Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
234 - Amarah


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_____________________________________________


"Sumpah langit! Bocah ini mampu membuat sumpah langi!t" Gumam salah satu Knight Endless Heavens Sect. Sambil mulai menatap ngeri kearah Theo.


"Dia adalah manusia dengan garis takdir spesial, yang mampu membuat langit mendengar kata-kata nya! Sama dengan nona muda!" Kata Knight Endless Heavens Sect lain.


"Tidak baik! Ini membuat kita semakin tak punya alasan untuk membiarkannya tumbuh lebih jauh! Hanya boleh ada satu manusia yang memiliki garis takdir spesial! Langit tidak bisa menyayangi dua orang sekaligus!"


"Bagaimanapun juga, kita harus segera melumpuhkannya, dan membawa tubuh berharganya itu kembali ke sekte secepatnya!"


*Booommmm….!!!


Saat kelompok Endless Heavens Sect masih terlibat diskusi dadakan diantara sesamanya, Theo yang selesai mengucapkan sumpahnya, mulai melepaskan gelombang aura dahsyat yang terdiri dari campuran berbagai atribut Mana. Diakhiri dengan ia mulai menerjang maju kedepan.


Melihat itu, setiap anggota Endless Heavens Sect tanpa menunda segera memanggil dewa mereka masing-masing. Membabat habis lawan-lawan yang menghadang mereka, kemudian menerjang maju menyambut Theo.


Dengan kehadiran dewa panggilan tersebut, kini bahkan Lucius serta dua ketua Klan dari desa tersembunyi, tak mampu menahan lawan masing-masing. Berakhir terluka parah dalam proses menahan lawannya di saat terakhir.


Dengan tak ada yang mampu menahan kelompok Knight dari Endless Heavens Sect. Puluhan dari mereka, yang semuanya memiliki kelas King, serta telah memanggil dewa kontraknya masing-masing. Saat ini secara serentak menerjang kearah Theo.


Pertempuran yang tampak tak berimbang pun segera terjadi diatas langit medan tempur selatan. Dimana seorang pemuda berambut putih, dengan aliran liar berbagai atribut Mana menyelimuti tubuhnya, saat ini menerjang kedepan, menatap tajam puluhan lawan kuat yang ada di hadapannya.


*Booooommmmm….!!!!


Pertempuran ini segera membuat gelombang kuat yang begitu intens, menyebar kesegala penjuru. Meluluh lantakkan lingkungan sekitar.


Theo tampak mampu mengimbangi dan membunuh beberapa lawannya untuk sesaat, namun tak begitu lama, energi liar yang menyelimuti tubuhnya, mulai melemah secara bertahap. Ia tampak tak mampu mempertahankan mode Berserknya lebih lama lagi.


Menyadari hal itu, kelompok Endless Heavens Sect, segera melancarkan serangan kombinasi yang ditutup dengan sebuah formasi segel cahaya yang terbuat dari gabungan teknik masing-masing dewa milik mereka.


Formasi segel raksasa ini, dengan cepat menekan Theo. Menjatuhkan tubuhnya ketanah dengan keras, kemudian membentuk ratusan rantai cahaya yang mengikatnya.


"Aaaaaargggggghhhhhh……!!!!"


Theo yang saat ini di bawa kendali rasa marah, mulai berteriak keras. Berusaha lepas dari ratusan rantai yang membelenggunya. Dalam kondisi frustasi karena tak mampu lepas dari rantai-rantai tersebut, Theo akhirnya memilih menarik kembali semua aura liar yang dari tadi menyelimuti tubuhnya, kemudian diteruskan dengan hanya memfokuskan aliran Mananya yang tersisa, kearah tanaman kecil Gravitasi kuno yang ada di sebelah Element Seed nya.


Menggunakan Mana kuno Gravitasi, ia mulai mengaktifkan medan Gravitasi. Membuat tekanan lingkungan sekitar menjadi sangat berat. Dan setelah medan Gravitasi aktif, Theo mulai menarik dengan acak rantai-rantai yang membelenggunya. Menyebabkan anggota Endless Heavens Sect yang kebetulan rantai cahayanya ditarik Theo, segera tak bisa mempertahankan tubuh nya, jatuh dengan keras di tanah. Menghujam pada lokasi tak jauh dimana Theo terbaring.

__ADS_1


Theo meneruskan menarik acak rantai-rantai cahaya. Sampai akhirnya, tersisa tidak kurang dari 10 Knight Endless Heavens Sect yang masih bertahan diatas langit. Membuat Theo yang saat ini kembali mendapatkan momentum, mulai berdiri dari posisi terbaringnya, meraih semua rantai tersisa yang mengikatnya menjadi satu, dan dengan sekali ayunan kuat, menarik lawan-lawannya yang tersisa. Membanting dengan keras mereka semua ketanah.


Dengan tarikan terakhir ini, Theo akhirnya lepas dari ratusan rantai cahaya yang membelenggunya. Tanpa menunda dan tak ingin menyia-nyiakan momentum yang telah ia dapat. Theo kembali menghujam lawan-lawan di sekitarnya dengan hanya menggunakan tangan kosong.


*Boooommmm….!!!


*Boooommmmm…..!!!


*Boooommmmm….!!!


Theo melompat dari satu lokasi, ke lokasi lain dengan lincah, mendaratkan satu pukulan keras pada lawannya dimanapun ia mendarat.


Pukulan-pukulan Theo yang hanya menggunakan tangan kosong ini, nyatanya mampu membuat lawan-lawan yang menerimanya, mendapat luka parah yang cukup signifikan. Hal tersebut di sebabkan karena Theo saat ini hanya memfokuskan seluruh Mana miliknya yang tersisa untuk mengaktifkan teknik Medan Gravitasi, sehingga tarikan yang di buat Theo dalam Medan Gravitasinya, sangatlah kuat.


Dengan begitu, setiap lawan yang seluruhnya sekarang sudah terjebak di dalam Medan Gravitasi, menjadi kesulitan bergerak, karena harus menahan tubuhnya yang menjadi sangat berat. Sementara Theo sendiri, sang pemilik Mana Gravitasi, tentunya tak menerima efek yang sama dengan lawan-lawannya, ia justru mampu memanfaatkan Mana Gravitasi tersebut, untuk menambah bobot dalam setiap pukulan yang dilancarkannya.


Membuat Theo yang saat ini berada dalam wilayah Medan Gravitasi kekuasannya. Seperti sedang bermain dengan kumpulan balita. Menghajar setiap dari mereka sepuas-puasnya.


*Boooommmm….!!!


*Boooommmmm….!!!


*Boooommmmm…..!!!


"Semuanya harus mati!"


"Tak boleh ada yang tertinggal!"


"Tak boleh ada satupun yang selamat!"


Dengan tubuh berlumuran darah dari lawan-lawannya, Theo tampak seperti iblis yang sedang membantai kumpulan orang suci. Tanpa ampun terus menghujamkan pukulan mengerikan pada tubuh setiap lawan yang ada di hadapannya.


*Wuuuungggg….!!!


Namun, saat Theo masih sibuk menghajar anggota Endless Heavens Sect yang ada di sekitarnya, diatas langit, dari arah kapal perang milik kelompok Endless Heavens Sect, seseorang tiba-tiba melakukan lompatan turun.


*Booooommmmm….!!!!


Lompatan sosok yang baru saja terjun dari atas kapal perang ini, diakhiri dengan pendaratan keras yang segera menghancurkan tanah.


*Wossshhh…!!!


Begitu sosok misterius ini mendarat, seperti tak terpengaruh oleh Medan Gravitasi, ia melakukan terjangan maju kedepan. Mengarah tepat dimana Theo berada.

__ADS_1


*Boooommmmm….!!!!


Kemudian, tanpa memberi peringatan apapun, terjangan dari sosok misterius ini, berakhir dengan pukulan keras yang mendarat tepat pada punggung Theo. Membuat Theo yang menerima serangan, segera terlempar jauh sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya. Pukulan ini sekaligus membatalkan Teknik medan Gravitasi milik Theo.


"Goouuuggghhhh….!!!"


Theo kembali terbatuk darah begitu dengan keras mendarat di tanah. Pukulan yang baru saja ia terima, merupakan serangan paling keras yang pernah mendarat di tubuhnya. Menyebabkan pandangan mata Theo kini mulai kabur, dengan aliran Mana di dalam tubuhnya, kini juga mulai bergejolak tak beraturan.


"Hmmmm… Anak muda! Cukup sampai disini! Berhenti berbuat dosa, dan segera bertaubatlah! Menyerang para utusan dewa merupakan dosa terbesar yang tidak bisa di tolerir!" Kata sosok misterius yang baru saja menyerang Theo.


"Ohhh... Sebelumnya perkenalkan! Namaku adalah Savrida, tetua ke 9 Endless Heavens Sect!" Kata sosok misterius sekali lagi. Kali ini memperkenalkan diri.


"Cuiihhh….!" Mendengar kata-kata lawannya, Theo segera meludah kearahnya.


"Kau pikir aku peduli siapa dirimu?" Kata Theo, dengan nada dingin.


"Dosa besar? Utusan dewa? Bertaubat? Omong kosong apa yang kau katakan! Akui saja kalau kalian hanya fanatik gila pencari kekuatan! Buang topeng sok suci kalian itu ketika berada di hadapanku! Aku paling jijik melihat wajah dari kumpulan orang munafik seperti kalian!"


Setelah mengatakan semua makiannya tersebut, Theo mulai berusaha berdiri sekali lagi. Mencoba untuk memfokuskan aliran Mana dalam tubuhnya yang saat ini sedang bergerak kacau tak beraturan.


"Hmmm… keras kepala! Kalau begitu, kau tak memberiku pilihan apapun! Mematahkan satu atau dua tulangmu sebelum membawamu kembali ke sekte kurasa tidak masalah!" Kata Savrida, sebelum mulai menerjang maju. Dan dalam sekejap, sampai di hadapan Theo.


Kemudian dengan gerakan tangan cepat, ia memukul lengan kanan Theo, mematahkannya. Merasa kurang, karena pemuda dihadapannya tampak masih menunjukkan sorot mata tajam, Savrida melancarkan satu tendangan keras, kini mematahkan kaki kiri Theo. Diakhiri dengan tendangan lain yang terarah pada perut Theo. Yang mana kembali membuat ia terlempar jauh.


Tendangan terakhir yang diterima Theo, segera melukai Element Seed miliknya dengan parah. Membuat ia kini sama sekali tak mampu melakukan kontrol Mana dalam Element Seednya. Selain itu, tendangan ini juga memicu terbukanya luka-luka yang dari tadi di tahan oleh Theo, efek dari ia menggunakan teknik Berserk miliknya sebelum ini.


*Woooshhh….!!!


Melihat Theo tampak sudah terluka parah, dan tumbang tak sadarkan diri. Savrida tanpa belas kasihan, kembali menerjang maju sekali lagi. Dengan raut wajah datar, ia mengepalkan tinjunya, hendak kembali memberikan pukulan keras lain pada tubuh Theo. Namun….


*Boooooommmmmmm…..!!!


Baru setengah jalan Savrida menerjang, gelombang ledakan energi Mana yang maha dahsyat, menyeruak keluar dari dalam tubuh Theo. Dan bersamaan dengan gelombang ledakan ini, sesosok bayangan putih melompat keluar.


Sambil membawa gelombang liar energi Mana di sekelilingnya, sosok yang baru saja keluar ini, menerjang cepat kearah Savrida. Memberi ia pukulan dahsyat tempat pada dadanya.


*Boooommmmm…..!!!


Pukulan ini segera membuat Savrida memuntahkan banyak darah segar, tubuhnya terpental jauh.


"Dari tadi, aku sudah cukup sabar melihat muridku yang hanya seorang General tahap awal, di serang oleh puluhan Knight berkelas King secara bersamaan!"


"Dan sekarang, bahkan seorang Emperor juga turut serta menyerangnya? Apa sektemu tak pernah memberi didikan sopan santun dan rasa malu?" Dengus Tiankong. Kini menampakkan dirinya di hadapan semua orang.

__ADS_1


__ADS_2