Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
209 - Teknik Kedua Dosa Nafsu


__ADS_3

Catatan Penulis :


Selamat malam kawan-kawan, sekali lagi penulis menyapa kawan-kawan pembaca semua. ^^


Dalam catatan kali ini, penulis ingin mengumumkan 3 besar rangking vote yang memenangkan jumlah vote terbanyak sehingga berhak menerima karya Spin Off eksklusif yang akan dikirim penulis melalui Email.


Selain itu, akan ada tiga pemenang tambahan yang penulis pilih secara acak dari mereka yang menurut penulis, paling sering nongol di kolom komentar dan serta vote.


Btw, karena penulis membutuhkan sarana komunikasi, maka bagi mereka yang memenangkan jumlah vote tertinggi, namun tak memfollow back penulis, maka mereka akan gugur dan di gantikan peringkat bawahnya.


Terakhir, penulis ingin kembali sedikit menjelaskan apa itu Karya "Spin Off", mungkin ada beberapa yang belum memahaminya, bila kawan-kawan sudah paham, silahkan skip saja.


Spin Off adalah chapter sampingan yang masih berhubungan dengan cerita utama, namun tidak di ceritakan dalam cerita utama tersebut. Sebagai contoh untuk memudahkan, pemenang minggu lalu mendapat karya Spin Off berjudul:


-Gregoric Alknight : Sang Perkasa


Dalam chapter tambahan tersebut, menceritakan kondisi Gregoric yang tengah melakukan Ujian penilaian akhir tahun di Akademi Surga, ujian ini dilaksanakan pada suatu tempat yang di sebut Menara Surga.


Spin off yang saat ini sudah tersedia ada enam, pemenang event bisa memilih satu diantaranya :


Issabela Alknight : Bertambah kuat.


Jasia : Petualangan di Jurang Misterius. (1)


Jasia : Petualangan di Jurang Misterius. (2)


Desa Tersembunyi : Tim Penjelajah


Dark Guild : Keputusan Santiago


Issabela Alknight : Roh item (1)


Oke, tak berlama-lama lagi, ini dia pemenang tiga besar vote tertinggi.



Medi aj (10.480 Vote).


Nadia (9260 Vote).


Novian Wahyu S (9050 Vote).



Pemenang acak



Shadexz (Vote minggu ini)


Ziii 🦊 (Vote minggu ini)


Satia W (Vote minggu ini)


Veve's (Kolom komentar)


Oky Ajah (Kolom komentar)


Kal05 (Kolom komentar)



Sekian pengumuman hari ini, selamat bagi 9 orang yang memenangkan karya eksklusif Spin off minggu ini, selamat menikmati ^^


_____________________________________________


(Medan pertempuran utara, House Wildbear+Bandit Lebah Hitam, melawan House True Alknight+House Ironhead)


"Baal kembali!"

__ADS_1


Saat suasana medan pertempuran masih sangat sunyi, akibat peristiwa terbunuhnya Lord Gaston secara tiba-tiba, Theo menarik Baal kembali masuk kedalam tatto segel.


"Asmodeus, keluar!"


Setelah menarik Baal, Theo tanpa menunda, ganti memanggil Asmodeus keluar. Kini dengan dua pedang kembar Asmodeus di tangannya, Theo memandang kearah kelompok House Ironhead yang ada dihadapannya.


"Sebelumnya, aku memberi Lord kalian waktu satu minggu untuk memindahkan anak-anak serta wanita dalam House kalian, keluar dari wilayah Hutan Pinus Beku, sejauh mungkin dan tak pernah kembali lagi!"


"Dan dari waktu satu minggu yang kuberi tiga hari yang lalu, masih tersisa empat hari lagi! Jadi, itu masih belum terlambat bagi kalian yang ada disini, untuk pulang kembali ke House, dan memindahkan keluarga kalian!" Kata Theo, dengan ekspresi nada dingin namun santai.


Tepat setelah Theo menyelesaikan kata-katanya, medan pertempuran segera kembali menjadi riuh. Banyak anggota House Ironhead yang merasa tak terima dan terhina dengan kata-kata Theo barusan. Menganggap Theo terlalu kurang ajar berkata demikian sesaat setelah membunuh Lord dari House mereka.


Kebanyakan orang-orang yang tak terima ini adalah para tetua dan anggota kelas tinggi dari House Ironhead. Sementara, kebanyakan anggota lain yang memiliki kelas rendah, saat ini mulai tampak bimbang, berfikir keras apakah harus melanjutkan pertempuran, atau mengambil kesempatan yang di beri Theo untuk pulang dan mengungsikan keluarga mereka.


Ketika kelompok House Ironhead menjadi kacau, karena terpecah menjadi dua kubu, Theo yang menjadi penyebab dari situasi tersebut, justru mulai memasang senyum kecil di wajahnya.


"Teknik kedua dari dosa Nafsu!" Gumam Theo pelan.


*Bbzzzz….!!!


*Bzzzzzttt….!!!


*Bzzzzzttt….!!!


Bersamaan dengan gumaman Theo, samar-samar puluhan baut listrik berwarna ungu, tampak mulai bermunculan disekitarnya.


"Sikap Dunia Penuh Gairah….!" Kata Theo, kini senyum kecil nya telah menghilang, diganti dengan seringai lebar.


*Bzzzzzttt…!!!


*Bzzzzzttt….!!!


*Bzzzzzttt…!!!


Tepat setelah Theo menyelesaikan kata-katanya, puluhan baut listrik berwarna ungu yang sebelumnya terlihat samar, kini mulai menguat, membuat suara menderu yang sangat berisik. Suara-suara menderu ini kemudian diakhiri dengan puluhan baut listrik tadi berubah bentuk, menjadi sosok puluhan Theo.


Bagaimana mereka tak terkejut, saat ini di hadapan mereka, terpampang pemandangan tak masuk akal yang sangat mengerikan. Dimana terdapat puluhan dari sosok Theo, dengan dua pedang kembar yang sama, menatap kearah kelompok house Ironhead, sambil memasang seringai lebar yang terlihat sangat mengerikan bagi siapapun yang memandang nya.


*Woooshhhh…!!!


*Wooshhh….!!!!


*Woooossshhh….!!!!


Saat semua anggota kelompok House Ironhead masih termenung, tak paham dengan apa yang sebenarnya terjadi, puluhan sosok yang menyerupai Theo ini mulai melompat menerjang maju, mengambil inisiatif serangan.


"Apa yang….!!!"


Salah satu anggota House Ironhead yang memiliki kelas rendah, berseru kaget saat satu sosok yang menyerupai Theo bergerak cepat kearahnya. Tapi belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, sosok yang menyerupai Theo ini memberi sabetan pedang cepat pada lehernya, memotong kepala anggota House Ironhead tersebut tanpa memberi peringatan apapun.


*Slaassshhh…!!!


*Slaaassshhh…!!!


*Slaaassshhh….!!!


Kejadian serupa juga menimpa puluhan anggota House Ironhead berkelas rendah lain yang ada dilokasi, sosok-sosok yang menyerupai Theo, bergerak cepat kearah mereka, dan tanpa mengatakan apapun, menebas leher masing-masing lawan dihadapannya.


*Slaassshhh…!!!


*Slaaassshhh…!!!


*Slaaassshhh….!!!


Dari satu leher, berlanjut ke leher lain, puluhan sosok yang menyerupai Theo, terus menebas leher anggota House Ironhead berkelas rendah yang ada dimedan tempur tanpa belas kasihan.


"Sialan! Berhenti termenung! Lawan balik!" Teriak salah satu tetua House Ironhead yang tersadar kembali dari lamunannya.


"Serang yang mana?" Tanya anggota lain yang mendengar seruan tetuanya. Tampak sangat bingung dengan kehadiran puluhan sosok yang memiliki bentuk sama persis dengan Theo disekitarnya.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu, sang tetua kini memasang wajah ragu, menoleh kesana kemari, kearah puluhan Theo yang ada di sekitarnya, ia sendiri sebenarnya sama bingungnya dengan anggota yang bertanya barusan.


"Arrrggghhjh….!!!"


"Arrrggggghhh….!!!!"


*Slaaasshhh….!!!


*Slaassshhh….!!!


Saat sang tetua masih tampak bingung, jeritan anggotanya yang mendapat tebasan-tebasan pedang dari puluhan Theo, mulai menggema diseluruh medan pertempuran. Sang tetua yang mendengar jeritan-jeritan tersebut, kini mulai tampak frustasi.


"Aaarrggghhh....!!! Serang yang mana saja! Terserah!" Bentak sang tetua, kemudian maju menerjang kearah salah satu sosok Theo yang ada di dekatnya. Tindakan sang tetua ini kemudian segera diikuti oleh seluruh anggotanya.


Pertempuran antara puluhan sosok Theo, yang bergerak cepat bagaikan kilat berwarna ungu di medan pertempuran, melawan kelompok House Ironhead pun tak terhindarkan.


"Bandit Lebah Hitam! Apa yang kalian tunggu? Cepat ikut berpesta bersama Boss besar!" Sambil masih dalam kondisi terbaring lemah, Pemimpin pertama kelompok bandit berteriak keras. Memberi perintah pada anggota kelompoknya.


Mendengar teriakan ini, para Bandit yang awalnya masih tampak termenung, ikut terkejut dengan teknik aneh milik Theo, kini mulai kembali berdiri dari sikap berlututnya masing-masing.


"Majuu…!!"


"Bunuh dan rampok!"


"Bunuh dan rampok!"


"Bunuh dan rampok!"


"Bunuh dan rampok!"


"Bunuh dan rampok!"


Sambil meneriakkan semboyan kelompok mereka, para anggota Bandit segera ikut maju menerjang kedepan, memberi dukungan pada Boss besarnya.


***


(Garis depan, kelompok House Wildbear, melawan kelompok House True Alknight)


*Booommm….!!!


*Booommmm….!!!


*Booommmmm….!!!


Rentetan ledakan menggema keras saat kelompok House Wildbear bentrok langsung dalam pertempuran besar melawan kelompok House True Alknight.


"Pertahankan gelombang serangan! Jangan biarkan mereka mendapat momentum balik!" Teriak Master Dario memberi intruksi pada pasukannya.


"Pemimpin bandit ketiga, aku mohon bantuannya untuk memimpin serangan di sayap kanan!" Seru Master Dario lagi, sambil melihat kearah pemimpin Bandit ketiga yang saat ini masih sibuk menebas lawan-lawannya dengan ekspresi riang.


"Meminta seorang Bandit gunung untuk memimpin pasukan, sungguh konyol!" Dengus pemimpin Bandit ketiga, merasa permintaan Dario barusan sangatlah aneh.


Namun meskipun begitu, ia tetap menjalankan intruksi yang di berikan Dario, bergerak cepat kearah sayap kanan House Wildbear.


Melihat pemimpin Bandit ketiga sudah bergerak, Dario segera mengalihkan pandangannya kearah pemimpin Bandit keempat.


"Aku sudah tau! Tak perlu memberi perintah! Aku bukan bawahanmu!" Dengus pemimpin Bandit keempat, sebelum Dario mengatakan apapun padanya. Kemudian dengan cepat wanita ini bergerak kearah sayap kiri House Wildbear.


Dengan dua orang pemimpin Bandit berkelas General memberi dukungan untuk menjaga sayap kanan serta kiri, kini Dario bisa memfokuskan seluruh tetua Housenya yang memiliki kelas General, untuk menghimpun serangan utama di posisi bagian tengah medan pertempuran.


"Berikan semua yang kalian punya! Hancurkan pertahanan mereka!" Teriak Dario lantang, memimpin pasukan tengah yang merupakan pusat dari gelombang serangan, maju menerjang kedepan.


*Kaboooommmm…..!!!!


Ketika semua rencana Dario tampak berjalan dengan lancar, sehingga membuat House Wildbear mampu merebut seluruh momentum serangan dalam jalannya alur pertempuran, memaksa pihak House True Alknight hanya bisa dengan terpaksa mengambil posisi bertahan, sebuah ledakan berhawa dingin dahysat, tiba-tiba menghujam medan pertempuran. Tepat mengenai pasukan baris tengah milik House Wildbear.


"Hmmm…. Jangan pikir bisa terus bertindak seenaknya saat aku masih ada disini!"


Yang barusan melancarkan serangan tak lain adalah Ivanovic, Lord dari House True Alknight. Setelah melancarkan serangan, dan setelah memberi beberapa kalimat ancaman, Ivanovic segera mendarat dengan mantap di medan tempur, ditemani puluhan tetuanya di belakang, Ivanovic mengacungkan sebuah pedang aneh yang terus memancarkan hawa dingin kearah Master Dario.

__ADS_1


__ADS_2