Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
288 - Jalan True Knight


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_____________________________________________


"White Fang, maju! Berikan bocah sombong ini pelajaran!" Ucap Hella.


"Groaaahhh….!!!"


Bersamaan dengan intruksi Hella, Sabertooth Salju yang merupakan Spirit Beast kontraknya mulai menyalak dengan ganas untuk beberapa saat. Sebelum akhirnya bergerak gesit menerjang kearah Theo.


Dalam gerakan liar menerjang maju kedepannya, Sabertooth Salju yang disebut Hella dengan nama White Fang, menyebarkan aura atribut Mana Es yang sangat mencekam. Menyebar luas memenuhi seluruh Ring Arena Tongkat sepenuhnya.


Sementara Hella sang pemilik White Fang, kini mulai memainkan Tombak kelas S di tangannya. Mengalirkan atribut Mana Es yang di keluarkan oleh White Fang keseluruh bagian Tombak.


Sebelum akhirnya memasang kuda-kuda, dan ikut menerjang maju kedepan, mengambil posisi di belakang ekor White Fang.


"Hmmmm… Sepertinya Tombak itu memang di takdirkan untukmu!" Gumam Theo lirih, saat melihat aliran Mana es liar, kini bergerak menyelimuti White Fang dan Hella yang berada di belakangnya.


Kedua pasangan Master dan Spirit Beast kontrak itu, kini tampak menjelma menjadi sebuah badai salju raksasa dengan gelombang liar yang menuju kearah Theo.


Seperti yang di katakan Theo sebelumnya, menemukan senjata yang tepat bagi seorang True Knight merupakan hal yang menyangkut takdir. Tak seperti dua jenis Knight yang lain, yakni Soul Knight dan Meridian Knight dimana langsung mendapat suatu manfaat langsung dari Kristal Beast yang mereka serap, perjalanan menjadi seorang True Knight akan sedikit lebih rumit.

__ADS_1


Karena tak melakukan peleburan Kristal Beast pada Meridian ataupun menyerap Kristal Beast kedalam Ranah Jiwa, untuk menjaga kemurnian Element Seed mereka sehingga bisa melakukan praktek kontrak dengan Spirit Beast, para Soul Knight tak memiliki keunggulan dalam kendali Mana layaknya Soul Knight, ataupun juga peningkatan kekuatan fisik layaknya Meridian Knight.


Dalam memanfaatkan energi Mana yang ada di sekitar, mereka hanya bisa mengandalkan Spirit Beast kontraknya masing-masing. Para makhluk kontrak inilah yang nantinya mengendalikan atribut Mana untuk bisa dikombinasikan dalam pertarungan bersama tuannya.


Selain itu, para True Knight yang tak memiliki kontrol atas atribut Mana, hanya bisa mengandalkan teknik Martial Art, dimana tentu saja memerlukan sebuah senjata untuk mempraktekkannya. Nah senjata inilah yang nanti akan mereka gunakan sebagai penyalur dari atribut Mana yang dikeluarkan oleh Spirit Beast kontrak mereka.


Fakta-fakta diatas, merupakan hal yang membuat jalan seorang True Knight menjadi sedikit rumit. Karena mereka harus mampu menemukan senjata serta Spirit Beast kontrak yang sesuai dengan jenis atribut Element Seednya masing-masing.


Itu akan percuma bila seorang True Knight mendapat Spirit Beast kontrak yang sangat kuat, tapi memiliki jenis atribut yang berbeda, hal itu akan menyebabkan mereka tak bisa memanfaatkan atribut Mana dari Spirit Beast kontraknya.


Kasus yang sama, juga berlaku untuk senjata yang mereka gunakan, tak cukup hanya menggunakan senjata dengan kelas tinggi. Karena bila senjata tersebut tak memiliki atribut Mana yang sejenis dengan sang True Knight, mereka tak akan bisa menggunakannya secara maksimal.


Ditambah lagi menemukan senjata yang cocok dimana memenuhi syarat untuk dikombinasikan dengan teknik Martial Art yang di pelajari setiap True Knight, menjadi poin selanjutnya yang menambah kesulitan bagi siapapun yang memutuskan untuk mengambil jalan Kultivasi sebagai seorang True Knight.


True Knight yang mempelajari teknik Martial Art Tombak seperti Hella, tentu diharuskan mencari senjata bertipe Tombak saja. Tak memungkinkannya mengambil senjata jenis lain.


Karena menemukan Spirit Beast dan juga senjata kelas tinggi yang memiliki dual atribut, merupakan sesuatu yang sangat susah.


Tapi, bila seorang True Knight berhasil menemukan semua kebutuhannya, ia akan menjelma menjadi seorang Knight yang sangat tangguh, sulit sekali untuk di kalahkan. Memanfaatkan senjata kelas tinggi, teknik Martial Art, serta perlindungan Spirit Beast kontrak, mereka akan bisa menyaingi seorang Meridian Knight dalam hal ketahanan.


Sementara dalam hal kendali Mana, mereka tak akan kalah dengan Soul Knight, karena Spirit Beast kelas tinggi, tentu memiliki kemampuan pengendalian atribut Mana yang sangat bagus, di kombinasikan dengan senjata yang mampu menjadi penyalur dalam memanfaatkan atribut Mana, mereka akan memiliki kendali yang bagus atas atribut Mana yang dikeluarkan oleh Spirit Beast kontraknya.


Oleh sebab itu, saat Theo melihat tatapan bergetar Hella ketika pertama kali menangkap Tombak yang ia lempar, Theo bisa menduga bahwa Tombak Es miliknya tersebut, adalah senjata yang selama ini telah di cari-cari Hella. Kepingan terakhir yang mampu menutup lubang besar dari jalan True Knight yang telah ia ambil.


Kembali ke Arena Tongkat. Theo yang melihat White Fang serta Hella menjelma bagai gelombang badai es raksasa, kini mulai mengambil kuda-kuda bertahan. Bersiap menerima serangan dahsyat yang akan segera menerpanya.

__ADS_1


Dengan tatapan penuh ketajaman, Theo tampak tak memiliki niat menghindar sama sekali. Dan bersamaan dengan tatapan penuh ketajaman yang memancar dari kedua matanya, aliran Mana atribut tanah yang begitu intens, mulai bergerak liar menyelimuti seluruh tubuhnya.


Dua aliran Mana dahsyat, Tanah yang berderak keras, dan Es yang membekukan apapun, kini memancar liar saling menekan diatas Arena Tongkat. Menyajikan pemandangan spektakuler bagi siapapun yang melihatnya.


Pemandangan spektakuler tersebut, tentu saja membuat seluruh Death Arena menjadi hening. Setiap penonton yang melihat diatas tribun, bahkan para peserta di Arena lain, saat ini menatap tajam kearah Ring Arena Tongkat.


"Jangan pejamkan matamu barang sedetik saja! Salah satu bentrokan terhebat dalam sejarah Death Arena, sebentar lagi akan terjadi!"


"Bersiaplah menjadi saksi hidup dari bentrokan yang mungkin akan sulit terulang dan tersaji lagi diatas Death Arena dalam beberapa tahun kedepan!"


Saat situasi Death Arena masih sangat hening, Tetua Delario yang saat ini menjadi pemandu pertandingan, menyambar momentum dengan memecah keheningan. Melontarkan kalimat menggebu yang berhasil dengan seketika membuat dada setiap orang yang hadir di Death Arena bergetar hebat.


Kata-kata Delario menyebabkan setiap orang merasa menjadi orang paling beruntung di dunia. Orang paling beruntung karena menyempatkan melihat pertandingan Death Arena periode bulan ini. Sehingga bisa menjadi saksi hidup sebuah pertandingan yang merupakan mahakarya dari seni pertarungan Ring Arena malam ini.


*Boooommmm….!!!


Di bawah tatapan tajam penuh antusias setiap orang yang sedang begetar hatinya, bentrokan keras antara teknik serangan atribut Es liar yang di lakukan Hella dengan White Fang, melawan teknik bertahan atribut Tanah milik Theo yang tampak sangat kokoh, tak terhindarkan.


Bentrokan ini menyebabkan riak Mana liar menyebar kesegala penjuru Death Arena, gelombang sisa dari bentrokan bahkan menerpa wajah setiap penonton. Ring Arena Tongkat sendiri, tampak bergetar hebat. Mulai retak di beberapa tempat. Tak sanggup menahan beban dari tekanan kuat bentrokan yang terjadi.


-----


Note :


Jangan lupa, besok malam, bersamaan dengan terbitnya Chapter terbaru, akan saya umumkan pemenang event spin off 2 mingguan.

__ADS_1


Pemenangnya adalah 3 pembaca acak yang saya ambil dari kolom komentar, dan juga 3 voter tertinggi baik itu mingguan atau secara keseluruhan.


Untuk voter tertinggi, akan saya tutup pukul 16.00 sore besok. Sekian sedikit pengumuman dari saya. Terimakasih ^^


__ADS_2