Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
413 - Enam Lompatan


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


Pria tua masih menatap dengan tatapan tajam kearah dimana Theo dan kelompoknya bersembunyi di balik tabir kubah Es transparan, membuat seluruh tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala, benar-benar tak berani bahkan untuk mengambil nafas. Sampai kemudian, pria tua yang sepenuhnya tak bisa merasakan riak kehadiran apapun, menarik kembali tatapannya.


"Hmmm…. Sebaiknya bagi orang-orang kita dalam 2 kelompok untuk menyisir wilayah sekitar! Jika menemukan satu petunjuk dari orang-orang yang melakukan ini pada anggota kita, segera beri tanda!" Ucap pria tua berkelas Emperor. Yang sepertinya merupakan salah satu dari wakil pemimpin kelompok Bandit Malam Berbintang.


"Aku ingin tahu, kelompok mana yang sudah sangat berani menyentuh Bandit Malam Berbintang!" Tutup sang wakil pemimpin. Dengan ekspresi wajah dingin.


Mendengar kata-kata wakil pemimpinnya, 7 orang Knight berkelas King tahap Surga yang mendapat intruksi, mulai membagi tim menjadi dua, berniat untuk segera melakukan penyisiran.


Dan ketika dua tim sudah ditentukan, sang wakil pemimpin memberi arahan agar satu tim menyisir area selatan, sementara tim lainnya kearah utara. Wakil pemimpin sendiri, bergerak kearah timur.


*Woooshhhh…!!!


*Woooshhhh…!!!


*Woooshhhh…!!!


Dengan langkah gesit, 3 Kelompok yang telah terbagi ini menyebar ke tiga arah yang berbeda.


"Hahhh…!!! Akhirnya mereka pergi juga! Akan sangat merepotkan bila harus berhadapan dengan seorang Emperor!" Ucap Zhou Kang. Begitu kelompok Bandit Malam Berbintang telah meninggalkan tempat. Ia juga mulai sedikit melepaskan auranya yang dari tadi tertahan.


"Bodoh!" Bentak Darsa, begitu merasa Zhou Kang tak lagi menahan auranya.


"Kau amatir sialan!" Tambah Guan Zifei.


*Woooshhhh…!!!!

__ADS_1


Bertepatan dengan makian yang diucapkan Darsa dan Guan Zifei kepada Zhou Kang. Satu hawa berat yang begitu menekan mulai terbang cepat kearah mereka. Tak jauh di hadapan setiap orang, wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang yang sebelumnya telah meninggalkan tempat. Bergerak cepat kembali ketempat kelompok tim ekspedisi Bandit Serigala berada. Satu riak kecil yang keluar dari tubuh Zhou Kang, tertangkap oleh pria tua ini.


"Jadi disana kalian bersembunyi! Harus kuakui, teknik kamuflase yang kalian miliki, benar-benar tak biasa!" Ucap wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang. Seraya menambah intensitas aliran Mana Tanah liar yang dari tadi telah ia sebarkan.


*Bammmm….!!!!


Sebaran Mana Tanah liar yang di keluarkan oleh Wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang, diakhiri dengan satu teknik serangan yang mengguncang tanah tepat dimana kubah Es ciptakan Theo berada. Menghancurkan kubah Es dalam sekali serang.


Akibat serangan tersebut, tentu saja kelompok tim ekspedisi Bandit Serigala yang berada di balik kubah Es, kini terlempar keluar. Posisi mereka sekarang benar-benar telah terekspos.


Sementara itu, merasakan riak aliran Mana dari wakil pemimpinnya, dua tim anggota Bandit Malam Berbintang yang sebelumnya menyebar ke dua arah, dengan cepat segera bergerak kembali menuju lokasi awal.


"Sialan!" Gumam Theo, saat merasa posisi Kelompoknya saat ini telah benar-benar tersudut.


Di hadapannya ada seorang Knight berkelas Emperor yang tampak akan kembali melancarkan teknik serangan sekali lagi, sementara dari dua sisi berbeda, ada dua kelompok lain yang terdiri dari 7 orang Knight berkelas King tahap Surga yang bergerak cepat mendekat.


'Hahahha…! Ini benar-benar seru! Mengajak serta satu orang t*olol dalam tim, tak seperti kau yang biasanya! Jadi bagaimana sekarang?' Ucap Ernesto, justru menjadi antusias begitu melihat situasi yang sedang di hadapi oleh kelompok Theo.


Mendengar kata-kata Ernesto, Theo yang sebenarnya sedikit kesal, memilih mengabaikan, fokus untuk mencari jalan keluar dari situasi yang sedang ia hadapi saat ini.


Jalan satu-satunya yang bisa ia ambil adalah kabur, kabur sebelum dua kelompok lain tiba ditempat. Namun, kabur juga bukan langkah yang mudah, karena sekarang ia tak sedang bergerak seorang diri. Theo bisa saja kabur dengan cepat jika bergerak sendirian. Namun, tentu saja ia tak ingin berjudi dengan meninggalkan anggota kelompok tim ekspedisi lain untuk kabur dengan kemampuannya sendiri-sendiri.


Dengan jumlah dan kualitas musuh yang sekarang ada di sekitar, satu atau dua orang anggota pasti tak akan bisa lolos.


'Tuan! Kau bisa menggunakan Istana Emas! Aku sudah membuka portalnya! Meskipun memang biaya yang di butuhkan lumayan banyak! Mohon maaf telah membuat keputusan secara sepihak!' Ucap Sasi tiba-tiba.


"Hmmm… Kerja bagus! Kurasa kau benar-benar telah menganggap Razak sebagai muridmu?" Gumam Theo. Kemudian dengan cepat mengeluarkan Istana Emas. Dan dengan satu ayunan tangan singkat, memasukkan seluruh anggota tim ekspedisi kedalamnya. Kemudian kembali menarik Istana Emas memasuki Ranah Jiwa.


Seperti kata Theo, Sasi tampaknya benar-benar tertarik pada sosok Razak yang merupakan keturunan terakhir suku Osiris. Ia yang merupakan Ras Goblin, dimana makhluk yang juga terlahir dicintai Mana Besi di realm kelas tinggi, begitu memperhatikan Razak tiap kali sang Bocah melakukan pelatihan di dalam Istana Emas. Memberi Razak beberapa sumberdaya yang sangat berguna bagi perkembangan kultivasi dan Dual Element Seednya.


Dan kini, melihat situasi yang di hadapi oleh tim ekspedisi, Sasi yang merasa Razak akan menjadi orang paling rawan tertangkap oleh musuh, karena memiliki kultivasi paling rendah, dengan sigap segera mengaktifkan portal masuk Istana Emas. Meskipun Theo tak memberi intruksi apapun.


"Istana itu!"


Disisi lain, wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang yang sempat melihat kemunculan Istana Emas, kini tiba-tiba memasang ekspresi wajah tertegun.


Dan tepat ketika lawannya tertegun dalam beberapa detik, Theo tanpa menunda memanfaatkan celah dengan mengaktifkan sepatu kilat.

__ADS_1


*Bzzzzzttt…!!!


Satu lompatan.


*Bzzzzzttt…!!!


Dua lompatan.


*Bzzzzzttt…!!!


*Bzzzzzttt…!!!


*Bzzzzzttt….!!!


*Bzzzzzttt….!!!


Theo yang kini berkelas King, mengambil enam lompatan sekaligus, memanfaatkan jumlah maksimal yang bisa ia tanggung untuk mengaktifkan sepatu kilat, untuk kabur sejauh mungkin kearah Timur.


"Hahhh…!!!" Gumam Theo, saat telah selesai melakukan lompatan keenam.


'Hei! Apalagi sekarang? Simpanan Manamu telah benar-benar habis! Enam lompatan saja tak akan cukup! Kau masih berada di dalam jangkauan radar pria tua bau tanah berkelas Emperor itu!' Ucap Ernesto dari dalam Sarung Tangan Kilat.


'Diam kau br*ngsek! Aku sudah tahu itu!" Dengus Theo. Seraya kemudian mulai mengayunkan tangan dengan cepat. Mengeluarkan Raja Naga Hitam dari dalam Gelang ruang-waktu. Tanpa menunda menaiki punggung Raja Naga Hitam, memberi intruksi pada sang Raja langit untuk bergerak dengan kecepatan penuh kearah timur.


*Woooshhhh….!!!


Deru angin keras segera menerpa wajah Theo begitu Raja Naga Hitam terbang dengan kecepatan tinggi. Namun, Theo yang merasa tak ada waktu untuk terganggu dengan deru angin, kini segera mengeluarkan tumpukan Mutiara Mana. Bukan Mutiara Mana Perunggu, melainkan Mutiara Mana Perak. Dengan cepat segera menyerap tumpukan Mutiara Mana Perak tersebut. Berusaha secepat mungkin mengisi ulang simpanan Mananya yang telah benar-benar habis.


***


Disisi lain, Kelompok Bandit Malam Berbintang tak hanya tinggal diam begitu saja melihat target mereka kabur. Dipimpin oleh wakil ketuanya yang masih dapat merasakan hawa keberadaan Theo, mereka bergerak dengan kecepatan penuh mengejar.


"Jangan biarkan mereka lolos! Tak salah lagi! Yang dikeluarkan oleh pemuda tadi adalah Istana Emas yang legendaris! Kelompok Bandit Malam Berbintang harus mendapatkan Istana itu!" Ucap wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang.


----


"Kawan-kawan, saya kehabisan Mana untuk mengeksekusi segel mistis! Mohon bantuan jempolnya, beberapa chapter diatas kayaknya tertinggal." Ucap Author.

__ADS_1


__ADS_2