
Di dalam kawah, saat ini Theo terlihat tengah berdiri tegak tanpa luka, sambil menggendong Arthur yang telah kembali ke wujud normal di pundaknya. Seperti sedang membawa sekantung beras.
Melihat keponakannya baik-baik saja, Bosweric segera merasa lega. Theo yang kini ada di hadapannya terlihat sangat berbeda dari yang dia kenal, meskipun secara fisik tak terlalu berubah, Bosweric bisa merasa aura yang di keluarkan Theo sangatlah dalam dan kuat. Belum lagi sorot matanya terus menerus mengeluarkan ketajaman yang seharusnya tak di miliki oleh anak seusianya. Ketajaman yang sama seperti milik ayahnya Lord Arduric. Bahkan menurut Bosweric melebihinya.
Setiap orang disekitar lokasi masih termenung menatap Theo ketika dia tiba-tiba melemparkan Arthur yang ada di pundaknya kearah Master Dario.
"Ahhh.. tuan muda..!!!" Dengan sigap Master Dario menangkap Arthur dan segera memeriksa kondisinya. Terlihat sangat khawatir.
"Tenang saja, dia masih hidup untuk saat ini. Segera bawah bocah ini kembali dan lakukan perawatan yang tepat. Dia mungkin akan bisa siuman satu atau dua bulan lagi!" Kata Theo. Sambil berjalan mendekat kearah pamannya Bosweric.
"Aku yakin house kalian memiliki metode yang tepat untuk merawatnya. Lebih baik cepat, sebelum terlambat!" Theo melanjutkan kata-katanya sambil melirik penuh makna kearah Master Dario.
Setelah mendengar kata-kata Theo dan melihat tatapan matanya yang penuh maknanya. Master Dario seperti mengerti sesuatu, dia buru-buru berdiri sambil menggendong Arthur. Terlihat ingin segera membawanya kembali ke house mereka. Namun, sebelum dia melangkah pergi, dia melihat kearah Theo lagi.
"House kami tak akan melupakan kebaikan ini. Secara tidak langsung, kau telah menyelamatkan nyawa tuan muda kami. Sebelum aku pergi dari sini, bolehkah pria tua ini mengetahui identitas tuan muda?" Kata Master Dario. Setelah ini dia berniat menyampiakan kepada Lord nya tentang pemuda yang menyelamatkan anaknya.
"Bila ada waktu, tuan muda bisa mampir ke house kami, Lord pasti akan memberi penghargaan yang layak" Kata Dario melanjutkan.
Master Dario bisa melihat, pemuda yang ada di hadapannya ini tidak lah sederhana. Di umurnya yang mungkin sama dengan tuan muda mereka, pemuda ini telah mencapai Pioneer tahap akhir. Apa lagi melihat ketajaman yang terpancar dari mata pemuda di hadapannya ini, yang menginisiasi siapapun untuk menundukkan kepala. Membuat master Dario berfikir pemuda ini bukan orang sembarangan. Bisa jadi dia adalah salah satu bakat muda dari house besar. Dan yang paling penting adalah, pemuda ini bisa menghentikan amukan tuan muda mereka, yang selama ini hanya bisa di lakukan oleh Lord mereka dengan menggunakan metode khusus. Oleh karena itu, Master Dario bersikap sopan, dan ingin menjalin hubungan baik dengannya.
Mendengar pertanyaan dari tetua yang ada di hadapannya, Theo terlihat ragu akan menjawab nya atau tidak. Namun, sebelum dia bisa memutuskan..
__ADS_1
"Pemuda ini adalah Theodoric Alknight! Tuan muda ketiga dari House of Alknight!" Bosweric menjawab dengan lantang. Terlihat sangat bangga memperkenalkan Theo.
Theo hanya bisa tersenyum melihat sikap pamannya ini, sementara Master Dario yang mendengar jawaban Bosweric hanya bisa termenung, dia melihat kearah Theo dengan tatapan kontenplatif. Selama ini dia mendengar desas-desus yang mengatakan, tuan muda ketiga house Alknight hanyalah pemuda tak berguna dengan Element seed yang cacat. Namun fakta di hadapannya ini sangat berbeda dengan desas-desus yang menyebar.
Dia mulai berfikir, House Alknight memang sengaja menyebarkan desas-desus tersebut untuk menjaga bakat muda luar biasa keluarga mereka. Desas-desus lain juga mengatakan tuan muda ini telah mati bunuh diri karena frustasi, oleh karena itu tak pernah ada kabar darinya. Namun, kini Dario malah berfikir house Alknight juga secara sengaja menyebarkan desas-desus tersebut untuk menutupi bakat muda mereka yang mungkin tengah melakukan latihan tertutup.
"Ahhh… bila memang benar begitu, pria tua ini hanya bisa mengucapkan selamat, kepada house Alknight yang mampu melahirkan bakat luar biasa seperti tuan muda." Jawab Master Dario setelah terbangun dari lamunannya.
"Hmmm.. tidak perlu repot, cukup bawah orang-orang mu untuk segera pergi dari sini." Jawab Bosweric.
Mendengar itu, Master Dario hanya mengangguk, setelah memberi salam tangan sebentar. Dia berbalik dan memerintahkan anggotanya untuk meninggalkan tempat.
"Sebelum saya undur diri, tindakan tuan muda sebelumnya tetaplah fakta yang harus kami balas. Meskipun kita adalah musuh, House Wildbear masih menjaga tradisi lama, hutang budi ini harus dibayar dengan setimpal."
Kini ketika melihat gerombolan pengacau telah pergi. Bosweric segera melangkah maju mendekati keponakannya.
"Keponakanku Theo.. ini sungguh kau!" Bosweric segera memeluk Theo.
"Anak nakal, kau sungguh membuat kami khawatir!" Dia kini mulai menangis lagi, memeluk erat keponakannya.
Melihat sikap pamannya ini, Theo menjadi terharu. Dia membiarkan sang paman puas memeluknya untuk beberapa saat.
__ADS_1
"Ayahmu pasti sangat bahagia melihatmu kembali."
"Hahaha. Paman, sudahlah. Berhenti memelukku, ini tidak seperti dirimu yang kukenal, dan lihatlah semua anggota house menatapmu dengan aneh."
Mendengar kata-kata Theo, Bosweric mulai melepas pelukannya. Dia bisa melihat seluruh anggotanya kini tengah menatapnya dengan aneh. Meskipun mereka terkejut dengan identitas Theo, tapi sepertinya mereka lebih terkejut lagi dengan sikap Bosweric. Tetua kedua yang mereka kenal selama ini adalah tetua yang disiplin dan cenderung kejam, mereka tak pernah melihat tetua mereka ini bahkan tersenyum di depan umum. Namun kali ini, melihat tetua kejam tersebut menangis sesenggukan sambil memeluk Theo, mereka tak bisa untuk tak menatapnya dengan heran.
Memang dalam beberapa tahun terakhir, dengan semua tekanan yang di hadapi oleh house Alknight akibat konflik internal, sikap Bosweric berubah menjadi lebih kaku. Dia berusaha sekuatnya membantu sang kakak untuk menghadapi konflik, mencoba meringankan beban yang di bawa kakaknya. Hal ini membuat kepribadiannya sedikit berubah. Terlihat serius sepanjang waktu.
"Apa yang kalian lihat? Segera kembali ke pos masing-masing!"
Melihat tatapan canggung anggotanya, muka Bosweric memerah, dan segera memerintahkan mereka untuk bubar kembali ke pos masing-masing.
"Paman, lebih baik sekarang kita urus tanganmu dulu!" Melihat situasi sudah agak kondusif, Theo segera memberi saran.
"Inii.. aku sudah berusaha menahannya dengan mana air penyembuhku, namun tidak ada hasil." Kata Bosweric. Kini dia teringat lagi dengan kondisi tangannya.
"Itu tidak masalah..!" Theo melihat sekeliling untuk beberapa saat, memastikan tak ada yang melihat.
Setelah memastikan situasinya aman, dia segera mengendalikan Mana kegelapan di tangan pamannya. Dan tak butuh waktu lama sampai unsur kegelapan di tangan Bosweric di serap sepenuh nya oleh Theo.
"Bagaimana bisa?" Bosweric segera terkejut melihat Theo bisa mengendalikan unsur kegelapan. Dia memandang keponakan di depannya dengan ekpsresi bingung.
__ADS_1
"Hahaha.. itu akan panjang bila kujelaskan sekarang, lebih baik kita cari tempat yang bagus untuk beristirahat." Kata Theo.