
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Medan pertempuran Bagian Timur, House Alknight melawan House True Alknight)
*Booommm...!!!!
*Boommmmm….!!!
*Booommmmm….!!!
"Habisi semua tanpa ampun!" Teriak Gregoric lantang, sambil terus bergerak menerjang kearah lawan-lawan yang ada di depannya.
Dengan kekuatan fisik diluar nalar, ditambah dengan mode Meridian Knight miliknya yang merupakan bentuk tubuh dari Beruang beku, salah satu eksistensi Spirit Beast yang memiliki kekuatan fisik paling luar biasa, Gregoric saat ini bagaikan dewa pembantai bagi lawan-lawannya di medan tempur.
Kemanapun ia bergerak, akan diakhiri dengan sebuah pukulan yang menghancurkan kepala lawan-lawannya. Ia saat ini sudah seperti mesin penggiling yang berkeliling mencari target untuk di giling. Membuat setiap Knight dari pihak lawan, akan segera menjauh saat melihat Gregoric bergerak disekitar posisi mereka.
*Krataaaakkk….!
*Pyaaaarrr….!
*Wossshhh…!
*Booommmm…!!!!
Sementara ketika setiap anggota garis depan dari House True Alknight yang saat ini sedang terjepit mencoba menghindari sergapan Gregoric beserta satuan Meridian Knight yang ia pimpin, dari arah sebaliknya, serangan aliran Mana berbentuk es, air, dan juga angin terus memborbardir mereka.
Serangan-serangan ini berasal dari satuan Soul Knight milik House Alknight yang saat ini tengah maju menerjang dipimpin langsung oleh Issabela.
Dua serangan dari dua arah yang berbeda ini, tak pelak membuat kelompok House True Alknight yang sedang terjepit menjadi sangat frustasi, mereka seperti sedang terjebak didalam area penjagalan, menunggu giliran untuk di jagal satu persatu.
"********! Jangan biarkan mereka terus diatas angin! Maju sekarang juga! Kita himpit balik Gregoric dan pasukan Meridian Knight nya!" Teriak Eric. Memberi perintah pada pasukan garis tengah dan belakang miliknya untuk maju menyerang kelompok Meridian Knight dihadapannya mereka.
Tanpa menunda, kelompok inipun ikut maju menyerang, meskipun mereka tahu bahwa pasukan garis depan tak memiliki banyak harapan, tapi mereka tetap berusaha memberi perlawanan balik.
Setidaknya bila pasukan garis depan mereka musnah, maka pasukan Meridian Knight milik House Alknight yang saat ini berada tepat di jangkauan mereka, dan terpisah dari satuan Soul knightnya, juga harus musnah.
"Serang….!!!"
Teriak anggota House True Alknight lantang, menerjang maju sambil melancarkan berbagai teknik andalannya masing-masing untuk dihujamkan pada kelompok Meridian Knight pimpinan Gregoric, yang saat ini sedang memunggungi kelompok mereka.
__ADS_1
"Abaikan! Teguhkan hati kalian! Percaya pada kekuatan fisik masing-masing! Kita habisi kelompok di depan kita!" Teriak Gregoric, saat melihat kelompoknya mulai mendapat serangan dari arah belakang.
"Hoaaaahhhh….!!!!"
"Habisi mereka….!!!"
"Ikuti tuan muda…!!!!"
Teriakan Gregoric sekali lagi menjadi semacam obat bius penghilang rasa sakit, bagi setiap pasukan yang sedang ia pimpin. Kelompok ini menjadi semakin beringas menggiling lawan-lawan yang ada di hadapannya. Mengabaikan semua serangan yang mereka terima dari arah belakang, merelakan punggung masing-masing terluka parah untuk tak mengecewakan tuan muda mereka.
"Demi House Alknight!"
"Demi kehormatan House!"
"Habisi semua pengkhianat!"
Dengan kondisi punggung berdarah-darah, para Meridian Knight terus berteriak lantang, tampak seperti kesetanan. Pemandangan ini, membuat setiap anggota garis depan House True Alknight yang dalam posisi terhimpit, menjadi down mentalnya. Mereka yang awalnya sudah tampak frustasi, kini terlihat sudah menyerah, pasrah dengan nasib mereka.
Melihat hal itu, Gregoric yang dari awal pertempuran selalu memasang seringai di wajahnya, meskipun dengan kondisi tubuh berdarah-darah, campuran antara darahnya sendiri dan juga darah lawan-lawan yang ia habisi, semakin melebarkan seringainya. Tampak seperti raja setan.
Dengan beringas ia maju menerjang, menghabisi dengan cepat siapapun anggota House True Alknight yang berada di dekatnya. Kondisi hancurnya mental dari anggota garis depan House True Alknight ini memang yang dari awal di harapkan oleh Gregoric.
Bagaimanapun juga, dalam situasi saling menjepit seperti saat ini, siapapun yang berhasil menghabisi lawan mereka lebih dahulu, maka mereka yang akan berada diatas angin dalam kelanjutan alur pertempuran selanjutnya.
Bila kelompok Meridian Knight yang dipimpin Gregoric tumbang terlebih dahulu, maka pasukan House True Alknight akan bertemu lagi dengan satuan garis depannya. Bila hal tersebut terjadi, tentunya mereka akan dapat dengan mudah menyudutkan sisa pasukan House Alknight yang di pimpin oleh Issabela.
Begitu pula sebaliknya, bila satuan garis depan House True Alknight yang tumbang terlebih dahulu, maka situasi akan berbalik menguntungkan kelompok House Alknight.
"Hoooaaaaaa……!!!!"
Seruan Gregoric, seperti biasa langsung disambut dengan teriakan perang yang sangat lantang oleh pasukannya. Memberi stimulan tambahan bagi masing-masing dari mereka untuk menjadi semakin ganas di medan pertempuran.
Waktu terus berjalan, sampai akhirnya karena kondisi mental yang telah hancur, kelompok baris depan House True Alknight benar-benar berakhir dibantai dengan cepat, tak menyisahkan satu orang pun yang bertahan hidup.
Hal ini membuat kelompok Meridian Knight pimpinan Gregoric dan kelompok Soul Knight pimpinan Issabela, akhirnya bertemu satu sama lain.
"Saudara-saudaraku! Tinggal sedikit lagi! Teguhkan hati kalian! Kita menangkan pertempuran ini! Tahan rasa sakit kalian sedikit lebih lama!"
"Sekarang saatnya berbalik lagi!" Seru Gregoric lantang, memberi intruksi sekaligus kata-kata pembakar semangat sekali lagi pada pasukannya.
"Habisii….!!!!"
"Demi kejayaan House Alknight!"
"Demi kehormatan House!"
Mendengar kata-kata Gregoric, satuan Meridian Knight yang saat ini sudah terluka parah, dan juga sudah kehilangan separuh jumlah anggotanya, segera berbalik lagi, menghadap para Knight yang dari tadi menyerang punggung mereka.
"Adik! Sudah cukup! Biarkan kami yang memimpin di garis depan!" Teriak Issabela, tampak sangat cemas dengan kondisi tubuh Gregoric yang berdarah-darah.
__ADS_1
"Kakak! Apa yang kau katakan! Itu sudah tugas kami para Meridian Knight untuk menjadi tameng pelindung bagi kalian!" Teriak Gregoric balik.
"Tapi kondisimu serta seluruh pasukan yang kau pimpin…."
"Kakak! Kalau kau masih punya waktu untuk mengkhawatirkan kami! Maka sebaiknya kau gunakan saja waktumu itu untuk menjalankan tugas masing-masing seperti rencana awal! Jangan bimbang!" Bentak Gregoric, memotong kata-kata Issabela.
"Hmmm… dasar keras kepala!" Dengus Issabela. Kemudian tanpa memberi tanggapan lagi, segera memerintahkan pasukannya untuk terus melakukan serangan jarak jauh kearah kelompok House True Alknight.
"Hahhaha…. Lanjutkan seperti ini…!!!" Teriak Gregoric, masih dengan ekspresi wajah kesetanannya.
*Sriingg…..!!!!
*Sriinnnggg….!!!
*Sriinggggg….!!!
*Jlep.. jlepp… jleepp….!!!
Namun, saat Gregoric dan para Meridian Knight yang sedang ia pimpin masih tampak dengan liar menyerang sambil menahan lawan-lawannya. Seperangkat senjata rahasia berterbangan dari berbagai arah, menancap tepat ketubuh para Meridian Knight.
"Ughhh…. Apa-apaan!" Dengus Gregoric, saat salah satu senjata rahasia menancap di lengannya. Bersamaan dengan itu, matanya mulai tampak gelap.
"Siapa?"
Melihat kelompok Gregoric mendapat serangan tiba-tiba, Issabela segera berteriak panik, apalagi ia bisa melihat, adiknya saat ini mulai melangkah gontai, seperti akan tumbang kapan saja.
"Hahhaha… kuakui tubuhmu itu sangat kuat! Tapi tetap saja, itu tak kebal terhadap racun bukan?"
"********! Kau lagi!" Dengus Gregoric ketika melihat sosok yang muncul di hadapannya, sebelum akhirnya benar-benar tumbang.
Yang berdiri di hadapan Gregoric saat ini, tak lain adalah Lagor Estrabat, tuan muda dari House Estrabat, yang dari dulu menyimpan dendam padanya.
Lagor tampak memasang senyum licik, sambil memegang sebuah pedang, memandang tajam kearah tubuh Gregoric yang telah tumbang. Sementara di belakangnya, sekumpulan Knight elite dengan kelas General, mulai bermunculan dari balik pepohonan pinus.
----
Note : Terima kasih buat kawan-kawan semua yang sudah mensupport novel saya, anak pertama saya ini. kalian benar-benar luar biasa!
Sesuai janji saya, karena telah tembus 1M popularitas, akhir pekan ini, atau sabtu besok, akan kembali saya buka satu spin off sebagai chapter khusus.
Awalnya saya berniat membuat crazy up 5 chapter langsung, karena banyak yang meminta crazy up di kolom komentar, tapi mohon maaf, setelah saya menulis 3 chapter, dan mau lanjut chapter ke 4, saya merasa penulisannya sudah mulai amburadul, banyak diksi yang terasa aneh. Mungkin memang kapasitas saya cuma bs menulis 3 chapter maksimal dalam satu hari.
Oleh karena itu, untuk menjaga kualitas penulisan, saya tak bisa memenuhi permintaan menambah kuantitas jumlah chapternya dalam satu hari.
Mungkin itu saja catatan kali ini, penulis berharap kawan-kawan semua dapat mengerti ^^
Btw kalau bisa, sebagai bentuk dukungan kawan-kawan kepada novel saya, tolong pertahankan dalam menekan tombol like sebelum membaca, dan meninggalkan komentar setelah membaca di setiap chapternya. Dengan begitu saja, sudah membuat penulis berterima kasih karena merasa kawan-kawan semua ikut memperhatikan anak pertama penulis ini. ^^
Terakhir, spin off yang akan saya buka akhir pekan nanti adalah Arthur Wild : Putra Kegelapan.
__ADS_1
TERIMA KASIH