
Bersamaan ledakan besar yang menghancurkan tebing, sekelompok Spirit Beast berbentuk kera yang memiliki bulu berwarna merah darah, berhamburan melompat keluar dari sebuah lubang yang muncul dari balik tebing yang hancur.
"Kaaa… kaaaaa…. Kaaaa….!"
Kelompok kera ini berteriak berisik, sambil melompat kesana kemari begitu mereka keluar dari lubang.
*Wooshhh….
*Booommmm…!
Ketika kelompok Desa tersembunyi dan juga Bandit Lebah Hitam masih di kejutkan dengan munculnya gerombolan kera ini, sesosok lain keluar dari dalam lubang yang sama. Sosok ini melompat sangat tinggi dan mendarat dengan suara berdebam keras, menggoncang area sekitar.
"Grrrrrr…..!!!"
Kera dengan warna bulu yang sama, yakni merah darah, tapi berukuran raksasa, kini tampak dengan garang menatap setiap orang yang ada di lokasi.
Sementara di pundak kera ini, terlihat seorang wanita muda berparas cantik, yang sedang dalam posisi duduk, ikut mengamati lingkungan sekitar.
"Hmmm… kenapa begitu ramai?" Kata wanita tersebut. Setelah berkata demikian, Pandangannya kemudian beralih ke area tebing yang hancur.
"Ini sungguh kacau! Tuan muda bisa marah bila tau pintu masuknya hancur berantakan seperti ini!" Gumam Sang wanita, berbicara pada dirinya sendiri. Tampak lebih khawatir dengan tebing yang hancur dari pada gerombolan Knight di sekitarnya.
"Ohhh… akhirnya ada wanita cantik! Dia milikku!"
Ketika suasana masih tidak menentu, pemimpin ketiga dari kelompok Bandit Lebah Hitam tiba-tiba berteriak antusias, sambil memandang wanita yang berada di pundak kera raksasa dengan tatapan penuh gairah.
Mendengar itu, sang wanita segera menoleh, kemudian menatap balik pemimpin ketiga yang baru saja berbicara, dengan tatapan penuh nafsu membunuh.
"Apa kau bilang?" Tanya wanita tersebut.
"Hehhee… tatapan yang menyeramkan! Sungguh membuatku bergairah!"
"Sudah kuputuskan! Kau akan menemaniku malam ini!" Kata pemimpin ketiga, tampak semakin bergairah.
Mendengar itu, sang wanita bukannya menjawab, tapi malah mengeluarkan aura Mana api membara yang sangat intens. Dengan cepat dia kemudian berubah dalam mode Soul Knight nya. Dalam mode Soul Knight, sayap Angsa terbuat dari kobaran api raksasa terbentang lebar di punggung wanita ini.
__ADS_1
"Grrrr…..!"
Bersamaan dengan itu, kera raksasa juga mulai menggeram, sambil menunjukkan ekspresi marah, ia melihat kearah pemimpin ketiga kelompok Bandit Lebah Hitam.
"Kaahhhh… kahhhh… kahhh….!"
Seolah mengikuti pemimpinnya, kelompok kera kecil lain yang ada disekitar ikut menyalak garang, memfokuskan pandangan kearah yang sama.
"Adik ketiga, jangan ceroboh! Gadis itu adalah seorang General juga! Terlebih lagi, kelompok kera yang ada disekitarnya juga bukan Spirit Beast biasa!" Kata Pemimpin kedua, mengingatkan.
"Kakak…! Kita adalah kelompok Bandit! Hidup penuh resiko adalah jalan yang telah kita pilih! Dan lihatlah sekelompok pemuda dan juga gadis dengan kera-kera ini! Bukankah ini seperti dewa Bandit sedang memberi kita hadiah tak ternilai secara berturut-turut!"
"Tinggal bagaimana kita berani mengambil resiko untuk merampoknya atau tidak! Benar begitu kakak pertama?" Tanya pemimpin ketiga, kepada pemimpin pertama.
Pemimpin pertama sendiri, dengan tatapan penuh keserakahan, dari tadi tampak mengamati kera-kera berbulu merah darah yang ada disekitarnya. Dan ketika mendengar apa yang di katakan oleh adik ketiganya. Dia mulai memasang senyum lebar.
"Adik ketiga benar! Kera-kera ini jelas bukan Spirit Beast biasa! Aku belum pernah melihat Spirit Beast seperti ini sebelumnya!"
"Dan melihat dari Mana api yang mereka keluarkan, aku yakin bulu-bulu dari kera ini, bisa dijual dengan harga mahal kepada kelompok House besar pengguna Mana Api!" Kata Pemimpin pertama.
"Bagi kelompok menjadi dua! Dengan jumlah kita, tidak ada masalah untuk menaklukan mereka! Kita akan melakukan pesta besar malam ini! Hahahhaha….!" Teriak pemimpin pertama, diakhiri dengan tawa lantang.
"Hmmm… kalau kakak pertama sudah memutuskan, mau bagaimana lagi!" Kata pemimpin kedua.
"Adik keempat! Kau dan regumu urus kelompok pemuda itu! Sementara kami bertiga, bersama regu masing-masing, akan mengurus Gadis ini dengan kera-keranya!" Seru pemimpin kedua, mulai membagi kelompok.
"Hihihihi… tidak masalah!" Jawab pemimpin keempat, dengan tawa centil, tampak tak keberatan melawan kelompok dari desa tersembunyi bersama regunya sendiri.
Mendengar itu, sang wanita yang meskipun dari tadi sudah dalam mode Soul Knight nya, tapi masih diam mengamati, kini semakin menatap dingin kelompok Bandit yang ada di hadapannya.
"Hmmm… kelompok sampah! Kalian hanya mengingatkanku pada orang-orang tengik dari House Ironhead terkutuk itu!" Gumam sang wanita, kemudian mengeluarkan pisang berwarna merah darah dari dalam Spacial ring. Memakannya dengan lahap dan cepat.
Dan setelah ia memakan pisang itu, aliran Mana api yang keluar dari dalam tubuhnya menjadi semakin liar, membuat sayap api raksasa yang ada di punggungnya, membentang semakin lebar lagi.
"Bubu! Tak ada ampun! Habisi orang-orang hina ini!" Kata wanita tersebut. Memberi perintah kepada kera raksasa. Sejurus kemudian melompat tinggi keudara, sambil mengepakkan sayap apinya beberapa kali, ia membentuk puluhan lidah api yang segera menerjang kearah kelompok Bandit.
__ADS_1
*Woooshhh...!
"Hmmm… pengguna Mana Air, segera buat area pelindung!" Teriak pemimpin pertama, memerintahkan anggotanya. Begitu melihat sang wanita mengambil inisiatif menyerang lebih dulu.
"Grrraahhhhh….!"
Bersamaan dengan teriakan perintah dari pemimpin pertama kelompok bandit, Kera raksasa berteriak ganas, seperti memberi intruksi pada seluruh bawahannya, yakni kera-kera kecil untuk ikut maju menyerang.
Pertempuran besar antara kelompok Bandit melawan sang wanita beserta kera-keranya pun tak terhindarkan.
Sementara itu, disaat yang sama, juga terjadi pertempuran lain di lokasi yang tak terlalu jauh, yakni antara kelompok tim ekspedisi dari desa tersembunyi, melawan kelompok regu milik pemimpin keempat Bandit Lebah Hitam.
"Hihihihi… pertempuran di sana sungguh mendebarkan!" Kata pemimpin keempat.
Saat ini dia sedang dalam Mode Soul Knightnya. Mana api membara berbentuk kelinci, membungkus seluruh tubuh wanita tersebut, membuat tubuhnya yang dari awal sudah sangat indah, menjadi lebih menggairahkan lagi bagi siapapun yang melihatnya.
Dihadapan pemimpin keempat sendiri, tampak Armadillo sedang bersimpuh dengan satu lutut sambil memegang dada. Ia memandang wanita yang di depannya ini, dengan tatapan penuh kemarahan.
"Dengan kelasmu yang merupakan seorang General, apa kau tak malu menyerang menggunakan serangan tersembunyi pada generasi muda sepertiku!" Bentak Armadilo.
Mendengar itu, pemimpin keempat yang awalnya teralihkan karena sedang melihat pertempuran lain, kini kembali menatap Armadillo.
"Ohhh… adik kecil, kenapa begitu marah! Ekspresimu itu malah membuat kakak ini semakin bergairah!" Jawab pemimpin keempat. Menyapu seluruh lekuk tubuh Armadillo dengan tatapan liar.
Tak jauh dari lokasi Armadillo, saat ini Aurega juga tampak kesusahan menahan kelompok Bandit yang sedang mengepungnya.
"Sialan! benar-benar tak tahu malu!" Bentak Aurega, ketika mulai terdesak dan tak mampu melawan tiga orang bandit yang ada di hadapannya.
Kondisi yang dialami Aurega sendiri, juga dialami hampir semua teman-temannya dari desa tersembunyi, dimana setiap satu dari mereka, harus melawan dua atau tiga orang bandit sekaligus.
----
Note : Untuk "HIGHUMAN"
Untuk pembaca dengan username "Highuman" Tolong buka PM dari saya, minggu kemarin memenangkan event Spin off. Jadi, biar saya ndak ketanggungan hutang, silahkan pilih spin off yang tersedia, dan ke alamat email mana saya bisa mengirimnya ^^
__ADS_1