Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
223 - Endless Heavens Sect


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Medan tempur selatan, kelompok Desa tersembunyi+Issabela, Gregoric, dan Arthur+House Braveheart V.S House Helsinsberg V.S Eks Dark Guild)


"Hmmm… apa itu?" Tanya Lucius. Menatap keatas langit dimana sebuah kapal perang raksasa, kini mulai keluar dari dalam distorsi ruang.


Tak jauh di lokasi Lucius berdiri, Victor yang sedang terkapar penuh luka, juga ikut menatap kapal tersebut dengan ekspresi wajah penasaran.


*Gruuuhhhh….!!!!


Sementara itu, suara bergemuruh yang memekakkan telinga, juga terdengar bersamaan dengan keluarnya ujung kapal perang raksasa tersebut. Sampai akhirnya gemuruh suara yang berisik ini berhenti saat setengah bagian dari kapal perang sudah berada diluar distorsi ruang.


Setiap orang di medan tempur selatan masih memandang keatas dengan ekspresi wajah penasaran ketika dari geladak kapal perang, puluhan orang Knight berpakaian seperti seorang pertapa suci, mulai keluar dari dalam kapal. Menatap kearah medan pertempuran yang ada di bawahnya.


Puluhan Knight ini memiliki penampilan yang serupa, yakni berpakaian kain sutra tipis, serta memiliki ikat kepala dengan warna kain kuning.


Disisi lain, Lucius serta Victor yang kini melihat penampilan orang-orang tersebut, ditambah dengan penampakan bendera raksasa dengan simbol dua sayap malaikat ditengahnya yang sedang berkibar pada tiang utama kapal perang, segera mulai mengerutkan keningnya masing-masing.


"Endless Heavens Sect! Apa yang dilakukan para fanatik tertutup ini di tempat ini!" Gumam Lucius. Sambil memasang ekspresi berfikir.


"Apa lagi sekarang? Bahkan orang-orang sinting ini juga datang? Apa wilayah Hutan Pinus Beku begitu penting!" Dengus Victor, tampak semakin frustasi.

__ADS_1


Tak seperti kebanyakan orang di medan pertempuran yang saat ini masih menerka-nerka identitas dari orang-orang yang berada di atas geladak kapal perang, Lucius serta Victor yang merupakan tuan muda dari Housenya masing-masing, dimana kedua House adalah bagian dari 10 Biggest Knight Group, langsung dapat mengenali sosok-sosok yang ada diatas kapal perang tersebut.


Mereka tak lain adalah orang-orang Endless Heavens Sect dari Sky Island, sekte tunggal terkuat yang menguasai seluruh West Region. Sebuah sekte misterius yang menutup diri dari dunia luar.


Namun, meskipun Endless Heavens Sect sangat tertutup, kekuatan dari sekte tersebut tidaklah perlu di ragukan, karena dengan hanya kelompok mereka sendiri, Endless Heavens Sect mampu melindungi wilayah West Region yang mereka tempati, dari serangan berbagai kelompok Knight besar lainnya yang berusaha melebarkan wilayah kekuasaannya di West Region.


Fakta tersebutlah yang akhirnya membuat orang-orang memasukkan Endless Heavens Sect kedalam satu dari 10 Biggest Knight Group. Tapi meskipun di posisikan sejajar dengan 9 kelompok Knight agung lainnya, sudah menjadi rahasia umum di kalangan House-house besar dimana mereka menganggap sekte ini adalah kelompok terkuat yang ada di Gaia Land.


"Ini tidak baik! Kita harus segera memastikan apa motif mereka datang kesini!" Kata Lucius. Sambil terus menatap waspada kearah orang-orang dari Endless Heavens Sect yang sedang berdiri di geladak kapal.


Lucius tak bisa untuk tak waspada dan mempertanyakan motif dari kelompok ini, karena bisa ia lihat sendiri, puluhan orang yang sedang berada di geladak kapal, seluruhnya adalah Knight dengan kelas King.


Itu belum ditambah dengan aura kuat yang terus memancar dari arah bagian dalam kapal perang. Aura kuat ini sangat familiar bagi Lucius, karena ia biasa merasakan tekanan dari aura seperti ini saat sedang latih tanding dengan ayahnya yang merupakan seorang Emperor.


Namun, saat Lucius masih memikirkan langkah apa yang harus ia ambil untuk memastikan motif dan tujuan dari orang-orang ini datang ke wilayah Hutan Pinus Beku, puluhan Knight yang sedang berdiri diatas geladak kapal perang, tiba-tiba membuat gerakan.


Mereka melompat kebawah, memasuki medan pertempuran yang saat ini sedang terhenti karena kedatangan tiba-tiba kelompoknya.


Sebagian besar mendarat di tempat medan pertempuran utama, dan lima orang lainnya bergerak kearah tebing, tempat dimana kelompok Arthur yang sedang menghadapi kelompok Dark Guild berada.


"Tidak baik! Ketua suku! Aku serahkan wilayah ini padamu!" Kata Lucius, dengan ekspresi wajah khawatir, kepada Ketua Aurelas yang ada di hadapannya. Ia ingin segera bergerak kearah perbukitan, merasa cemas dengan keselamatan Aria yang saat ini sedang ada disana.


"Serahkan padaku! Dengan kehadiran kelompok kalian, pertempuran bisa dikatakan sudah berakhir!" Jawab ketua Aurelas, mempersilahkan Lucius yang tampak cemas untuk pergi.


"Terimakasih!" Jawab Lucius singkat, sebelum mulai bergerak cepat menuju perbukitan.


Namun, ketika Lucius yang bergerak dengan cara terbang baru beberapa kali mengepakkan sayap Es nya, sekelompok orang dari Endless Heavens Sect tiba-tiba bergerak cepat menghadang. Hal ini membuat Lucius secara terpaksa menghentikan gerakannya.


"Apa mau kalian?" Dengus Lucius dingin. Sambil menatap tajam kearah kelompok yang menghadangnya.


"Hmmm… kenapa begitu buru-buru dan tampak waspada? Padahal kami cuma ingin bertanya!" Jawab salah satu Knight dari kelompok Endless Heavens Sect yang menghadang Lucius.

__ADS_1


"Bertanya?"


"Yah… kami hanya ingin bertanya!"


"Kenapa harus aku? Cari orang lain! Aku sedang banyak urusan!" Dengus Lucius, menolak mengikuti keinginan orang-orang ini.


"Hmmm… kau adalah Lucius Braveheart bukan? Tuan muda pertama dari House of Braveheart!"


"Dari semua orang yang ada disini, kupikir kedudukanmu adalah yang paling tinggi, jadi itu akan lebih mudah bertanya padamu!"


"Ohhh sebelumnya perkenalkan, namaku adalah Rahu, pemimpin tim inspeksi dari kelompok Endless Heavens Sect yang saat ini melakukan misi di wilayah Hutan Pinus Beku!" Kata pria yang menghadang Lucius, memperkenalkan diri.


"Kau pikir aku peduli! Sudah kubilang aku sedang banyak urusan! Cari saja orang lain!" Jawab Lucius, kali ini nada bicaranya semakin dingin.


"Keras kepala!" Jawab pria bernama Rahu singkat. Sebelum mulai membuat satu simbol aneh menggunakan tangannya.


Bersamaan dengan Rahu selesai membuat simbol tangan, aliran Mana cahaya segera menyeruak keluar dari dalam tubuhnya. Membentuk untaian cahaya berbentuk tali.


Kemudian dengan cepat tali-tali cahaya ini bergerak menjerat tubuh Lucius yang sedang tak siap. Benar-benar tak menduga kalau gerakan santai lawannya yang sama sekali tak menimbulkan riak aliran Mana apapun, berakhir dengan semburat tali cahaya yang tiba-tiba menjeratnya.


"Apa maksud semua ini!" Dengus Lucius. Sambil menatap tajam kearah Rahu. Berusaha melepaskan tali cahaya yang mengikat nya menggunakan aliran Mana atribut es miliknya.


Namun, begitu Lucius mengedarkan Mananya, hal yang aneh terjadi, bukannya aliran Mana tersebut terfokus mengikuti perintah nya, melainkan justru terpukul kembali kedalam Element Seednya. Dihadang oleh aliran Mana Cahaya dari tali penjerat yang ternyata juga mulai memasuki tubuhnya. Hal ini seketika membuat Mode Soul Knight milik Lucius terlepas. Ia kembali ke wujud normal.


"Itu percuma! Kau tak akan bisa lepas dari tali cahayaku! Semakin kau mencoba merilis Manamu, maka kau akan semakin terluka oleh pukulan balik dari aliran Manamu sendiri yang dengan paksa terdorong kembali kedalam Element Seed mu!" Kata Rahu. Dengan ekspresi wajah datar.


Mendengar itu, Lucius tak memberi tanggapan apapun, ia mulai mengerutkan keningnya, kemudian dengan tenang mencoba menganalisa kondisi tubuh serta Element Seed nya. Mencari celah dari teknik aneh yang menjeratnya.


Sementara itu, ketua Aurelas serta para knight dari House Braveheart yang melihat Lucius tiba-tiba mendapat serangan, tentu saja tak tinggal diam begitu saja, mereka akan bergerak maju membantu sampai kelompok Knight dari Endless Heavens Sect lainnya menghadang.


"Mohon jangan ikut campur dulu sampai ketua Rahu menyampaikan pertanyaannya!" Kata anggota Endless Heavens Sect yang menghadang ketua Aurelas.

__ADS_1


Disisi lain, Rahu yang telah selesai mengikat Lucius, mulai maju beberapa langkah, ekspresi wajah datarnya sedikit berubah serius, kemudian menatap tajam kearah Lucius.


"Aku sedang mencari seorang pemuda bernama Theodoric Alknight! Dari House of Alknight! Apa kau mengetahui dimana ia berada sekarang?"


__ADS_2