Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
278 - Putra Sang Dewa Besi


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_____________________________________________


(Arena Tangan Kosong)


*Booommmm…!!!


Suara keras efek dari puluhan serangan pukulan dengan berbagai atribut Mana yang menghujam secara bersamaan di satu titik, menggema begitu keras. Membuat semua penonton di tribun langsung memfokuskan perhatian mereka kearah Arena Tangan Kosong begitu pertarungan Death Arena secara resmi di mulai.


"Hehehehe…! Bocah sombong! Beginilah jadinya bila kau terlalu congkak dan tak memberi hormat pada orang yang lebih senior!" Gumam peserta bertubuh besar bagaikan raksasa yang sebelumnya di ruang tunggu sempat menegur Razak.


Senyum mengembang lebar di wajah pria ini begitu ia selesai mendaratkan pukulan terkuatnya bersama seluruh peserta lain di Arena Tangan Kosong kepada Razak.


"Boss…! Bagaimanapun dia hanya anak baru! Mungkin usianya masih 10 atau 12 tahun. Dia bahkan masih Pioneer tahap langit! Anak ini paling hanyalah bocah malang, budak milik seorang saudagar iseng yang ingin mendapat hiburan dengan mendaftarkannya di pertarungan Death Arena!" Ucap salah satu peserta kepada pria bertubuh raksasa.


"Hahhaha… Benar juga! Jadi karena bocah ini sudah di bereskan, sebaiknya kita mulai saja pertarungan yang sebenarnya!"


*Kraak….!!!


Pria bertubuh raksasa sudah mulai berbalik, begitu pula dengan seluruh peserta lain, berniat memulai pertandingan yang sebenarnya, mencari lawan masing-masing untuk di hadapi, sampai tiba-tiba suara retakan keras terdengar.


Suara ini berasal dari lokasi bekas hujaman puluhan pukulan yang sebelumnya mendarat secara bersamaan. Dengan kata lain, berasal dari lokasi dimana Razak sebelumnya berdiri.


Mendengar suara retakan itu, setiap peserta pertarungan Arena Tangan Kosong, kini secara reflek menoleh kearah sumber suara. Memandang dengan tatapan menyelidik pada kepulan debu yang masih bertebaran di sekitar lokasi tersebut.


*Kraakkk….!


*Woooshhhh….!!!


Saat setiap orang masih memandang dengan ragu, sebuah suara retakan kembali terdengar, kali ini dibarengi dengan suara hembusan angin yang cukup kencang.


*Bang….!!!


Dari dalam kepulan debu, sesosok melompat keluar, kemudian tanpa peringatan apapun, memberi pukulan keras pada pria bertubuh raksasa.


Pukulan yang diselimuti atribut Besi pekat ini, mendarat dengan telak pada wajah pria tersebut. Membuat dirinya yang dalam kondisi tak siap, menjadi terkejut bukan main. Ia hanya sempat membuat kuda-kuda kuat pada kedua kakinya. Menginjak tanah dengan keras. Berharap itu cukup untuk menahan serangan yang diterimanya. Namun….


*Booommmm…!!!


Tanpa diduga sama sekali oleh pria tersebut, pukulan beratribut Besi yang pada dasarnya ia terima dalam kondisi tak siap, dimana sudah memberi kerusakan berat pada area wajahnya, kini tiba-tiba meledak dengan hebat. Meledak tepat diwajahnya.

__ADS_1


"Gooahh….!!!"


Ledakan dahsyat tersebut, segera membuat pria bertubuh raksasa terlempar jauh, sambil memuntahkan seteguk darah.


"Boss…!"


Melihat pria ini terpental dan tampak akan keluar dari Ring, salah satu rekannya segera berteriak cemas. Kemudian mulai bergerak cepat menuju arah pria tersebut, tampak ingin menghentikan pria ini dari posisi terpentalnya, agar tak keluar dari Ring dan berakhir dianggap kalah dalam pertandingan.


*Woooshhhh….!!!


Namun, baru beberapa langkah kawan pria bertubuh raksasa ini bergerak, sesosok yang sebelumnya mendaratkan pukulan menyelinap telak pada wajah pria bertubuh raksasa, kembali melakukan gerakan. Menerjang gesit melewati beberapa peserta lain.


*Booommmm…!!!


Kemudian dengan telak mendaratkan pukulan keras pada punggung sang pria.


"Goooaahhh….!!!"


Pukulan tersebut segera membuat pria tersebut muntah darah segar. Terbang terpental berlawanan arah dengan kawannya yang bertubuh raksasa.


*Braakkk….!!!


*Braaakkk…!!!


"Wooahh….!!!"


"Kerennn….!!!"


"Hebat….!!!"


"Arena Tangan Kosong benar-benar memberi tontonan yang menarik malam ini!"


"Bocah! Kau sangat keren!"


Suara riuh dari tribun penonton segera menggema bersamaan dengan gugurnya dua orang dari Arena Tangan Kosong. Fokus setiap orang saat ini tertuju pada seorang bocah yang berdirinya tegak di tengah Ring Arena Tangan Kosong, bocah ini menatap lawan-lawan disekitar dengan tatapan sengit.


Sementara disekitar tubuh sang bocah, aliran Mana beratribut besi yang sangat pekat, terus bergerak dengan liar menyelimuti seluruh tubuhnya, aliran Mana besi ini, seolah memiliki kehendak hidup. Dimana tampak sedang memeluk makhluk yang sangat mereka sayangi.


Aliran Mana besi yang memeluk tubuhnya tersebut, melengkapi penampilan gahar sang bocah, dimana sekarang sudah berada dalam Mode Meridian Knightnya. Dengan Kristal Beast dari Iron Lion yang telah ia serap, bocah ini yang tak lain adalah Razak. Kini memiliki penampilan setengah manusia dan setengah Singa.


Beberapa taring tajam tampak mencuat dari dalam mulutnya, kedua tangan Razak, berubah menjadi kepalan tangan singa dengan kuku-kuku metalik tajam. Sementara seluruh tubuhnya, kini diselimuti bulu berwarna perak yang mencolok, tatapan mata sengit yang ia tunjukkan dimana merupakan tatapan hewan buas dengan pupil tajam mencari mangsa, segera membuat penampilan gahar Razak, kini tampak begitu mendominasi.


"Wohooo…! Sebuah kejutan tak terduga terjadi di Arena Tangan Kosong, bocah kecil yang awalnya kita kira mendapat nasib tragis, kini justru memberi pukulan balik! Bukan cuma pada dua peserta yang telah dieliminasinya, tapi pukulan ini juga menghantam kita dengan keras yang sebelumnya meremehkan bocah ini!"


"Petarung nomer 93, dengan nama Razak! Seorang bocah yang masih berusia 12 tahun! Belum lagi ia hanyalah Knight dengan kelas Pioneer tahap Langit. Telah memberi tamparan keras pada kita semua!"

__ADS_1


"Memberi pelajaran berharga dimana menyadarkan kita bahwa untuk tidak pernah meremehkan siapapun itu yang telah dengan gagah berani mendaftarkan diri dalam pertarungan Death Arena!"


Saat suasana tribun masih sangat riuh karena aksi menakjubkan yang baru dilakukan Razak, suara Carlos sang komentator pertandingan mulai terdengar menggema tak kalah keras. Meredam semua suara berisik. Menjadikan hanya suaranya yang mendominasi seluruh tribun.


"Razak! Meskipun aku adalah pemandu dalam pertarungan Death Arena malam ini, dimana seharusnya bersikap netral. Tapi harus kuakui, malam ini kau adalah petarung favorit pria tua ini!"


"Mulai sekarang, aku akan menjulukimu sebagai Putra sang dewa Besi!" Seru Carlos lantang.


Sebuah seruan yang segera di sambut dengan sorakan-sorakan keras dari tribun penonton. Banyak dari para penonton saat ini sepakat dengan apa di katakan Carlos. Beralih mendukung Razak sang bocah berusia 12 tahun.


"Putra sang dewa Besi!"


"Putra sang dewa Besi!"


"Berjuanglah Razak!"


"Kau keren!"


"Kalau kau bisa memenangkan Arena Tangan Kosong, aku akan menyembahmu! Razak sang putra dewa Besi!"


"Kalahkan mereka semua!"


Teriakan sorakan mendukung, mulai riuh terdengar dari tribun penonton. Sudah merupakan hasrat terdalam dari setiap hati manusia, dimana mereka selalu menginginkan sebuah kejutan tak terduga.


Oleh karena itu, hampir semua penonton saat ini beralih mendukung Razak, yang jelas-jelas kemungkinannya dalam memenangkan Arena Tangan Kosong benar-benar tipis, mengingat seluruh lawannya di Arena Tangan Kosong adalah kumpulan Knight dengan kelas General. Hanya beberapa yang memiliki kelas Immortal.


Sebelumnya Razak cuma beruntung, serta cukup lihai memanfaatkan situasi ceroboh lawan-lawan yang meremehkannya. Sehingga mampu memberi dua serangan menyelinap yang berhasil dengan telak mendarat di tubuh kedua lawannya. Berakhir mengeliminasi dua lawan yang dipukulnya tersebut.


"Habisi bocah sialan ini!"


"Bunuh di tempat!"


"Jangan sombong hanya karena berhasil melakukan serangan menyelinap!"


Disisi lain, seluruh petarung Arena Tangan Kosong yang saat ini jelas mendengar teriakan-teriakan mendukung yang di tujukan untuk Razak, segera memerah telinganya. Didorong rasa iri, mereka semua menjadi sangat marah. Dengan sekejap, meskipun tanpa koordinasi apapun, melakukan gerakan serentak, kembali menghujam secara bersamaan kearah Razak.


*Boooommmm….!!!!


Suara benturan keras dari puluhan pukulan yang mendarat secara bersamaan, kembali menggema dari atas Ring.


-----


"Teknik segel mistis! Pembaca Ghoib, bangkitlah! pinjami jempolmu barang sebentar saja untuk menekan tombol like!"


"Uhuk...!"

__ADS_1


__ADS_2