Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
202 - Duo Tak Terduga


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Medan tempur Barat, House Alknight+Bubu dan kawanannya V.S Kelompok Elite House Estrabat)


*Danggg….!!!


*Dangg…..!!!!


*Daaangggg…..!!!


Bubu terus menggedor dan menggedor, menerjang kearah Siput raksasa yang memiliki tubuh sama besar dengannya terus menerus, terlihat berusaha memecahkan cangkang besi dari siput tersebut.


"Groooaaaahhhh…..!!!


Kera ini berteriak marah saat tangannya mulai berdarah-darah. Namun tak juga berhasil menghancurkan pertahanan solid dari cangkang milik Spirit Beast berbentuk siput dihadapannya.


"Hmmm… kera idiot!" Gumam Bethany, ketika melihat seluruh aksi percuma Bubu.


"Bubu! Hentikan! Lebih baik fokus pada wanita yang ada disana!" Teriak Jasia, mencoba memberi intruksi pada Bubu.


"Gggrrrrrr……..!"


"Grrrooooaaahhhh….!!!!"


Mendengar teriakan memerintah Jasia, Bubu tampak menggeram marah untuk sesaat, sebelum mulai berteriak keras kearah Jasia. Menatap gadis ini dengan tatapan tak terima, seolah merasa Jasia meremehkannya, menganggap Bubu tak akan mampu memecah cangkang lawannya.


"Groooaahhh….!!!"


*Daaaanggg…..!!!!


*Daaangggg….!!!


*Daaaanggg…..!!!


Setelah berteriak marah sekali lagi, Bubu kembali melakukan lompatan tinggi dan menerjang kearah siput raksasa. Memukul cangkang besi dari siput ini berulang kali.


"Kaahhh….! Kaaahhh….! Kahhh….!!!"


Melihat aksi Bubu ini, kera-kera kecil lain, kembali berteriak bising, seperti sedang menikmati pertunjukan dan memberi semangat pada Bossnya.


"Dasar kumpulan kera Bodoh!" Dengus Jasia kesal.


"Hmmm… Siput Cangkang Besi! Serangan lendir beracun sekarang!"


Saat Jasia masih tampak bingung karena tak bisa mengatur Bubu dan kawanannya, Bethany tiba-tiba berteriak lantang, memberi perintah pada Spirit Beast kontraknya.


"Gruuhhhh….???"


Siput Cangkang Besi yang mendengar perintah tuannya, menoleh dengan gerakan lambat untuk beberapa saat, sebelum mengeluarkan suara mendengung yang aneh. Tampak sangat malas mendapat perintah untuk melakukan pertempuran.


"Cihhh… itulah kenapa aku malas memerintahkanmu keluar!" Dengus Bethany, ketika melihat ekspresi malas Spirit Beast kontraknya tersebut.


Mendengar keluhan Bethany, Siput Cangkang Besi mulai berdehem beberapa kali, terlihat seperti ingin memuntahkan sesuatu dari dalam mulutnya.

__ADS_1


*Byuuuurrrr….!!!


*Splaaaassshhh….!!!


Tak lama setelahnya, semburan cairan lendir berwarna hitam pekat mulai menyeruak keluar dari mulut sang siput, semburat dan menyiprat kemana-mana, mengenai beberapa bagian tubuh dari Bubu serta kera-kera kecil lainnya yang berada di sekitar lokasi.


"Groooahhh….!!!"


"Kaahhh….!!! Kahhh….!!! Kahhh….!!!"


Bubu dan para kera yang terkena cipratan lendir, segera berteriak parau, mulai berguling-guling diatas tanah. Tampak sangat kesakitan, menggaruk dengan keras kulit mereka yang terkena lendir tersebut.


"Bubuu….!!!"


Jasia yang melihat ini, segera berteriak cemas, ia hendak melangkah maju kearah Bubu untuk melihat kondisinya sampai rentetan serangan senjata rahasia berterbangan kearahnya. Membuatnya kembali melangkah mundur.


*Sriiinggg…!!!


*Sriingg….!!!


*Sriinnng….!!!


*Jlep


*Jlep


*Cetar….!!!


Beberapa serangan senjata rahasia berhasil dihindari Jasia tepat waktu, dan dengan sekali cambuk, ia menangkis senjata terakhir yang tak bisa dihindarinya.


"Hmmm…. Belum belajar dari kejadian terakhir? masih sempatnya mengalihkan perhatian saat menghadapiku!" Dengus Bethany, kini bersama pasukannya yang telah kembali berkumpul, menatap tajam kearah Jasia.


Melihat ini, Jasia sedikit melangkah mundur, tanpa dukungan Bubu, ia tak cukup bodoh untuk melawan gerombolan Knight elite kelas General yang dipimpin langsung oleh seorang King dihadapannya seorang diri.


Kecerobohan Jasia yang menerjang maju bersama Bubu tanpa mengetahui benar kemampuan lawannya, membuatnya berakhir dalam posisi yang tak baik saat Bethany dengan tiba-tiba mengeluarkan Spirit Beast kontraknya yang sangat merepotkan.


"Gadis muda! Jangan takut! Kau tak melupakan kami bukan? Dirimu itu tak sedang berjuang seorang diri!"


Jasia masih tampak bingung memikirkan langkah apa yang harus ia ambil, sampai tiba-tiba kelompok pasukan House Alknight, yang dipimpin langsung oleh Bosweric mulai menerjang maju, memberikan dukungan padanya.


Melihat hal ini, langkah mundur Jasia mulai terhenti, tatapannya kembali terbakar oleh niat bertarung yang membara. Gadis ini kemudian mulai berubah kedalam Mode Soul Knightnya, dengan sayap angsa terbuat dari Mana api dipunggungnya, ia mengalirkan simpanan Mananya yang tersisa kedalam cambuk ditangannya, membuat ujung dari cambuk tersebut kembali terbakar dengan nyala api membara.


"Hmmm… hanya kumpulan sampah kelas Immortal yang di pimpin oleh dua orang kelas General! Kalian pikir bisa melawan kami?" Dengus Bethany, ketika melihat pasukan House Alknight di hadapannya kembali berbaris, siap bertempur sekali lagi.


"Habisi sampah-sampah ini!" Teriak Bethany kemudian, memberi perintah pada anggota House Estrabat untuk maju menyerang.


Mendengar perintah ini, tanpa menunda pasukan House Estrabat mengeluarkan senjata masing-masing, berubah dalam mode Knightnya, kemudian maju menerjang kedepan.


Kelompok Knight elite dari House Estrabat ini memanglah tidak berjumlah terlalu banyak, namun karena setiap dari mereka merupakan seorang General, hal ini membuat pasukan House Alknight yang telah bersiap menerima serangan, segera mendapatkan hawa berat dan tekanan tinggi yang menyesakkan, ketika kelompok House Estrabat merilis aura masing-masing.


"Jangan gentar! Satukan kekuatan kita! Demi kehormatan House! Habisi lawan-lawan di depan! Tahan mereka!" Teriak Bosweric, memberi kalimat penyuntik moral pendorong semangat pada pasukannya, agar tak gentar menghadapi situasi sulit yang akan segera menerpa mereka.


"Demi House!"


"Demi kebanggaan House!"


"Demi kehormatan House!"


Teriak pasukan House Alknight. Menanggapi kata-kata penyemangat dari Bosweric, dilanjutkan dengan mereka mulai berubah kedalam Mode Knightnya masing-masing. Bersiap menerima serangan berat yang akan melanda kelompoknya.


"Hahahha… kumpulan orang idiot! Tak jauh beda dengan kera ***** peliharaannya!" Teriak Bethany, kemudian mulai melemparkan senjata rahasianya kesegalah arah.


Aksi Bethany ini, segera diikuti oleh seluruh kelompok House Estrabat yang sedang ia pimpin. Mereka semua melempar senjata rahasia masing-masing kearah kelompok House Alknight yang ada dihadapan mereka.

__ADS_1


*Jleeppp…!!


*Jleeeppp…!!!


*Tang….!!!


*Tanngg….!!!


Dengan gelombang serangan senjata rahasia yang di lemparkan oleh kelompok elite House Estrabat tersebut, suara dari tubuh yang tertancap berbagai senjata rahasia, atau benturan antar logam dari orang-orang yang berhasil menangkis, terdengar di segala penjuru medan tempur.


*Wooohhhh….!!!


*Wooosssshhh….!!!


*Wooossshhh….!!!


Saat sebagian besar anggota House Alknight melakukan gerakan menghindar atau menangkis berbagai senjata rahasia yang mengarah padanya, Jasia mengambil inisiatif untuk melakukan serangan balik.


Dengan gerakan memutar cambuk apinya, Jasia tampak seperti sedang menari. Menyabet setiap senjata rahasia serta lawan-lawan yang berada di area jangkauan dari serangan cambuknya.


Yang digunakan Jasia saat ini adalah salah satu teknik pemberian Theo padanya, yakni teknik tarian cambuk api menggelora. Teknik yang sama dimana pernah di gunakan Theo untuk menyiksa Bubu di pertemuan sebelumnya.


*Sriingg…!!!!


*Sriinggg…!!!


Saat Jasia masih sibuk melakukan gerakan memutar, serangan menyelinap beberapa senjata rahasia, tiba-tiba terarah pada gadis ini. Namun, karena telah belajar dari kejadian sebelumnya, Jasia yang tak lengah, segera menyabet senjata-senjata rahasia ini menggunakan cambuknya.


*Pyaarrrr….


*Pyaaarr….


Berakhir dengan meledaknya senjata-senjata rahasia tersebut yang ternyata menyipratkan cairan-cairan lengket dalam ledakannya.


"Uggghhh….!!! Apa lagi ini!" Dengus Jasia, saat cipratan cairan lengket mengenai tubuhnya.


*Booommmm….!!!


Namun, belum sempat Jasia mengetahui cairan apa yang mengenai tubuhnya, sebuah serangan senjata rahasia lain berbentuk bola peledak, meledak tepat di depannya, membuat Jasia terpental cukup jauh.


"Hahhaha…! Sudah merasa cukup pintar dengan menangkis seranganku?" Kata Bethany, saat ini kembali berdiri di hadapan Jasia yang tergeletak tak berdaya.


"Hmmm... Tapi nyatanya kau masih cukup bodoh karena mengira aku akan melakukan serangan menyelinap dengan cara yang sama!"


"Senjata rahasiaku tadi bukanlah dari jenis sama yang kulempar padamu di pertarungan pembuka! Di dalamnya terkandung lendir beracun milik Siput cangkang besiku! Hahhaha….!"


"Uggghhhh….!!!"


Saat Bethany masih sibuk bicara, Jasia kini mulai merasa tubuhnya tersengat oleh sengatan-sengatan menyakitkan dari dalam, seperti sedang ditusuk oleh ribuan jarum-jarum tajam.


"Hahhahah… gadis idiot!" Dengus Bethany, kemudian mulai menggores-gores kulit kaki Jasia dengan pisau kecilnya. Diselingi dengan menendang muka gadis dihadapannya dengan sangat keras.


"Hahhahha….!" Bethany tampak menikmati aksi penyiksaannya ini sambil tertawa lantang sampai tiba-tiba….


*Booommmmmm….!!!


*Booommmmmm…..!!!


Dua serangan pukulan kombinasi, mendarat tepat di punggung Bethany, melemparnya cukup jauh dan berakhir menabrak pepohonan pinus yang ada di sekitar lokasi.


"Menyiksa seorang gadis muda yang masih polos! Sungguh tercela!" Dengus salah satu dari dua orang yang mendaratkan pukulan pada punggung Bethany.


"Hmmm... Gadis muda, maaf karena membuatmu menunggu terlalu lama! Terima kasih karena sudah bertahan sejauh ini! Aku sangat bangga pada sikap pantang menyerahmu!" Tambah satu orang lainnya, yang berdiri disamping kawannya.

__ADS_1


Kedua orang ini tak lain adalah Lord Bernard dan Lord Arduric, yang saat ini akhirnya terjun langung ke medan pertempuran.


__ADS_2