Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
336 - Kelompok Bandit Halilintar


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Woooshhhh….!!!!


Raja Naga Hitam terbang membelah kegelapan langit malam dengan kecepatan yang begitu kencang, membuat Theo yang menunggangi di punggung, harus rela diterpa angin begitu keras, ditambah dengan angin malam yang dingin, membuat wajah Theo kini seperti tersayat-sayat.


Meskipun memang cuma rasa, karena kulit tubuhnya begitu keras, tetap saja hal ini membuat ia sedikit tak nyaman. Tak menduga bahwa sensasi dari menunggangi Raja Naga Hitam begitu mendebarkan.


Andai saja itu orang lain dengan tubuh yang tak pernah ditempa ratusan petir Surgawi dan juga dilebur oleh aliran Mana Besi Kuno seperti Theo, mungkin mereka sudah akan terpental jatuh dengan tubuh tercabik begitu sesaat menunggangi Raja Naga Hitam.


Theo hendak akan memerintahkan Raja Naga Hitam untuk bergerak sedikit lebih lambat sampai kemudian ia bisa melihat beberapa cahaya terang yang berasal dari sebuah perkemahan besar tak jauh di hadapannya.


"Ohhh… Sepertinya sudah akan sampai!" Ucap Theo.


***


(Perkemahan Bandit Halilintar)


"Kakak! Perkembangan Kelompok Bandit Serigala terlalu berbahaya untuk terus kita abaikan? Mereka kini telah berhasil menguasai hampir seluruh Gurun Darah Gersang!" Ucap salah satu wakil pemimpin Bandit Halilintar pada Bossnya.


"Hmmm… Aku tau itu!" Jawab Boss Besar Bandit Halilintar.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan? Kudengar bila ada kelompok Bandit yang menolak bergabung, tanpa belas kasihan mereka akan membantai seluruh anggota kelompok Bandit tersebut!"


"Tak menyisahkan satupun untuk bertahan hidup! Bahkan kondisi mayat mereka berakhir menggenaskan!" Ucap salah satu wakil pemimpin Bandit Halilintar yang lain.


"Hmmm… Saudari kelima, dari kalimatmu, kau seolah sedang menyarankan untuk kita menyerah dan bergabung dengan mereka!" Dengus Boss Besar, dengan tatapan tajam dan aura mengerikan yang bocor dari dalam tubuhnya.


"Ti… tidak begitu kak!" Ucap wakil pemimpin yang dipanggil saudari kelima, sambil mulai menundukkan wajah. Tampak ketakutan.

__ADS_1


"Kalian sudah dengar bagaimana kejinya kelompok Bandit Serigala ini! Jadi, bila ada yang menyarankan untuk kita menyerah dan bergabung dengan mereka, lebih baik kubunuh sekarang juga!" Gumam Boss Besar Bandit Halilintar.


"Bagaimanapun juga seluruh anggota kita adalah wanita! Kita membentuk kelompok Bandit Halilintar untuk berdiri dan keluar dari cengkraman para lelaki b*jingan yang selalu menjadikan kita wanita sebagai obyek yang bisa di perdagangkan!"


"Semua lelaki di dunia ini sama saja! Ditambah dengan perilaku bar-bar kelompok itu, bisa kalian bayangkan bagaimana nasib kita yang seluruhnya adalah wanita ini berakhir!"


"Yang terburuk kita akan menjadi budak nafsu para lelaki keji itu!" Tutup Boss besar Bandit Halilintar, dengan ekspresi wajah penuh kebencian.


Seperti yang di ungkapkan Boss Besar Bandit Halilintar, anggota kelompok Bandit Halilintar memanglah terdiri dari seluruhnya wanita.


Hampir seluruh wanita yang hidup di sekitar wilayah Gurun Darah Gersang, akan bergabung menjadi anggota kelompok Bandit Halilintar. Hal inilah yang menyebabkan jumlah anggota mereka begitu banyak. 10% dari seluruh populasi Bandit di wilayah Gurun Darah Gersang.


Kelompok Bandit ini pertama kali di bentuk oleh 5 orang wanita bersaudara yang sebelumnya adalah mantan budak.


Kelima wanita ini, berasal dari salah satu Tribe kecil namun memiliki garis darah khusus dimana setiap anggotanya mempunyai Dual Element Seed Angin dan Api, membuat mereka mampu mengendalikan atribut petir.


Namun, ada aturan dalam Tribe tersebut yang mengharuskan setiap anggotanya untuk hanya menikah dengan saudaranya sendiri. Aturan aneh ini bertujuan untuk menjaga garis darah mereka agar tetap murni.


Kondisi berubah sulit bagi Tribe tersebut ketika populasi laki-laki dalam Tribe, entah kenapa secara berkala berkurang. Kelahiran yang terjadi sebagain besar adalah wanita. Hal ini membuat anggota Tribe terus berkurang karena angka kelahiran lelaki di dalam Tribe terus menurun.


Berkurangnya jumlah anggota, berarti juga berkurangnya kekuatan. Dalam kondisi kritis, beberapa kelompok Bandit bekerja sama dan membantai Tribe tersebut. Sisa-sisa anggota Tribe yang seluruhnya adalah wanita, berakhir dengan nasib tragis serta tercerai berai dijual sebagai budak.


Ia membebaskan diri, kabur dari cengkraman kelompok yang memperbudaknya, kemudian kembali mengumpulkan seluruh anggota Tribenya yang terpisah.


Dalam perjalanan usaha mengumpulkan kembali sisa-sisa anggota Tribe nya tersebut, ia kemudian membentuk kelompok Bandit yang kini disebut dengan Bandit Halilintar.


Selain mengumpulkan anggota keluarga dari Tribenya, kelompok Bandit Halilintar juga mulai merekrut para wanita lain yang bernasib sama dengan mereka. Dimana dijadikan sebagai budak. Dan jumlah wanita-wanita tersebut, tidaklah sedikit. Karena praktek perbudakan di wilayah Gurun East Region, merupakan hal yang telah mendarah daging.


Perkembangan Kelompok Bandit Halilintar semakin tak terbendung ketika wanita-wanita lain yang tinggal di wilayah Gurun Darah Gersang ikut bergabung dengan kelompok mereka dengan tujuan berlindung dari ancaman kelompok Bandit lain.


Memanfaatkan jumlah yang begitu banyak, serta keterampilan dasar yang di wariskan dari leluhur Tribe, sang pemimpin ditemani 4 saudarinya mengajarkan pada seluruh anggota kelompok Bandit Halilintar bagaimana membuat senjata rahasia khusus yang mampu mengeluarkan Elemen Listrik meskipun penggunanya tak memiliki atribut tersebut.


Dari sinilah kelompok Bandit Halilintar mulai menancapkan namanya dan begitu di segani di wilayah Gurun Darah Gersang. Anggota yang seluruhnya adalah wanita serta senjata rahasia khusus yang mampu mengeluarkan atribut listrik, membuat kelompok mereka sangat mudah di kenali.


Bersamaan dengan mulai tersohornya nama Bandit Halilintar, nama sang Boss Besar yakni Sanir Khan juga mulai diperbincangkan.


"Aku sudah memutuskan untuk kelompok kita melakukan migrasi ke wilayah Gurun Pasir Berisik! Disana kita akan mencari sekutu! Aku memiliki beberapa kenalan pemimpin kelompok Bandit lain yang cukup bisa di percaya! Ditambah dengan jumlah serta kekuatan kelompok kita, tak akan terlalu sulit untuk mencari sekutu!" Ucap Boss Besar Bandit Halilintar, Sanir Khan.


"Aku akan mengikuti apapun itu intruksi kakak! Jadi kapan kelompok kita akan mulai bermigrasi?" Tanya saudari kedua.

__ADS_1


"Kita akan melakukan secepatnya! Mengingat saat ini hanya kelompok kita yang masih bertahan, mereka pasti akan segera menyerang!"


"Jadi, besok pagi kita berangkat! Intruksikan kepada seluruh anggota kelompok untuk bersiap malam ini!" Jawab Sanir.


*Boooooommmmm…..!!!!


Namun, tepat setelah Sanir menyelesaikan kalimatnya. Sebuah suara ledakan keras tiba-tiba terdengar. Membuat setiap orang yang berada di dalam kemah, segera dengan cepat ekspresi wajahnya berubah menjadi buruk.


Tak lama kemudian, salah satu anggota kelompok Bandit Halilintar berjalan memasuki kemah dengan langkah tergesa.


"Boss besar, serangan mendadak!" Ucap anggota tersebut.


"B*jingan! Berapa orang?" Tanya Sanir.


"Itu… Cuma satu orang!" Jawab anggotanya.


"Satu orang?" Gumam Sanir, sambil mengerutkan kening. Tampak tak percaya.


"Sanir Khan! Pemimpin Bandit Halilintar! Cepat keluar! Aku ingin bertemu dan sedikit mengobrol!"


Sanir masih tampak bingung dengan kata-kata anggotanya sampai kemudian suara keras dari luar perkemahan terdengar menyebut namanya.


*Bzzzzzttt….!!!


Mendengar suara tersebut, dengan derakan ringan aliran listrik kuning membungkus tubuhnya, Sanir segera menghilang dari lokasi sebelumnnya ia berdiri.


"Kakak…! Jangan gegabah!"


Melihat Sanir pergi seorang diri, keempat saudarinya segera cemas.


*Bzzzzzttt…!!!


*Bzzzzzttt….!!!


*Bzzzzzttt….!!!


*Bzzzzzttt….!!!


Dengan derakan listrik ringan yang sama, mereka tanpa menunda ikut menghilang dari tempat. Mengejar kakaknya.

__ADS_1


__ADS_2