
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Groooahhhh…!!!"
"Roooaarrr….!!!"
"Tssaaahhhhh….!!!"
Berbagai teriakan liar, menggema memenuhi ruangan saat kelompok Demonic Beast bertambah semakin banyak. Kini, lebih dari 30 sosok Demonic Beast telah berada di dalam ruangan. Mengepung aura pelindung dimana kelompok Theo berada.
Puluhan Demonic Beast yang memasang ekspresi liar tersebut, tak hentinya melancarkan berbagai jenis serangan kearah aura pelindung. Berapa dari mereka melemparkan serangan atribut kegelapan pekat, sementara beberapa yang lain, menghujamkan tubuh masing-masing kearah aura pelindung.
Kelompok buas tersebut, tampak sudah sangat tak sabar ingin segera menerkam lima orang yang saat ini sedang bersembunyi di balik aura pelindung di hadapannya.
Ada juga beberapa Demonic Beast yang sepertinya memiliki kelas cukup tinggi sehingga berkembang menjadi sedikit lebih pintar, mereka cuma diam menatap kearah aura pelindung, atau hanya sekedar berjalan ringan mengitarinya.
"Hmmmm… Kalian sudah selesai?" Ucap Theo. Begitu merasa Thomas dan yang lainnya telah selesai mengisi simpanan Mana, dan kembali membuka mata.
Ia sendiri saat ini telah berdiri mengamati lingkungan sekitar, tampak telah menyelesaikan urusan mengisi ulang simpanan Mana lebih cepat dari pada yang lainnya.
"Apa-apaan!" Gumam Thomas dengan pandangan mata dan mulut bergetar begitu melihat sekeliling saat pertama kali membuka mata.
Disisi lain, sama seperti Thomas, Hella dan Gerel memasang ekspresi tak jauh berbeda. Tampak benar-benar ngeri saat melihat apa yang ada di sekitar mereka.
Dihadapan mereka bertiga, saat ini kelompok lebih dari 50 Demonic Beast berjejal satu sama lain memenuhi setiap celah yang ada di dalam ruangan. Menatap kelompok mereka dengan tatapan buas penuh nafsu membunuh.
Selain jumlah dan juga tatapan liar kelompok Demonic Beast tersebut, situasi berkembang menjadi lebih mencekam lagi saat aura Kegelapan yang sangat pekat, efek dari berkumpulnya puluhan Demonic Beast di satu tempat yang sama, saat ini menyebar menyelimuti seluruh ruangan. Membuat baik itu Thomas, Hella, ataupun Gerel, mulai merasakan dingin di punggungnya masing-masing.
__ADS_1
Bagaimanapun juga, atribut kegelapan yang memiliki efek mneyerap energi kehidupan disekitarnya, adalah atribut Mana yang paling mengerikan. Kebanyakan Knight akan membenci dan memilih menghindar bila harus berhadapan dengan pengguna atribut ini. Berfikir dua kali untuk melakukan bentrokan secara langsung.
Hanya Razak yang seperti biasa tak memiliki ekspresi wajah takut. Malah menatap sengit kearah pemandangan mencekam yang kini menawan matanya. Entah kenapa tatapan mata bocah ini, seolah menunjukkan bahwa ia justru merasa tertantang. Aura Mana Besi intens, kini juga mulai menari-nari disekitar tubuhnya.
"Boss…! Sebaiknya jangan sampai ada yang salah dengan apapun itu yang sedang kau rencanakan!" Ucap Thomas. Masih dengan ekspresi wajah ngeri menatap sekitar.
"Tenang saja! Aku 90% yakin bisa membawa kalian keluar dari situasi ini!" Jawab Theo, dengan ekspresi wajah tenang cenderung santai untuk sesaat, sebelum kemudian berubah menjadi tegas.
"Dengarkan ini baik-baik! Aku perlu kalian semua yang berada disini, untuk mengikuti semua intruksi yang kuperintahkan setelah ini tanpa pertanyaan dan keraguan sama sekali!"
"Bila ingin keluar dari sini hidup-hidup, jangan pernah menolak apapun yang nantinya akan kulakukan!" Tambah Theo, dengan ekpsresi wajah serius dan tatapan dingin. Tatapannya sendiri, sebagian besar terfokus kearah Thomas dan Gerel.
"Konfirmasi sekarang, apa kalian mengerti! Karena setelah ini aku tak akan bertanya lagi!"
"Mengerti!" Jawab Razak dan Hella tanpa keraguan.
"Apa aku punya pilihan lain! Asal bisa keluar dari sini, bahkan bila kau menyuruhku untuk telanjang bulat saat ini juga, akan kulakukan!" Ucap Thomas.
"Gerel?" Tanya Theo, saat tak mendengar jawaban apapun dari mulut Gerel.
"Apakah rencanamu merugikanku?" Tanya Gerel.
"Baik! Lakukan apa yang ingin kau lakukan!" Jawab Gerel.
Setelah mendengar jawaban Gerel, Theo segera mengatur keempat orang yang saat ini sedang bersamanya di dalam aura pelindung, pada beberapa ukiran formasi aneh yang sudah ada di lokasi sejak pertama kali keempatnya membuka mata.
Tampaknya Theo yang telah menyelesaikan proses mengisi ulang simpanan Mana lebih dahulu, menyempatkan membuat ukiran-ukiran formasi tersebut ketika kawan-kawannya yang lain masih berkultivasi.
Begitu semuanya sudah berada di dalam posisi, Theo ganti melihat kearah kelompok Demonic Beast yang saat ini berada di luar aura pelindung. Sementara itu, aura pelindung Joy Kecil sendiri, saat ini tampak sudah mulai retak di beberapa bagian.
"Baiklah! Mari kita mulai permainan yang sebenarnya!" Gumam Theo.
"Mammon aku memanggilmu!" Seru Theo kemudian.
Bersamaan dengan seruan Theo, Mammon yang sudah dalam bentuk senjata, terbang keluar dari dalam tatto segel. Enam Pisau lempar dengan enam warna berbeda, melayang ringan sebelum dengan cepat bergerak dan terpasang secara otomatis memutari pinggangnya.
Aksi Theo dilanjutkan dengan ia mulai mengambil enam pisau lempar, menempatkan masing-masing tiga buah di sela jari-jari tangan kanan dan kirinya.
__ADS_1
"Sikap pertama dari teknik Dosa Keserakahan…!" Gumam Theo.
Setelah berkata demikian, Theo melempar keenam pisau kearah langit-langit ruangan. Diiringi dengan enam warna berbeda yang terlihat seperti ekor di setiap pisau, keenamnya kemudian menyebar dan mulai membentuk sebuah formasi, dengan pola garis memanjang yang kemudian terhubung satu sama lain.
Ketika semua garis dengan enam warna yang berbeda tersebut telah terhubung satu sama lain dengan sempurna, mengurung penuh sebagian besar Demonic Beast yang ada di hadapannya, Theo segera membuat segel tangan.
"Sikap menginginkan segala bentuk tubuh!" Seru Theo.
Bersamaan dengan Theo selesai membentuk segel tangan untuk mengeksekusi tekniknya, ledakan berbagai jenis elemen segera tercipta dari enam titik berbeda di setiap pisau Mammon yang telah membentuk sebuah formasi.
*Booommm…
*Boommmm….
*Booommm….
*Boommmm…
*Booommmmm….
*Bommm…..
Ledakan-ledakan dahsyat dari berbagai jenis elemen tersebut, membuat ruangan bergoncang hebat, pemandangan selanjutnya, setiap Demonic Beast yang terjebak di dalam garis formasi, dimana merupakan pusat dari ledakan, segera hancur berantakan. Tewas seketika dengan tubuh tercerai berai berhamburan kesegala arah.
Pemandangan luar biasa tersebut, membuat Thomas, Gerel, Hella, serta Razak yang menyaksikannya, hanya bisa temenung sambil membelalakkan mata. Sama sekali tak menyangka bahwa ternyata Theo memiliki teknik dengan daya hancur sedahsyat itu. Keempatnya sekarang benar-benar mulai memandang Theo dengan tatapan berbeda. Melihat kearah punggungnya dengan tatapan penuh kekaguman.
Disisi lain, tubuh Theo kini justru mulai bergetar hebat begitu ia selesai mengeksekusi tekniknya. Bagaimanapun juga, teknik pertama dosa Keserakahan, adalah teknik yang paling banyak menyerap simpanan Mana didalam Element Seednya. Hampir secara instan mengosongkan simpanan Mana miliknya dalam sekali jalan tiap kali mengeksekusi teknik tersebut.
Oleh karena itulah, Tiankong dulu berkali-kali mengingatkan agar Theo hanya menggunakan teknik ini dalam situasi mendesak.
Theo yang kembali kehabisan simpanan Mana, sudah hampir jatuh sebelum tangannya mulai bergerak, membentuk sebuah segel tangan rumit.
Diakhir segel tangan, Theo menggigit jari tengahnya, membuat setetes darah diujung jarinya keluar. Kemudian dengan sangat cepat, ia mengalirkan Mana cahaya ke darah tersebut.
Gerakan ini diakhiri dengan Theo menancapkan ujung jarinya yang berdarah ke ukiran formasi lain yang berada di bawah kakinya. Dimana memiliki bentuk gambar hampir mirip dengan yang berada di bawah kaki keempat temannya, hanya saja sedikit lebih rumit.
"Formasi segel kehidupan!"
__ADS_1
"Kontrak Tuan-Hamba!" Gumam Theo.