Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
346 - Empat Pill


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Istana Emas)


"Tuan! Apakah ini sudah cukup?" Tanya Sasi, seraya menyerahkan beberapa bahan obat langka yang tersimpan di dalam Istana Emas kepada Theo.


"Cukup!" Jawab Theo singkat.


Mendengar jawaban Theo, Sasi segera undur diri, memilih memperhatikan semua yang akan di lakukan Theo di salah satu sudut ruangan dalam diam.


Disisi lain, tak lama setelah menerima bahan obat dari Sasi, Theo tampak memandang obat tersebut untuk sementara waktu.


"Jamur kehidupan berusia seribu tahun!" Gumam Theo. Dengan sorot mata sedikit takjub. Kemudian menyatukan sumberdaya bernama Jamur kehidupan yang dipegangnya kedalam tungku obat.


Theo mengeluarkan beberapa sumberdaya lain yang ia simpan di dalam Gelang ruang-waktu sebelum mulai melakukan proses pembuatan Pill obat.


Proses tersebut berlangsung cukup lama, hingga akhirnya ketika semua proses selesai, kini di tangan Theo, terdapat satu Pill obat berwarna seperti pelangi. Tampak sangat indah, terlebih terus mengeluarkan bau khas obat yang kuat. Namun, anehnya juga di selingi dengan bau wangi yang semerbak.


"Pill kelas S!" Gumam Sasi, saat melihat Pill obat ditangan Theo.


Meskipun memang terkejut, namun ekspresi wajahnya tampak tak terlalu berlebihan. Ia terlihat sudah mulai terbiasa dengan banyak hal mengejutkan yang terus diperlihatkan Theo dalam beberapa waktu belakangan.


Disisi lain, Theo sendiri tak terlalu lama menghabiskan waktu untuk memandangi Pill obat kelas S yang berhasil dibuatnya. Ia menaruh Pill diatas sebuah meja, sebelum meneruskan dengan menulis catatan.

__ADS_1


"Sasi, tolong ambilkan bahan-bahan yang tertulis dikertas ini!" Pinta Theo.


Tanpa menanyakan apapun, Sasi segera melaksanakan intruksi. Dalam sekejap menghilang dari lokasi begitu menerima kertas catatan.


Situasi tersebut terulang dalam hari-hari setelahnya. Theo akan menulis beberapa jenis sumberdaya langka yang tersimpan di dalam Istana Emas, memerintahkan Sasi mengambilnya, sebelum meneruskan untuk melakukan proses Alchemy.


Sampai akhirnya, ketika lewat 3 minggu, Theo yang terus-menerus menghabiskan waktu untuk meracik obat, kini telah selesai membuat Pill obat keempat. Dimana Pill tersebut memiliki warna perak terang. Mengeluarkan Aliran Mana Besi pekat dari dalamnya.


"Empat Pill obat kelas S hanya dalam tempo waktu 3 minggu!" Gumam Sasi. Tak lagi bisa menahan ketenangan pada ekspresi wajahnya.


Bagaimanapun juga, meskipun memang Theo bisa dibilang banyak tertolong karena ketersediaan bahan-bahan yang cukup melimpah di dalam Istana Emas, namun tetap saja, tanpa keterampilan Alchemy yang cukup, bahkan seorang Alchemist expert pun memiliki tingkat keberhasilan yang tak terlalu tinggi dalam proses peracikan Pill obat kelas S.


Terlebih Theo adalah makhluk penghuni Realm kelas rendah. Dimana sangat jarang ada panduan teknik meracik obat dengan tingkat keberhasilan seperti yang sekarang ditunjukkan Theo.


Paling tidak, panduan teknik meracik obat dengan tingkat keberhasilan seperti itu hanya akan ada di Realm utama. Dimiliki oleh para Alchemist kelas Sage, dan hanya akan di wariskan pada murid terbaiknya.


"Siapa sebenarnya bocah ini? Dari mana ia mempelajari semua keterampilan tersebut? Setidaknya setiap teknik yang ia gunakan, itu adalah teknik kelas utama yang tidak mungkin ada di Realm rendahan macam Gaia Land ini!" Gumam Sasi.


Goblin tersebut kini mulai penasaran dengan identitas Theo saat kembali mengingat ia juga expert dan memiliki teknik penempaan dengan rasio keberhasilan yang di luar akal sehat.


Yang tak di ketahui oleh sang Goblin adalah, semua hal yang di tunjukkan Theo di hadapannya, merupakan teknik-teknik yang di turunkan Tiankong kepada Theo pada waktu latihan dasarnya yang bisa di bilang cukup panjang dalam periode ia terjebak di dalam Jurang Misterius.


Teknik-teknik di beberapa bidang yang disebut Tiankong sebagai kemampuan dasar seorang Knight tersebut, nyatanya tak sesederhana dan seremeh yang ia katakan. Karena semua teknik dasar tersebut, adalah teknik terbaik bahkan di Realm utama tempat Tiankong berasal. Terlebih, itu adalah Realm utama 1000 tahun di masa depan.


Setelah menguasai dasar-dasar teknik yang diajarkan oleh Masternya, Theo memperdalamnya lagi ketika hidup sebagai sosok manusia lain ketika menjalani kehidupan baru di dalam Gerbang dosa selama ratusan tahun.


Selepas kepergian sang Master, Theo yang di warisi perpustakaan penuh buku di dalam Gelang ruang-waktu, kini tinggal mencari beberapa buku resep sebagai pengingat jika ingin membuat sebuah Pill obat.


"Bagus! Dengan Pill Inti Bumi ini! Maka semua persiapan telah selesai!" Ucap Theo.


Setelah mengatakan hal tersebut, Theo menaruh Pill Perak yang ia sebut sebagai Pill Inti Bumi diatas meja, menjadikan satu dengan tiga Pill obat lainnya.


"Baik! Pertama konsumsi Pill Semesta!" Gumam Theo. Seraya mengambil Pill obat berwarna pelangi. Kemudian tanpa menunda segera menelannya.

__ADS_1


Tak lama setelah menelan Pill Semesta, Theo yang kini telah duduk bersila, mulai merasakan Element Seednya meronta-ronta. Efek yang benar-benar telah ditunggu olehnya.


Pill Semesta adalah sebuah Pill yang resepnya di ciptakan secara pribadi oleh Tiankong. Berguna untuk melebarkan kapasitas penyimpanan Mana dari Element Seed tipe Netral dalam jangka waktu tertentu.


Theo yang merasa Pill Semesta sudah mulai menunjukkan khasiatnya, melanjutkan dengan menstabilkan efek obat beberapa saat sampai kemudian kembali membuka mata. Ia mengeluarkan beberapa juta Mutiara Mana Perunggu kemudian menyerap semuanya sekaligus. Mengisi semua ruang tambahan di dalam Element Seednya.


"Selanjutnya, Pill Jiwa!" Ucap Theo, seraya meraih Pill obat kedua yang berwarna kelabu.


Pill Jiwa berfungsi untuk memperkokoh ranah Jiwa. Theo mencoba menguatkan Ranah Jiwanya agar bisa menahan lonjakan drastis dari Element Seed miliknya yang hidup di dalam ranah jiwa.


"Ok, Pill Inti Bumi!"


Setelah memperkuat Ranah Jiwa, Theo melanjutkan mengkonsumsi Pill Inti Bumi, ganti memperkuat Meridian di seluruh tubuhnya.


"Terakhir, Pill Yin-Yang!" Gumam Theo, mengambil Pill terakhir berwarna campuran hitam-putih.


Pill Yin-Yang memiliki khasiat meredakan pikiran. Menguatkan mental dan alam bawah sadar. Menyebabkan orang yang mengkonsumsinya mendapatkan pemikiran yang jernih.


*Wunggggg….!!!!


Sebuah suara dengungan terdengar ringan keluar dari dalam tubuh Theo begitu ia selesai mengkonsumsi Pill terakhir.


Kali ini Theo tak membuka matanya kembali, masih dalam posisi duduk bersila, jatuh kedalam kondisi berkultivasi.


Menyisahkan Sasi didalam ruangan yang masih memandang kearahnya dengan tatapan rumit. Ditemani keheningan total.


***


Didalam Ranah Jiwa Theo yang seperti memiliki ukuran tanpa batas, lautan Mutiara Mana Perunggu saat ini sedang melayang-layang ringan. Lautan Mutiara Mana Perunggu yang merupakan akumulasi ratusan juta Mutiara Mana yang ia dapatkan dari partisipasi terakhirnya dalam pertarungan Death Arena tersebut, tampak bagaikan kumpulan bintang-bintang yang bertebaran di gelapnya langit malam.


Tepat menghadap lautan Mutiara Mana Perunggu, Theo yang masih dalam kondisi duduk bersila namun melayang ringan, saat ini tak hentinya menyerap Ratusan juta Mutiara Mana Perunggu dihadapannya.


Theo menyerap dan terus menyerap. Mengalirkan semua Mana yang telah ia serap kearah Element Seed. Seperti makhluk hidup, Element Seed tipe Netral Theo melahap semua aliran Mana tersebut dengan liar. Terus tumbuh berkembang dengan sangat cepat.

__ADS_1


Masih sepenuhnya berkonsentrasi dalam proses kultivasi, Theo tak menyadari, selain Element Seednya yang saat ini aktif melahap aliran Mana. Ada satu hal lain di dalam ranah jiwanya yang juga mulai menunjukkan tanda-tanda keaktifan. Tampak sedikit bergetar dan mengeluarkan bunyi derakan ringan.


Satu hal lain tersebut adalah gerbang raksasa nan suram yang berdiri kokoh di salah satu sudut ranah jiwanya. Gerbang Dosa.


__ADS_2