selesai!" Kata Gusion melanjutkan.
Kemudian tanpa menunggu jawaban apapun dari Theo, dia menangkupkan tangan kearah dada, seperti sedang memberi salam. Sesaat kemudian berubah menjadi seberkas kabut hitam, menghilang dalam ketiadaan.
Bersamaan dengan menghilangnya Gusion, segel tatto di dahi Theo kembali menyala, dilanjutkan dengan matanya berubah menjadi hitam legam.
Pada saat itulah semua informasi mengenai kemampuan Gusion, serta syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk pemanggilannya masuk kedalam otak Theo. Memberinya semua informasi secara sangat terperinci.
Kondisi ini bertahan beberapa saat, sampai kemudian secara perlahan cahaya di tatto segel mulai meredup, sejurus kemudian mata Theo juga mulai kembali normal.
"Hahhh… hahh… hahhh…. "
Proses yang terlihat sederhana dan tidak terlalu lama ini, nyatanya sangat memperngaruhi kondisi mental Theo, membuatnya bernafas berat setelah semua prosesi kontrak jiwa selesai.
__ADS_1
"Ini sungguh mengerikan, tapi juga sangat luar biasa!" Kata Theo, begitu kondisinya kembali normal. Dia terlihat masih agak kesusahan memroses semua informasi yang secara tiba-tiba dijejalkan dengan paksa kedalam otaknya.
"Hmmm… dasar manusia rendahan!"
Ketika suasana masih hening, sebuah suara terdengar memecah keheningan.
Yang berbicara tak lain adalah makhluk dihadapan Arthur, makhluk atau iblis ini, memiliki tubuh anak-anak, berkepala kadal dengan lidah yang terus menjulur keluar. Sementara sayap gagak lebar juga terbentang di punggungnya, sayap ini terus menyala dengan api berwarna hitam pekat.
Setiap orang yang ada dilokasi kini mau tak mau menatap makhluk tersebut dengan tatapan memeriksa.
"Hmm… berhenti menatapku dengan tatapan menjijikkan kalian! Dasar kalian makhluk rendahan!" Dengus makhluk tersebut, ketika merasa menjadi pusat perhatian semua orang.
"Namaku adalah Barbatos, iblis kedelapan dari Hell Orb. Dan dengan ini, aku terpaksa memanggilmu sebagai Master!"
"Ck.. kenapa juga manusia rendahan sepertimu, bisa memenuhi syarat kontrak untuk memanggilku! Ini sungguh menyebalkan!" Dengus Barbatos lagi, sambil memandang Arthur dengan tatapan sangat meremehkan.
Berbeda dengan Gusion, yang meskipun juga memiliki titik-titik keterpaksaan di matanya, namun tetap mempertahankan sikap sopan kepada Theo. Barbatos sendiri dengan terang-terangan mengatakan dia terpaksa mengakui Arthur sebagai tuannya.
Mendengar dan melihat sikap meremehkan Barbatos, Arthur yang pada dasarnya merupakan anak yang sama sekali tak mau kalah, kini mulai terlihat kesal.
Meskipun sedikit takut kepada Barbatos, untuk mempertahankan harga dirinya, Arthur melangkah maju kedepan. Dengan tangan bergetar, dia kemudian menunjuk kearah Barbatos.
"Dasar bocah tengik, jangan sekali-kali berani berkata seperti itu kepadaku!" Bentak Arthur, dengan sedikit terbata.
Dengan jari tengahnya yang memiliki kuku runcing, dia menunjuk dahi Arthur. Aura kegelapan yang sangat pekat juga mulai keluar dari tubuh Barbatos. Aura ini segera menekan setiap orang yang ada dilokasi.
"Bocah manusia, jaga kata-katamu! jika saja aku tak tersegel di dalam Orb sialan itu! Detik ini juga kau akan mati dengan tubuh hangus, tak menyisahkan sejumput rambutpun!" Dengus Barbatos, tepat di depan wajah Arthur.
Tekanan kuat serta serangan mental yang dilakukan Barbatos ini, segera membuat Arthur yang dari awal sudah agak bergetar ketakutan, jatuh berlutut ketanah.
"Hmmm… dasar rendahan!" Dengus Barbatos lagi, setelah Arthur jatuh berlutut di hadapannya.
"Kau sudah mendengar penjelasan dari Gusion kepada pemuda lain yang juga telah membuat kontrak, jadi aku tak sudi membuang-buang nafasku untuk kembali mengulangnya." Kata Barbatos lagi, kemudian tubuhnya mulai menghilang menjadi seberkas kabut hitam, sama seperti cara Gusion menghilang.
Bersamaan dengan menghilangnya Barbatos, proses yang hampir sama terjadi kepada Theo sebelumnya, kini dialami oleh Arthur. Tatto segel di kepalanya menyala, dilanjutkan dengan kedua bola matanya mulai menghitam.
"Hahh… hahh… hahhh…. "
"Apa-apaan itu tadi?" Tanya Arthur kepada udara kosong. Setelah mendapat segala jenis informasi tentang iblis dan pemanggilannya di dalam kepalanya.
"Itu tadi adalah prosesi kontrak jiwa iblis! Uhuuukk…." Kata Alejandro, yang dari tadi mengamati dalam diam.
"Aku sudah tahu itu, semua informasi sudah masuk dalam kepalaku dengan cara yang sangat aneh dan itu membuatku sangat tak nyaman!" Kata Arthur.
__ADS_1
"Yang kutanyakan adalah, kenapa iblis yang kukontrak, memiliki sifat yang sangat berbeda dengan yang dikontrak oleh Boss!" Lanjut Arthur, dengan ekpsresi antara kesal dan takut.
"Uhukk… itu wajar, yang berhasil kalian kontrak adalah iblis tingkat tinggi, mereka merupakan 2 dari 10 iblis terkuat yang tersegel di dalam Hell Orb!"
"Dan setiap iblis yang masuk kedalam 20 besar iblis terkuat, masih akan bisa mempertahankan sifat asli mereka."
"Sama seperti manusia, sifat setiap iblis juga berbeda-beda. Jadi, mungkin memang itu merupakan ketidakberuntunganmu, meskipun berhasil mengontrak iblis yang kuat, tapi memiliki sifat yang sangat liar."
"Meskipun begitu, kau bisa sedikit tenang, bagaimanapun juga, mereka terikat dalam segel kuno yang ada di Hell Orb, sehingga tak akan bisa bertindak semaunya." Kata Alejandro, menutup penjelasannya.
"Hahh… tetap saja ini menyebalkan!" Dengus Arthur, masih tak bisa terima.
"Sudahlah, asal kalian tahu, kalian adalah orang-orang dengan jalan takdir yang sangat istimewa, dalam perjalanan keluargaku memegang Hell Orb, tak pernah sekalipun ada yang berhasil membuat kontrak dengan 10 iblis terkuat."
"Jadi, kalian adalah yang pertama. Uhuuukkk…. Uhuukkk….!" Alejandro kembali terbatuk hebat sambil mengeluarkan banyak darah segar.
"Senior!"
Theo yang dari tadi diam mengamati dan berusaha meresapi semua yang telah dia alami, kini tampak khawatir dengan kondisi Alejandro.
"Anak muda, waktuku sudah tak banyak, setelah ini aku akan membuat pengalih perhatian terakhir. Kalian gunakan kesempatan yang kubuat, untuk pergi dari sini!" Kata Alejandro, dengan terbata-bata.
"To..toloong. hahhh… " Alejandro kembali ingin mengatakan sesuatu, tapi kata-katanya tertahan. Nafasnya semakin berat, ia bahkan sudah tak mampu berbica lagi.
Melihat hal itu, Theo segera menggenggam tangan pria tua ini.
"Senior, aku juga percaya, bahwa pertemuan kita ini adalah takdir. Sebelumnya, mungkin kau tak berhutang apapun padaku. Namun, Hell Orb yang kau titipkan padaku untuk di serahkan pada anakmu, nyatanya telah memberiku manfaat."
"Jadi, ini bisa disebut sebagai hutang! Percayalah, aku akan melaksanakan amanat terkhirmu dengan sepenuh hati!" Kata Theo, dengan sorot mata penuh ketajaman.
Mendengar itu, Alejandro yang sudah tak bisa membuat suara, hanya tersenyum hangat. Bersamaan dengan senyumnya, Mana kegelapan yang sangat pekat mulai keluar dari dalam tubuhnya. Dan berakhir terfokus kedalam ranah jiwanya. Memadat tepat di dalam Element Seednya.
Theo yang kini menyadari apa yang akan dilakukan Alejandro, mulai mempererat dekapan tangannya. Sesaat kemudian dengan senyum hangat juga, dia melepaskan tangannya.
"Selamat tinggal!" Guman Theo pelan.
Setelah itu, dengan masih mempertahankan teknik Ice Projectionnya, bersama Arthur dan Aria, ia mulai berjalan perlahan menjauh. Menjaga agar lokasi mereka tetap tak terbaca oleh Beladro yang masih menghancurkan lingkungan sekitar.
Setelah berada agak jauh…
*Booooommmmmmm……!!!!!
Ledakan sangat keras terdengar, Alejandro meledakkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Bersamaan dengan ledakan tersebut, Theo melepas tekniknya, kemudian dengan cepat berlari menjauh meninggalkan area tersebut.