
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Kota Gurun Zordan)
"Akhirnya sampai juga!" Ucap Theo dari atas punggung Raja Naga Hitam begitu melihat siluet kota Gurun Zordan tampak tak terlalu jauh di hadapannya.
Merasa tujuannya sudah dekat, Theo memerintahkan Raja Naga Hitam untuk mendarat. Ia tak ingin menarik terlalu banyak perhatian dengan memasuki kota sambil menunggang Raja Naga Hitam yang memiliki bentuk tubuh sangat mengerikan.
Begitu melompat turun dari punggung Raja Naga Hitam, Theo menyempatkan untuk meregangkan otot-ototnya yang terasa sangat kaku karena dalam beberapa hari ini tubuhnya terus di terpa angin kencang akibat menunggang Raja Naga Hitam yang memiliki kecepatan cukup berlebihan.
Selesai meregangkan otot, Theo menarik kembali Raja Naga Hitam kedalam Gelang ruang-waktu. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki santai.
***
(Gaia Treasure cabang kota Zordan)
"Tuan muda! Lama tak jumpa!" Ucap Tetua Liu, begitu melihat sosok Theo memasuki ruangannya.
"Salam Tetua!" Ucap Theo, seraya memberi salam tangan singkat.
"Tak perlu sungkan!" Jawab tetua Liu. Dengan senyum lebar di wajahnya. Merasa begitu antusias karena bisa menduga bahwa setelah ini ia akan mendapatkan bisnis besar.
"Baiklah, kalau begitu aku akan langsung saja! Karena sepertinya tetua Liu juga sudah tahu tujuan dari kunjunganku kali ini!" Jawab Theo. Kemudian mengeluarkan satu Spacial Ring dan juga selembar kertas yang berisi penuh catatan di permukaannya baik itu bagian depan maupun belakang.
"Di dalam Spacial Ring ini terdapat 11 miliar koin emas! Aku ingin menukarnya dengan Mutiara Mana Perunggu! Dan seperti biasa, Mutiara Mana Perunggu hasil penukaran, seluruhnya akan kujadikan untuk biaya membeli bahan obat!" Ucap Theo.
"Hahahha…! Tak masalah! Yakinlah, pria tua ini akan memberi pelayanan terbaik! Semua bahan obat akan memiliki kualitas nomer satu!" Jawab tetua Liu, seraya mengambil Spacial Ring dan kertas catatan yang ada diatas meja. Kemudian mulai membaca daftar bahan yang diinginkan Theo.
__ADS_1
"Ohh, ada satu tambahan lagi! Tolong kirimkan surat ini kepada Manajer Xiao Shiu!" Tambah Theo. Menaruh satu kertas bersegel diatas meja.
***
(Malam harinya, Death Arena)
"Sang Godfather! Kau kembali lagi?" Kata Tetua Delario. Menyambut Theo di tempat registrasi.
"Tentu aku kembali! Masih ada dua Arena yang belum kumenangkan!" Jawab Theo. Seraya memberi salam tangan hormat.
"Hahahha…! Sejujurnya ini menyebalkan! Tapi juga sedikit membuat diriku antusias di waktu bersamaan!" Ucap Tetua Delario.
"Meskipun terlihat kau sedang hanya ingin merampok kami. Namun, jika kau benar-benar berhasil menaklukkan kelima Arena, maka kau akan menjadi satu-satunya dalam sejarah!"
"Satu prestasi yang akan sangat sulit di capai orang lain dimana mungkin akan terus bertahan sampai beberapa ratus generasi di masa depan!"
"Tak di ragukan lagi, kau akan mengukir namamu dalam berbagai catatan penting. Menjadi seorang legenda!" Tutup Delario.
Mendengar kata-kata Delario, Theo justru mulai mengerutkan kening. Kemudian mengangkat salah satu alis matanya.
"Hahahha…! Tetua, kau terlalu memuji! Sejujurnya aku tak terlalu memikirkan hal semacam itu!" Jawab Theo.
Hanya dengan mengikuti pertandingan Death Arena, memungkinkan Theo mengumpulkan banyak Mutiara Mana Perunggu dalam waktu yang relatif singkat. Dimana cuma membutuhkan satu malam saja, ia akan bisa mendapat ratusan juta Mutiara Mana Perunggu secara instan.
"Jika memang mengejar ambisi semacam itu, dari awal aku akan memakai nama serta identitas asliku!" Tambah Theo.
"Ahh… Benar juga!" Gumam tetua Delario. Kini ingat bahwa selama Theo mendaftar sebagai pertarung Death Arena, ia tak pernah memakai identitas aslinya.
Bahkan di Arena ketiga yang ia menangkan, yakni Arena senjata rahasia, Theo menyetujui kembali memakai nama lain serta topeng penutup wajah saat Delario membuat permohonan.
"Baiklah! Jadi di Arena mana dari dua tersisa yang ingin kau ikuti kali ini?" Tanya Delario.
"Hmmmm… Tinggal Arena Senjata Berat serta Arena Pedang ya!" Gumam Theo. Tampak berfikir sejenak.
"Ahhh… Sama saja! Daftar di Arena Senjata Berat dulu!" Ucap Theo. Kali ini ia sedikit antusias di Arena tersebut karena beberapa hari lalu berhasil menaklukkan Gerbang Dosa Kemalasan. Theo tampak sedang ingin bermain dengan senjata barunya. Palu Raksasa.
"Baiklah! Sepertinya malam ini Kaisar Penghancur dari Arena Senjata Berat sudah bisa di tentukan!" Ucap Tetua Delario. Seraya memberi token identitas peserta serta topeng kepada Theo.
__ADS_1
"Terimakasih! Tapi tetua, boleh aku minta tolong satu hal lagi?" Tanya Theo.
"Kau adalah seorang Godfather! Apapun itu, pasti kulaksanakan sebagai perintah! Jadi tak perlu meminta tolong! Cukup katakan saja!" Jawab tetua Delario.
"Hehe… Baiklah! Tolong bantu aku dengan ikut mendaftar sebagai penonton Arena! Kebetulan aku tak membawa orang sama sekali! Jadi tentu tak bisa membuat taruhan atas namaku sendiri!" Ucap Theo. Dengan ekspresi wajah sedikit tak enak hati.
Mendengar permintaan Theo, sudut-sudut mata tetua Delario segera berkedut. 'Bocah sialan! Kau ingin merampok rumahku! Dan dengan kurang ajar menyuruhku sebagai tuan rumah untuk membantu!' Gumam tetua Delario. Memaki Theo dalam hati.
Namun, karena terlanjur membuat pernyataan diawal, terlepas Theo adalah seorang Godfather, ia jelas tak ingin menarik kata-katanya sendiri. Itu akan sangat memalukan. Dengan berat dan juga hati dongkol, tetua Delario menyetujui permintaan tak tahu malu Theo.
"Terimakasih!" Ucap Theo, begitu melihat anggukan tetua Delario. Kemudian menaruh satu Spacial Ring diatas meja.
"Pertaruhkan semua yang ada di dalam Spacial Ring tersebut!" Tutup Theo. Seraya berjalan meninggalkan tempat menuju pintu masuk ruang tunggu peserta Arena Senjata Berat.
Sementara itu, tetua Delario hanya memandang punggung Theo dengan tatapan kesal sampai ia benar-benar tak terlihat. Kemudian mengambil Spacial Ring diatas meja, memeriksa isinya.
Dan begitu menyadari jumlah Mutiara Mana Perunggu yang tersimpan di dalam Spacial Ring. Ekspresi wajah tetua Delario segera berubah terkejut, sebelum tatapannya menjadi kosong.
"Tuan muda, kau terlalu kejam!" Gumam tetua Delario.
***
(Keesokan harinya, Gaia Inn cabang Kota Zordan)
Theo yang semalam telah memenangkan Arena Senjata Berat dan secara resmi menyandang gelar kaisar penghancur, kini memilih menghabiskan waktu dengan menyewa kamar terbaik Gaia Inn.
Dengan ratusan juta Mutiara Mana Perunggu tambahan yang ia dapat dari kemenangannya, Theo fokus melakukan proses kultivasi. Mencoba untuk melakukan terobosan dari General Surga tahap satu, ke General Surga tahap puncak.
Satu hal yang tak di duga oleh Theo dalam proses kultivasinya adalah, setiap ia berhasil naik satu tingkat, maka jumlah Mutiara Mana Perunggu yang ia perlukan untuk bisa naik ketingkat selanjutnya akan bertambah 12 kali lipat.
Element Seed tipe Netral milik Theo yang mana memungkinkannya mengendalikan enam jenis atribut Mana, ternyata memiliki biaya yang sebanding dengan tingkat kelebihannya. Karena Theo harus merawat enam cabang Element Seed yang berbeda, menumbuhkannya dalam waktu bersamaan secara seimbang untuk bisa naik ketingkat yang lebih tinggi.
Ditambah pula tiap cabang Element Seed miliknya, merupakan cabang Element Seed dengan kualitas terbaik. Sehingga memerlukan jumlah Mutiara Mana lebih banyak untuk merawatnya bila dibandingkan dengan Element Seed Knight lain pada umumnya.
Hal inilah yang membuat Theo memutuskan melakukan perjalanan seorang diri ke kota gurun Zordan. Kebutuhan sumberdaya yang terlampau banyak, membuat ia yang tak ingin membebankan semua pada Kas kelompok Bandit Serigala, berusaha memenuhinya sendiri dengan mengikuti pertandingan Death Arena tersisa.
Dengan satu lagi kesempatan partisipasi dalam pertandingan Death Arena, yakni pada Arena Pedang, Theo menghitung hadiah kemenangan dari sana seharusnya akan cukup untuk bisa dijadikan modal naik ke kelas King.
__ADS_1
Theo kini mengisi waktu satu bulan yang ia punya untuk berkultivasi serta beberapa kali menyempatkan membuat Boneka Bernyawa Serigala Metalik tambahan.